<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075</id><updated>2011-07-07T22:09:10.344-07:00</updated><category term='sains dan sekitar kita'/><category term='syawal'/><category term='alam raya'/><category term='musim semi'/><category term='smart game'/><category term='musim gugur'/><category term='kulQ 4 ur referensi'/><category term='bangsa'/><category term='ramadhan'/><category term='yang unik dari manusia'/><category term='buku asyik'/><category term='pers'/><category term='biografi'/><title type='text'>zahrazone</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7287663930823090236</id><published>2011-05-11T08:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T08:19:40.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang unik dari manusia'/><title type='text'>KELASKU OH KELASKU</title><content type='html'>(Sebuah coretan sederhana tentang kelas impianku dan anak2 kelas 1 ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelasku Surgaku...&lt;br /&gt;Laksana setitik cahaya dalam kegelapan&lt;br /&gt;Sekuncup kecubung di antara kaktus sahara&lt;br /&gt;Segenang oase bagi musafir tanpa asa di balik wadi&lt;br /&gt;Pun hanya setetes embun bagi dahaganya yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelasku oh kelasku...&lt;br /&gt;Berpenghuni anak-anak cerdas dab sholih sholihah&lt;br /&gt;Laksana buku dengan kertas putih yang siap dicoret dan diwarna&lt;br /&gt;Tapi tetap menyimpan berlembar-lembar kertas putih di baliknya&lt;br /&gt;Bersih, suci, tanpa noda&lt;br /&gt;Namun sarat gambaran masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelasku oh kelasku...&lt;br /&gt;Berpenghuni guru-guru profesional&lt;br /&gt;Memahami murid-murid&lt;br /&gt;Sepenuh hati menjadi uswah&lt;br /&gt;Sehingga darinya lahir generasi-generasi unggulan&lt;br /&gt;Seperti yang diangan semua insan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelasku oh kelasku...&lt;br /&gt;Ada tawa dan senyuman di tiap warna dinding&lt;br /&gt;Ada ilmu sebegai penerang&lt;br /&gt;Ada keikhlasan mengatmosfir&lt;br /&gt;Juga ada rasa hormat, patuh, dan sayang,&lt;br /&gt;tanpa secuilun rasa takut apalagi tertekan&lt;br /&gt;Sehingga target-target tercapai lunas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelasku oh kelasku...&lt;br /&gt;Mari bermetamorfosis bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7287663930823090236?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7287663930823090236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7287663930823090236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7287663930823090236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7287663930823090236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2011/05/kelasku-oh-kelasku.html' title='KELASKU OH KELASKU'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-822154773064419750</id><published>2011-04-14T09:05:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T09:08:30.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang unik dari manusia'/><title type='text'>TAHAJJUD CALL</title><content type='html'>Pada bulan lalu, saya sering sekali mendapat materi tentang BLP (Building Learning Power). Materi tersebut saya dapati dari perkuliahan, seminar, atau sekedar buku yang kebetulan saya pinjam. Salah satu titik tekan BLP adalah pembangunan karakter anak bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar bahwa saya belum menjadi guru yang sempurna untuk anak didik saya. Namun, lantaran sangat terinspirasi dan termotivasi, dengan perasaan yang tiba-tiba membuncah, saya berinisiatif untuk menjalankan salah satu program dari indikator devoult (akhlaq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan pada pertengahan Maret lalu, sekolah sedang melangsungkan UTS (Ulangan Tengah Semester) selama 2 pekan. Pada pekan kedua, saya menawarkan pada anak-anak kelas 1 apakah mereka ingin belajar  sholat Tahjjud di rumah (selama ini program sholat tahjjud dari sekolah adalah saat mereka mabit). Dijawab serentak iyyyyaaaa. Merasa gayung saya disambut, sayapun menerangkan sekilas kepada mereka pengertian dan tata cara sholat Tahajjud serta mekanisme pembelajaran yang akan kami lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saat alarm HP saya berbunyi pada jam 03.30 saya mulai bergerilya menelfoni anak-anak. Tak semua dapat tersambung, namun alhamdulillah banyak pula yang tersambung dan memberi respon positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pembicaraan yang sangat berkesan bagi saya adalah pembicaraan bersama bunda dari Mas Juned. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maaf Bu pagi-pagi saya sudah mengganggu”, ujar saya setelah mengucap salam dan memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;” Inggeh, tidak apa-apa ustadzah”, jawab beliau di seberang.&lt;br /&gt;”Ini Bu, saya kemarin menawari anak-anak untuk belajar sholat tahajjud selama sisa UTS (3 hari) ini dengan cara saya telefon. Dan mereka mengiyakan”, lamat-lamat saya mengulangi isi SMS pemberitahuan pada malam sebelumnya.&lt;br /&gt;”Inggeh, Juned sudah cerita, ustadzah. Bahkan sebelum tidur pada pukul 21.30 dia sudah bertanya apakah sekarang sudah adzan sholat tahajjud? Saya jawab tahjjud tidak ada adzannya Mas, dan waktunya besok pagi jam 03.00”, jelas beliau dengan nada bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa geli, haru, dan bahagia mendapati semangat jundi-jundi kecil ini. Meskipun pada pagi harinya, saya mendapat SMS dari Bundanya Mas Juned yang bertulis bahwa Mas Juned mbangkong alias tidak bisa dibangunkan. Apakah saya berlebihan lantaran berbahagia? Atau apakah saya terlalu berharap banyak? Saya rasa tidak. Pasalnya, ada  juga anak-anak yang saat saya telefon, ternyata mereka sudah bangun dan sudah menunggu telefon saya beberapa menit yang lalu, diantaranya adalah Mas Dhafin dan Mbak Egty. Dan alhamdulillah di hari kedua dan ketiga, laporan yang saya terima sudah semakin baik. Alhamdulillahnya lagi setelah 2 minggu program ini berlalu, dua orang anak menyapa saya, ”Ustadzah, kapan telefon pagi lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, anak-anak memang ibaratnya kertas putih. Ia penuh dengan potensi yang siap kita tulis dan warnai. Ia juga ibarat sebuah dahan muda yang bisa kita bentuk sesuka hati. Butuh kesabaran dan keistiqomahan untuk merawatnya, meskipun kita sendiri belum tentu mampu menikmati hasilnya. Pun demikian, sungguh proses itu sendiripun sudah cukup indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman selama 3 hari tersebut, saya belajar bahwa untuk menanam kebaikan ternyata tidak perlu menunggu usia tertentu. Asalkan dibiasakan dan diniatkan dengan penuh, serta komunikasi yang baik insyaAllah anak-anakpun bisa melaksanakannya. Bukankah telah terbukti banyak anak balita yang sudah hafal al Qur’an atau ahli ceramah, anak-anak di usia SD yang sudah menjadi direktur perkereta apian atau sudah bisa menerbangkan pesawat mini. Dan lain-lain? Subhanllah, jika begini terus semangat mereka, insyaAllah keberkahan ilmu akan turun kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…smoga kalian menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, senantiasa dilimpahi kebaikan, membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua, asatidzah, umat Islam, rosulullah, dan tentu saja Allah di dunia dan akhirat nanti ...”  Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-822154773064419750?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/822154773064419750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=822154773064419750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/822154773064419750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/822154773064419750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2011/04/tahajjud-call.html' title='TAHAJJUD CALL'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-8298851575664003542</id><published>2011-03-18T04:38:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T05:50:00.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang unik dari manusia'/><title type='text'>SEMANGAT UNTUK SENANTIASA BERBUAT BAIK</title><content type='html'>Bismillahirrohmanirrohim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu saya sempat patah hati. Sakit, benci, marah, trauma, dan stereotipe-stereotipe lainnya mungkin label yang identik dengan situasi saya. Tapi, anehnya,, tidak untuk saya, insyaAllah (setidaknya sampai saat ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti kamu tidak terlalu mencintai atau mengharapkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak mencintainya? Lha wong lelaki tersebut adalah ikhwan yang visioner, sangat teguh memegang agama (termasuk sangat menjaga intensitas dan arah tiap komunikasi kami), seorang aktivis sejati ( on air di radio, menulis, organisasi keIslaman di kampus maupun kota kami, dll), pengusaha, berbasic medis, sama-sama suka Palestina, dunia anak, dll. Hmm, pokoknya pribadi matang lahir batin, insyaAllah. Bersamanya, seakan-akan saya siap mengarungi hidup, suka maupun duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak mempunyai harapan yang besar terhadapnya? Lha wong segala ikhtiar telah saya (kalaupun bukan kami berdua)lakukan. Mulai dari penjajakan, 'memperkenalkan pada keluarga', menolak 'proposal-proposal' yang juga sangat-sangat bermutu lainnya, bahkan sampai mengkhususkan proposal kepada murobbi agar ditindaki langsung. Bagaimana tidak sangat berharap, jika seakan-akan semua sudah beres, sudah mantap,, tinggal menunggu kabar saja,, dan tiba-tiba 1 bulan kemudian saya menangkap signal bahwa dia telah menerima sebuah proposal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan saya saat itu? Tentu Anda dapat merasakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, alhamdulillah tidak terbersit sedikitpun rasa marah ataupun benci kepada saudara saya itu. Yang tersisa hanya keikhlasan di pekan2 pertama pernikahannya, dilanjutkan dengan godaan2 syaithan yang bertanya "Mengapa dia tidak bisa seperti saya? Melepas berbagai proposal sempurna demi komitmen awal?", dll. Namun, alhamdulillah kiranya Allah masih menyayangi saya dengan mengingatkan saya bahwa Dia ingin saya belajar tentang arti keikhalasan, kelurusan niat, kesabaran, ketsiqohan, dan keistiqomahan. Alhamdulillah saya ucapkan pula karena Allah menmeberi hidayah dan taufiq, insyaAllah, sehingga reaksi pertama saat membaca kabar ia akan menikah adalah mendokan untuk kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah tak terkira pula saya ucapkan tiada henti karena seringkali Allah menghibur saya dengan cara-caranya yang sangat manis dan mengejutkan. Setelah beberapa hari sempat 'blank', saya berusaha untuk tetap tsiqoh dan aktif dalam dakwah. Alhamdulillah, beberapa pekan kemudian, saya mulai mendapat beberapa amanah dalam beberapa instansi yang berbeda. Hmm, kiranya inilah salah satu hikmah pelajaran kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Segala puji bagiNya di dunia dan di akhira. Dan bagiNya segala penentuan dan kepadaNya kamu dikembalikan" ( QS. 28:70 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ikhwah fillah,,, tujuan saya menulis ini tak lain adalah untuk watawa shobil haqqi watawa shoubish shobri,,, bahwa hendaknya kita senantiasa menata niat. Sehingga awal dari setiap perbuatan baik kita adalah niat yang baik. Caranya bagaimana? Beberapa diantaranya adalah seyogyanya kita senantiasa ingat bahwa kita dan semua alam raya ini adalah kepunyaanNya yang kapan saja bisa diambilNya, bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya hanya semu dan sementara. Sehingga akan ada keinsafan dalam diri, betapa lemahnya kita di hadapanNya, tiada daya, kekuatan, dan ketentuan tanpa seizinNya. Seyogyanya pulalah, kita bertanya " Kebaikan apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan-kebaikan Allah yang tiada pernah habisnya?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada saatnya kita lemah, jatuh, dan terluka. Namun harus kita sadari bahwa semua ada masanya. Jangan terlalu lama menangisi apalagi meratapi yang kita sendiri tidak tahu seberapa baik atau buruk sesuatu jika terjadi pada kita. Karena memang Dia sajalah Sang Maha Sutradara Terbaik, Teradil, dan Terbijaksana. jangankan kita manusia biasa yang penuh dosa, khilaf, dan kedhoifan,,, Nabi Yunus saja sempat 'tersilaukan' ujian-ujian Allah saat berdakwah. Namun karena kepekaan beliau, akhirnya beliau segera sadar, bertaubatan nasukha, dan lebih totalitas dalam berdakwah. Memang begitulah, kita senantiasa dituntut untuk menjaga bahkan meng-up grade niat baik kita, baik di awal, di tengah, hingga di akhir sebuah proses,,, hingga kesyahidan yang kita impi-impikan menjemput kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya,,, hidayah itu tidak selalu datang secara serta merta,,, tetapi ia juga perlu diusahakan untuk mendapatkannya, untuk merawatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish showab.&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-8298851575664003542?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/8298851575664003542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=8298851575664003542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8298851575664003542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8298851575664003542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2011/03/semangat-untuk-senantiasa-berbuat-baik.html' title='SEMANGAT UNTUK SENANTIASA BERBUAT BAIK'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-8802380090195710195</id><published>2010-02-14T20:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T21:08:28.259-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangsa'/><title type='text'>"COKLAT" VALENTINE; MANIS TAPI PAHIT Bagikan</title><content type='html'>Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia yang berpenduduk ± 220 juta jiwa, yang mayoritasnya menganut agama islam pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikut merayakan hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DEFINISI VALENTINE&lt;br /&gt;Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines, antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang MEMBELI kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula PEMBERIAN SEGALA MACAM HADIAH, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya. Sementara sebagian orang menganggap hari Valentine sebagai momen yang paling sulit, penuh tekanan sekaligus dangkal karena semakin panjang periode sebuah hubungan cinta, semakin besar tekanan yang pasangan itu alami karena menipisnya ide-ide orisinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SEJARAH VALENTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perayaan Kesuburan bulan Februari&lt;br /&gt;Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulu kala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa referensi lain menjelaskan bahwa hari valentine adalah hari kasih sayang bangsa romawi yang menganut Animisme yang dirayakan semenjak 17 abad yang silam, sebagai ungkapan kasih sayang dewa. Maka setiap tanggal 15 Februari, orang-orang Romawi Kuno mengadakan sebuah upacara yang bernama Lupercalia, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan ini berasal dari sebuah legenda bahwa Romelius pendiri kota Roma disusui oleh seekor serigala sehingga ia tumbuh menjadi orang yang berbadan kuat dan berakal cerdas. Maka bangsa Romawi mengabadikan peristiwa tersebut pada pertengahan bulan Februari dengan prosesi perayaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Seekor anjing dan domba disembelih, lalu dipilih dua orang perjaka yang berbadan tegap untuk dilumuri tubuhnya dengan darah anjing dan domba. Setelah dilumuri darah anjing dan domba mereka dimandikan dengan air susu. Lalu diarak keseluruh penjuru kota sambil memegang cambuk yang terbuat dari kulit. Di sepanjang jalan para wanita romawi menyambut hangat lesatan cambuk ke tubuhnya, karena diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit dan mudah mendapat keturunan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hari Raya Gereja&lt;br /&gt;Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:&lt;br /&gt;• seorang pastur di Roma&lt;br /&gt;• seorang uskup Interamna (modern Terni)&lt;br /&gt;• seorang martir di provinsi Romawi Africa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis TIDAK JELAS. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya ini DIHAPUS DARI KALENDER GEREJAWI pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Valentinius&lt;br /&gt;Valentinus adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.&lt;br /&gt;Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.&lt;br /&gt;Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.&lt;br /&gt;Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”&lt;br /&gt;Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentinus juga juru ilmu Agnostisisme yang berpengaruh, selain juga adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Era abad pertengahan&lt;br /&gt;Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa&lt;br /&gt;For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus"). When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Valentine Era Modern&lt;br /&gt;Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. VALENTINE MENURUT ISLAM&lt;br /&gt;1. Dari asal-usulnya kita ketahui bahwa perayaan hari valentine adalah suatu upacara suci orang-orang Romawi yang Animis sebagai ungkapan cinta kepada dewa mereka.&lt;br /&gt;Tradisi ini adalah tradisi syirik tak ubahnya bagaikan ritual orang-orang Arab penyembah berhala mengungkapkan cinta berhala yang berada di sekeliling Ka'bah dengan cara mengelilinginya dalam keadaan telanjang tanpa memakai sehelai benangpun sambil bertepuk tangan dan bersiul, sebagaimana yang Allah jelaskan:&lt;br /&gt;} وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِنْدَ البَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوْقُوْا العَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ (&lt;br /&gt;"Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".(Q.S. Al Anfaal: 35).&lt;br /&gt;Lalu tradisi ini dihapus Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam setelah menaklukkan kota Mekkah dan membersihkannya dari kesyirikan, dan Allah mengancam orang-orang yang melakukannya dengan siksaan yang pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemudian umat kristen Romawi mengadopsi tradisi ini dengan merayakan kematian Valentine sebagai lambang penebar cinta dan damai, akan tetapi itu cuma slogan karena prosesi perayaannya tak lebih dari kesempatan mencari pasangan haram untuk setahun kedepan bagaikan kucing yang mencari pasangannya untuk musim kawin di bulan Februari. Dan ini bertentangan dengan ajaran Kristen sehingga para pendeta melarangnya. Wahai umat islam sadarlah! perayaan valentine adalah bid'ah dalam agama Kristen dan dilarang untuk dirayakan pada awal masanya oleh para pendeta. Kenapa anda mau menghidupkannya kembali? Sungguh para pendeta tersebut lebih berakal daripada orang yang mengaku islam akan tetapi ikut merayakannya.&lt;br /&gt;3. Sebagain besar umat islam yang ikut merayakan valentine dengan saling berkirim kartu ucapan valentine atau menghadiahkan bunga mawar atau saling berkirim surat cinta atau ikut mengadakan atau hanya sekedar menghadiri acaranya. Umumnya mereka mengajukan alasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Para pemuda-pemudi beralasan bahwa mereka hanya memanfaatkan kesempatan valentine untuk mencari pasangan hidup yang setia.&lt;br /&gt;- Para pria dan wanita yang sudah berumah tangga beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk melanggengkan rumah tangga dengan saling mengungkapkan rasa cinta.&lt;br /&gt;- Orang-orang yang memiliki teman sejawat, sekantor, seprofesi yang beragama Kristen beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk mempererat hubungan.&lt;br /&gt;Alasan yang mereka ajukan laksana menegakkan benang basah, sadar ataupun tidak mereka termasuk dalam ancaman sabda Nabi:&lt;br /&gt;(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ ))&lt;br /&gt;Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia dia adalah bagian dari kaum tersebut. H.R. Ahmad.&lt;br /&gt;Maka orang islam yang ikut memeriahkan hari valentine sesungguhnya dia adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi kuno –na'uzubillah-.&lt;br /&gt;Untuk para pemuda dan pemudi islam yang kehilangan jati diri! perayaan valentine bukanlah hari baik untuk mencari jodoh, karena ia merupakan perayaan syirik, walaupun anda mendapatkan pasangan setia saat itu di dunia sungguh dia bukan pasangan anda sejati, apalagi nanti di akhirat (mungkin juga di dunia) anda dan dia akan saling bermusuhan, karena pasangan yang sejati adalah pasangan yang bertakwa dan orang –orang bertakwa tidak akan mau menghadiri perayaan syirik semacam itu.&lt;br /&gt;Allah taala berfirman:&lt;br /&gt;} الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ المُتَّقِيْنَ (&lt;br /&gt;"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa". (Q.S. Az Zukhruf :67)&lt;br /&gt;Untuk Pasutri muslim yang lentera cintanya mulai redup! Memanfaatkan kesempatan syirik hanya akan memadamkan lentera cinta anda yang mulai redup dan akan menyulut api yang akan membakar rumahtangga anda.&lt;br /&gt;Untuk muslim dan muslimat yang tidak kenal lawan dan kawan! Allah tidak melarang anda untuk berteman dengan orang diluar islam, akan tetapi Allah melarang anda menaruh rasa cinta terhadap mereka dan lebih parah lagi jika anda mengungkapkannya dalam bentuk berkirim kartu atau hadiah di kesempatan syirik itu. Allah taala berfirman:&lt;br /&gt;} لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَآدُّوْنَ مَنْ حَآدَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَلَوْ كَانُوْا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيْرَتَهُمْ (&lt;br /&gt;"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (Q.S. Al Mujadilah : 22 ).&lt;br /&gt;4. Realita banyaknya umat islam yang ikut merayakan hari kasih- sayang ini sangat mengherankan padahal dalam agama islam telah menjelaskan secara lengkap tentang cara memelihara dan menuai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama muslim dan muslimat. Mereka bagaikan 'Bani Israel' yang menukar makanan dari langit dengan ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah, sungguh barter yang sia-sia. Cinta dalam islam merupakan salah satu pilar penting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari rasa cinta akan terasa hampa.&lt;br /&gt;Sedangkan ungkapan cinta kepada Allah dapat dipupuk dengan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;a. Mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam :&lt;br /&gt;} قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ (&lt;br /&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. (Q.S. Ali Imran: 31 )&lt;br /&gt;b. Melakukan amalan fardhu dan sunat, Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;(( وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ : فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ ))&lt;br /&gt;" Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bekerja dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi”. HR. Bukhari.&lt;br /&gt;c. Sering membaca Al quran, dalam sebuah hadist Nabi:&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengutus seorang lelaki memimpin sebuah ekspedisi, dia selalu membaca sebuah (surat) ketika shalat mengimami para pasukannya dan menutup bacaannya dengan [قُل هو اللَّه أحد ] , tatkala mereka kembali, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Ia bersabda, "Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan hal tersebut? lalu mereka bertanya kepadanya, Ia berkata: “Karena surat tersebut (Al Ikhlash) menjelaskan sifat Ar Rahman, maka saya sangat cinta untuk membacanya,” lalu Rasulullah bersabda: “Beritahu dia bahwa Allah ta`ala mencintainya.” Muttafaq ’alaih.&lt;br /&gt;d. Mengucapkan assalamu'alaikum saat bertemu atau masuk rumah, sabda Nabi saw. :&lt;br /&gt;“Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai, maukah aku tunjukkan kalian tentang suatu hal jika kalian melakukannya, kalian akan saling mencintai, tebarkan salam di antara kalian”. HR. Muslim.&lt;br /&gt;e. Saling mengunjungi, sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Seorang lelaki menziarahi saudaranya di kampung lain, lalu Allah mengutus seorang malaikat mengawasi perjalanannya, tatkala ia sampai di kampung tersebut, malaikat berkata : “Mau kemanakah engkau?”, ia berkata : “Aku ingin mendatangi saudaraku di kampung ini”, malaikat berkata : “Apakah engkau mengunjunginya karena ingin mendapatkan manfaat duniawi?”, ia berkata : “Tidak, hanya karena aku mencintainya karena Allah”, malaikat berkata : “Sungguh aku adalah utusan Allah kepadamu bahwasanya Allah telah mencintaimu seperti engkau mencintai si fulan karena-Nya”. HR. Muslim.&lt;br /&gt;f. Ungkapkan rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan: " Aku mencintaimu karena Allah" dan yang diberi ucapan harus menjawab," semoga Allah mencintaimu". Sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Ada seorang lelaki di sisi Nabi shallallahu `alaihi wasallam, lalu seorang lelaki lewat maka yang di sisi Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang ini”, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukannya?”, ia berkata : “Tidak”, ia bersabda : “Beritahu dia”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata : “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”, lalu ia menjawab : “Semoga Zat yang engkau mencintaiku karena-Nya mencintaimu”. HR Abu Daud&lt;br /&gt;Bilamana tips di atas anda ikuti dan laksanakan dengan seksama niscaya anda akan terlepas dari belenggu cinta terhadap yang fana (binasa) berganti dengan cinta kepada Dzat yang Baqa' (kekal) yang menentramkan jiwa dan raga.&lt;br /&gt;Semoga Allah menjadikan kita orang- orang yang saling bercinta karena-Nya yang nanti dijanjikan Allah mendapat naungan 'Arsy di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.&lt;br /&gt;Akhirnya marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa sya'ir cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad shallallahu `alaihim wasallam :&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ&lt;br /&gt;(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada cinta-Mu, ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”. HR. Tarmizi.&lt;br /&gt;4. Bahwa dalam perayaan Valentine Day, sistem kapitalisme sangat kental terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SOLUSI TUNTAS&lt;br /&gt;Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.&lt;br /&gt;Banyak lagi penyakit yang diderita umat muslim. Pertanyaannya sekarang, apakah pokok permasalahan munculnya penyakit-penyakit tersebut? Maka, apabila direnungkan dalam-dalam, maka realitas terpuruknya umat muslim sekarang, betapapun banyaknya itu, tetapi semua itu bukanlah pernasalahan pokok. Sebab, masalah utamanya adalah karena hukum Islam yang mempunyai penjagaan atas agama, jiwa, akal, keturunan, harta, kehormatan, keamanan, dan negara tidak lagi diterapkan oleh umat ini. Sebaliknya mereka mengambil hokum-hukum yang lain, seperti sosialisme yang jelas-jelas telah tumbang setelah berhasil berjaya hanya 70 tahun (bandingkan dengan masa kejayaan Islam yang 14 abad) dan kapitalisme yang kian hari kian kentara kerusakan-kerusakannya, bahkan disinyalir akan hancur pada 2020 kelak. Maka tidak ada alasan untuk tidak kembali pada system Islam yang kaffah, ala manhajin nubuwah.&lt;br /&gt;Namun, sayang sekali hal ini sulit dilakukan bila kita melakukannya sendiri-sendiri. Perlu adanya kesatuan umat berdasar ikatan aqidah dan juga suatu lembaga, yaitu negara. Sebuah negara yang dapat melegalkan hokum-hukum Allah secara de facto dan de jure. Jadi, Negara merupakan suatu tuntutan realitas empiric dan keperluan umat muslim yang mutlak. Apalagi tinjauan syar’i yang menunjukkan bahwa menerapkan hokum-hukum Islammellui suatu pemerintahan hukumnya wajib.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-dari berbagai sumber-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-8802380090195710195?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/8802380090195710195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=8802380090195710195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8802380090195710195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8802380090195710195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2010/02/coklat-valentine-manis-tapi-pahit.html' title='&quot;COKLAT&quot; VALENTINE; MANIS TAPI PAHIT Bagikan'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-781505280565100449</id><published>2010-02-14T20:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T20:57:38.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangsa'/><title type='text'>LIBERALISASI BUDAYA MENGANCAM BANGSA INI Bagikan</title><content type='html'>[Al-Islam 493] Kehebohan dalam rangka "Hari Kasih Sayang" (Valentine’s Day) begitu terasa selama sepekan ini. Kehebohan itu sekarang bukan hanya melanda ABG, tetapi juga melanda orang-orang dewasa. Kehebohan itu menghiasai halaman-halaman media massa dari media cetak hingga televisi. Mall dan pusat perbelanjaan sampai toko-toko kecil pun turut larut dalam kehebohan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebohan ini dibungkus dengan sebutan yang indah, "Hari Kasih Sayang", yang mendorong semua orang untuk mengungkapkan cinta dan sayangnya kepada orang-orang dekat mereka khususnya pasangan. Namun sejatinya, kehebohan ini sarat dengan kampanye seks bebas dan desakralisasi keperawanan (keperawanan tak lagi dianggap ’suci’). Kehebohan "Hari Kasih Sayang" ini seiring-sejalan dengan pornoaksi. Hal ini bisa dilihat dari laris manisnya penginapan dan tempat-tempat pelesiran selama Valentinan yang dipesan dan didatangi oleh pasangan muda-mudi dan pria-wanita dewasa. Omset penjualan kondom yang melonjak juga menandakan bahwa kehebohan "Hari Kasih Sayang" ini tidak jauh dari aktifitas seks bebas. Selama Valentinan, suasana memang didesain erotis dan dipadu dengan budaya konsumsi coklat yang mengandung Phenylethylamine dan Seratonin. Coklat ini memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek meningkatkan kegembiraan dan stamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Seks Bebas dan Budaya Liberal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari Kasih Sayang" yang diperingati setiap bulan Februari hanyalah salah satu sarana sekaligus momentum kampenye seks bebas, khususnya di kalangan generasi muda. Bulan Desember lalu, Hari AIDS se-Dunia juga dijadikan momentum yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye sekaligus praktik seks bebas sebetulnya sudah lama berlangsung dan dilakukan secara luas. Hal itu bisa dilihat dari beberapa data hasil penelitian. Misalnya, berdasarkan hasil survei Komnas Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 propinsi pada tahun 2007 terungkap sebanyak 62,7 % anak SMP yang diteliti mengaku sudah tidak perawan. Sebanyak 21,2 % anak SMA yang disurvei mengaku pernah melakukan aborsi. (Media Indonesia, 19/7/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya seks bebas juga bisa dilihat dari data tentang HIV/AIDS. Hal itu karena HIV/AIDS, 75-85%-nya ditularkan melalui hubungan seks, 5-10 persen melalui homoseksual, 5-10 persen akibat alat suntik yang tercemar terutama pengguna narkoba jarum suntik dan 3-5 persen tertular lewat transfusi darah. Padahal Departemen Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada pada risiko terinfeksi HIV. Menurut data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku seks bebas yang marak itu dipengaruhi oleh budaya liberal. Muncul dan menyebarnya budaya liberal di Tanah Air bukanlah proses yang berlangsung alami, tetapi merupakan hasil dari proses liberalisasi budaya yang dijalankan secara sistematis dan terorganisir. Liberalisasi budaya juga tidak jauh-jauh dari rekayasa Barat. Budaya liberal atau budaya bebas itu bukanlah berasal dari ajaran Islam yang dianut mayoritas penduduk negeri ini. Budaya itu lebih merupakan budaya Barat yang mengusung nilai-nilai liberal yang dimasukkan (baca: dipaksakan) ke tengah-tengah masyarakat negeri ini. Jadi berkembangnya budaya liberal di Tanah Air itu tidak lepas dari konspirasi Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisasi Budaya dan Motif Penjajahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi liberalisasi budaya oleh Barat terhadap negeri Muslim tidak lepas dari motif penjajahan. Dengan liberalisasi budaya itu masyarakat di negeri-negeri Muslim, termasuk masyarakat negeri ini, akan kehilangan identitas lalu memakai baju Barat atau bahkan mengekor identitas Barat tanpa lagi mempertimbangkan halal atau haram. Barat hanya menginginkan masyarakat, khususnya generasi muda, berpenampilan Barat, tetapi kosong dari produktivitas, daya inivasi dan kemajuan sains dan teknologi seperti halnya Barat. Dengan begitu masyarakat negeri ini hanya akan menjadi pengekor Barat. Akhirnya, penjajahan dan penghisapan oleh Barat pun tidak akan dipermasalahkan karena Barat dijadikan panutan. Dengan mengadopsi gaya hidup Barat, masyarakat negeri ini pun akan menjadi pasar besar bagi produk-produk Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi itu bukan hanya isapan jempol belaka. Namun benar-benar nyata adanya. Secara i’tiqadi, al-Quran telah menginformasikan bahwa orang-orang kafir secara keseluruhan akan terus memerangi umat islam, baik secara fisik maupun pemikiran, agar umat Islam keluar dari Islam (QS 2: 217). Al-Quran juga mengformasikan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepada umat ini hingga umat ini mengikuti millah (sistem dan cara hidup) mereka (QS 2: 120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara faktual konspirasi liberalisasi budaya itu bisa dirasakan. Konspirasi itu setidaknya dijalankan melalui: Pertama, pada tingkat falsafah dan pemikiran dilakukan dengan menanamkan paham sekularisme, liberalisme dan hedonisme. Sejatinya budaya bebas itu berpangkal dari ketiga paham tersebut. Sekularisme adalah ide dasar yang mengesampingkan peran agama dari pengaturan kehidupan. Sekularisme menuntun manusia untuk menempatkan agama hanya pada ranah individu dan wilayah spiritual saja. Sekularisme itu ‘mengharamkan’ agama ikut andil dalam mengatur kehidupan. Sekularisme mengajaran bahwa manusia bebas mengatur hidupnya tanpa campur tangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah inti dari paham liberalisme, yakni paham yang menanamkan keyakinan bahwa manusia bebas mengelola hidupnya. Paham liberalisme ini mengagungkan kebebasan individu, baik dalam berpendapat, berperilaku, beragama maupun dalam kepemilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun paham hedonisme mengajarkan manusia untuk mengejar kenikmatan materi dan jasadi serta melakukan apa saja yang bisa mendatangkan kenikmatan itu, termasuk kesenangan yang lahir dari hubungan seks. Paham ini tercermin dalam slogan fun (kesenangan), food (makanan/pesta) dan fashion (busana). Dengan paham ini manusia didorong untuk mengejar kenikmatan dengan jalan bersenang-senang, termasuk di dalamnya bersenang-senang dengan melakukan seks bebas, berpesta demi mendapatkan kenikmatan dari lezatnya makanan dan bisa merasa senang dengan jalan selalu tampil gaya dan modis. Paham hedonisme itu mengajarkan, agar manusia bisa mendapatkan kenikmatan itu, manusia harus dibebaskan untuk meraih dan mengeskpresikannya serta tidak boleh dikekang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua paham itu tidak akan bisa berkembang kecuali dalam sistem demokrasi dan di tengah-tengah masyarakat yang demokratis. Paham-paham itu berjalan seiring dengan proses demokratisasi yang begitu gencar dilancarkan di negeri-negri Muslim, termasuk negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, liberalisasi budaya itu dikemas dalam berbagai program secara internasional yang dikawal oleh PBB dan lembaga-lembaga internasional. PBB mengeluarkan berbagai konvensi dan kesepakatan internasional terkait dengan isu HAM, kesetaraan gender, dan lain-lain, semisal Konvensi tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (CEDAW), kesepakatan Konferensi Kependudukan (ICPD), MDGs, BPFA dll yang spiritnya sama-sama menuntut kebebasan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Kemudian negara-negara Dunia Ketiga (termasuk negeri-negeri Muslim) diharuskan (dipaksa) meratifikasi semua itu. Lahirlah berbagai UU yang melegalkan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya semua itu dijalankan melalui serangkaian aksi dan program secara nasional baik oleh LSM-LSM maupun oleh pemerintah sendiri. Misal, program kesetaraan gender yang bahkan menjangkau tingkat kelurahan. Ada pula program kampanye dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang sejatinya mengkampanyekan seks bebas asal aman; program kondomiasasi; dan program harm reduction dalam bentuk substitusi dan pembagian jarum suntik steril; dan yang lainnya. Program-program itu dikemas dalam berbagai bentuk baik seminar, talkshow, pelatihan, pembentukan buzz group, konsultasi, pendampingan, dsb; menggunakan berbagai sarana; serta melibatkan mulai kalangan birokrat hingga remaja dan kampanye melalui berbagai media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun paham hedonisme ditanamkan melalui media massa cetak, radio dan televisi melalui program-program yang lebih bernuansa pesta, musik, fesyen dan hiburan. Dalam semua itu terlihat secara kasatmata bahwa banyak sekali program yang merupakan kopian dari program-program yang sama di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelamatkan Umat dari Liberalilasi Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisasai budaya yang sudah berjalan secara luas itu telah banyak menelan korban; di antaranya puluhan ribu orang terkena HIV/AIDS, jutaan kehamilan diaborsi, jutaan pecandu narkoba, rusaknya keharmonisan jutaan keluarga, ribuan anak-anak terlantar, ekspolitasi perempuan, kejahatan seksual, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya liberal itu hanyalah buah dari diterapkannya sistem sekular dengan sistem Kapitalismenya yang mengagungkan ide kebebasan (liberalisme). Karena itu, sudah selayaknya umat Islam mencabut ideologi dan sistem sekular seperti saat ini yang telah menumbuhkan budaya liberal dan nyata-nyata menimbulkan banyak persoalan kemanusiaan dan kerusakan atas umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, sekaligus untuk memperbaiki dan menyelamatkan umat serta mengembalikan menjadi umat luhur, sudah saatnya kita kembali pada tatanan kehidupan yang didasarkan pada syariah Islam. Sebab, hanya Islamlah dengan serangkaian sistemnya yang merupakan satu-satunya solusi bagi seluruh problem dan persoalan hidup manusia. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Jahiliahkah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sistem Islamlah yang akan mampu memberikan kebaikan dan kehidupan yang membawa kebaikan bagi umat manusia. Allah SWT menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS al-Anfal [8]: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah kita segera mematuhi seruan Allah SWT itu sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَ مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللهِ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَأٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kalian tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari (dosa-dosa kalian) (QS asy-Syura [42]: 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaLlâh a’lam bi ash-shawâb. [source:al Islam]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-781505280565100449?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/781505280565100449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=781505280565100449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/781505280565100449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/781505280565100449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-budaya-mengancam-bangsa.html' title='LIBERALISASI BUDAYA MENGANCAM BANGSA INI Bagikan'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7942678029204208494</id><published>2010-02-14T20:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T20:47:19.429-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim semi'/><title type='text'>Bidadari Surga, Ainul Mardiyah</title><content type='html'>Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta&lt;br /&gt;    mereka dengan memberikan sorga untuk mereka” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat&lt;br /&gt;duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:”Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?” “Ya, benar, anak muda” kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:”Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:”Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .” Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: “Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: “Pergilah kepada Ainul Mardiyah.” Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku, mereka bergembira seraya berkata: “Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum” kataku bersalam kepada mereka. “Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?” Mereka menjawab salamku dan berkata: “Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu” Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: “Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: “Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.” Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: “Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : milis - myqur’an&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7942678029204208494?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7942678029204208494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7942678029204208494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7942678029204208494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7942678029204208494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2010/02/bidadari-surga-ainul-mardiyah.html' title='Bidadari Surga, Ainul Mardiyah'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-6331780197623504215</id><published>2010-01-15T18:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T18:47:28.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangsa'/><title type='text'>SEKULARISME ; BIANG KEMAKSIATAN</title><content type='html'>Setelah kasus Lia Eden, Yusman "Gus" Roy, dan Ahmadiyah, Oktober lalu, kita disuguhi berita terkait Suwarno (45 thn) yang sedang berdiri melipat kedua tangan di dada seperti layaknya seorang Muslim yang berdiri dalam shalat. Kedua matanya terpejam rapat-rapat. Bibirnya komat-kamit. Anehnya, bukan surah al-Fatihah yang dibaca. Tidak ada gerakan tangan atau tubuh lazimnya umat Islam bertakbir dalam shalatnya. Ternyata kiblatnya pun bukan Ka’bah di Makkah al-Mukaramah, tetapi dalam ibadahnya itu, Suwarno mengaku menghadap ke Gunung Carmel, Israel (Uka, Palestina). Warga Dusun Ringin Putih, Desa Ringin Pitu, Kecamatan Kedung Waru, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur itu ternyata menggumamkan doa berbahasa Indonesia. Pasalnya, ia kini bukan Muslim lagi, tetapi sudah beralih menjadi penganut Baha’i.&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Desa Ringinpitu Karnu, penganut Baha’i di desanya setidaknya ada 40 orang, malah sekabupaten Tulungagung ada 157 orang. Karnu pun menyatakan, mereka semua tadinya beragama Islam. Namun, sejak tahun 1980-an, datanglah seseorang yang bernama H. Yusuf. Lalu satu-persatu warga Tulungagung murtad dan memeluk Baha’i. mereka tidak lagi mempercayai adanya akhirat, tidak mau membayar zakat dan puasanya pun hanya 19 hari. &lt;br /&gt;Itulah salah satu modus pemurtadan di tengah-tengah kaum Muslim. Selain itu masih banyak lagi bermunculan aliran aneh yang menyesatkan di negeri yang mayoritas Muslim ini, menyusul aliran sesat Ahmadiyah yang tidak kunjung dilarang Pemerintah. &lt;br /&gt;Islam memang tidak memaksa siapa saja untuk memeluk agama Islam. Namun, setelah seseorang memilih Islam sebagai agamanya, maka sejak saat itu ia terikat hukum Islam. Salah satu hukum tersebut adalah mengharamkan setiap Muslim keluar dari agama Islam dengan alasan apapun. Jadi, setiap orang yang murtad wajib didakwahi dalam waktu tertentu, misal 3 hari, agar segera bertobat. Jika dalam batas waktu tersebut tetap saja ia tidak mau bertobat maka negara wajib menghukum-nya dengan hukuman mati. Ketentuan ini sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Ibnu Abbas ra., bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya), “Siapa saja yang mengganti agamanya (keluar dari Islam), bunuhlah.” (HR al-Bukhari).&lt;br /&gt;Belum lagi praktik kemusyrikan lain yang sudah dianggap biasa, seperti memberikan sesajen kepada arwah leluhur dan praktik perdukunan. Itu semua merupakan kemaksiatan di bidang akidah yang tidak bisa ditoleransi lagi. &lt;br /&gt;Namun, alih-alih Pemerintah memberantas-nya, malah menyanjung upacara sesajen itu sebagai warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Jadi, tidak aneh jika sering dijumpai pembangunan gedung atau jembatan masih didahului dengan upacara adat dengan sesaji kepala kerbau untuk ditanam di lokasi, bersamaan dengan peletakan batu pertama, yang biasanya dilakukan oleh pejabat tinggi atau seorang publik figur. &lt;br /&gt;Bahkan, Praktik perdukunan kini dikemas dalam format sms dan diiklankan dalam televise, misalnya dengan menjanjikan akan mengubah nasib pemirsa televisi yang mengirim sms kepadanya. Benar saja, baru saja dua minggu diiklankan, seperti yang diungkap Detik.com, sang Dukun sudah menerima 70 ribu sms. Jika dari satu sms saja keuntungan yang didapatnya 1000 rupiah maka dalam dua minggu itu Ki Joko meraup untung 70 juta rupiah. Lantas siapa yang nasibnya berubah? Si Dukun atau masyarakat? Janganlah kita mau dibodohi dengan bualan serendah ini.&lt;br /&gt;Maraknya aliran sesat dan praktik kemusrikan di negeri yang mayoritas Muslim ini terjadi lantaran diterapkannya sekularisme. Sekularisme adalah ideologi yang sangat berbahaya karena memisahkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara dari syariah Islam. Akibatnya, masyarakat menjadi bodoh karena tidak bisa membedakan dengan baik mana yang benar dan mana yang salah. Manusia digiring menjauh dari kebahagian sejati hanya untuk kesenangan sesaat. &lt;br /&gt;Bukan hanya masyarakat bisa yang tergiur kesenangan sesaat tersebut. Aparat pemerintah dan wakil rakyat pun tidak luput dari wabah sekularisme. Keberkahan negeri ini pun dicabut diganti dengan berbagai macam bencana.&lt;br /&gt;Padahal menurut Fahmi Amhar, Dosen Pasca Sarjana Universitas Paramadina, dalam orasinya pada Kongres Mahasiswa Islam Indonesia 18 Oktober lalu di Jakarta, SDA Indonesia sangat melimpah. Dari pendapatan hutan saja, dengan metode yang paling lestari sesuai syariah, dengan penebangan 5% setiap hektar dari 104 juta hektar hutan pertahun, akan didapat laba bersih setidaknya Rp 2080 triliun. Angka yang cukup fantastik, karena APBN 2009 saja hanya sekitar 1000 triliun. &lt;br /&gt;Itu baru dari hutan; belum dari potensi laut, yang luasnya 75 persen dari seluruh luas laut dan daratan Indonesia; ditambah lagi potensi mineral dan energi. Namun potensi yang besar tersebut tidak bisa mengentaskan seluruh rakyat Indonesia ini dari kemiskinan. Karena diterapkannya ekonomi kapitalisme, kekayaan tersebut hanya dinikmati oleh pengusaha asing terutama Amerika, aparat dan wakil rakyat saja. Rakyat yang mayoritas negeri ini hanya bisa gigit jari. &lt;br /&gt;Padahal Allah SWT telah mewajibkan pengelolaan SDA oleh negara untuk kesejahteraan publik dan tidak boleh memberikan konsesi kepada pihak swasta dalam negeri maupun asing. Namun, Pemerintah malah menerapkan hal yang sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental Terjajah&lt;br /&gt;Satu contoh sederhana saja, dengan iming-iming akan membuka lapangan kerja di perkebunan bagi warga setempat, aparat dengan senang hati memberikan konsensi kepada asing. Di Riau, misalnya, dengan izin investasi perkebunan, sebuah perusahaan asing langsung untung minimal Rp 7,4 triliun setelah mendapat konsensi 20.000 hektar. Menebang habis hutan mendapat untung Rp 400 juta perhektar, sedangkan membangun kebun hanya Rp 30 juta perhektar. Jadi, menurut Fahmi Amhar, keuntungan per 20.000 hektar tersebut 7,4 triliun, praktis tanpa modal! &lt;br /&gt;Kondisi ini dimanfaatkan oleh para korporasi dunia untuk melobi para politisi negeri ini untuk membuat lebih banyak lagi UU yang semakin memudahkan dan legal lagi bagi mereka untuk mengeruk SDA.&lt;br /&gt;Walhasil, menurut Fahmi, makin hari makin banyak korporasi asing di negeri ini dari sektor hulu, seperti emas dan migas, hingga sektor hilir seperti pasar eceran. Sebaliknya, anak negeri cukup puas sebagai pekerja korporasi itu. &lt;br /&gt;Aparat senang mendapatkan komisinya, apalagi korporasi itu rajin membayar pajak. Padahal pada saat yang sama lingkungan menjadi rusak, teknologi semakin tidak dikuasai, utang luar negeri Indonesia semakin menggunung. &lt;br /&gt;Pada APBN 2009 saja anggaran untuk membayar bunga utang Rp 109,5 triliun; lima kali lipat dari anggaran kesehatan. Pada saat yang bersamaan pula melalui berbagai media massa dipertontonkan kekusutan birokrasi dan manajemen pemerintahan Indonesia versus efisiensi birokrasi dan manajemen negara Amerika. &lt;br /&gt;Hasilnya, bangsa ini semakin rendah diri pada kemampuan dan produk sendiri serta semakin terkagum-kagum pada produk luar. “Oleh karena itu, kita secara sadar atau tidak sedang membiarkan diri terus dijajah, langsung atau tidak langsung, melalui UU dan budaya,” ujar Fahmi. &lt;br /&gt;Bahkan orang nomor satu di negeri ini, ketika masih menjabat sebagai Menko Polkam pun, meski memiliki badan yang tinggi besar dan tegap, karena tidak mengemban ideologi Islam, bermental terjajah pula. Seperti dikutip http://english.aljazeera.net/English… Archiveld=4965 pada 2003 lalu saat mengunjungi Amerika, SBY menyatakan, “I love the United State, with all its faults. I consider it my second country (Saya cinta Amerika, dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya negeri kedua saya).” &lt;br /&gt;SBY pun membuktikan ucapannya dengan menelan mentah-mentah ekonomi kapitalisme mazhab neoliberal yang disodorkan Amerika. DPR periode lalu pun mengesahkan berbagai macam UU yang kental dengan semangat neolib itu, di antaranya UU Otonomi Daerah, UU Sumber Daya Air, UU Mineral dan Batubara, UU Ketenagalistrikan, UU Penanaman Modal, UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Badan Hukum Pendidikan, dll. &lt;br /&gt;Jadi, legal hukumnya sudah dibuat, papar Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, nah tinggal pelaksanaannya saja. Untuk itu, harus ada orang yang menjaga pelaksanaannya agar sesuai dengan agenda neolib tersebut. Makanya Pemerintah bertugas untuk memastikan orang-orang yang akan menjalankan ekonomi neoloberal itu tetap berjalan dengan lancar. Karena itu, dipilih orang-orang yang sangat istiqamah menjalankan neoliberal untuk menduduki posisi kunci di dalam kabinet SBY tersebut. Di antaranya adalah Sri Mulyani, Mari Elka Pangestu, Purnomo Yusgiantoro dan Endang Rahayu Sedyaningsih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Sosial&lt;br /&gt;Ada sebuah istilah “Jika kamu ingim nerubah suatu bangsa, rubahlah pemudanya. Dan jika kamu ingin nerusak suatu bangsa, maka rusaklah pemudanya. Kemaksiatan di dalam sistem sosial, terutama di bidang pergaulan pria dan wanita, semakin meningkat pesat. Pengusung liberalisme pun secara massif mengkampanyekan pergaulan bebas. Di antaranya melalui film remaja dan berbagai sinetron, seperti kisah pelacuran terselubung dalam film Virgin atau Buruan Cium Gue yang mengajak remaja dan kalangan mahasiswa untuk melakukan seks bebas. &lt;br /&gt;Namun, Pemerintah tutup mata pada aktivitas perusakan moral bangsa itu. Bukti lainnya, ujar Pengamat Sosial Tatty Elmir, setelah diberlakukannya UU Informasi dan Transaksi Elektronik, setidaknya ada 2000 video porno di internet yang ‘dibintangi’ pelajar Indonesia tetap saja eksis. Pelaku sekaligus korban ini bukan saja hanya pelajar dari kota-kota besar tetapi juga dari Nganjuk, Jombang, Pacitan, Gowa, Minahasa dan Lampung. Beberapa situs porno berbayar masih eksis bahkan tetap menggunakan fasilitas perbankan dalam negeri.Berdasarkan data Depkominfo pada 2007, ada 25 juta pengakses internet di Indonesia. Konsumen terbesar atau 90 persennya adalah anak usia 8-16 tahun, 30 persen pelaku sekaligus korban industri pornografi adalah anak. &lt;br /&gt;Dua dari lima korban kekerasan seks usia 15-17 tahun disebabkan internet; 76 persen korban eksploitasi seksual karena internet berusia 13-15 tahun. Itu baru penelitian terkait dengan pornografi melalui internet, belum lagi melalui media yang lain. Akibatnya, suburlah praktek aborsi. Pada 2008, Voice of Human Rigths melansir aborsi di Indonesia menembus angka 2,5 juta kasus; 700 ribu di antaranya dilakukan oleh remaja di bawah usia 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biang Maksiat&lt;br /&gt;Segala kemaksiatan itu terjadi lantaran masyarakat negeri ini baik yang menjadi rakyat, wakil rakyat maupun aparat mengaku beragama Islam, alih-alih menerapkan ideologi Islam, malah menuhankan ideologi sekularisme buatan penjajah. Kalaupun ada aturan Islam yang diterapkan penguasa, bukan berangkat dari keyakinan bahwa itu merupakan kewajiban dari Allah SWT, tetapi karena menganggap bahwa aturan tersebut menguntungkan secara finansial bagi para aparat terkait yang melegislasikan dan menerapkan aturan tersebut dan tidak bertentangan dengan misi Amerika di Indonesia. Jelas, penerapan hukum tersebut tidak bisa dikatakan lagi sebagai hukum Islam, tetapi tetap saja terkategori hukum sekular; karena diterapkannya hukum tersebut berdasarkan asas manfaat, bukan halal-haram. Apalagi secara faktual sebagian besar hukum Islam lainnya ditinggalkan dengan alasan ketinggalan zaman dan melanggar HAM atau karena sebagian besar anggota Legislatif tidak setuju. &lt;br /&gt;Di sinilah, ujar Rokhmat Labib, letak perbedaan yang mendasar antara pandangan Islam dan ideologi sekularisme dalam memandang maksiat (kejahatan). Setiap manusia di dunia ini pasti membenci tindak kejahatan dan tidak ingin kejahatan itu menyebar luas dan merajalela. Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah mana saja yang terkategori kejahatan dan mana saja yang sebaliknya; setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, bergantung pada ideologi yang dianutnya. Jika orang tersebut berideologi Islam, ia pasti akan memandang murtad dari Islam adalah kejahatan. Sebaliknya, jika orang tersebut mengemban sekularisme, yang dikenal dengan istilah demokrasi itu, memandang keluarnya seseorang dari agama Islam bukan tindak kejahatan. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan bunga bank, lokalisasi perjudian dan pelacuran, privatisasi BUMN dan SDA,  membuat UU yang bukan bersumber dari al-Quran dan al-Hadis. Itu semua dalam Islam adalah bentuk kejahatan, tapi demokrasi malah memandang sebaliknya. &lt;br /&gt;Nah, menurut Rokhmat, kejahatan yang paling besar atau biangnya segala kejahatan ialah diterapkannya sistem demokrasi, karena telah memposisikan Allah SWT di bawah anggota DPR. Pasalnya, ketika penguasa hendak menerapkan hukum Allah SWT, meskipun hanya satu kewajiban, menutup aurat misalnya, harus mendapat persetujuan DPR. Kasus RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi merupakan salah satu buktinya. &lt;br /&gt;Jelas itu merupakan kemaksiatan yang tiada bandingannya, karena mensejajarkan Allah dengan makhluk saja sudah terkategori musyrik. Ini malah menjadikan otoritas makhluk di atas Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : hizbut-tahrir.or.id dg beberapa perubahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-6331780197623504215?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/6331780197623504215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=6331780197623504215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/6331780197623504215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/6331780197623504215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2010/01/sekularisme-biang-kemaksiatan.html' title='SEKULARISME ; BIANG KEMAKSIATAN'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7118219443241470094</id><published>2010-01-03T09:44:00.001-08:00</published><updated>2010-01-03T09:47:12.365-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>HOS Cokroaminoto: Aktif Memperjuangkan Syariah</title><content type='html'>Haji Oemar Sait (HOS) Cokroaminoto lahir di Desa Bakur, Madiun Jawa Timur 16 Agustus 1883. Ia anak kedua dari dua belas bersaudara, putra dari Raden Mas Cokro Amiseno, seorang Wedana Kleco dan cucu RT Adipati Negoro Bupati Ponorogo. Lahir dari keluarga bangsawan tak membuatnya bersikap angkuh, justru karena itulah ia akhirnya menjadi sebuah motor penggerak kemerdekaan bagi Indonesia saat semua manusia tertidur dalam belaian kompeni Belanda. Dialah tokoh politik yang berhasil menggabungkan retorika politik melawan penjajah Belanda dengan ideologi Islam hingga mengenyahkan penjajah dari Bumi Nusantara. &lt;br /&gt;Setelah menamatkan studi di Oplayding School Foor Inladishe Ambegtenaren (OSVIA), sekolah pegawai pemerintahan pribumi Magelang, ia mengikuti jejak kepriayian ayahnya sebagai pegawai pangreh praja walaupun akhirnya ia tinggalkan karena muak dengan kebiasaan sembah jongkok yang baginya sangat melecehkan.1 &lt;br /&gt;Tahun 1905 Cokroaminoto pindah ke Surabaya dan bekerja pada perusahaan dagang, di samping ia juga belajar di sekolah malam Hogore Burger School. Bersama istrinya, Suharsikin, ia mendirikan rumah kos di rumahnya, yang nantinya melalui rumah inilah Cokro menyalurkan ilmunya dalam agama, politik dan berorasi yang akhirnya menjadi cikal bakal pembentukan tokoh-tokoh penting di Indonesia; seperti Soekarno yang nasionalis, SM Kartosuwirjo yang Islamis dan Muso-Alimin yang komunis. &lt;br /&gt;Rakyat yang tertindas oleh penjajah kolonial Belanda secara ekonomi dan politik telah mengusik pemikiran dan hatinya. Cokroaminoto pun ‘mengejawantahkan’ kegundahan hatinya melalui statemen, “Negara dan bangsa kita tidak akan mencapai kehidupan yang adil dan makmur, pergaulan hidup yang aman dan tenteram selama ajaran-ajaran Islam belum dapat berlaku atau dilakukan menjadi hukum dalam negara kita, sekalipun sudah merdeka.”2&lt;br /&gt;Beliau juga mengatakan bahwa saat itu telah terjadi Jahiliah modern. “Kalau alat-alat pemerintah RI yang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan, baik pihak pejabat sampai bawahan, sudah tidak takut lagi kepada hukuman Allah, yakinlah negara akan rusak dan hancur dengan sendirinya. Sebab, segala perbuatan jahat, korupsi, penipuan, suap dan sebagainya yang secara terang-terangan merugikan negara, dilakukan dengan aman oleh mereka; rakyat yang menjadi korban.”3 &lt;br /&gt;Apa yang disampaikan oleh Cokroaminoto tampak jelas bahwa syariah Islam dijadikan sebagai landasan pikiran, perasaan dan hatinya. Oemar Said juga menyatakan, “Tidak bisa manusia menjadi utama yang sesungguhnya, tidak bisa manusia menjadi besar dan mulia dalam arti kata yang sebenarnya, tidak bisa ia menjadi berani dengan keberanian yang suci dan utama, kalau ada banyak barang yang ditakuti dan disembahnya. Keutamaan, kebesaran, kemuliaan dan keberanian yang sedemikian itu hanyalah bisa tercipta karena ‘tauhid’ saja. Tegasnya menetapkan lahir batin: tidak ada sesembahan melainkan Allah saja.”4&lt;br /&gt;Inilah komitmen diri seorang HOS Cokroaminoto. &lt;br /&gt;Untuk merealisasikan cita-cita perjuangannya, yakni menuntut Indonesia bersyariah, ia masuk ke dalam Sarekat Dagang Islam (SDI) yang saat itu dipimpin oleh H. Samanhudi di Solo, sebuah pergerakan pertama Indonesia yang menggelorakan semangat kemerdekaan. Tujuan SDI adalah kemerdekaan dan pemberlakuan syariah Islam. Sejak masuknya ia ke dalam SDI, SDI berubah menjadi sebuah organisasi yang besar dan menakutkan bagi kolonial. Kemahirannya serta kepiawaiannya berpolitik dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dan memihak kepentingan rakyat membuat SDI begitu digandrungi rakyat pribumi. Apalagi setelah SDI berubah menjadi SI dan ia menjadi pemimpin SI. Lewat Cokro tujuan SI mulai diperjelas, yakni kemerdekaan Indonesia dan pemberlakuan syariah Islam bagi segenap lapisan rakyat. &lt;br /&gt;Karena aktivitas politiknya, Belanda akhirnya menangkap Cokro pada tahun 1921 karena dikhawatirkan akan membangkitkan semangat perjuangan rakyat pribumi walaupun akhirnya dibebaskan pada tahun 1922, sebuah cobaan yang lazim diterima para penegak syariah Islam di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Pada tanggal 14-24 Juni 1916 diadakanlah Kongres Nasional pertama di Bandung. Di dalam kongres tersebut Cokro mengupas tentang pembentukan bangsa dan pemerintahan sendiri, sebuah langkah yang sangat berani saat itu karena bagi rakyat pribumi kemerdekaan adalah hal yang tabu untuk disampaikan; suatu langkah politik yang benar-benar berani. Cokro membangun opini rakyat yang belum mengerti politik untuk berpihak terhadap perjuangannya, yaitu menuntut Indonesia merdeka dan bersyariah Islam. &lt;br /&gt;Saat itu pemerintah kolonial masih kuat apalagi saat itu Belanda masih menerapkan peraturan Reegerings Reglement (RR) sebuah peraturan yang berisi larangan berpolitik, berkumpul untuk membahas perjuangan kemerdekaan. Otomatis Cokro saat itu harus berhadapan dengan dua lawan, yaitu Belanda dan Pangreh Praja yang menjadi kaki tangan Belanda. &lt;br /&gt;Pada tahun 1924, Cokro mulai aktif dalam komite-komite pembahasan Kekhilafahan yang dicetuskan pemimpin politik di Timur Tengah, sebuah langkah untuk memperkuat barisan menuju kemerdekaan dan kekhalifahan dunia.5 &lt;br /&gt;Bagi Cokro, Islam adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan dipersatukan sebagai dasar kebangsaan yang hendak di proses menuju Indonesia. Sebuah spirit besar muncul dari diri Cokro, yakni “Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat”. Sungguh bahwa apa yang diharapkan Cokroaminoto adalah menjadikan syariah Islam sebagai solusi atas permasalahan negeri. Tokoh mercusuar syariah Islam ini wafat pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta, dan dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta. [Gus Uwik]&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Amelz , H.O.S TJOKROAMINOTO, Hidup dan Perdjuangannja, Bulan Bintang. Sumber: al-Ikhwah Edisi 3 Tahun I, Maret 2009 M&lt;br /&gt;2 Amelz , ibid.&lt;br /&gt;3 Petikan kata Wondoamiseno, Sekjen PSSI 1950&lt;br /&gt;4 Amelz, 1952, h. 2 dalam Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara, Salamadani Pustaka Semesta, 2009.&lt;br /&gt;5 Amelz , ibid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7118219443241470094?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7118219443241470094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7118219443241470094' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7118219443241470094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7118219443241470094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2010/01/hos-cokroaminoto-aktif-memperjuangkan.html' title='HOS Cokroaminoto: Aktif Memperjuangkan Syariah'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-1318678374062962751</id><published>2010-01-03T09:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T09:43:53.707-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>KH Hasyim Asy’ari dan NU: Pejuang Syariah</title><content type='html'>Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asy’ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Kakeknya, Kiai Ustman, terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Ayah kakeknya, Kiai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.&lt;br /&gt;Sejak kecil hingga berusia empat belas tahun, putra ketiga dari 11 bersaudara ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin. Tak puas dengan ilmu yang diterimanya, sejak usia 15 tahun, ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain; mulai menjadi santri di Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan Pesantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). &lt;br /&gt;Pada tahun 1892, Kiai Hasyim Asy’ari menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu di Makkah. Di sana ia berguru kepada Syaikh Ahmad Khatib dan Syaikh Mahfudh at-Tarmisi, gurunya di bidang hadis.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, ia singgah di Johor, Malaysia, dan mengajar di sana. Pulang ke Indonesia tahun 1899, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada Abad 20. Sejak tahun 1900, Kiai Hasyim Asy’ari memosisikan Pesantren Tebuireng sebagai pusat pembaruan bagi pengajaran Islam tradisional. Di pesantren itu bukan hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga pengetahuan umum. Para santri belajar membaca huruf latin, menulis dan membaca buku-buku yang berisi pengetahuan umum, berorganisasi dan berpidato. &lt;br /&gt;Tanggal 31 Januari 1926, bersama dengan tokoh-tokoh Islam tradisional, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama, yang berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini berkembang dan banyak anggotanya. Pengaruh Kiai Hasyim Asy’ari pun semakin besar dengan mendirikan organisasi NU, bersama teman-temannya. Itu dibuktikan dengan dukungan dari ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. &lt;br /&gt;Cikal-bakal berdirinya perkumpulan para ulama yang kemudian menjelma menjadi Nahdhatul Ulama (Kebangkitan Ulama) tidak terlepas dari sejarah Khilafah. Ketika itu, tanggal 3 Maret 1924, Majelis Nasional yang bersidang di Ankara mengambil keputusan, “Khalifah telah berakhir tugas-tugasnya. Khilafah telah dihapuskan karena Khilafah, pemerintahan dan republik, semuanya menjadi satu gabungan dalam berbagai pengertian dan konsepnya.” &lt;br /&gt;Keputusan tersebut mengguncang umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk merespon peristiwa itu, sebuah Komite Khilafah (Comite Chilafat) didirikan di Surabaya tanggal 4 Oktober 1924 dengan ketua Wondosudirdjo (kemudian dikenal dengan nama Wondoamiseno) dari Sarikat Islam dan wakil ketua KH A. Wahab Hasbullah dari golongan tradisi (yang kemudian melahirkan NU). Tujuannya untuk membahas undangan kongres Kekhilafahan di Kairo (Bandera Islam, 16 Oktober 1924). &lt;br /&gt;Kemudian pada Desember 1924 berlangsung Kongres al-Islam yang diselenggarakan oleh Komite Khilafah Pusat (Centraal Comite Chilafat). Kongres memutuskan untuk mengirim delegasi ke Konferensi Khilafah di Kairo untuk menyampaikan proposal Khilafah. Setelah itu, diadakan lagi Kongres al-Islam di Yogyakarta pada 21-27 Agustus 1925. Topik Kongres ini masih seputar Khilafah dan situasi Hijaz yang masih bergolak. Kongres diadakan lagi pada 6 Februari 1926 di Bandung; September 1926 di Surabaya, 1931, dan 1932. Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang melibatkan Sarikat Islam (SI), Nahdhatul ulama (NU), Muhammadiyah dan organisasi lainnya menyelenggarakan Kongres pada 26 Februari sampai 1 Maret 1938 di Surabaya. Arahnya adalah menyatukan kembali umat Islam.&lt;br /&gt;Meskipun pada awalnya, Kongres Al-Islam merupakan wadah untuk mengatasi perbedaan, pertikaian dan konflik di antara berbagai kelompok umat Islam akibat perbedaan pemahaman dan praktik keagamaan menyangkut persoalan furû’iyah (cabang), seperti dilakukan sebelumnya pada Kongres Umat Islam (Kongres al-Islam Hindia) di Cirebon pada 31 Oktober-2 November 1922. Namun, pada perkembangan selanjutnya, lebih difokuskan untuk mewujudkan persatuan dan mencari penyelesaian masalah Khilafah. &lt;br /&gt;Lahirnya NU sendiri, yang merupakan kelanjutan dari Komite Merembuk Hijaz, yang tujuannya untuk melobi Ibnu Suud, penguasa Saudi saat itu, untuk mengakomodasi pemahaman umat yang bermazhab, jelas tidak terlepas dari sejarah keruntuhan Khilafah. Ibnu Suud sendiri adalah pengganti Syarif Husain, penguasa Arab yang lebih dulu membelot dari Khilafah Utsmaniyah. Jadi, secara historis lahirnya NU tidak terlepas dari persoalan Khilafah.&lt;br /&gt;Di sisi lain, NU sejak kelahirannya tidak berpaham sekular dan tidak pula anti formalisasi. Bahkan NU memandang formalisasi syariah menjadi sebuah kebutuhan. Hanya saja, yang ditempuh NU dalam melakukan upaya formalisasi bukanlah cara-cara paksaan dan kekerasan, tetapi menggunakan cara gradual yang mengarah pada penyadaran. Hal ini karena sepak terjang NU senantiasa berpegang pada kaidah fiqhiyah seperti: mâ lâ yudraku kulluh lâ yutraku kulluh (apa yang tidak bisa dicapai semua janganlah kemudian meninggalkan semua); dar’ al-mafâsid muqaddamun ‘ala jalb al-mashâlih (mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil kemaslahatan). &lt;br /&gt;Sejarah NU menjadi bukti bahwa sejak kelahirannya NU justru concern pada perjuangan formalisasi Islam. Dalam kerangka ini NU pernah mengukuhkan pemerintah Soekarno sebagai waliyy al-amri adh-dharûri bi asy-syawkah. Adanya pengukuhan ini merupakan kebutuhan syar’i yang terkait dengan masalah perwalian pernikahan, khususnya wali hakim, di mana hanya sah apabila diangkat oleh pemerintah yang sah pula secara syariah. Dalam kasus ini pemerintah Soekarno untuk sementara masih dapat ditoleraransi sebagai pemerintah yang sah secara syariah. Namun, karena sifatnya yang belum kâffah maka dikatakan adh-dharûri. Penggunaan kata adh-dharûri (sementara) yang disifatkan pada kata waliyy al-amri menunjukkan adanya pengakuan, bahwa proses perjuangan menuju formalisasi syariah belum selesai. Karena itu, upaya menuju ke arah yang lebih sempurna masih terus dilakukan. Hal ini dapat dicermati dari sepak terjang NU pada masa-masa berikutnya seperti perjuangan NU yang dipimpin KH Bisri Samsuri melalui fraksi PPP yang mengegolkan UU Perkawinan serta menolak penetapan aliran kepercayaan sebagai agama. [Ainul Yaqin, Warga NU, Aktivis Lembaga Kajian Islam Hanif (L-Jihan)/Sidogiri.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-1318678374062962751?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/1318678374062962751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=1318678374062962751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1318678374062962751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1318678374062962751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2010/01/kh-hasyim-asyari-dan-nu-pejuang-syariah.html' title='KH Hasyim Asy’ari dan NU: Pejuang Syariah'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-2277031685076044468</id><published>2009-10-17T09:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T09:57:10.495-07:00</updated><title type='text'>Bangun Tidur diminta ngeMC....</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-78.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3026418949626427768&amp;amp;site=widget-78.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3026418949626427768&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-78.slide.com/p1/3026418949626427768/bb_t024_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3026418949626427768&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-78.slide.com/p2/3026418949626427768/bb_t024_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3026418949626427768&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-78.slide.com/p4/3026418949626427768/bb_t024_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-2277031685076044468?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/2277031685076044468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=2277031685076044468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/2277031685076044468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/2277031685076044468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/10/bangun-tidur-diminta-ngemc.html' title='Bangun Tidur diminta ngeMC....'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-4903060587965299382</id><published>2009-09-29T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T00:31:38.316-07:00</updated><title type='text'>Akhlak Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ditulis untuk mengenang seorang kakak yang kemarin-kemarin aku sangat harapkan kehadirannya dan detik ini ia baru datang. Seseorang yang mengajariku untuk terus tersenyum kuat dengan panji Islam di tangan.&lt;br /&gt;Terimakasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menekankan pentingnya seorang muslim berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Rasulullah sendiri menyatakan bahwa beliau dikirim untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak adalah realisasi dari pemahaman dan pemikiran seseorang. Akhlak adalah sebuah kepribadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akhlak Berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Senantiasa tersenyum dan menghindarkan muka masam&lt;br /&gt; Berbicara pelan, tidak meninggikan suara&lt;br /&gt; Tertawa perlahan, tidak tertawa dengan keras&lt;br /&gt; Berdiri jika orang yang diajak bicara berdiri, atau persilahkan dia duduk. Kita duduk setelah dia duduk.&lt;br /&gt; Menegur dan mengucapkan salam terlebih dahulu, kecuali jika kita diam dia bergerak kea rah kita baik dengan berjalan maupun dengan berkendara, atau jika kita bersama teman-teman dan dia sendiri.&lt;br /&gt; Menjawab salam lebih baik dan sempurna, minimal sama dengan suara gembira, mempersilahkan, dan menarik.&lt;br /&gt; Tidak menguap di khalayak ramai, jika terpaksa menguap diikuti dengan mengucapakan La haula wa la quwwata illa billah atau Allahuakabar.&lt;br /&gt; Senantiasa meluruskan tubuh. Tidak duduk secara tiba-tiba atau bersandar kecuali saat sendiri.&lt;br /&gt; Memberi perhatian penuh terhadap apa yang sedang diucapakn orang kepada kita.&lt;br /&gt; Memandang muka lawan bicara.&lt;br /&gt; Jika teman berbicara bersin dan mengucap alhamdulillah, kita menjawab spontan yarkhamukallah.&lt;br /&gt; Mengatakan tentang diri sendiri sesedikit mungkin, menghindari kata yang menyakitkan ke sesame muslim meskipun itu benar.&lt;br /&gt; Menghargai dan mendoakan rahmat allah saat ada orang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akhlak Berpenampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Senantiasa dalam keadaan bersih dimanapun dan kapanpu. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Mandilah setiap hari.&lt;br /&gt; Menjaga rambut senantiasa rapid an pendek.&lt;br /&gt; Memotong kuku setiap hari Jum’at sebelum terdapat kotoran di sela kuku.Mencuci tangan dan muka, berkumur, dan siakt rambut beberapa kali dalam sehari.&lt;br /&gt; Tidak berpakaian ketat, terutama dengan pakaian luar.&lt;br /&gt; Apabila sedang duduk, meletakkan kaki secara bersama-sama dan lengan dekat dengan sisi kita. Tidak terlalu banyak menggerakkan lengan.&lt;br /&gt; Tidak mengerutkan muka dan mempertahankan penampilan yang wajar. Wajah yang senantiasa tersenyum adalah lebih baik.&lt;br /&gt; Jika memiliki masalah dengan bau badan, bisa menggunakan wewangain yang sesuai dan tidak mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akhlak dalam Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berada di tempat duduk satu atau dua menit lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt; Duduk dengan baik, memfokuskan penglihatan pada pembicara, tidak memandang kemana-mana sat ia berbicara.&lt;br /&gt; Tidak mengganggu guru, memberi isyarat bila hendak bicara. Jika tidak dihiraukan, jatuhkan tangan dan berbicara setelah kelas usai.&lt;br /&gt; Tidak mengganggu waktu sidang, tidak meninggalkan ruangan sebelum guru mengisyaratkan sidang bubar.&lt;br /&gt; Tidak makan, minum, atau merokok dalam sembarang perjumpaan.&lt;br /&gt; Jika tidak setuju dengan guru, mengemukakan pandangan harus denfgan sopan dan tertib.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;4. Akhlak Makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mencuci tangan dan berwudhu sebelum duduk untuk makan.&lt;br /&gt; Tidak menjadi orang yang pertama makan, jika orang lain tidak memiliki tempat duduk kita merapat ke orang sebelah agar ada ruang untuknya.&lt;br /&gt; Memulai dengan membaca basmalah.&lt;br /&gt; Tidak makan melebihi kemampuan. Adalah lebih baik makan lagi, menambah, atau tetap lapar, disbanding menyisakan makanan di piring.&lt;br /&gt; Mengunyah di sela-sela makan tanpa tergesa-gesa.&lt;br /&gt; Makan dengan tangan kanan, baik untuk sendok, garpu, dan pisau.&lt;br /&gt; Tidak berbicara waktu mulut penuh dengan makanan.&lt;br /&gt; Membantu dan melayani rekan makan, seperti mengambilkan makanan yang jauh darinya.&lt;br /&gt; Jika sangsi makanan disediakan untuk siapa, kita tidak usah mengambilnya. Dan jika kita menginginkan kembali makanan kita yang telah diambil orang lain, maka kita mengambilnya sendiri tanpa menyuruh orang lain.&lt;br /&gt; Menunggu rekan makan menghabiskan makanannya.&lt;br /&gt; Menjaga sekeliling agar bersih dan membuat nafsu makan.&lt;br /&gt; Mengucapkan hamdalah, mencuci tangan dan berkumur bila selesai makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Akhlak Tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beristirahat setelah sholat Isya’. &lt;br /&gt; Bangun apabila mendengar panggilan yang pertama dan tidak bermalas-malasan di tempat tidur. Diantara panggilan yang pertama dan tugas yang pertama, terdapat waktu untuk melakukan yang kita mau, tetapi jika kita menunggu hingga panggilan yang terakhir, kita mungkin tidak dapat melakukan apa yang kita mau. Membaca doa pagi hari.&lt;br /&gt; Menggosok gigi, mandi, dan berpakaian dengan cepat.&lt;br /&gt; Membiasakan sholat sunnah Fajar sebelum iqomah.&lt;br /&gt; Jika melewatkan sholat subuh karena sebab syar’i, maka pergi ke masjid dengan tidak bermalas-malasan dan melakukan sholat qodho’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Akhlak Sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berangkat ke masjid sebelum iqomah. &lt;br /&gt; Bila memungkinkan, mendekat dengan mihrab lalu membaca al Qur’an.&lt;br /&gt; Mencoba diam tidak berbicara sebelum dan sesudah sholat, cukup mendengarkan bila memang ada yang mengajak berbicara.&lt;br /&gt; Jika bacaan al Qur’an dilantunkan dimanapun, berdiri atau duduk, dengarkan tanpa bercakap-cakap.&lt;br /&gt; Berdiri sholat dengan kaki direnggangkan. Kaki dan bahu dekat dengan orang di sebelah dalam barisan yang lurus.&lt;br /&gt; Tidak mendahului imam, mengikuti gerakannya setelah ada kalimat takbir, melafadzkan salam sesudah imam menyempurnakan salamnya yang kedua.&lt;br /&gt; Tidak merentangkan kaki kea rah kiblat. Jika tidak dapat bersila lama, melujurkan kaki ke arah selain kiblat atau duduk di atas lutut atau tumit apabila berubah kedudukan.&lt;br /&gt; DAlam shalat, suara tidak perlu keras hingga terdengar orang sebelah kita.&lt;br /&gt; Sewaktu khutbah Jum’at, tidak berbicara, mengauap, bergerak ke sana kemari, tertawa keras meski imam membuat lucu, sebagai gantinya bisa dengan tersenyum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-4903060587965299382?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/4903060587965299382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=4903060587965299382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4903060587965299382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4903060587965299382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/09/akhlak-islam.html' title='Akhlak Islam'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-9152318508724097941</id><published>2009-09-11T10:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T10:53:56.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>Just Wanna Share</title><content type='html'>Alhamdulillah,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang skripsi terlampaui,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kurang sreg dengan pertanyaan2 para penguji yang banyak keluar konteks materi skripsiQ,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kurang puas dengan jawaban2 yang kuberikan kepada para penguji,,, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah nilai yang keluar cukup membanggakan...ghem...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, terima kasih, dan sangat terima kasih kepada semua pihak yang banyak membantu dan  berkorban materi dan immateri untukQ selama penulisan skripsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,disaksikan para bloggerwan-bloggerwati, aku umumkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU DEDIKASIKAN SKRIPSI INI KEPADA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah SWT, Sungguh sesamudera syukurQ tidak pernah sebanding dengan kasihMu. Sujud terdalam untukMu, Wahai Pemilik Segala Ilmu.&lt;br /&gt;    Rasulullah SAW, betapa syahdu rintihmu "Ummatii,,,Ummatii,,," tetap saja menggetarkan jiwa yang rindu pribadi sempurnamu. Kau adalah lembaran buku yang dapat aku mengerti, namun aku tak pernah selesai membacanya.&lt;br /&gt;    IbuQ tersayang, kupersembahkan kemenangan perjuangan kesabaran ini untuk sedikit menghapus tetes2 peluh dan air mata tiap malammu, Duhai kampus peradaban pertamaku.&lt;br /&gt;    AyahQ yang hebat, yang telah mengajarkanQ mengeja arti kehidupan. Kau adalah kebenaran pada saat yang sama antara membuka dan merahasiakannya.&lt;br /&gt;    Adik-adikQ, tanpa dirimu aku bukanlah apa2, tangan kecilmu merangkul selaksa ceria.&lt;br /&gt;    Calon suami dan anak-anakQ, kalian adalah embun di ujung daun yang turun setelah halimun. Begitu sempurna hidup manakala kita bisa bergandeng tangan dalam jalanNya. Kalian adalah motivator dan inspirator yang tak pernah kering.&lt;br /&gt;    Seorang Ilmiawan yang senantiasa menguatkan dan memacuQ untuk terus belajar, bermanfaat dan berprestasi di tiap tebasan waktu. Singkat atau panjangnya gumulan kebersamaan tetap akan mengukir keabadian sejarah.&lt;br /&gt;    Teruntuk mereka, para pendidik generasi yang memberi ilmu dengan kesempurnaan pada pondasi kehidupan dan menjadi pilar kemajuan pertiwi.&lt;br /&gt;    Serta mereka-mereka yang sedang meniti jalan ini dan senatiasa menetapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga segala amal baik diterima dan dibalasNya dengan sebaik2 pembalasan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-9152318508724097941?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/9152318508724097941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=9152318508724097941' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/9152318508724097941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/9152318508724097941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/09/just-wanna-share.html' title='Just Wanna Share'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-8989495351245361407</id><published>2009-08-23T19:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T09:13:34.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>Dialog 'Ilmiyyah (Dilema Simalakama)</title><content type='html'>Selasa, Agustus 19, 2008&lt;br /&gt;Oleh: Abu Lubna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Khoirul (K): Sungguh naif, ironis, mengherankan, sangat tidak masuk akal...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Sholeh (S): Lho..lho...lho..ada apa Nak Khoirul? Apa yang sedang mengganggu fikiranmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Itu lho Pak, sementara orang-orang kafir sedang sibuk mempersiapkan Program "Jusuf 2004", yaitu sebuah program agar pada Pemilu nanti Presiden kita dijabat oleh orang Kristen,&lt;br /&gt;eh malah ada orang yang membid'ahkan partai politik, sungguh aneh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Lho, tenang dulu Nak Khoirul, sabar. Ananda kan orang yang selalu berkata agar menghargai pendapat orang lain, kenapa sekarang ananda tidak konsisten?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Astaghfirullah, Pak Sholeh benar. Saya cuma heran, kenapa mereka bisa berpendapat seperti itu, padahal sebagian dari mereka itu kan cendekiawan, intelektual, bahkan para ulama&lt;br /&gt;yang memperjuangkan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Tentunya mereka mempunyai alasan untuk berpendapat seperti itu. Dan seperti Nak Khoirul sering katakan, pendapat seseorang itu harus kita hargai. Betulkan? Baiklah, sekarang saya akan mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lain. Saya lihat, sebenarnya dalam permasalahan yang sedang ananda fikirkan itu ternyata ada 2 permasalahan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Yang pertama adalah permasalahan Program Jusuf 2004, yang kedua adalah permasalahan pembid'ahan partai politik. Kedua permasalahan itu telah datang pada masa yang berbeda, dan kedua-duanya tidak saling berkaitan pada awalnya. Jadi tidak benar ketika ada Program Jusuf 2004, lalu ada orang-orang yang mencounternya dengan mengatakan bahwa partai politik itu bid'ah. Janganlah dikesankan seperti itu, ananda harus bijaksana dalam menyimpulkan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi, bagaimana Bapak melihat permasalahan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Permasalahan pembid'ahan partai politik itu telah dibahas para ulamasejak zaman munculnya demokrasi, bahkan kalau diqiyaskan, masalah itu telah dibahas dalam kitab-kitab ulama terdahulu. Para ulama tersebut tentunya mempunyai dalil, argumen yang berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi dan dengan beberapa catatan penting tentang demokrasi. Adapun permasalahan Jusuf 2004 adalah permasalahan baru, yang butuh untuk difikirkan dan dipecahkan bersama, termasuk oleh para ulama tersebut. Saya yakin, sangat tidak mungkin bagi para ulama yang memfatwakan bid'ahnya partai politik itu akan tinggal diam atau bahkan menganjurkan untuk golput, sementara kaum kafir sedang serius mengincar kursi presiden. Sekali lagi, ananda harus sedikit bijaksana dalam berfikir, ananda harus tabayyun dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Baiklah, sebagai seorang muslim, apa yang akan Bapak lakukan dalam mensikapi program "Jusuf 2004" itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Sesuai dengan kemampuan masing-masing, karena Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali dengan apa yang kira-kira menjadi kewajibannya. Sebagai seorang ustadz, maka saya berkewajiban untuk mengumumkan program kristenisasi ini kepada kaum muslimin agar mereka tahu bahwa musuh sedang mengincar kita. Kita harus marah di mimbar-mimbar, masjid-masjid dan majlis ta’lim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, apa tindakan konkritnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Nah, orang-orang kafir itu kan sasarannya adalah Pemilu, mereka pasti akan menyusup kepada partai-partai yang berkedok nasionalisme dan mengelabui kaum muslimin. Maka tidak ada cara lain kecuali kita serukan kepada kaum muslimin agar mencoblos partai-partai Islam yang berjuang untuk Islam dan membela kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, partai-partai manakah yang Bapak anjurkan untuk dicoblos?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Tidak mengapa partai apapun, asalkan partai Islam. Namun sebaiknya kita memilih partai yang kita lihat mempunyai jalan yang lebih dekat kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya setuju sekali Pak, tidakkah sebaiknya kita bergabung dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ya ananda benar sekali, saya siap bergabung dengan mereka dalam segala bentuk amar ma’ruf nahi munkar bil hikmah. Sedangkan memberitahukan kaum muslimin tentang program Jusuf 2004 ini adalah juga bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar tadi. Sekali lagi insya Allah&lt;br /&gt;saya siap. Bukankah begitu yang ananda maksud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud saya, kita bergabung dengan salah satu partai tersebut, memakai baju mereka dan berdakwah dengan cara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Oh begitu maksud ananda. Baiklah, kalau begitu tolong ananda amati pada partai manakah akan saya dapati sifat-sifat hizbullah, karena Allah hanya memerintahkan saya untuk bergabung dengan partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Setahu saya, semua partai Islam mengatakan bahwa mereka memperjuangkan Islam, tentunya mereka semuanya hizbullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Hizb-Allah itu cuma satu, karena dalam Al-Qur'an, Allah menggunakan kata "Hizb" (singular) yang artinya "sebuah partai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, tolong Bapak rincikan dulu sifat-sifat hizbullah itu, baru nanti akan saya cocokkan dengan partai-partai yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah, sebenarnya banyak sifat-sifatnya, tapi saya akan sebutkan satu sifat saja, yaitu mereka senantiasa menjaga dan mengusahakan persatuan kaum muslimin, karena Allah telah memerintahkan kita untuk bersatu dan melarang bercerai berai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Setahu saya, semua partai Islam juga menyerukan kepada persatuan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Kalau memang mereka semua berkata begitu, lalu mengapa mereka tetap berusaha mengeksistensikan partainya masing-masing. Kadang-kadang kalau ada masalah, hanya nama partai yang diganti, tidak berusaha untuk mengajak semua partai Islam untuk melebur. Apakah menurut ananda persatuan itu akan terwujud dengan satu partai atau banyak partai? Bahkan di Indonesia, satu partai saja bisa beranak jadi 2. Ananda harus selalu ingat, bahwa Persatuan Islam itu ibarat sebuah lingkaran besar. Biarkanlah lingkaran besar kaum muslimin itu tetap satu, jangan dibagi-bagi menjadi lingkaran-lingkaran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalu begitu, saya yakin pasti Partai Pak Ahmad itulah partai Hizbullah, karena dalam kampanye mereka, mereka lebih sering menyerukan kepada persatuan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Saya ingin balik bertanya, apakah sewaktu mengatakan itu dalam kampanye mereka, mereka memakai suatu atribut khusus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Ya, tentu mereka memakai lambang, bendera dan seragam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Nah, hal itu sudah cukup kita katakan bahwa mereka telah membuat sebuah lingkaran kecil di dalam sebuah lingkaran besar. Karena lingkaran&lt;br /&gt;besar Islam tidak mempunyai lambang, bendera dan seragam. Bahkan hal itu pun sudah cukup untuk membuat orang Islam yang lain merasa berbeda dengan ummat Islam yang memakai atribut dan seragam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi Pak Ahmad sering mengatakan bahwa mereka tidak menuntut untuk dipilih, yang penting kita memilih salah satu partai Islam. Bukankah ini kalimat yang haq?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Seandainya mereka menyerukan agar Ummat Islam memilih mereka, atau mengajak bergabung menjadi anggota partai mereka, maka inilah yang saya namakan membuat lingkaran kecil. Namun apabila mereka menyerukan untuk memilih partai apa saja asalkan partai Islam, maka perkataan ini adalah hipokrit, karena jelas-jelas setiap partai itu mempunyai target. Adapun target adalah harapan, harapan tentunya akan dibarengi dengan usaha untuk mencapainya, yaitu mengajak manusia. Lalu untuk apa ditentukan target?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, apa konsep Persatuan Islam menurut Bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Yaitu sebuah lingkaran besar kaum muslimin yang mengatakan Lailaaha illallah Muhammaddarrasulullah, menjalankan kitabullah, Sunnah Nabi serta Ijma para shahabat. Maka mereka itu adalah saudara, sehingga wajib dibela. Yang di luar lingkaran itu adalah musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau melihat konsep yang sederhana itu, saya berkesimpulan bahwa Islam itu ya Islam, tidak butuh lagi dengan organisasi atau perkumpulan. Bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Organisasi/perkumpulan itu bisa saja diperlukan, yaitu sebagai sarana bagi kita untuk mempermudah dakwah dan menyerukan manusia kepada lingkaran besar Islam. Tapi kalau organisasi/perkumpulan/kelompok/partai itu didirikan untuk mengajak manusia masuk kepada kelompok mereka, maka mereka telah membuat sebuah lingkaran kecil di dalam lingkaran besar kaum muslimin. Organisasi seperti inilah yang justru akan memecah belah ummat. Imam Malik berkata, apabila anda melihat suatu kelompok dalam Islam yang menyerukan Ummat Islam masuk kepada kelompoknya, bukan menyerukan kepada Islam, maka ketahuilah bahwa kelompok itu adalah sesat. Ini bukan kata saya, ini kata Imam Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi, pada kenyataanya ummat Islam itu sendiri telah berkelompok-kelompok, dan setiap kelompok mempunyai ciri-ciri tertentu, apa tanggapan Bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda jangan heran, itu adalah realita yang telah dikabarkan oleh Nabi. Namun demikian, kita tidak boleh pasrah, kita dituntut untuk terus berusaha kepada persatuan ummat dan jangan bercerai berai karena itu adalah perintah Allah dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, bagaimana kalau kita rangkul saja semua kelompok-kelompok Islam itu, mulai dari syi'ah yang menghujat para shahabat sampai semua kelompok di kalangan ahlu sunnah, yang penting mereka mengaku Tuhan kami adalah Allah dan Nabi kami adalah Muhammad. Lalu kita berjuang dalam sebuah partai untuk kemenangan Islam dan untuk sementara tidak&lt;br /&gt;memperselisihkan perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ide yang tidak terlalu jelek, saya hargai pendapat ananda. Namun sayangnya, cara seperti itu tidak akan pernah berhasil di dalam konsep demokrasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Coba ananda fikirkan, anggap saja dengan cara itu akhirnya ummat Islam akan meraih suara terbanyak dan menang, lalu apa kira-kira yang akan terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentunya kita bisa menerapkan hukum Islam dengan leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Hukum Islam yang bagaimana? Yang sesuai dengan Kitab wa sunnah seperti pada zaman Nabi dulu, atau Hukum Islam yang bisa mengakomodasi seluruh pemahaman yang ada pada kelompok-kelompok yang bersatu tadi? Karena ananda harus ingat, di dalam konsep demokrasi, setiap orang berhak untuk menuntut haknya. Kaum syi'ah akan meminta masjid untuk menghujat para shahabat, kaum sunni quburiyyun akan tetap minta diperbolehkan berkunjung ke kuburan-kuburan. Semua sekte yang telah berhasil memenangkan partai tersebut, akan meminta hak untuk beribadah sesuai dengan cara mereka, atas nama demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi menurut Bapak, tidak mungkin kita bisa menerapkan hukum Islam yang shohih, setelah kita memenangkan pemilu tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Mustahil menurut konsep demokrasi. Karena persatuan Islam dengan cara itu hanyalah persatuan jasadi, bukan persatuan Islam sesungguhnya. Setiap kelompok yang berbeda-beda itu akan kembali menuntut haknya masing-masing dengan mengatas namakan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, adakah cara lain untuk menunaikan perintah Allah agar kita menuju persatuan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Seperti telah saya katakan, realitas perpecahan ummat ini telah dikabarkan oleh Rasulullah pada 14 abad yang lalu, dan jalan keluarnya pun telah pula dijelaskan oleh Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa jalan keluar menurut Beliau (nubuwwah)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Yaitu ruju' (kembali) kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin sesudahku. Kalau dikatakan “kembali”, maka hal itu akan mempunyai 2 makna. Pertama: orangnya telah berjalan terlalu jauh, kedua: jalannya itu sendiri yang kejauhan/salah jalan/rambu-rambunya rusak atau tersamar. Maka untuk membuat "orangnya" bisa kembali, kita harus memberikan arahan kepadanya, yaitu berupa petunjuk/pendidikan (tarbiyyah) agar orang tersebut bisa mencari jalan pulang. Adapun terhadap "jalannya", maka kita harus benahi jalan itu, bersihkan, murnikan (tasfiyyah) agar orang lain tidak kembali menempuh jalan itu, walaupun orang munafik tidak menyukainya. Melalui hadits ini, Rasulullah telah memberikan solusi metoda dakwah akhir zaman, ketika ummat Islam telah berkelompok-kelompok. Inilah metoda dakwah menuju persatuan hakiki, yaitu persatuan jasadi warruuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Memang begitulah idealnya. Karena dengan bersatunya pemahaman, maka otomatis jasadnyapun akan bersatu. Namun demikian, akan lama sekali rasanya kemenangan itu tercapai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Lama atau cepat bukan urusan kita. Itu urusan Allah. Kita tidak dituntut untuk cepat-cepat. Bahkan kemenangan itu sendiripun bukan suatu tuntutan. Kemenangan pada hakekatnya adalah pemberian dari Allah. Yang Allah tuntut dari diri kita adalah bagaimana kita menunaikan jalan menuju kemenangan tersebut sesuai dengan konsep nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, kapan kita bisa mendirikan sebuah Daulah Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Daulah hanyalah sebuah sarana dakwah, bukan tujuan dakwah. Sarana itu memang harus kita capai, namun bukan dengan melupakan tujuan. Tujuan dakwah adalah yang asasi. Tujuan dakwah adalah mentauhidkan Allah dan “memurnikan” Islam, yaitu dengan cara menuntut dan menyebarkan ilmu, serta mempersatukan ummat sesuai dengan konsep nubuwwah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi, bagaimana mungkin bapak bisa mengatakan bahwa “mendirikan daulah” itu bukan salah satu tujuan dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah, apakah ananda ingat kisah Rasulullah dengan pamannya Abu Thalib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kisah yang mana Pak, ada beberapa kisah yang saya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Kalau seandainya mendirikan daulah, atau menjadi presiden, atau mencapai kekuasaan adalah tujuan dakwah, maka Rasulullah telah memilih kesempatan itu di awal masa datangnya Islam, tanpa harus berperang!. Ingatkah ananda, ketika kaum kafir Quraisy melalu lisan Paman Nabi, Abu Thalib, menawarkan: seandainya engkau menghendaki wanita, maka mereka akan mencari wanita-wanita tercantik untuk dinikahkan dengan engkau, atau harta, maka mereka akan mengumpulkan seluruh kekayaan Quraisy dan diberikan kepada engkau, atau menjadi raja, maka mereka akan membai'at engkau menjadi raja. Namun apa jawaban Beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa kata Beliau Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Beliau bersabda: “Sekali-kali tidak wahai pamanku!, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, bulan di tangan kiriku, maka sekali-kali aku tidak akan gentar, sampai Allah memenangkan urusanku, atau aku binasa bersamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Subhanallah, mengapa Beliau tidak memilih menjadi raja, bukankah beliau politikus ulung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Politikus ulung hanyalah julukan orang-orang, tapi beliau adalah seorang Nabi. Seorang Rasul yang diturunkan dengan membawa konsep dakwah nubuwwah. Kalau seandainya beliau adalah politikus, maka sudah tentu beliau akan memilih menjadi raja. Karena dengan menjadi raja, maka harta akan Beliau peroleh, wanita yang cantik akan mudah Beliau dapatkan, bahkan dakwah pun akan lebih mudah disebarkan. Tapi sekali lagi, Beliau bukan seorang politikus, Beliau adalah seorang Nabi, yang mendapat wahyu dan diperintah oleh Allah 'azza wajalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi, mencapai kekuasaan itu bukan tujuan dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Begitulah. Kalau seandainya hal itu merupakan tujuan, maka sesungguhnya kesempatan itu sudah ada di depan mata Rasulullah, tanpa harus berperang, tanpa harus ber-pemilu. Tapi beliau tidak mengambilnya. Dan seandainya kita menyangka bahwa dengan kekuasaan, hukum Islam itu bisa ditegakkan, sudah barang tentu Rasulullah pun telah lebih dulu menerima tawaran kaum Quraisy itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Oya, saya teringat sesuatu. Bukankah Rasulullah menolak tawaran tersebut karena tawaran itu bersyarat? Yaitu agar Beliau meninggalkan dakwah Islamiyyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Bukankah kekuasaan yang dicapai dengan demokrasi pun akan penuh dengan syarat? Penuh kompromi? Penuh toleransi? Harus tetap menghargai orang yang berbeda pendapat, menghargai orang yang tidak setuju dengan hukum rajam, potong tangan, jilbab, bahkan menghargai hukum murtad dari agama Islam, karena hal itu adalah hak asasi manusia. Kalau ternyata Rasulullah meninggalkan pencapaian “kekuasaan yang bersyarat” itu, lalu mengapa kita berani mengambilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya kagum dengan argumentasi-argumentasi yang Bapak kemukakan, namun masih ada sedikit syubhat dalam fikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Silahkan ananda kemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau pada zaman Nabi kan Beliau dituntut oleh Allah untuk memperjuangkan Islam secara sempurna, apalagi beliau di bawah bimbingan Allah. Tapi saat ini, kan agak susah utk memperjuangkan Islam yang sempurna, karena kita bukan Nabi. Jadi melalui demokrasi, kita bisa mengakomodasi hukum Islam sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Masalahnya Allah telah berfirman: Walaa talbisul haqqo bil baatili (Janganlah kalian mencampuradukan yang haq dengan yang bathil). Sebuah larangan yang sangat keras dari Allah. Memang, dengan demokrasi, sebagian hukum Islam mungkin bisa diakomodasi, namun di saat yang sama, kita terpaksa melanggar ayat tadi, karena harus bertoleransi dengan selain hukum Allah, harus bersekutu dengan orang kafir dalam penentuan suatu hukum. Saya melihat bahwa kemampuan akomodasi dengan cara demokrasi tidak akan sampai kepada derajat kamil/kaffah, karena di sana ada kompromi, toleransi, tenggang rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, cara apa yang bisa mengakomodasi hukum Islam secara kaffah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Jihad fii Sabilillah. Dengan cara itulah Islam telah jaya pada zaman para Nabi dan Rasul, dan dengan cara itu pulalah agama Islam ini akan kembali jaya di akhir zaman. Islam telah dimuliakan dengan jihad, dan akan kembali mulia dengan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, tadi Bapak telah menjelaskan satu sifat dari sifat-sifat hizbullah, yaitu menjaga dan menyerukan persatuan Islam. Tolong Bapak sebutkan sifat-sifat yang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Mereka itu sesuai firman Allah: Asidda’u ‘alal kuffar, ruhama’u bainahum (keras terhadap orang kafir, berkasih sayang sesama mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tolong Bapak sebutkan ciri hizbullah yang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Mereka menyerukan agar kaum wanita muslimah kembali ke rumah untuk mendidik generasi muda Islam, sebagai kewajiban yang telah lama ditinggalkan atau sengaja dilupakan, yaitu perintah Allah 'azza wajalla: “Wa qorna fii buyuutikunna!”. Namun ananda, diantara mereka justru ada yang menjadi anggota parlemen, bercampur dengan laki-laki dan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tolong sebutkan satu lagi saja sifat yang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Wahai ananda, mereka itu selalu memperjuangkan Hak Asasi Allah (HAA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Setahu saya, semua partai Islam tentu memperjuangkan Hak Hak Allah, walaupun istilahnya tidak setenar mereka memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM). Bagaimana tanggapan Bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Itulah demokrasi. Inti dari konsep demokrasi adalah adanya hak individu, yaitu hak asasi manusia (HAM). Yaitu bahwa setiap orang, baik itu sholeh maupun jahat, mempunyai hak asasi yang harus dihormati. Setiap orang boleh mengeluarkan pendapat yang harus dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bukankah itu suatu konsep yang sangat baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Adakah padanya kebaikan, sementara konsep “hak asasi” mengatakan: segala perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu, selama perbuatan itu tidak mengggangu orang lain, tidak merugikan orang lain, tidak melanggar hak orang lain, maka itu adalah hak asasi dia yang harus didengar, dihargai dan dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya belum memahami maksudnya, tolong dijelaskan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Di dalam negara demokrasi, apabila ada satu atau dua orang saja yang mempunyai pendapat, misalnya kita contohkan saja perkawinan sejenis (gay/lesbi), maka kedua orang tersebut berhak untuk turun ke jalan berdemonstrasi, menulis di media massa mendakwahkan idenya, membentuk organisasi, berbicara di depan parlemen untuk menuntut haknya, serta berhak untuk dilindungi hak asasinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya akan menentang kedua orang tersebut, karena homoseksual tidak bisa diterima oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Lho, ananda kan selalu berkata agar menghargai pendapat orang lain, maka ananda harus konsisten, sesuai prinsip demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Baiklah, adakah contoh kongkrit yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ketika para agamawan, baik dari Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain menentang perbuatan seks di luar nikah seperti WTS, maka ada orang-orang yang mengaku dirinya nasionalis, aktifis HAM berkata membela: “Mereka itu mempunyai hak untuk makan, untuk hidup, untuk membiayai anak-anaknya yang lapar. Maka di saat mereka tidak memiliki keahlian untuk bekerja kecuali dengan menjual tubuhnya, maka kita harus memberikan kesempatan itu, memberikan haknya untuk hidup, selama di dalamnya ada rasa suka sama suka, saling menguntungkan dan tidak merugikan orang lain. Maka membunuh hak mereka, sama dengan membunuh anak-anaknya yang lapar. Begitu juga dengan istilah WTS yang cenderung menghinakan mereka, istilah itu harus diganti dengan yang lebih manusiawi seperti Pekerja Seks Komersial (PSK). Demi keagungan prinsip demokrasi, anda harus menghargai hak-hak&lt;br /&gt;mereka!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tolong sebutkan satu saja contoh kongkrit yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Berjemur tanpa selembarpun busana di taman-taman kota di Jerman, masih dilarang oleh undang-undang dan ada padanya hukuman denda. Namun apa yang terjadi saat ini, ketika polisi mendatangi mereka dan mengingatkan akan peraturan ini, mereka mengatakan: “Ini adalah hak asasi saya, ada apa dengan anda? Apakah saya mengganggu hak orang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Wah, sangat tidak bisa dibayangkan ya Pak. Bagaimana kalau setiap orang jahat di Indonesia turun ke jalan lalu berkata: saya menuntut hak saya untuk bisa berbuat ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Singkatnya, ketika ada orang baik yang memperjuangkan suatu kebenaran, lalu ada orang jahat yang berkata: “Saya ingin melakukan yang berlawan dengan anda, dan ini adalah hak asasi saya, pendapat saya” maka ananda harus menghargainya, atas nama demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, tadi Bapak telah menjelaskan salah satu konsep demokrasi yaitu kebebasan berpendapat dan HAM. Lalu adakah konsep demokrasi lain yang janggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Di dalam memilih seorang pemimpin, katakanlah presiden, maka seorang da’i kondang sekelas Zainuddin MZ akan memiliki suara yang sama nilainya dengan seorang pelacur, perampok, koruptur yang sedang dipenjara, bahkan orang kafir, yaitu SATU suara. Jadi inti konsep demokrasi yang kedua adalah menang-menangan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, apa kejanggalannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Konsep itu tentu akan membuat Al-haq tidak akan pernah menang, bahkan mustahil untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tidak akan pernah menang? Bukannya kita dapat bertarung dalam pemilu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Bagaimana ananda akan bertarung, sementara Rasulullah telah mengabarkan tentang kekalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Beliau mengabarkan bahwa jumlah orang-orang baik di akhir zaman itu cuma sedikit dan terasing (ghuroba'). Walaupun dalam hadits lain beliau mengabarkan bahwa jumlah orang Islam itu banyak, tapi mereka itu seperti buih, mereka itu asing dari agamanya, asing dari kebenaran. Yang benar menurut mereka asing, yang bathil menurut mereka benar. Bagaimana ananda bisa menang, sementara orang yang tidak suka pada kebenaran itu lebih banyak, bahkan mereka dari kalangan ummat Islam sendiri…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bagaimana dengan berusaha sekuat tenaga, kampanye yang tiada henti, menggunakan seluruh fasilitas dakwah, tv, koran dan sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Adakah kabar dari Rasulullah itu bisa berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, selain demokrasi, adakah cara dakwah lain yang bisa membuat jumlah orang baik sebanding atau mengalahkan jumlah orang jahat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Tidak ada satupun cara dakwah yang dapat menyeimbangkan angka tersebut, karena itu merupakan kabar dari Rasulullah. Di akhir zaman, orang-orang baik akan tetap sangat-sangat sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, buat apa kita berdakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Kalau tujuannya untuk menang-menangan suara, maka kita tidak usah berdakwah, karena sudah pasti kita tidak akan pernah menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, dengan cara apa Ummat Islam akan menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Yang jelas ananda, bukan dengan meningkatnya jumlah orang baik dari orang jahat. Saya tidak pernah mendengar kabar seperti itu. Justru semakin menuju akhir zaman, orang-orang akan semakin rusak, biduanita dan minuman keras makin merajalela, mereka meminta menghalalkan segala sesuatu yang haram, termasuk alat-alat musik (lihat hadits Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi Pak, kalau bukan dengan jumlah, dengan apa Ummat Islam bisa menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Itulah ananda. Di sini ada suatu hikmah yang sangat agung. Suatu hikmah yang hampir tidak pernah disadari oleh setiap muslim. Kemenangan akhir zaman itu suatu ketetapan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah. Namun di sisi lain, Beliau pun mengabarkan akan keterasingan dan sedikitnya jumlah orang-orang baik (benar) pada waktu itu. Dengan sedikitnya jumlah, berarti demokrasi tidak akan bisa mengantarkan kepada kemenangan Islam yang hakiki. Saya sangat berharap, bahwa kemenangan itu adalah kemenangan Al-Badr, yaitu kemenangan seperti pada perang Badr. Kemenangan yang gemilang, walaupun jumlah orang baik pada waktu itu cuma sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kapankah sebetulnya kemenangan hakiki itu akan datang Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Yaitu pada masa munculnya Al-Imam Mahdi, pada masa turunnya kembali Nabiullah ‘Isa ‘alahissalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lho, berarti kemenangan yang hakiki itu akan datang di akhir zaman, tidakkah ada kemenangan sebelum itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Wallahu’alam. Dari beberapa dalil yang ada, sebagian orang berusaha menyimpulkan bahwa setelah tumbangnya Kekhalifahan Turki Utsmani, maka ummat Islam akan mengalami suatu masa, dimana tidak akan ada lagi kekhalifahan yang sifatnya menyeluruh (mendunia). Ummat Islam akan berada dalam perpecahan, kebodohan yang sangat, penindasan, banyak ulama-ulama su’ yang mengajak ke lembah jahannam, digerogoti kaum kafir, dsb. Baru setelah itu akan datang kemenangan ditandai dengan berdirinya kekhalifahan Al-Mahdi yang akan berkuasa selama sekitar 40 tahun. Ternyata kemenangan itu pun cuma sesaat. Cuma 40 tahun saja. Makanya yang paling penting adalah bukan kemenangannya itu sendiri, melainkan bagaimana usaha kita dalam mewujudkan kemenangan itu sesuai dengan tuntutan Rasulullah (konsep nubuwwah) serta tidak mengorbankan akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi tidak ada kabar bahwa diantara masa itu akan ada suatu daulah atau kekhalifahan yang berhasil diperjuangkan baik dengan cara demokrasi atau cara-cara lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Hanya itu kabar tentang Kemenangan Ummat Islam di akhir zaman sejauh yang saya ketahui dari dalil-dalil yang ada. Yaitu kemenangan hakiki yang ditandai dengan berdirinya Kekhalifahan Al-Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau kemenangan itu akan datang pada saat orang baik sedikit, lalu apa rahasianya mereka bisa menang, Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Tentunya karena mereka mematuhi wasiat Rasul. Wasiat untuk orangorang yang hidup di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa wasiat Beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Wasiat yang telah kita diskusikan tadi pagi, yaitu wasiat untuk ruju’ (kembali) kepada Kitabullah, Sunnah Rasulullah, Sunnah Khulafaur Raasyidin, menggigitnya erat-erat dengan gigi-gigi geraham serta menjauhi semua kelompok (firqah) yang ada, walaupun harus mati dalam keadaan demikian (Lihat hadits-hadits tentang perpecahan ummat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bagaimana dengan wasiat itu mereka bisa menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Karena wasiat itu membawa manusia kepada persatuan yang hakiki. Persatuan pemahaman terhadap Sunnah yang haq, yaitu persatuan jasad dan ruh. Mereka senantiasa mengajak ummat Islam untuk “kembali”, yaitu dengan memberikan arahan menuju jalan pulang (tarbiyyah), sekaligus memperbaiki “jalan-jalan” yang telah membawa mereka pergi jauh dari sunnah itu (tasfiyyah). Wasiat itu senantiasa mereka perjuangkan dan terapkan, baik itu di masjid-masjid, masjis ta’lim, pada kurikulum madrasah/pesantren yang mereka mampu melakukannya. Itulah tempat-tempat harapan para kuntum dan kesuma Islam. Walaupun banyak orang menghinakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi sesuai dengan uraian Bapak, cara itupun tidak akan dapat membuat orang baik menjadi lebih banyak kan Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda benar. Ahlu sunnah itu akan tetap ghuraba (terasing) dan sedikit. Kita hanya berharap agar, walaupun jumlahnya sedikit, namun mereka akan ada di setiap penjuru desa. Berusaha untuk senantiasa konsisten dalam mempersiapkan jalan menuju kemenangan, sampai wasilah untuk menuju kemenangan itu datang. Adapun wasilah itu bisa saja datang dengan tiba-tiba. Pada saat wasilah itu datang, kita berharap mereka yang sedikit itu akan cukup mampu menjadi motor untuk membangunkan kaum muslimin yang sedang tertidur… terlena dengan kehidupan dunia….Bangun untuk menyambut datangnya sang wasilah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Wasilah apa itu Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Itulah jihad akhir zaman. Jihadul Akbar! dimana kaum muslimin akan berperang habis-habisan melawan Yahudi dan Nashrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, kenapa wasilah itu bisa datang dengan tiba-tiba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Pada waktu perang Badr, Ummat Islam sangatlah sedikit. Mereka keluar dari kota Madinah bukan untuk berperang, persenjataan yang mereka bawa seadanya, hanya cukup untuk berjaga-jaga. Namun Allah menurunkan wasilah itu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Adakah kisah ini dari Rasulullah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Rasulullah bersabda: “Akan tetap ada sebagian dari ummatku yang senantiasa menampakkan al-haq, apabila mendapatkan peghinaan, mereka tidak merasa gentar, dan mereka tetap konsisten seperti itu, sampai datang “keputusan” Allah kepada ….(au kama qolla Rasulullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, dengan alasan-alasan yang Bapak kemukakan, sekarang saya minimal bisa menghargai pendapat orang-orang yang berbeda dengan saya. Yaitu orang-orang yang tidak setuju dengan demokrasi. Karena ternyata mereka pun mempunyai alasan yang tidak gampang dibantah. Mereka itu berpendapat bukan tanpa ilmu. Walaupun hati ini belum merasa puas, karena masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Syukurlah kalau Nak Khoirul memahaminya. Kita memang butuh tabayyun dengan orang yang berbeda pendapat. Akan lebih baik lagi, kalau Nak Khoirul langsung belajar dari kitab-kitab para ulamanya, tentu akan banyak didapati alasan-alsasan yang mempunyai sandaran Al- Qur’an dan Sunnah, daripada sekedar alasan dari saya yang dho’if.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, Bapak telah menjelaskan beberapa konsep demokrasi. Bapak telah menjelaskan beberapa sifat Partai Allah. Bapak pun telah menjelaskan bagaimana kedudukan partai politik di dalam lingkaran besar kaum muslimin. Namun Pak, kalau kita meninggalkan gelanggang politik, justru hal itu akan membuat parah kaum muslimin. Karena dengan demikian, kaum kafir akan masuk ke dalam parlemen. Mereka, bersama orang-orang Islam yang jahil, akan membuat undang-undang yang justru akan menyengsarakan kaum muslimin. Mereka akan lebih menindas kaum muslimin, akan mengganti dengan hukum-hukum thagut yang lebih mengerikan. Presiden dan gubernur akan dijabat oleh orang kafir. Apakah ummat Islam tidak berdosa secara fardu kifayah? Apakah kita akan tinggal diam saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening……...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Pemuda Khoirul berargumen cukup panjang. Pak Sholeh yang tadinya meladeni pertanyaan-pertanyaan dia dengan lancar, kini tiba-tiba wajahnya perlahan-lahan tertunduk lesu. Tatapannya merunduk, memandang permukaan karpet mesjid yang sudah usang dimakan usia. Raut wajahnya menampakkan kesedihan….Nampak jelas usianya yang telah menginjak setengah baya. Bibirnya tertutup rapat. Jari telunjuknya memainkan butiran-butiran pasir di atas karpet. Memang, telah lama Beliau memahami betul konsep demokrasi yang banyak bertentangan dengan Islam. Dengan mudah sekali Beliau bisa menjelaskan bagaimana demokrasi itu bertentangan dengan Islam. Bahkan bertentangan dengan semua agama. Karena Hak Asasi Manusia kadangkala atau bahkan senantiasa berbenturan dengan Hak Asasi “Tuhan”, yang diatur dalam agama-agama. Namun kali ini Beliau dihadapkan dengan sebuah realita. Pertanyaan yang memaksa Beliau terdiam cukup lama. Terlihat sekali berat dan susahnya Beliau menjawab pertanyaan ini. Seakan-akan beliau sedang merasakan kehilangan seorang ayah atau seorang ibu. Terlihat ada kaca-kaca air di matanya. Kaca-kaca air itu semakin terlihat jelas menggumpal. Lalu….setetes air mata jatuh dari wajahnya yang masih tertunduk, beliau mengangkat wajah dan berkata lirih hampir tak terdengar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda, inilah puncak pertanyaan dari segala pertanyaan seputar demokrasi. Akan ananda rasakan, betapa tipis sekali batas jawabannya, kecuali bagi orang-orang yang memikirkannya dengan bashiroh dan kehati-hatian. Inilah dilema Ummat Islam yang saya namakan Dilema Simalaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa itu Simalakama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Legenda tentang suatu jenis buah, yang apabila seseorang memakannya, maka bapaknya akan mati, kalau tidak dimakannya, maka ibunya yang akan mati. Suatu keputusan yang sulit dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mengapa bisa begitu Pak Sholeh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Karena Ummat Islam dihadapkan pada dua persoalan yang sangat bertolak belakang. Yang satu adalah masalah kemustahilan, yang kedua adalah masalah realita-realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya jadi tidak mengerti. Tolong Bapak jelaskan lebih rinci lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah, tapi saya akan bertanya dulu kepada ananda. Tolong ananda jelaskan, apa yang ananda fahami tentang “kemenangan” yang dijanjikan Rasulullah di akhir zaman bagi Ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm…yaitu berdirinya sebuah Daulah Islamiyyah berbentuk kekhalifahan…mmmm dan terealisasinya Hukum Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Cukup bagus. Kira-kira bagaimana hal itu bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmm….Saya tidak tahu….mmm dengan diplomasi atau kompromi rasanya tidak mungkin…mmm mungkin dengan jihad kali Pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Coba ingat-ingat kembali prinsip demokrasi. Yaitu prinsip menghargai perbedaan pendapat, adanya kompromi dan negosiasi dengan orang kafir, kompromi dengan orang Islam yang tidak faham Islam, seperti para nasionalis, aktifis HAM, adanya sistem satu suara lawan satu suara, sementara jumlah orang yang benar itu kata Rasulullah cuma sedikit. Menurut ananda, apakah mungkin Daulah Islamiyyah dan Hukum Islam kaffah tadi akan dapat ditegakkan dengan cara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm….rasanya koq tidak mungkin Pak…Kalaupun mungkin…rasanya akan sangat lama sekali Pak…karena di sana ada kompromi dan sikap menghargai pendapat orang lain…agama lain…aturan lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Nak Khairul, itulah yang saya maksud dengan “kemustahilan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi kalau kita meninggalkan demokrasi, bisa-bisa presiden kita akan dijabat oleh orang non-muslim, hukum-hukum bisa diganti oleh mereka dengan yang merugikan Islam. Bukankah&lt;br /&gt;begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda benar. Namun tetap saja, apakah hal itu akan membawa kepada “Kemenangan” seperti yang telah ananda definisikan tadi? Yaitu kemenangan hakiki, kemenangan yang kaffah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mustahil, karena di sana ada kompromi, ada toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Kalau mustahil, kenapa jalan itu tetap ditempuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi, minimal kita telah berusaha untuk menyelamatkan kaum muslimin, walaupun saya tahu jalan itu tidak akan mencapai kemenangan yang hakiki kecuali dengan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Inilah salah satu “realita” yang saya maksud. Tadi ananda sebut-sebut tentang menyelamatkan kaum muslimin. Sekarang saya mau bertanya, siapa sebenarnya yang harus ananda selamatkan di antara kaum muslimin itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentunya yang paling penting adalah saya sendiri. Kemudian keluarga saya serta kaum muslimin seluruhnya. Kira-kira begitulah kalau saya urutkan menurut skala prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Lalu, apa sih sebenarnya yang harus anda selamatkan dari diri ananda, keluarga ananda dan kaum muslimin tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Agar tidak jatuh pada kesyirikan baik besar maupun kecil. Itu yang paling utama, karena itulah inti dakwah para Nabi. Hal itu menjadi yang paling utama, karena itu adalah masalah surga dan neraka. Allah telah berfirman: “Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selain itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Setelah masalah syrik, kira-kira prioritas apalagi yang harus ananda selamatkan dari diri ananda, keluarga ananda dan kaum muslimin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau masalah surga dan neraka sudah terselamatkan, maka saya akan berusaha agar ibadah saya, keluarga saya dan kaum muslimin diterima oleh Allah. Adapun kuncinya cuma ada dua, yaitu ikhlash dan ittiba’ dengan menyempurnakan seluruh ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Tadi saya telah jelaskan sebuah “realita” yang sedang dihadapi oleh Ummat Islam, yaitu bahwa Ummat Islam terpaksa harus memilih sistem demokrasi. Sekarang ananda akan saya bawa kepada realita yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Realita apa itu Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda telah katakan bahwa prioritas utama dalam menyelamatkan ananda sendiri, keluarga dan kaum muslimin seluruhnya adalah dengan menjauhkan syirik. Kira-kira langkah apa yang akan ananda tempuh untuk menyampaikan hal itu kepada ummat, yang mereka itu suka tahayyul, penuh dengan khurofat, suka berkunjung ke makam-makam keramat untuk berdoa, jimat, jampi-jampi, perdukunan, mistik, dsb?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentu saya akan menyampaikannya di manapun kesempatan itu datang pada saya, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Apabila kesempatan itu ada di depan parlemen, anggap saja ananda memilih jalan itu, apakah ananda juga akan menyampaikannya? Mengusulkan kepada parlemen agar segera membuat aturan untuk melarang tour/ziarah ke kuburan-kuburan dan menutup pintu-pintu kemusyrikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Nampaknya ada yang sedang ananda pertimbangkan kalau ananda harus menyampaikan hal itu di depan parlemen. Kalau begitu, bagaimana kalau kita turun ke jalan saja berdemonstrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm…..Rasanya juga tidak mungkin Pak, karena hal itu justru akan memecah-belah kaum muslimin dan membenci partai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Kalau begitu ananda tidak konsisten. Bukankah tadi ananda katakan bahwa hal itu merupakan masalah surga dan neraka bagi ummat? Masalah yang menjadi prioritas pertama yang harus ananda selamatkan dari ummat? Dimanakah konsistensi ananda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bapak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Selanjutnya ananda katakan bahwa prioritas yang kedua yang harus diselamatkan dari ummat adalah ibadah yang diterima oleh Allah dengan dua kuncinya yaitu ikhlash dan ittiba’. Ananda sudah tahu bahwa Ummat Islam ini telah berpecah belah dan banyak penyimpangan dalam peribadahan mereka. Ada yang sholat di kuburan, ada yang tahlilan, ada yang tidak perlu sholat kalau sudah sampai derajat tertentu (tarikat), ada yang menghalalkan musik padahal dalam hadits Bukhari jelas-jelas Rasulullah mengharamkan alat-alat musik, ada yang memotong ayam lalu mengelilingkan darahnya pada rumah yang baru di bangun, istighosah dan doa bersama dengan kaum kafir, ikut perayaan natalan, wanita karir, dsb. Kira-kira jalan apa yang akan ananda tempuh untuk menyampaikan prioritas kedua ini kepada kaum muslimin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm….saya rasa hal-hal itu pun tidak mungkin bisa disampaikan melalui parlemen atau demonstrasi, karena tentunya akan memecah-belah ummat dan membenci partai saya. Lagi pula itu kan masalah khilafiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Mengapa khilafiyyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Karena sebagian besar Ummat Islam Indonesia kan menganut madzhab Syafi’i, sehingga bisa saja berbeda dengan madzhab lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda tidak perlu menyampaikan madzhab lain. Ananda cukup meluruskan pemahaman mereka tentang madzhab Syafi’i yang mereka anut itu. Yaitu bahwa Imam Syafi’i mengharamkan segala jenis jimat, jampe, berdoa di kuburan-kuburan, mengunjungi masjid-masjid yang ada kuburannya. Beliau tidak mengenal tahlilan. Beliau tidak mengenal sistem tarikat. Beliau melarang berdoa atau istighosah bersama orang kafir, merayakan perayaan keagaaman mereka. Beliau mengharamkan musik, menyuruh wanita tinggal di rumah dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Kalau begitu, kapan dan dimana ananda merasa lebih nyaman untuk menyampaikan masalah-masalah itu kepada ummat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mungkin di masjid-masjid, masjlis ta’lim, madrasah, pesantren…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Justru tempat itulah yang dihinakan oleh orang-orang yang mengagungkan dakwah lewat parlemen. Seolah-oleh parlemen adalah tempat yang mulia untuk berdakwah. Mereka menghinakan orang yang dakwah dari masjid ke masjid, seolah melupakan permasalahan ummat….Padahal siapa sebenarnya yang melupakan atau pura-pura lupa akan “permasalahan terpenting” ummat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah, bagaimana kalau ananda meyampaikannya di dalam kampanye sewaktu berkunjung ke daerah-daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak menyampaikan masalah syirik dan penyimpangan ibadah dalam kampanye?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ya. Karena kata ananda itu adalah prioritas pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentu baru beberapa menit mereka akan lari Pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Kalau begitu, materi apa yang akan ananda sampaikan dalam kesempatan kampanye itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentang program kristenisasi, tentang ketidakadilan, tentang korupsi, tentang pornografi, tentang harga-harga yang naik terus, tentang pengangguran, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda sungguh sangat tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kenapa begitu Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Karena tadi ananda mengatakan bahwa prioritas dakwah yang harus disampaikan kepada ummat adalah syririk, kemudian yang kedua adalah cara beribadah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Dalam berkampanye kan kita harus terlebih dahulu menyentil ummat dengan masalah-masalah seputar mereka agar mereka setuju dengan kita lalu menyerahkan suaranya kepada kita. Sehingga nantinya kita bisa membela mereka di hadapan parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Apa yang akan ananda bela di hadapan parlemen? Apakah ananda akan meminta parlemen untuk mengampuni kesyirikan mereka, penyimpangan ibadah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mengenai masalah tauhid/syirik dan penyimpangan ibadah, walaupun itu menjadi prioritas dakwah, tapi masih bisa disampaikan oleh rekan-rekan dari devisi dakwah pada kesempatan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Sebenarnya pada poin ini ananda sudah tidak konsisten terhadap prinsip-prinsip ananda sendiri. Tapi baiklah, kalau seandainya itu merupakan tanggungjawab dari devisi dakwah. Akan tetapi, devisi dakwah partai manakah yang dengan lantang menyerukan pemberantasan kesyirikan dan penyimpangan ibadah? Partai Islam manakah yang berani menentang masuknya paham syi’ah ke Indonesia? Hampir semua devisi dakwah mengatakan bahwa kita harus bertoleransi demi menjaga keutuhan ummat. Apakah mereka berusaha menutup mata ketika ahlu sunnah dibantai di negara yang mayoritas syi’ah, ulamanya dipenjara dan disiksa? Apa sikap ananda terhadap mereka? Padahal mereka itu senantiasa menghujat para shahabat Nabi?&lt;br /&gt;Bagaimana kalau banyak kaum muda yang tertarik masuk syi’ah? Sungguh ananda tidak sedang berusaha membela agama ananda, tidak sedang berupaya memurnikan Islam. Ananda tidak sedang menyelamatkan ummat ini, apa sebenarnya yang sedang ananda selamatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah, katakanlah ternyata ada devisi dakwah sebuah partai yang berani berkata seperti itu, walaupun saya belum melihatnya di Indonesia saat ini. Lalu, manakah yang lebih baik, berdakwah dengan membawa-bawa nama partai, berbaju dengan baju partai, atau berdakwah dengan tidak mengatasnamakan kelompok tertentu. Kira-kira manakah dakwah yang mudah diterima oleh masyarakat Indonesia? dan lebih dicintai Allah? Ananda, justru tanggungjawab ada di pundak ananda sebagai juru dakwah. Saat kampanye, adalah saat ananda pertama kali berjumpa dengan kaum muslimin dan mungkin tidak akan pernah lagi ananda berjumpa dengan mereka. Mengapa ananda tidak berusaha menyelamatkan mereka dengan hal-hal yang pokok? Padahal masalah sesungguhnya yang hakiki yang sedang menyelimuti mereka adalah sesuatu yang akan mejerumuskan mereka ke dalam neraka? Yaitu syirik dan penyimpangan ibadah. Adakah masalah yang lebih besar dari itu sehingga ananda mengesampingkannya? Inilah yang saya maksud dengan realita yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, apa yang akan Bapak nasehatkan untuk diri saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda, demokrasi adalah sesuatu yang dharuri. Begitu (bahkan) kata sebagian ulama yang membolehkan demokrasi. Namun herannya ada diantara kaum muslimin yang bangga dengan julukan pejuang-pejuang demokrasi. Padahal, apabila kita melihat prinsip-prinsip demokrasi, maka semakin suatu negara menuju kepada kesempurnaan demokrasi, maka setiap orang akan semakin bebas untuk mengeluarkan ide dan pendapatnya. Ananda, sekarang ananda tinggal memilih salah satu dari dua jalan. Ada jalan demokrasi dan ada jalan dakwah nubuwwah. Namun keduanya bagaikan keping mata uang yang saling berseberangan. Yang satu penuh toleransi dan ada padanya pengorbanan akidah, yang satunya penuh ketegasan dan lebih dekat kepada terselamatkannya akidah. Tentu pada kedua jalan itu ada kesempatan kita untuk beribadah dan berjuang secara maksimal. Pada keduanya juga ada manfaat bagi kaum muslimin, tergantung jenis manfaat apa yang akan diperjuangkan. Gunakanlah bashiroh serta hikmah yang mendalam. Ananda bebas memilih salah satu dari kedua jalan itu. Pilihlah jalan yang dapat menyelamatkan ananda sendiri dan kaum muslimin dari adzab neraka, serta bermanfaat bagi Agama Islam dengan membela “kemurniannya.” Juga nasehat saya, takutlah untuk tidak melanggar/mengorbankan hukum-hukum Allah dalam memperjuangkan kebenaran tersebut. Apapun yang menjadi keputusan ananda, maka hal itu tidak boleh menyebabkan perpecahan dengan orang yang berseberangan dengan ananda. Apalagi tentunya kalau ananda memilih jalan demokrasi, ananda tentu akan lebih bisa menghargai pendapat orang lain. Persatuan tetap merupakan perintah dari Allah. Berta’awuun untuk amar ma’ruf nahi mungkar bersama setiap orang Islam tetap merupakan perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu sudah mendekati adzan maghrib. Kebetulan terlihat Pak Ahmad (ketua salah satu partai Islam) datang ke mesjid untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib. Mereka berdua segera menghampirinya. Pemuda Khoriul membuka percakapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Assalamu’alaikum Pak Ahmad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ahmad (A): Wa’alaikumussalam, eh Nak Khoirul dan Pak Sholeh. Apa kabar nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Alhamdulillah kami berdua baik-baik saja. Maaf kami sengaja menghampiri Bapak untuk menyampaikan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ah, kok terasa formal sekali. Apa yang akan ananda sampaikan Nak Khoirul. Jangan membuat Bapak kaget ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tidak Pak. Kami cuma ingin menyampaikan bahwa dalam menghadapi Program kristenisasi “Jusuf 2004” ini, saya dan Pak Sholeh siap menyampaikan masalah ini di masjid-masjid, masjlis ta’lim, pesantren-pesantren yang biasa kami dakwah di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Masya Allah….Masya Allah….Bapak sangat bersyukur sekali Nak Khoirul. Ini merupakan suatu nikmat yang paling berharga yang Bapak peroleh hari ini. Mudah-mudahan keinginan ananda dan Pak Sholeh diridhoi Allah. Teman-teman di partai pasti akan sangat senang sekali mendengarnya. Oya, apakah ini berarti Nak Khoirul dan Pak Sholeh akan bergabung dengan partai kami, memakai baju kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Khoirul tidak menjawab. Kedua matanya beradu tatapan dengan Pak Sholeh. Saling memandang dan terdiam bisu. Dia tidak bisa menjawab.Teringat semua argumentasi Pak Sholeh tentang demokrasi. Tentang bagaimana prinsip bebas berpendapat, menghargai pendapat, yang justru akan memberikan kesempatan bagi orang jahat untuk menghalangi kebenaran dengan mengatasnamakan HAM, tentang bagaimana setiap partai harus mendulang suara, padahal jumlah orang baik di akhir zaman itu hanya sedikit. Teringat kembali betapa akan banyak pencampuran antara yang hak dan yang batil. Teringat kembali akan sifat-sifat hizbullah (partai Allah), yang diantaranya adalah keras terhadap orang kafir dan berkasih sayang dengan sesama muslim. Teringat akan adanya kemustahilan dalam pencapaian kemenangan melalui kompromi dan toleransi. Teringat bagaimana kemenangan hakiki itu bisa dipetik hanya dengan jihad, bukan dengan kompromi atau toleransi. Teringat akan adanya realita-realita. Teringat akan kaum muslimin yang sedang berkubang dalam lumpur syirik dan penyimpangan ibadah. Teringat bagaimana demokrasi akan menghambat penyampaian kebenaran dengan alasan persatuan ummat. Teringat akan persatuan ummat secara jasadi warruhi. Teringat akan wasiat Rasulullah kepada orang-orang yang hidup di akhir zaman untuk ruju’ (kembali) kepada Kitabullah, Sunnah Rasul dan Ijma para shahabat. Teringat akan makna “kembali”, yaitu dengan menyampaikan pendidikan kepada ummat (tarbiyyah) dan memurnikan agama Islam (tashfiyyah). Adzan Maghrib nyaring berkumandang. Pemuda Khoirul belum juga menjawab pertanyaan Pak Ahmad. Dirasakannya betul bagaimana reaksi Pak Ahmad kalau dia harus mengatakan “tidak!”. Tentu akan panjang sekali penjelasan yang harus disampaikan, akan sulit sekali difahami, dikaji dan diputuskan, akan ada kembali sebuah diskusi yang panjang dan melelahkan, diskusi tentang sebuah dilema bagi ummat Islam. Dilema yang seolah di dalamnya ada kebaikan namun ada juga keburukan yang ganas. Dilema yang menjadi perdebatan kaum muslimin di akhir zaman. Dilema yang terkadang menjadikan perdebatan menjurus kepada tidak saling menghargai pendapat. Itulah sebuah dilema yang butuh kehati-hatian dan bashiroh yang mendalam dalam memahaminya. Dilema yang butuh hikmah dalam menjawabanya. Dilema Simalakama !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhahran-Saudi Arabia, Ahad 22 Sha’baan 1424 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-8989495351245361407?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/8989495351245361407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=8989495351245361407' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8989495351245361407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8989495351245361407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/08/dialog-ilmiyyah-dilema-simalakama.html' title='Dialog &apos;Ilmiyyah (Dilema Simalakama)'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7468298083601035537</id><published>2009-08-06T04:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T04:23:10.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smart game'/><title type='text'>Einstein's Neighbours Riddles</title><content type='html'>Neighbors - Back to the Einstein's Riddles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This quiz was probably made up by Albert Einstein and according to him 98% will not solve it. There is a row of five houses, each having a different color. In these houses live five people of various nationalities. Each of them nurtures a different beast, likes different drinks and smokes different brand of cigars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Brit lives in the Red house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Swede keeps dogs as pets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The Dane drinks tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. The Green house is on the left of the White house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. The owner of the Green house drinks coffee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. The person who smokes Pall Mall rears birds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. The owner of the Yellow house smokes Dunhill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. The man living in the center house drinks milk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. The Norwegian lives in the first house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. The man who smokes Blends lives next to the one who keeps cats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. The man who keeps horses lives next to the man who smokes Dunhill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. The man who smokes Blue Master drinks beer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. The German smokes Prince.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. The Norwegian lives next to the Blue house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. The man who smokes Blends has a neighbor who drinks water.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Which of the five house owners keeps fish as a pet? (are you one of the 2%).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7468298083601035537?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7468298083601035537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7468298083601035537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7468298083601035537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7468298083601035537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/08/einsteins-neighbours-riddles.html' title='Einstein&apos;s Neighbours Riddles'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-1047790691362165315</id><published>2009-08-02T01:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T01:17:55.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang unik dari manusia'/><title type='text'>Akhwat Genit dan Dakwah Abal-abal</title><content type='html'>Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…&lt;br /&gt;Lihat aja kerjaan mereka rapat sampe pulang larut malam, berjuang demi dakwah tapi menelantarkan Iffah (harga diri) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat yang Genit itu…&lt;br /&gt;Tuh lihat saja si fulana berteriak tentang dakwah, menggunakan hijab ketika sedang syuro dengan ikhwan, tapi dibelakang masih suka aja ngirim sms tausyiah ke ikhwan…&lt;br /&gt;cie ile..maksudnya sih nasehat… nasehat apa nasehat tuh Ukh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit itu…&lt;br /&gt;Yang satu ini lebih parah lagi, saking begitu perduli sama palestina… Nonton nasyid Palestina sampai jingkrak jingkrakan nggak karuan… nggak moshing aja sekalian ukh! biar manteb.. biar METAAAL sekaliaaan! CADAAAAAAS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit itu…&lt;br /&gt;Wedew… lihat aja tuh akhwat yang jilbabnya panjang buangetttt.. tapi kenapa ya..? kalau habis nonton nasyid terus pada lari histeris, ngantri sama munsyid yang udah jadi thagut… minta tanda tanganlah! Minta foto barenglah!… payah dagh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…&lt;br /&gt;Nggak kalah parahnya sama yang lain, retorika dakwahnya sih bagus, eh… pas nikah kerjaannya khawatir melulu, ngak mau sabar nemenin perjuangan suaminya… Akhirnya futurlah si suami yang dulu waktu di kampus asooooy berat semangat dakwahnya. Sekarang udah sibuk NYARI DUIT lantaran ‘TANGGUNG JAWAB’ keluarga…nuntuuuuut terus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…&lt;br /&gt;Kalau umur 20 tahunan akhwat-akhwat ini memang pada jual mahal kalau ada ikhwan yang khitbah, ntar pas umur 25 tahun pada cari yang ideal… ntar kalau ngak dapat-dapat sampai umur 30.. SIAPA AJA DAH! nah tahu rasa lu…sok ideal sih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat dengan dakwah abal-abalnya…&lt;br /&gt;Katanya aktivis dakwah..? katanya teguh menegakkan tauhid..? tapi kok kamu marah ya ukh waktu Aa Gym Poligami..? kenapa oh kenapa..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit itu…&lt;br /&gt;Tuh lihat aja si fulana, kalau ketemu ikhwan yang pendek kecil dan tidak menarik itu pasti JAGA PANDANGAN, busyet dagh pas ketemu ikhwan tinggi putih dan lagi nyelesain S2 itu… bukan cuma mata yang jelalatan tapi hatinya luntur sama thagut perasaan…payah dagh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit itu…&lt;br /&gt;Cie ile… peduli banget ukh sama ikhwan… eh ngapain berlagak minta pendapat sama ikhwan tentang diri ukhti, minta pendapat apa cuma ingin diperhatiin aza sama ikhwan… hayo ngaku…ngaku…ngaku…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit itu…&lt;br /&gt;Percaya nggak… si fulana itu depan ikhwan doang sok alim, di kos-kosan sih tetap aja telpon – telponan sama oknum tertentu… ku tunggu kau di batas waktu katanya… hehehe.. gubraks.!&lt;br /&gt;source: by Muhammad Saiful Amri on Jul.12, 2009, under Sastra&lt;br /&gt;http://mafahimcenter.info&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-1047790691362165315?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/1047790691362165315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=1047790691362165315' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1047790691362165315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1047790691362165315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/08/akhwat-genit-dan-dakwah-abal-abal.html' title='Akhwat Genit dan Dakwah Abal-abal'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7717490377131484882</id><published>2009-07-11T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T22:12:38.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangsa'/><title type='text'>MASA DEPAN BANGSA YANG KUIMPIKAN</title><content type='html'>Sebuah Esai dalam Rangka Lomba Penulisan Esai Nasional II Tahun 2007 dengan Tema&lt;br /&gt;Optimisme Anak Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan bulan Mei 2005 yang lalu, saya didaulat menjadi wisudawati di sebuah madrasah aliyah sekaligus pesantren. Sebagai seorang yang sudah cukup lama tinggal di lingkungan pesantren, melihat kondisi remaja luar saat ini membuat hati saya begitu miris.&lt;br /&gt;Keadaan ini terus berlanjut hingga saya memasuki bangku perkuliahan. Meskipun kampus saya itu adalah kampus berbasis agama, namun cara berpakaian, berbicara, dan bergaul mahasiswanya bisa dibilang kurang islami. Tak jarang saya menemukan teman-teman sekosma pergi berkeliling kota Surabaya dengan berboncengan. Dalam banyak kesempatan, saya juga sering melihat teman laki-laki dan perempuan berjabat tangan, duduk berdekatan, bahkan saling menyentuh tubuh pasangannya. Astaghfirullah.&lt;br /&gt;Keprihatinan saya semakin bertambah, ketika saya mengetahui bahwa kantin lebih diminati untuk dikunjungi mahasiswa daripada perpustakaan danUKM. (Unit Kegiatan Mahasiswa). Tak ayal lagi UKM-UKM sepi kegiatan. Perpustakaan menjadi ramai hanya pada waktu musim tugas tiba. Nasib yang sama juga dialami organisasi-organisasi ekstra kampus, semacam HMI, PMII, HTI, IMM, KAMMI, PKS, GEMA, dan lain sebagainya. Kajian-kajian mereka hanya diminati segelintir orang. Itupun kemungkinan besar adalah anggota dari organisasi ekstra tersebut.&lt;br /&gt;Memang tak semua mahasiswa bertindak demikian. Ada beberapa mahasiswa yang aktif berorganisasi. Umumnya mereka membentuk klub-klub diskusi kecil di masjid, di kantin, maupun di bawah pohon rindang. Beberapa mahasiswa lain juga ada yang mencoba memanfaatkan waktu dengan bekerja, seperti mangajar TPQ, membuka kursus, berbinis, hingga bekerja sebagai pegawai pabrik. Namun, bila kita mencoba mengkalkulasinya kita hanya menemukan nominal komunitas mahasiswa nomor dua ini tidak lebih banyak daripada komunitas mahasiswa nomor pertama. Ironis memang.&lt;br /&gt;Fenomena seperti di atas membuat saya bertanya-tanya, apakah pendidikan saat ini hanya digunakan sebagai syarat legitimasi atas suatu sistem? Hanya sebagai formalitas dan bentuk pencarian justifikasi status seseorangkah? Apakah pihak akademik juga memikirkan hal itu? Apakah kademika juga memikirkan hal itu? apakah sebagai iron stock, agent of  change, dan agent of control mahasiswa tidak lagi memikirkan nasib bangsa yang selama beberapa dekade terakhir tengah diliputi problematika yang sangat berat?&lt;br /&gt;Padahal seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dilema ini sangtlah kompleks, merata di setiap bidang yang sangat urgen dan vital, mulai dari masalah politik, ekonomi, moral, pendidikan, hingga pada sistem hukum. Tidak bisa dipilah-pilah lagi. Atau bila diibaratkan, maka kondisi bangsa Indonesia kita saat ini sedang berada di mulut jurang atau seseorang yang sedang menderita penyakit komplikasi akut. Pun demikian, tak ada kata terlambat untuk mencoba menjadi yang lebih baik. Tak ada kata terlambat untuk berfikir dan melangkah maju meninggalkan bibir jurang. Tak ada kata terlambat untuk berobat bagi yang sedang terserang penyakit komplikasi akut. Bukankah tak ada yang tak mungkin di dunia yang kebenarannya tak satupun absolut ini?&lt;br /&gt;Hingga pada akhirnya saya menemukan sosok itu pada bulan November 2006 yang bertepatan dengan bulan Syawal 1427 H. Saya masih ingat dengan jelas, saya mendengar namanya, mendapati kisah-kisah kesolehan dan kepandaiannya dari ibu saya semenjak dua bulan sebelum pertemuan pertama kami itu. Dia begitu memukau di mata saya. Karena menurut cerita ibu, sebelum menjadi sosok ikhwan seperti sekarang ini, dia harus melewati fase-fase yang lumayan buram. Mulai dari keluarga yang kurang harmonis, pendidikan yang biasa-biasa saja, teman-teman sekampus yang meskipun takmir masjid, tapi juga bermain-main ke Dolly Surabaya, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Semenjak mengenal pribadi yang satu ini, saya jadi kembali bersemangat untuk mendalami ilmu-ilmu agama yang ternyata begitu banyak yang belum saya ketahui. Saya juga akhirnya tersadar bahwa masih banyak orang-orang muda yang baik di sekitar saya. Orang-orang muda yang memiliki semangat untuk menjadikan dirinya dan orang lain menjadi yang lebih baik setiap detiknya. Orang-orang muda yang begitu perhatian dengan nasib bangsa yang semakin rawan ini.&lt;br /&gt;Mereka mengapresiasikan rasa prihatin bukan pada hal-hal yang besar, melainkan memulainya dengan hal-hal kecil, namun insyaallah berefek besar. Sebagai contoh, ikhwan yang saya ceritakan ini menyisihkan sebagian gajinya mengajar sebagai beasiswa untuk beberapa muridnya, membangun perpustakaan mini di rumahnya untuk umum, senantiasa memanfaatkan waktu dengan belajar dan bekerja, serta melaksanakan kewajiban berdakwah di sela-sela aktivitasnya yang hampir tidak ada waktu yang tak dimanfaatkannya.&lt;br /&gt;Dari cerita di atas tersirat bahwa di samping generasi yang notabene adalah tonggak sejarah bangsa ke depannya, yang masih suka acuh dengan peran besarnya tersebut, ada banyak pula generasi yang siap lahir batin untuk memperbaiki kondisi bangsa.&lt;br /&gt;Persoalan tak berhenti di sini. Kasus-kasus di atas hanya segelintir dari kasus-kasus yang menimpa generasi muda kita, yang dalam hal ini terwakili oleh mahasiswa. Itu berarti masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan.&lt;br /&gt;Kita tak mungkin berdiam diri melihat banyak anak kecil yang sudah pandai mengucapkan I love you ketimbang melafalkan surat-surat pendek bukan? Kita juga tak mungkin menyalahkan acara-acara TV yang kerap didominasi oleh sinetron-sinetron remaja yang kurang rasional, terkesan materialis dan kapitalis itu seratus persen hanya karena kekurang intensifan kita dalam mengontrol anak maupun adik kita kan?&lt;br /&gt;Revolusi Teknologi dengan meningkatkan control kita pada materi, ruang, dan waktu menimbulkan evolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir, dan sistem rujukan. Menurut Prof. Dr. Abuddin Nata, dalam menyikapi revolusi teknologi ini ada tiga kelompok yang berbeda, yaitu kelompok yang pesimis, optimis, dan pertengahan.&lt;br /&gt;Bagi kelompok yang pesimis, memandang kemajuan di bidang teknologi akan memberikan dampak negatif, karena hanya akan memberikan kesempatan dan peluang kepada orang-orang yang dapat bersaing saja, yaitu mereka yang memiliki kekuasaan, ekonomi, kesempatan, kecerdasan, dan lain-lain. Menurut mereka, orang-orang yang dapat bersaing itu akan semakin mudah berbuat curang kepada yang di bawahnya dalam bentuk yang lebih canggih.&lt;br /&gt;Sementara itu, bagi kelompok yang optimis kehadiran revolusi teknologi justru menguntungkan, seperti yang diperlihatkan Zianuddin Sardar. Menurutnya, revolusi informasi yang kini sedang dijajahkan adalah suatu rahmat besar bagi umat manusia. Dia menemukan dalam jurnal-jurnal akademis menyebutkan bahwa revolusi informasi akan menimbulkan desentralisasi yang nantinya melahirkan suatu masyarakat yang lebih demokratis.&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, menarik sekali apa yang dikatakan sosiolog Prancis, Jacgues Ellet, yang mengatakan bahwa semua kemajuan teknologi menuntut pengorbanan, yakni dari satu sisi memberi nilai tambah, tapi pada sisi yang lain dapat mengurangi., yang keduanya tidak dapat dipisahkan sekaligus tidak terduga.&lt;br /&gt;Uraian di atas mengajarkan kita, umat Islam, yang selalu diajarkan bersikap adil terhadap berbagai masalah, tampaknya sikap pertengahan yang perlu diambil, yaitu dari satu sisi tidak menafikan sains dan di sisi lain berusaha menjaga agar iptek tidak disalahgunakan (yaitu dengan etika). Karena dengan iptek itu, kegiatan dakwah dan jihad kita terealisasi lebih efektif dan efisien.&lt;br /&gt;Jalaluddin Rahmat mengatakan bahwa sekarang di seluruh dunia timbul kesadaran betapa pentingnya memperhatikan etika dalam pengembangan sains. Pernyataan ini seakan-akan menjadi sindiran bagi kaum birokrat maupun kaum intelektual kita. Dimana dengan kepandaian dan kekuasaan yang mereka miliki, terkadang karunia Allah itu malah menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri maupun orang lain. Tak ayal, gelar koruptor dan penghianat intelektual pun disandarkan pada mereka. Apabila orang-orang yang harusnya menjadi teladan, malah berbuat yang memalukan, maka jangan disalahkan jika generasi mendatangnya bercermin dari sejarah kelam mereka.&lt;br /&gt;Benar kata orang bijak bahwa bila kita ingin merusak suatu bangsa maka rusaklah moralnya, terutama moral kaum mudanya. Karena generasi muda itulah yang akan membawa arah bangsa selanjutnya.&lt;br /&gt;Atas dasar inilah, dengan kesadaran penuh untuk menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan dengan segenap potensi yang kita miliki, seyogyanyalah kita bersatu membangun Indonesia yang lebih cerah. Maksimalisasi potensi yang tersedia tersebut diharapkan bisa menjadi tolak ukur upaya intensif untuk memperoleh predikat standart ideal, sekaligus menghapus kesan Indonesia yang buram dan suram akibat bencana yang kian kerap melanda negeri kita, kemisknan yang merata di setiap penjuru negeri, busung lapar yang menggerogoti anak negeri, buta huruf yang ternyata masih tersisa, tindakan-tindakan sparatis anarkis yang menghantui, biaya pelayanan kesehatan masyarakat yang masih sulit dijangkau, dekadensi moral dan lain sebagainya. Permasalahan hidup yang sejak beberapa dekade terakhir sudah bertambah gawat tersebut, jangan membuat kita semakin posesif apalagi apatis, tapi hendaknya dijadikan sebagai perangsang tumbuh kembangnya rasa optimis di kalangan anak bangsa.&lt;br /&gt;Meminjam istilah yang biasa dipakai oleh teman-teman aktifis kita, Indonesia saat ini seperti raksasa yang sedang tertidur pulas. Artinya, kita punya potensi yang besar, tetapi masih belum sadar dengan potensi tersebut maupun bahaya yang mengancamnya. Dan keniscayaan-keniscayaan di atas akan menjadi sesuatu yang riil manakala para pemain bangsa ini menjalankan peranannya dengan sebaik-baiknya. Politikus menjalankan sistem politik yang sehat dan ramah, ekonom bersikap sportif dan bersih dalam menghidupkan ekonomi bangsa, budayawan dan kaum intelek malu menjadi penghianat intelektual, agamawan tak segan dan enggan untuk mengontrol masyarakat, para generasi muda tak mudah mengambil idiologi-idiologi dan budaya asing yang kurang sesuai dengan ideologi dan budaya sendiri, melainkan lebih gemar berkompetensi, berkreasi dan berprestasi. Sesungguhnya tak lain dan tak bukan, pemegang tongkat estafet nasib negeri ini selanjutnya ialah…….kita, generasi muda.&lt;br /&gt;Demikianlah masa depan bangsa yang kuimpikan. Terlalu singkat dan sederhana mungkin untuk menggambarkan nasib bangsa Indonesia saat ini dan masa mendatang. Namun sebagai gadis cilik yang bertempat tinggal, hidup di tengah-tengah beberapa elemen, keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan, saya merasa terpanggil dalam keikutsertaan pertanggungjawaban untuk memberi pencerahan bagi bangsa ini sesuai dengan cita-cita agama, bangsa, dan negara. Ya…meskipun hanya dari sedikit goresan ini. Karena, menyadari posisi ke-diri-an untuk mengemban amanat yang dipikulkan menjadi suatu keniscayaan yang tentu menuntut pengorbanan. No Honor Without Poin. Barangkali pepatah itu cocok bagi mereka yang berjuang mengorbankan segala energi dan waktu untuk menciptakan perubahan yang gemilang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MASA DEPAN BANGSA YANG KUIMPIKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esai dalam Rangka Lomba Penulisan Esai Nasional II Tahun 2007 dengan Tema&lt;br /&gt;Optimisme Anak Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Zahra al Habsy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7717490377131484882?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7717490377131484882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7717490377131484882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7717490377131484882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7717490377131484882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/masa-depan-bangsa-yang-kuimpikan.html' title='MASA DEPAN BANGSA YANG KUIMPIKAN'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-8805697051185259437</id><published>2009-07-11T22:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T08:01:41.314-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang unik dari manusia'/><title type='text'>NAFSU DAN SYAITHAN DALAM PERSPEKTIF QURAISY SYIHAB</title><content type='html'>“ Sesungguhnya Syaithan adalah musuh yang nyata bagimu”&lt;br /&gt;“Jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mengatakan bahwa nafsu adalah syaithan. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;Hari ini (16/09/08) dalam salah satu tayangan TV swasta, Qurays Shihab mengatakan bahwa nafsu nampak jelas pada anak kecil yang menginginkan mobil-mobilan. Dia akan meraung-raung terus sampai ibunya membelikan mainan itu. Ketika ibunya menawari uang sebagi gantinya, ia tidak mau. Saat ibunya memberikan mainan lain yang lebih bagus dan mahal, iapun tidak mau. &lt;br /&gt;Nafsu bersifat tegas dan konsisten. Sedangkan syaithan tidak tegas dan konsisiten, ia bisa maju dan mundur. Yang terpenting bagi syaithan adalah bagaimana manusia tidak untung Meski tidak rugi. Karenanaya benar sekali saat al Quran mengatakan bahwa Syaithan membujuk kita dengan jalan yang sangat halus dan nampak indah. Contohnya adalah saat syaithan menyuruh A syirik maka A menolak dengan alasan dosa terbesar yang tidak ada ampunannya, lalu Iblis menawari membunuh yang dosamya masih terampuni, A tetap menolak karena itu termasuk dosa besar, Syaitahn kembali menawarkan zina sebagi alternative, tetapi A tetap menolak. Seakan tak pernah kehabisan akal, Syaithan terus membujuk A dengan mengatakan bahwa bersentuhan, memandang, adalah dosa ringan. Begitulah. Maka, berhati-hatilah terhadap tipu daya syaithan. Kenalilah karakter syaithan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-8805697051185259437?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/8805697051185259437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=8805697051185259437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8805697051185259437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8805697051185259437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/nafsu-dan-syaithan-dalam-perspektif.html' title='NAFSU DAN SYAITHAN DALAM PERSPEKTIF QURAISY SYIHAB'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-4774245010785621627</id><published>2009-07-11T22:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T22:02:33.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>BUKU PANDUAN</title><content type='html'>Diklat Jurnalistik Dasar Dan Rekrutmen Kru Baru &lt;br /&gt;“REKONSTRUKSI KEBEBASAN PERS DALAM BINGKAI KEKINIAN”&lt;br /&gt;Lembaga Pers Mahasiswa Forma Fakultas Ushuluddin &lt;br /&gt;IAIN Sunan Ampel Surabaya&lt;br /&gt; 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Sebagai salah satu pilar negara, pers punya peran yang lain dari pilar yang lain. Pers dengan fungsi utamanya sebagai pemberi informasi sangat di butuhkan di negara penganut sistem demokrasi ini. Ketika pemilihan presiden dan wakilny di lakukan secara langsung untuk pertama kalinya pada 5 April 2004 yang merupakan pemilu ke-9 dalam sejarah  Republik Indonesia, fungsi pers sebagai pemberi informasi sebanyak-banyaknya sangat penting dan di perlukan. Baik pers cetak seperti koran, atau elektronik seperti televisi dan radio. &lt;br /&gt;Dengan informasi yang benar, khalayak akan mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya, masyaraakt dan bangsanya. Dan tujuan itu tidak akan tercapai jika pers tidak di beri kebebasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi informasi yang harus seobjektif mungkin.&lt;br /&gt;Namun bagaimana sebenarnya kebebasan pers tampaknya belum jelas  hingga hari ini, sehingga tidak banyak di pahami oleh khalayak bahkan tidak jarang oleh pekerja pers itu sendiri. Salah satu bukti yang masih hangat adalha di demonya majalah Denmark yang memuat karikatur Nabi Muhammad oleh umat Islam di seluruh belahan dunia. Padahal merek amengatakan bahwa itu adalah bagian dari kebebasan pers.&lt;br /&gt;Sebagaimana di kemukakan oleh Mitchel V Charnley, kebebasan pers itu bukan berarti; “Government, keep your hands-off”-(hai pemerintah jangan ikut campur!)-. Tetapi artinya adalah; “keep your hands off so that media may help the people to preserve the democratic system”-(jangan ikut campur sehingga media dapat membantu rakyat memelihara sistem demokrasi)-. Menurutnya demokrasi adalah sarana bukan tujuan; pelindungnya adalah publik bukan penerbit. Publik atau rakyat dalam hal ini diwakili oleh undang-undang dan aparat penegak.&lt;br /&gt;Berita yang di informasikan oleh pers, sering juga di anggap melebih-lebihkan dan sesuaikenyataan. Sebagimana di katakan oleh para pejabat pemerintah yang mengatakan bahwa media melebih-lebihkan adanya bencana kelaparan di Yahukimo Desember tahun lalu.&lt;br /&gt;Lalu, sampai batas mana sebenarnya pers punya kebebasan. Jika semua kejadian, peristiwa dan realita yang di informasikan di anggap melecehkan, mencemarkan nama baik  dan melebih-lebihkan.&lt;br /&gt;Karenaya kita sebagai kelompok masyarakat yang berpendidikan punya tugas berat. Untuk memperjuangkan kebebasan pers yang tegas dan terjamin. Supaya tidak ada lagi pekerja pers yang di tangkap, di sandra dan di aniaya saat menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;Sebagai pers mahasiswa yang punya idealisme tinggi, kita wajib mewujudkan mimpi itu. Dan mimpi itu tidak akan terwujud tanpa kerja sama dan keterlibatan semua pihak termasuk Anda. Mulailah mewujudkan mimpi itu dengan bergabung bersama kami hari ini. Kita wujudkan mimpi itu bersama-sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Materi –materi diklat Jurnalistik Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengetahuan tentang Pers dan Jurnalistik&lt;br /&gt;Secara bahasa, Pers berarti media. Berasal dari bahasa Inggris press yaitu cetak. Apakah media itu berarti hanya media cetak? Tidak. Pada awal kemuculannya media memang terbatas hanya pada media cetak. Seiring percepatan teknologi informasi, ragam media ini kemudian meluas. Muncul media elektronik: audio, audio-visual (pandang-dengar) sampai internet. Jadi pers adalah sarana atau wadah untuk menyiarkan produk-produk jurnalistik.&lt;br /&gt;Sedang jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita ataupun opini. Mulai dari perencanaan, peliputan, penulisan yang hasilnya disiarkan pada publik/khalayak pembaca melalui media/pers: cetak, audio, audio-visual. Dalam kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita.&lt;br /&gt;Hasil dari proses jurnalistik yang kemudian menjadi teks yang dimuat dalam media, berupa berita ataupun opini.&lt;br /&gt;Fungsi Pers&lt;br /&gt;1. Menyiarkan informasi ( informatife)&lt;br /&gt;Merupakan fungsi yang pertama dan utama karena khalayak pembaca memerlukan informasi mengenai berbagai hal di bumi ini.&lt;br /&gt;2. Mendidik (to educated)&lt;br /&gt;Sebagai sarana pendidikan massa (mass education). Isi dari media atau hal yang dimuat dalam media mengandung unsur pengetahuan sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya.&lt;br /&gt;3. menghibur (to entertaint)&lt;br /&gt;Khalayak pembaca selain membutuhkan informasi juga membutuhkan hiburan. Ini juga menyangkut minat insani.&lt;br /&gt;4. Mempengaruhi (control social)&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan sosial ada kejanggalan-kejanggalan, baik langsung ataupun tidak langsung, berdampak pada kehidupan sosial. Pada fungsi ini media dimungkinkan menjadi kontrol sosial, yang karena isi dari media sendiri bersifat mempengaruhi.&lt;br /&gt;Teori Pers&lt;br /&gt;Fred S. Siebert, Theodore Peterson, dan Wilbur Schamm menyatakan bahwa pers di dunia saat ini dapat dikategorikan menjadi:&lt;br /&gt;• Authoritarian Pers&lt;br /&gt;• Libertarian Pers&lt;br /&gt;• Sosial Responbility Pers&lt;br /&gt;• Soviet Communist Pers&lt;br /&gt;Adapun teori Soviet Communist Pers hanyalah perkembangan dari teori Autoritarian Pers. Pada teori itu fungsi pers sebagai media informasi kepada rakyat oleh pihak penguasa mengenai apa yang mereka inginkan dan apa yang harus didukung rakyat.&lt;br /&gt;Sedang teori Sosial Responbility pers merupakan perkembangan dari teori Libertarian pers. Dan teori ini adalah kebalikan dari teori autoritaria pers, dimana pers bebas dari pengaruh pemerintah dan bertindak sebagai fouth state. Pada teori ini pers menempatkan posisi sebagai tanggung jawab sosial.&lt;br /&gt;2. Apa itu Berita&lt;br /&gt;Secara sederhana berita merupakan laporan seorang wartawan/jurnalis mengenai fakta. Karena ada banyak fakta dalam kehidupan atau realitas sosial, apakah lantas semua fakta/relitas menjadi berita? tidak. Fakta itu menjadi berita setelah dilaporkan wartawan. Karena itu berita merupakan konstruksi dari sebuah fakta. Lantas fakta seperti apa yang semestinya dilaporkan wartawan dan lalu menjadi berita?. Secara teoritik ada banyak sekali ukuran, namun secara umum ukuran itu dibagi dua yakni penting dan menarik. Kemudian, seberapa penting dan menarikkah suatu peristiwa  itu layak dijadikan berita?. Maka untuk mempertimbangkan hal tersebut dibutuhkan adanya nilai-nilai sebagai pertimbangan untuk menentukan suatu peristiwa itu layak dijadikan berita. Dalam jurnalistik nilai-nilai tersebut disebut news value (nilai berita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek Berita&lt;br /&gt;Karena berita adalah laporan fakta yang ditulis seorang jurnalis, maka obyek berita adalah fakta. Dan fakta dalam jurnalistik dikenal dalam beberapa kriteria;&lt;br /&gt;a. Peristiwa&lt;br /&gt;Merupakan suatu kejadian yang baru terjadi, artinya kejadian tersebut hanya sekali terjadi.&lt;br /&gt;b. Kasus&lt;br /&gt;Ada suatu kejadian yang tidak selesai setelah peristiwa itu terjadi. Artinya kejadian tersebut meninggalkan kejadian selanjutnya, peristiwa melahirkan peristiwa berikutnya. Maka kejadian demikian dinamakan suatu kasus.&lt;br /&gt;c. Fenomena&lt;br /&gt;Jika suatu kasus itu ternyata tidak terjadi hanya pada batas teritorial tertentu, artinya kasus tersebut sudah mewabah, terjadi dimana-mana. Maka kejadian tersebut dinamakan suatu fenomena.&lt;br /&gt;Nilai Berita (News Value)&lt;br /&gt;Secara umum nilai berita ditentukan oleh 10 komponen. Semakin banyak komponen tersebut dalam berita maka semakin besar minat khalayak pembaca terhadap berita tersebut. Secara lebih rinci dapat diringkaskan sbb;&lt;br /&gt;1. Kedekatan (proximity)&lt;br /&gt;Peristiwa yang memiliki kedekatan dengan kehidupan khalayak, baik secara geografis maupun psikis.&lt;br /&gt;2. Bencana (emergency)&lt;br /&gt;Tiap manusia membutuhkan rasa aman. Dan setiap ancaman terhadap rasa aman akan menggugah perhatian setiap orang.&lt;br /&gt;3. Konflik (conflict)&lt;br /&gt;Ancaman terhadap rasa aman yang ditimbulkan manusia. Konflik antar individu, kelompok, maupun negara tetap akan menggugah perhatian setiap orang.&lt;br /&gt;4. Kemashuran (prominence)&lt;br /&gt;Biasanya rasa ingin tahu terhadap seseorang yang menjadi public figure cukup besar.&lt;br /&gt;5. Dampak (impact)&lt;br /&gt;Peristiwa yang memiliki dampak langsung dalam kehidupan khalayak/masyarakat.&lt;br /&gt;6. Unik&lt;br /&gt;Manusia cenderung ingin tahu tentang segala hal yang unik, aneh dan lucu. Hal-hal yang belum pernah atau tak biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari akan menarik perhatian.&lt;br /&gt;7. Baru (aktual)&lt;br /&gt;Suatu peristiwa yang baru akan memancing minat orang untuk mengetahui.&lt;br /&gt;8. Kontroversial&lt;br /&gt;Sesuatu yang bersifat kontroversial akan menarik untuk diketahui karena mengandung kejanggalan.&lt;br /&gt;9. Human Interest&lt;br /&gt;Derita cenderung dijauhi manusia. Dan derita sesama cenderung menarik minat untuk mengetahuinya.&lt;br /&gt;10. Ketegangan (suspense)&lt;br /&gt;Sesuatu yang membuat manusia ingin mengetahui apa yang akan terjadi cenderung menarik minat, karena orang ingin tahu akhir dari peristiwa.&lt;br /&gt;Namun seringkali ditemui dalam beberapa media yang melaporkan peristiwa yang sama, tetapi pemberitaannya tidak sama. Ini karena perbedaan sudut pandang (angel) yang diambil wartawan dalam menulis berita.&lt;br /&gt;  Unsur Berita&lt;br /&gt;Diketahui bahwa berita merupakan hasil rekonstruksi dari fakta (peristiwa) oleh wartawan, maka diperlukan perangkat untuk merekonstruksi peristiwa tersebut. Berangkat dari perkiraan bahwa pada umumnya manusia membutuhkan jawaban atas rasa ingin tahunya dalam enam hal. Maka dari itu materi berita digali melalui enam pokok yang disebut unsur berita yakni apa (what); siapa (who); dimana (where); kapan (when); mengapa (why); bagaimana (how). Kemudian dikenal dengan 5W + 1H.&lt;br /&gt;Sifat Berita&lt;br /&gt;1. Mengarahkan (directive)&lt;br /&gt;Karena berita itu dapat mempengaruhi khalayak, baik disengaja ataupun tidak. Maka berita itu sifatnya mengarahkan.&lt;br /&gt;2. Membangkitkan Perasaan (effective)&lt;br /&gt;Melaui berita itu dibangkitkan perasaan publik/khalayak.&lt;br /&gt;3. Memberi Informasi (informative)&lt;br /&gt;Berita harus bersifat memberi informasi tentang keadaan yang terjadi, sehingga memberi gambaran jelas dan menjadi pengetahua publik/khalayak.&lt;br /&gt;Kaidah-kaidah Penulisan Berita&lt;br /&gt;Dalam penulisan berita, dalam hal ini mengonstruk peristiwa (fakta), tidaklah semena-mena. Penulisan berita didasarkan pada kaidah-kaidah jurnalistik. Kaidah-kaidah tersebut biasa dikenal dengan konsep ABC (Accuracy, Balance, Clarity).&lt;br /&gt;1. Accuracy (akurasi)&lt;br /&gt;Disebut sebagai pondasi segala macam penulisan bentuk jurnalistik. Apabila penulis ceroboh dalam hal ini, artinya sama dengan melakukan pembodohan dan membohongi khalayak pembaca. Untuk menjaga akurasi dalam penulisan berita, perlu diperhatikan beberapa hal berikut;&lt;br /&gt;a. Dapatkan selalu data yang benar.&lt;br /&gt;b. Lakukan re-chek terhadap data yang telah diperoleh.&lt;br /&gt;c. Jangan mudah dan berspekulasi dengan isu ataupun desas-desus.&lt;br /&gt;d. Pastikan semua informasi dan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kewenangan dan keabsahannya.&lt;br /&gt;2. Balance (keseimbangan)&lt;br /&gt;Ini juga menjadi kaidah dalam penulisan berita. Sering terjadi sebuah karya jurnalistik terkesan berat sebelah dengan menguntungkan satu pihak tertentu sekaligus merugikan pihak lain. Keseimbangan dimungkinkan dengan mengakomodir kedua golongan (misalnya dalam penulisan berita tentang konflik). Hal demikian dalam jurnalistik disebut dengan ‘both side covered’.&lt;br /&gt;3. Clarity (kejelasan)&lt;br /&gt;Faktor kejelasan bisa diukur apakah khalayak mengerti isi dan maksud berita yang disampaikan. Bukan jelas dalam konteks teknis, namun lebih condong pada faktor topik, alur pemikiran, kejelasan kalimat, kemudian pemahaman bahasa dan persyaratan penulisan lainnya.&lt;br /&gt;Struktur/susunan Penulisan Berita&lt;br /&gt;Dalam berita terdapat struktur/susunan berita juga memiliki bagian-bagian. Maka sebelum mengenal struktur penulisan berita terlebih dulu kita mengenal bagian-bagian berita. Dimana bagian-bagian tersebut terdiri dari kepala berita atau judul (head news); topi berita, menunjukkan lokasi peristiwa dan identitas media (misalnya, surabaya SP) biasanya digunakan dalam penulisan straight news; intro, diletakkan setelah judul berfungsi sebagai penjelas judul dan gambaran umum isi berita; tubuh berita (news body), bisa dikatakan sebagai isi berita.&lt;br /&gt;Adapun struktur penulisan berita sbb;&lt;br /&gt;1. Piramida terbalik&lt;br /&gt;Artinya pokok atau inti berita diletakkan diawal-awal paragraf (1-2 paragraf) dan bukan berarti paragraf selanjutnya tidak penting, cuma bukan merupakan inti dari berita. Biasanya ini digunakan dalam penulisan straight news.&lt;br /&gt;2. Balok tegak&lt;br /&gt;Artinya pokok atau inti berita tidak hanya diletakkan di awal paragraf. Tetapi terdapat di awal, tengah, dan akhir paragraf. Biasanya ini digunakan dalam penulisan depht news (indepht reporting ataupun investigasi reporting).&lt;br /&gt;3. Metode Penggalian data&lt;br /&gt;Dalam membuat berita, data menempati posisi penting. Karena melalui data lah peristiwa (fakta) dapat dilaporkan. Data merupakan ‘record’ (rekaman) dari suatu peristiwa. Dan penulis (jurnalis) menyajikan konstruksi dari peristiwa/fakta tersebut yang disusun dari berbagai data. Ada beberapa cara untuk penggalian data tersebut. Pertama, melalui pengamatan langsung si penulis (observasi) untuk memdapatkan data tentang fakta kejadian. Kedua, melakukan wawancara terhadap seseorang yang terlibat langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder) dalam suatu kejadian. Dengan wawancara juga dimaksudkan untuk melakukan cross-check demi akurasi data yang diperoleh melalui pengamatan (observasi). Ketiga, selain kedua perangkat tersebut data juga bisa diperoleh melalui studi literary terhadap dokumen-dokumen yang terkait dengan suatu fakta kejadian ataupun fenomena (jika dimungkinkan), data demikian biasanya dianggap penting.&lt;br /&gt;Observasi&lt;br /&gt;Ini dilakukan pada tahap awal pencarian data tentang sesuatu. Dalam pengamatan sangat mengandalkan kepekaan indra (lihat; dengar; cium; sentuh) dalam mengamati dan membaca realitas. Namun dalam pengamatan tersebut observator tidak boleh melakukan penilaian terhadap realitas yang diamati.&lt;br /&gt;Kegiatan observasi terkait dengan pekerjaan memahami gambaran realitas serta detail-detail kejadian yang berlangsung. Untuk itu diperlukan upaya untuk memfokuskan amatan pada obyek-obyek yang tengah diamati.&lt;br /&gt;Observasi memerlukan daya amatan yang kritis, luas, namun tetap tajam dalam mempelajari rincian obyek yang ada dihadapannya. Untuk mendapatkan amatan yang obyektif si pengamat mesti bisa untuk mengontrol emosional dan mampu menjaga jarak dengan segala rincian obyek yang diamati.&lt;br /&gt;Dalam penggalian data melalui observasi ini sifatnya langsung dan orisinil. Langsung artinya, dalam amatannya tidak berdasarkan teori, pikiran, pendapat, ia menemukan langsung apa yang hendak dicarinya. Orisinil, artinya hasil amatannya merupakan hasil cerapan indranya, bukan yang dilaporkan orang lain.&lt;br /&gt;Wawancara&lt;br /&gt;Wawancara merupakan aktifitas yang sering dilakukan dalam jurnalistik untuk memperoleh data. Dalam menggali data, tidak mungkin bagi seorang jurnalis untuk menulis berita hanya mengandalkan hasil observasi, tanpa melakukan wawancara. Karena dengan wawancara wartawan bisa memperoleh kelengkapan data tentang peristiwa/fenomena. Juga dengan wawancara seorang jurnalis melakukan cross-check/recheck dari data yang diperoleh sebelumnya demi akurasi data.&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa wawancara bukanlah proses tanya jawab seperti ‘saya bertanya-anda menjawab’. Wawancara lebih luas dari sekedar proses tanya jawab. Pewawancara dan yang diwawancarai berbagi pekerjaan ‘membangun ingatan’. Tujuan umumnya merekonstruksi kejadian yang, entah itu baru terjadi atau telah lampau. Dalam aktifitas ini (wawancara) pewawancara dan yang diwawancarai akan membangun kembali ingatan-ingatan tersebut.&lt;br /&gt;Tehnik Wawancara&lt;br /&gt;- Menguasai permasalahan&lt;br /&gt;Ini penting karena untuk menghindari miss-understanding antara pewawancara dengan yang diwawancarai.&lt;br /&gt;- Ajukan pertanyaan yang lebih spesifik&lt;br /&gt;Pertanyaan yang lebih spesifik akan lebih membantu dan mempermudah dalam mengarahkan topik pembicaraan.&lt;br /&gt;- Jangan menggurui&lt;br /&gt;Karena wawancara bukan proses tanya-jawab, tetapi aktifitas membangun ingatan terhadap peristiwa yang baru terjadi atau telah lampau.&lt;br /&gt;Studi Literary&lt;br /&gt;Suatu data tidak hanya dapat diperoleh melalui pengamatan dan wawancara, tapi bisa juga memanfaatkan (melacak) data-data yang sudah terdokumentasikan. Pencarian data-data yang terdokumentasikan itu juga sangat dipertimbangkan tingkat keabsahannya (valid) dan dapat dipertangungjawabkan. Misalnya keppres, tap MPR, undang-undang, tidak mungkin didapatkan melalui pengamatan ataupun wawancara. Kebutuhan data seperti itulah sangat memungkinkan dan merupakan keharusan untuk pencarian data yang terdokumentasikan. Dan biasanya data-data yang seperti itu, validitasnya dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Karena tingkat validitas data itu harus bisa dipertanggungjawabkan maka dalam pencarian data seorang jurnalis harus hati-hati memanfaatkan dokumentasi yang sudah ada.&lt;br /&gt;Pemanfaatan data yang terdokumentasikan tidak terbatas pada undang-undang, keppres. Hasil dari sebuah penelitian, berita di media, arsip, buku, juga bisa dijadikan sebagai data dokumen, tapi juga harus mempertimbangkan validitas dari data-data tersebut.&lt;br /&gt;Sumber-sumber yang bisa dijadikan bahan dalam riset dokumen/studi literer:&lt;br /&gt;Koran/majalah&lt;br /&gt;Koran/majalah menyediakan informasi cukup memadai untuk kebutuhan  riset dokumen. Informasi surat kabar cukup layak dijadikan sumber data otentik (terlepas bila mengandung kesalahan informasi). Riset dokumen yang dilakukan mempelajari terhadap pelbagai pemberitaan dari reportase yang obyektif, teks berita foto (caption), dan tulisan yang mengandung opini.&lt;br /&gt;Teknik penelusuran data melalui koran/majalah&lt;br /&gt;• Melalui sistem kartu indeks perpustakaan&lt;br /&gt;• Melalui sistem kartu indeks yang diterbitkan oleh sindikasi surat kabar&lt;br /&gt;Buku&lt;br /&gt;Pencarian data melalui buku terkait dengan kredibilitas penulisnya, penerbitnya, dan tahun-tahun revisi penerbitannya. Juga memeriksa keterangan seperti data-data statistik yang dikutip, apakah dari abstraksi data yang terbaru. Buku layak dijadikan sumber data karena buku biasanya memuat bahasan-bahasan yang mendalam dan cakupan pemahaman yang luas.&lt;br /&gt;Beberapa referensi buku yang bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;• Kamus&lt;br /&gt;• Ensiklopedi&lt;br /&gt;• Biografi&lt;br /&gt;• Tesis/disertasi&lt;br /&gt;• Jurnal&lt;br /&gt;• Internet&lt;br /&gt;4. Bentuk Penulisan Berita&lt;br /&gt;        Straight News&lt;br /&gt;Straight news atau sering juga disebut berita langsung merupakan bentuk penulisan berita yang paling sederhana. Pasalnya, hanya dengan menyajikan unsur 4 W (what, who, when, where) maka tulisan tersebut bisa langsung menjadi berita. Namun bukan berarti straight news menafikan unsur why dan how. Karena itu bentuk penyajiannya pun juga diatur sedemikian rupa, sehingga khalayak pembaca bisa mengetahui pesan utama yang terkandung dalam berita itu tanpa perlu membaca seluruh isi berita. Pola penulisan straight news sering dipakai oleh media-media massa yang punya masa edar harian. Selanjutnya untuk media-media massa yang terbit berkala lebih banyak memakai pola penulisan features, depht news (indepht reporting maupun investigative reporting).&lt;br /&gt;Permasalahannya sekarang fakta yang bagaimana yang biasanya ditulis dengan bentuk straight news. Tidak semua fakta bisa ditulis dalam bentuk straight news. Karena straght news sangat terikat dengan unsur kebaruan (aktualita). Maka suatu fakta itu ditulis dengan bentuk straight news bila;&lt;br /&gt;1. informasi/berita tentang peristiwa dan bukan fenomena ataupun kasus. Artinya kejadian yang hanya sekali itu saja terjadi. Bukan kejadian yang terjadi secara berkelanjutan. Misalnya kecelakaan lalu lintas, kejahatan, pergantian pejabat negara, dsb.&lt;br /&gt;2. Informasi/berita itu penting untuk segera diketahui khalayak.&lt;br /&gt;3. Baru (aktual)&lt;br /&gt;Karakteristik Straight News&lt;br /&gt;1.  Strukturnya piramida terbalik&lt;br /&gt;Dalam artian teras berita (lead) berupa summary lead, artianya unsur berita what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan) diletakkan dalam lead. Sedang unsur how dan why diletakkan dalam tubuh berita (news body), bila dimungkinkan juga menyajikan fakta-fakta tambahan yang dianggap perlu, sehingga kalau dipandang perlu untuk di ‘cut’ maka tidak akan mempengaruhi isi berita.&lt;br /&gt;2.  Deskripsinya lugas, hanya mengemukakan fakta-fakta yang perlu untuk kejelasan berita.&lt;br /&gt;3.  Irama atau lenggang cerita terkesan terburu-buru.&lt;br /&gt; Depth News&lt;br /&gt;Tulisan ini lazim disebut ‘laporan mendalam’, digunakan untuk menuliskan permasalahan (yang penting dan menarik) secara lebih lengkap, bersifat mendalam dan analitis, dimensinya lebih luas. Yang dijadikan berita biasanya suatu kasus ataupun fenomena. Laporan ini ditulis berdasar hasil liputan terencana, dan membutuhkan waktu panjang. Karena merupakan hasil liputan terencana, maka diperlukan persiapan yang matang, sehingga dalam penulisan in-depht reporting ini  dibutuhkan out line sebagai kerangka acuan dalam penggalian data sampai analisa data. &lt;br /&gt;Dalam depht news materi penulisan berita penekanannya pada unsur how (bagaimana) dan why (mengapa). Mencari dan memaparkan jawaban how dan why secara lebih rinci dan banyak dimensi.&lt;br /&gt; Karakteristik Depth News&lt;br /&gt;1. Strukturnya balok tegak.&lt;br /&gt;2. Deskripsinya analitis, banyak mengungkapkan fakta-fakta penting dan pendukung untuk kejelasan berita. &lt;br /&gt;3. lenggang cerita mengikat (berkesinambungan) antara paragraf sebelum dan sesudahnya.&lt;br /&gt;4. Lebih mendalam dalam menguraikan fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pembuatan Perencanaan Liputan (Outline)&lt;br /&gt;Karena pemberitaan model depht-news lebih menekankan pada unsur why dan how, maka dibutuhkan kedalaman dalam mengurai suatu realitas. Supaya dalam penguraian realitas tidak terjadi pembiasan/pelebaran, dalam artian tetap fokus dalam mengurai suatu realitas, maka amat dibutuhkan kerangka (outline) sebagai acuan dalam mengurai realitas, mulai dari pengumpulan/penggalian data sampai penganalisaan data, sebelum dijadikan tulisan. &lt;br /&gt;Adapun dalam pembuatan out-line, kita tidak kosong terhadap realitas (kasus atau fenomena) yang akan diurai. Pengetahuan awal tentang fenomena yang akan diurai akan sangat membantu dalam pembacaan fenomena tersebut. Karena tidak mungkin seluruh uraian fenomena disajikan dalam tulisan, maka dalam out-line ditentukan sisi mana (angle) yang akan diurai dan disajikan secara mendalam.&lt;br /&gt;Adapun angle dimaksudkan sebagai penentu batasan-batasan fenomena yang akan diurai sehingga dalam mengurai dan menganalisa sebuah fenomena tetap terfokus pada batasan yang direncanakan dan tidak melebar kemana-mana yang hanya akan menjadikan pembiasan dalam penguraian dan penganalisaan.&lt;br /&gt;Sebagai kerangka acuan dalam liputan mendalam out-line juga memuat perencanaan (ketentuan) data-data yang akan dicari. Dan untuk data yang direncanakan melalui wawancara, ditetukan pula poin-poin pertanyaan (drafting) secara garis besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Feature&lt;br /&gt;Ini lazim disebut ‘berita kisah’ atau cerita pendek non-fiksi. Dikatakan non-fiksi karena tetap berdasarka pada fakta. Feature juga sering disebut sebagai berita ringan (soft news) karena gaya penulisannya indah memikat, naratif, prosais, imajinatif, dan bahasanya lugas.&lt;br /&gt;Biasanya feature ini mengungkapkan suatu peristiwa (realita sosial) yang biasanya tidak terlalu menjadi perhatian publik dan isinya lebih menekankan pada sisi human interest (menarik minat dan perasaan khalayak pembaca). Model features dalam penulisan berita tidak terikat aktualitas.&lt;br /&gt;Namun dalam menulis dengan model features dibutuhkan kepekaan dan ketajaman menangkap fenomena dalam realitas sosial melalui pengamatan dan wawancara yang mendalam, serta riset dokumentasi yang cermat.&lt;br /&gt;Ragam features&lt;br /&gt;1. Historical features&lt;br /&gt;Menceritakan kejadian-kejadian yang menonjol pada waktu yang telah lewat, namun masih tetap mempunyai nilai human interest.&lt;br /&gt;2. Profile features&lt;br /&gt;Mengemukakan pengalaman pribadi seorang atau kelompok. Khalayak pembaca bisa mengetahui sepak terjang tokoh tersebut, motivasinya, wawasannya, kerangka berpikirnya. Dan dikemas seolah-olah ‘kisah pengakuan diri’ dari orang yangbersangkutan.&lt;br /&gt;3. Adventures features&lt;br /&gt;Menyajikan kejadian unik dan menarik yang dialami seseorang atau kelompok dalam perjalanan ke suatu daerah tertentu, baik tentang alam maupun masyarakat.&lt;br /&gt;4. Trend features&lt;br /&gt;Mengungkapkan kisah tentang kehidupan sekelompok anak manusia ataupun perubahan gaya hidupnya dalam proses transformasi sosial.&lt;br /&gt;5. Seasonal features&lt;br /&gt;Mengisahkan aspek baru dari suatu peristiwa teragenda, seperti saat lebaran, natal, peringatan hari lahir tokoh nasional dan sebagainya.&lt;br /&gt;6. How-to-do-it features&lt;br /&gt;Mengungkapkan bagaimana suatu perbuatan atau kegiatan dilakukan, seperti tulisan tentang pemanfaatan daun sereh sebagai obat keluarga atau bagaimana cara menghapuskan virus komputer. &lt;br /&gt;7. Explanatory/Backgrounder features&lt;br /&gt;mengisahkan sesuatu yang terjadi dibalik peristiwa atau penjelasan mengapa hal itu terjadi, misalkan tentang pemogokan buruh, mengapa pemogokan itu terjadi, sebab apa yang melatarbelakangi pemogokan.&lt;br /&gt;8. Human Interest features&lt;br /&gt;menceritakan tentang kisah hidup anak manusia yang menyentuh perasaan, seperi seorang mahasiswa yang terus kuliah dengan mengandalkan hasil keringatnya sendiri. Penulisan ini ditekankan pada tingkah laku hidupnya bukan personnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik features&lt;br /&gt;1. Teras berita (lead) bebas asal tetap menarik.&lt;br /&gt;2. Strukturnya bebas tapi tetap ringkas dan terus menarik.&lt;br /&gt;3. Bagian akhir tulisan dapat meninggalkan kesan pada pembaca, artinya dapat membuat pembaca tersenyum, tertawa, berdecap. Bagian akhir yang demikian dinamakan punch.&lt;br /&gt;4. lenggang cerita terkesan santai.&lt;br /&gt;5. Deskripsi bervariasi, mengemukakan detil-detil yang menyentuh atau membangkitkan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Opini&lt;br /&gt;Bila berita sebagai hasil konstruksi dari peristiwa (fakta) dan dituntut obyektif dalam penyajiannya, maka tidak demikian halnya dengan opini. Opini bukan merupakan kontruksi peristiwa, tetapi lebih pada penilaian terhadap peristiwa (fakta), jadi terdapat unsur-unsur subyektifitas penulis dalam penyajiannya. Pun penulisannya tidak didasarkan pada 5W + 1H sebagaimana berita.&lt;br /&gt;Langkah awal yang harus dilakukan sebelum mengumpulkan bahan dan menulis opini adalah menentukan tema (problema yang akan diurai). Tema merupakan bentangan benang-merah dalam benak penulis yang menggambarkan tujuan tulisan. Merupakan gagasan pokok. Tanpa tema tulisan opini tidak akan utuh dan tidak menentu arahnya. Ada berbagai macam bentuk penulisan opini dalam jurnalistik yakni, artikel; kolom; essai; resensi. Beberapa bentuk tulisan tersebut lazimnya merupakan ruang bagi pembaca media.  &lt;br /&gt;Selain bentuk-bentuk tersebut masih ada penulisan lain yang disebut opini. Namun, opini ini lebih merupakan pendapat media bersangkutan terhadap realitas yang berkembang. Salah satunya adalah Editorial/Tajuk yang merupakan penilaian atau analisa dari redaksi tentang situasi dan berbagai masalah. Juga ada pojok, ia merupakan tulisan yang berupa sentilan, sindiran, terhadap suatu realitas yang ditulis dengan gaya satire, lucu, kocak. Dan karikatur juga merupakan penilain redaksi terhadap realitas, ia tidak jauh beda dengan pojok, namun diungkapkan melalui gambar/kartun.&lt;br /&gt;Syarat Opini&lt;br /&gt;• Orisinil&lt;br /&gt;• Faktual, Aktual&lt;br /&gt;• Bersifat ilmiah populer bukan ilmiah teknis&lt;br /&gt;• Sistematis&lt;br /&gt;• Mengandung gagasan/ide&lt;br /&gt;• Menggunakan bahasanya yang baik dan benar (sesuai dengan kaidah bahasa, baik Indonesia maupun serapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tajuk Rencana (Editorial)&lt;br /&gt;Suatu karya tulis yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu fakta/realitas, karena merupakan pandangan redaksi maka tajuk bersangkutan dengan penilaian redaksi. Tajuk Rencana memuat fakta dan opini yang disusun secara ringkas dan logis.&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan dalam membuat tajuk&lt;br /&gt;• Judul yang sifatnya mengimbau pembaca.&lt;br /&gt;• Kalimat untuk lead (paragraf awal) tidak terlalu panjang.&lt;br /&gt;• Kalimat pada paragraf akhir menggemakan judul dan lead serta mempertegas problem yang dikupas.&lt;br /&gt;Tajuk rencana yang baik mengandung keseimbangan antara hasil karya seorang ilmuan dan seorang seniman.&lt;br /&gt;Dengan jiwa ilmuan, dimaksudkan dalam menentukan dan menganalisa problema bersifat logis, sangat mempertimbangkan temuan-temuan dalam mengurai problem. Dengan semangat seniman, dimaksudkan lebih pada penyajikan hasil analisa dalam bentuk tulisan agar lebih enak dibaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Artikel&lt;br /&gt;Merupakan karya jurnalistik yang menyerupai karya ilmiah. Ada juga yang mengatakan artikel merupakan karya ilmiah. Kenapa? Dalam artikel susunan penulisannya seperti halnya karya ilmiah: ada batasan-batasan permasalahan yang diungkapkan untuk selanjutnya diurai dalam tulisan, juga dimungkinkan ada problem solving. Bahasa yang digunakan adalah bahasa-bahasa ilmiah-baku, namun tidak kaku. Jadi dalam menulis artikel langkah utama adalah menentukan permasalahan yang akan diurai (tema). Mensistematiskan supaya lebih mudah untuk ditarik benang–merah. Ini perlu diperhatikan dalam menulis artikel.&lt;br /&gt;Tema dalam artikel bisa berupa apa saja, dari teknologi sampai politik, dari masalah yang paling kecil sampai yang paling besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kolom/ Essai&lt;br /&gt;Sama halnya dengan artikel, menulis kolom diperlukan menentukan permasalahan yang akan diurai, juga sistematisasi permasalahan untuk ditarik benang-merah. Ini dimaksudkan untuk menjadikan tulisan lebih terarah. Dalam penulisannya, kolom tidak seketat seperti di artikel. Bahasa yang digunakan lebih lentur, mudah  dipahami, terkesan santai dalam memaparkan idenya. &lt;br /&gt;Dalam essai lebih longgar lagi, dan tulisannya lebih pendek dari kolom. Biasanya karakter penulis tercerminkan dalam tulisan essai, kekhasan personal lebih ditonjolkan. Sama halnya dengan kolom dalam memaparkan idenya terkesan santai, bahasanya lentur, alur bahasan lebih lugas. Juga seperti halnya dalam penulisan opini yang lain ada permasalahan yang diuraikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Resensi&lt;br /&gt;Resensi merupakan bentuk tulisan dalam hal penggambaran/analisa terhadap sebuah teks. Teks disini bisa berupa buku, film, teater, maupun lagu. Sebagian menyebut resensi sama halnya dengan sinopsis, penggambaran secara global tentang teks. Tapi sebenarnya tidak sama, karena dalam resensi ada sedikit sentuhan analisa penulis. Dan seorang resensor harus berlaku seobyektif mungkin dalam menggambarkan/menganalisa teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Penulisan Berita&lt;br /&gt;Membuat Judul&lt;br /&gt;Judul berita memang bukan hal yang urgen dalam penulisan berita. Tapi bisa menjadi hal yang vital. Sebelum membaca isi berita pembaca cenderung membaca judulnya lebih awal. Ketika judul tidak menarik, pembaca akan enggan untuk membaca isi berita.&lt;br /&gt;Maka usahakan dalam membuat judul mudah dimengerti dengan sekali baca, juga menarik, sehingga mendorong pembaca mengetahui lebih lanjut isi berita/tulisan. Tapi judul yang menarik belum tentu benar dalam kaidah penulisan judul. Pada dasarnya judul seharusnya mencerminkan isi berita. Jadi disamping mencerminkan isi dan menarik, judul perlu kejelasan asosiatif setiap unsur subyek, obyek dan keterangan.&lt;br /&gt;Selain itu dalam menuliskan judul juga bisa menggunakan kalimat langsung, artinya mengutip langsung ungkapan dari nara sumber. Biasanya suatu pernyataan itu mengarah pada subyek yang melontarkan, untuk menjelaskan subyek (nama nara sumber, atau sebuah kegiatan) maka digunakan kickers (pra-judul). Atau jika tidak menggunakan kickers, penulisan judul di dalam dua tanda petik.&lt;br /&gt;Lead&lt;br /&gt;Lead merupakan paragraf awal dalam tulisan berita yang berfungsi sebagai kail sebelum masuk pada uraian dalam tulisan berita.&lt;br /&gt;Ada beberapa macam lead yang biasa digunakan dalam menulis berita:&lt;br /&gt;1. Lead Ringkasan : Biasanya dipakai dalam penulisan “berita keras”. Yang ditulis hanya inti beritanya saja. Sedangkan interesting reader diserahkan kepada pembaca. Lead ini digunakan karena adanya persoalan yang kuat dan menarik. &lt;br /&gt;2. Lead Bercerita : Ini digemari oleh penulis cerita fiksi karena dapat menarik dan membenamkan pembaca dalam alur yang mengasyikkan. Tekniknya adalah membiarkan pembaca menjadi tokoh utama dalam cerita.&lt;br /&gt;3. Lead Pertanyaan : Lead ini efektif apabila berhasil menantang pengetahuan pembaca mengenai permasalahan yang diangkat.&lt;br /&gt;4. Lead Menuding Langsung : Biasanya melibatkan langsung pembaca secara pribadi, rasa ingin tahu mereka sebagai manusia diusik oleh penudingan lead oleh penulis.&lt;br /&gt;5. Lead Penggoda : Mengelabui pembaca dengan cara bergurau. Tujuan utamanya menggaet perhatian pembaca dan menuntunnya supaya membaca habis cerita yang ditawarkan. &lt;br /&gt;6. Lead Nyentrik : Lead yang menggunakan puisi, pantun, lagu atau yang lain. Tujuannya menarik pembaca agar menuntaskan cerita yang kita tawarkan. Gaya lead ini sangat khas dan ekstrim dalam bertingkah.&lt;br /&gt;7. Lead Deskriptif : Menciptakan gambaran dalam pikiran pembaca tentang seorang tokoh atau suatu kejadian. Lead ini banyak digemari wartawan ketika menulis feature profil pribadi.&lt;br /&gt;8. Lead Kutipan : Lead yang mengutip perkataan, statement, teori dari orang terkenal.&lt;br /&gt;9. Lead Gabungan : Lead yang menggabungkan dua atau lebih macam lead yang sudah ada. Semisal lead kutipan digabung dengan lead deskriptif.&lt;br /&gt;Ending&lt;br /&gt;Untuk penutup atau ending story, ada beberapa jenis :&lt;br /&gt;1. Penyengat : Penutup yang biasanya diakhiri kata-kata yang mengagetkan pembaca dan membuatnya seolah-olah terlonjak.&lt;br /&gt;2. Klimaks : Penutup ini ditemukan pada cerita yang ditulis secara kronologis.&lt;br /&gt;3. Tidak Ada Penyelesaian : Penulis mengakhiri cerita dengan memberikan sebuah pertanyaan pokok yang tak terjawab. Jawaban diserahkan kepada pembaca untuk membuat solusi atau tanggapan tentang permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;Alur Penulisan&lt;br /&gt;Kita sering membaca sebuah tulisan, tapi setelah selesai kita tidak tahu apa yang dikatakan dan dimaksud oleh tulisan tersebut. Dalam kasus ini sebagai penulis ia gagal menyampaikan ide/pikirannya pada pembaca. Ada dua kemungkinan kenapa pembaca tidak memahami tulisan tersebut. Pertama, bahasa yang digunakan penulis. Kedua, alur tulisan yang tidak terarah. Jika yang terjadi adalah faktor yang kedua maka penulis telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. &lt;br /&gt;Seperti halnya bercerita, menulis juga membutuhkan alur agar tulisan tersusun secara sistematis dan jelas apa yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan sebagai alur penulisan&lt;br /&gt;1. sebab-akibat&lt;br /&gt;2. akibat-sebab&lt;br /&gt;3. deskriptif-kronologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bahasa Jurnalistik*&lt;br /&gt;Bahasa jurnalistik sewajarnya didasarkan atas kesadaran terbatasnya ruangan dan waktu. Salah satu sifat dasar jurnalisme menghendaki kemampuan komunikasi cepat dalam ruang dan waktu yang relatif terbatas. Dengan demikian dibutuhkan suatu bahasa jurnalistik yang lebih efisien. Dengan efisien dimaksudkan lebih hemat dan lebih jelas. &lt;br /&gt;Asas hemat dan jelas ini penting buat seorang jurnalis dalam usaha ke arah efisiensi dan kejelasan dalam tulisan. &lt;br /&gt;Penghematan diarahkan ke penghematan ruangan dan waktu. Ini bisa dilakukan di dua lapisan: (1) unsur kata, dan (2) unsur kalimat.&lt;br /&gt; Penghematan Unsur Kata&lt;br /&gt;1. Beberapa kata Indonesia sebenarnya bisa dihemat tanpa mengorbankan tatabahasa dan jelasnya arti. Misalnya: &lt;br /&gt;agar supaya menjadi agar, supaya &lt;br /&gt;akan tetapi menjadi tapi &lt;br /&gt;apabila  menjadi bila &lt;br /&gt;sehingga menjadi hingga &lt;br /&gt;meskipun menjadi meski &lt;br /&gt;walaupun menjadi walau&lt;br /&gt;tidak  menjadi tak &lt;br /&gt;(kecuali di ujung kalimat atau berdiri sendiri) &lt;br /&gt;2. Kata daripada atau dari pada juga sering bisa disingkat jadi dari.&lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;“Keadaan lebih baik dari pada zaman sebelum perang”, menjadi “Keadaan lebih baik dari sebelum perang”. Tapi mungkin masih janggal mengatakan: “Dari hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang”. &lt;br /&gt;3. Beberapa kata mempunyai sinonim yang lebih pendek. Misalnya: &lt;br /&gt;kemudian = lalu &lt;br /&gt;Makin = kian &lt;br /&gt;terkejut = kaget &lt;br /&gt;sangat = amat &lt;br /&gt;demikian = begitu &lt;br /&gt;sekarang = kini &lt;br /&gt;Catatan: Dua kata yang bersamaan arti belum tentu bersamaan efek, sebab bahasa bukan hanya soal perasaan. Jadi dalam soal memilih sinonim pendek perlu mempertimbangkan rasa bahasa. &lt;br /&gt; Penghematan Unsur Kalimat&lt;br /&gt;Lebih efektif dari penghematan kata ialah penghematan melalui struktur kalimat. Banyak contoh pembikinan kalimat dengan pemborosan kata. &lt;br /&gt;1. Pemakaian kata yang sebenarnya tak perlu, di awal kalimat; &lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;• “Adalah merupakan kenyataan, bahwa percaturan politik internasional berubah-ubah setiap zaman”. (Bisa disingkat: “Merupakan kenyataan, bahwa ...”) &lt;br /&gt;• “Apa yang dikatakan Wijoyo Nitisastro sudah jelas”. (Bisa disingkat: “Yang dikatakan Wijoyo Nitisastro”). &lt;br /&gt;2. Pemakaian apakah atau apa (mungkin pengaruh bahasa daerah) yang sebenarnya bisa ditiadakan: &lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;• “Apakah Indonesia akan terus tergantung pada bantuan luar negeri”? (Bisa disingkat: “Akan terus tergantungkah Indonesia“). &lt;br /&gt;• “Baik kita lihat, apa(kah) dia di rumah atau tidak”. &lt;br /&gt;(Bisa disingkat: "Baik kita lihat, dia di rumah atau tidak"). &lt;br /&gt;3. Pemakaian dari sepadan dengan of (Inggris) dalam hubungan milik yang sebenarnya bisa ditiadakan; juga daripada &lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;• “Dalam hal ini pengertian dari Pemerintah diperlukan”. (Bisa disingkat: “Dalam hal ini pengertian Pemerintah diperlukan”.&lt;br /&gt;• “Sintaksis adalah bagian daripada tatabahasa”. (Bisa disingkat: “Sintaksis adalah bagian tatabahasa”). &lt;br /&gt;4. Pemakaian untuk sepadan dengan to (lnggris) yang sebenamya bisa ditiadakan: Misalnya: &lt;br /&gt;• “Uni Soviet cenderung untuk mengakui hak-hak India”. (Bisa disingkat: “Uni Soviet cenderung mengakui...).&lt;br /&gt;• “Pendirian semacarn itu mudah untuk dipahami”. (Bisa disingkat: “Pendirian semacam itu mudah dipaharni”).&lt;br /&gt;• “GINSI dan Pemerintah bersetuju untuk memperbaruhi prosedur barang-barang modal” (Bisa disingkat: “GINSI dan Pemerintah bersetuju memperbarui”). &lt;br /&gt;Catatan: &lt;br /&gt;Dalam kalimat: “Mereka setuju untuk tidak setuju”, kata untuk demi kejelasan dipertahankan.&lt;br /&gt;5. Pemakaian adalah sepadan dengan is atau are (Inggris) tak selamanya perlu:&lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;• “Kera adalah binatang pemamah biak” (Bisa disingkat “Kera binatang pemamah biak”). &lt;br /&gt;Catatan: Dalam struktur kalimat lama, adalah ditiadakan, tapi kata itu ditambahkan, misalnya dalam kalimat: “Pikir itu pelita hati”. Kita bisa memakainya, meski lebih baik dihindari. Misalnya kalau kita harus menerjemahkan “Man is a better driver than woman”, bisa mengacaukan bila disalin: “Pria itu pengemudi yang lebih baik dari wanita”. &lt;br /&gt;6. Pembubuhan akan, telah, sedang sebagai penunjuk waktu sebenarnya bisa dihapuskan, kalau ada keterangan waktu. Misalnya: &lt;br /&gt;• “Presiden besok akan meninjau pabrik ban Goodyear”. (Bisa disingkat: “Presiden besok meninjau pabrik”).&lt;br /&gt;• “Tadi telah dikatakan.....” (Bisa disingkat: “Tadi dikatakan”) &lt;br /&gt;• “Kini Clay sedang sibuk mempersiapkan diri”. (Bisa disingkat: “Kini Clay mempersiapkan diri”). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pembubuhan bahwa sering bisa ditiadakan: &lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;• “Gubemur Ali Sadikin membantah desas-desus yang mengatakan bahwa ia akan diganti”.&lt;br /&gt;• “Tidak diragukan lagi bahwa ia lah orangnya yang tepat”. (Bisa disingkat: “Tak diragukan lagi, ia lah orangnya yang tepat”). &lt;br /&gt;Catatan: Sebagai ganti bahwa ditaruhkan koma, atau pembuka (:), bila perlu.&lt;br /&gt;8. Yang, sebagai penghubung kata benda dengan kata sifat, kadang juga bisa ditiadakan dalam konteks kalimat tertentu. &lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;• “Indonesia harus menjadi tetangga yang baik dari Australia”. (Bisa disingkat: “Indonesia harus menjadi tetangga baik Australia”). &lt;br /&gt;• “Kami adalah pewaris yang sah dari kebudayaan dunia”. &lt;br /&gt;9. Pembentukan kata benda (ke + .... + an atau pe + .... + an) yang berasal dari kata kerja atau kata sifat, kadang, meski tak selamanya, menambah beban kalimat dengan kata yang sebenarya tak perlu. &lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;•  “PN Sandang menderita kerugian Rp 3 juta”. (Bisa dirumuskan: “PN Sandang rugi Rp 3 juta”).&lt;br /&gt;• “Ia telah tiga kali melakukan penipuan terhadap saya” (Bisa disingkat: "Ia telah tiga kali menipu saya”). &lt;br /&gt;Kejelasan &lt;br /&gt;Setelah dikemukakan 16 pasal yang merupakan pedoman dasar penghematan dalam menulis, di bawah ini pedoman dasar kejelasan dalam menulis. Menulis secara jelas membutuhkan dua prasyarat: &lt;br /&gt;1. Si penulis harus memahami betul soal yang mau ditulisnya, bukan pura-pura paham atau belum yakin benar akan pengetahuannya sendiri. &lt;br /&gt;2. Si penulis harus punya kesadaran tentang pembaca. &lt;br /&gt; Kejelasan Unsur Kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berhemat dengan kata-kata asing.&lt;br /&gt;Dewasa ini begitu derasnya arus istilah-istilah asing dalam pers kita. Misalnya: income per capita, Meet the Press, steam-bath, midnight show, project officer, two China policy, floating mass, program-oriented, floor-price, City Hall, upgrading, the best photo of the year, reshuffle, approach, single, seeded dan apa lagi. Kata-kata itu sebenarnya bisa diterjemahkan, tapi dibiarkan begitu saja. Sementara diketahui bahwa tingkat pelajaran bahasa Inggris sedang merosot, bisa diperhitungkan sebentar lagi pembaca koran Indonesia akan terasing dari informasi, mengingat timbulnya jarak bahasa yang kian melebar. Apalagi jika diingat rakyat kebanyakan memahami bahasa Inggris sepatah pun tidak.&lt;br /&gt;Sebelum terlambat, ikhtiar menterjemahkan kata-kata asing yang relatif mudah diterjemahkan harus segera dimulai. Tapi sementara itu diakui: perkembangan bahasa tak berdiri sendiri, melainkan ditopang perkembangan sektor kebudayaan lain. Maka sulitlah kita mencari terjemahan lunar module feasibility study, after-shave lotion, drive-in, pant-suit, &lt;br /&gt;technical know-how, backhand drive, smash, slow motion, enterpeneur, boom, longplay, crash program, buffet dinner, double-breast, dll., karena pengertian-pengertian itu tak berasal dari perbendaharaan kultural kita. Walau ikhtiar mencari salinan Indonesia yang tepat dan enak (misalnya bell-bottom dengan “cutbrai”) tetap perlu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghindari sejauh mungkin akronim.&lt;br /&gt;Setiap bahasa mempunyai akronim, tapi agaknya sejak 15 tahun terakhir, pers berbahasa Indonesia bertambah-tambah gemar mempergunakan akronim, hingga sampai hal-hal yang kurang perlu. Akronim mempunyai manfaat: menyingkat ucapan dan penulisan dengan cara yang mudah diingat. Dalam bahasa Indonesia, yang kata-katanya jarang bersukukata tunggal dan yang rata-rata dituliskan dengan banyak huruf, kecenderungan membentuk akronim memang lumrah. “Hankam”, “Bappenas”, “Daswati”, “Humas” memang lebih ringkas dari “Pertahanan &amp; Keamanan”, “Badan Perencanaan Pembangunan Nasional”, “Daerah Swantara Tingkat” dan “Hubungan Masyarakat”. &lt;br /&gt;Tapi kiranya akan teramat membingungkan kalau kita seenaknya saja membikin akronim sendiri dan terlalu sering. Di samping itu, perlu diingat ada yang membuat akronim untuk alasan praktis dalam dinas (misalnya yang dilakukan kalangan ketentaraan), ada yang membuat akronim untuk bergurau, mengejek dan mencoba lucu (misalnya di kalangan remaja sehari-hari: “ortu” untuk “orangtua”; atau di pojok koran: “keruk nasi” untuk “kerukunan nasional”) tapi ada pula yang membuat akronim untuk menciptakan efek propaganda dalam permusuhan politik: (misalnya “Manikebu” untuk “Manifes Kebudayaan”, “Nekolim” untuk “neo-kolonialisme”, “Cinkom” untuk “Cina Komunis”, “ASU” untuk “Ali Surachman”).&lt;br /&gt;Bahasa jumalistik, dari sikap objektif, seharusnya menghindarkan akronim jenis terakhir itu. Juga akronim bahasa pojok sebaiknya dihindarkan dari bahasa pemberitaan, misalnya “Djagung” untuk “Djaksa Agung”, “Gepeng” untuk “Gerakan Penghematan”, “sas-sus” untuk “desas-desus”. Karena akronim bisa mengaburkan pengerian kata-kata yang diakronimkan.&lt;br /&gt;Kejelasan Unsur Kalimat&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam asas penghematan, asas kejelasan juga lebih efektif jika dilakukan dalam struktur kalimat. Satu-satunya untuk itu ialah dihindarkannya kalimat-kalimat majemuk yang paling panjang anak kalimatnya; terlebih-lebih lagi, jika kalimat majemuk itu kemudian bercucu kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Penutup&lt;br /&gt;Semoga panduan materi ini bermanfaat bagi semua pihak. Dan materi ini pastinya sudah banyak mengalami perubahan dan perbaharuan karenanya jika ada kekurangan data dan informasi kami menerima masukan dengan senang hati. Salam persma....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Form@ Fak. Ushuluddin&lt;br /&gt;IAIN Sunan Ampel Surabaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-4774245010785621627?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/4774245010785621627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=4774245010785621627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4774245010785621627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4774245010785621627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/buku-panduan.html' title='BUKU PANDUAN'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-9187763125227488362</id><published>2009-07-11T21:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T21:57:13.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>SEPERTI TARIAN BURUNG CAMAR</title><content type='html'>Tulisan yang hidup adalah senjata penting untuk menaklukkan minat pembaca di tengah persaingan antar media komunikasi yang kian ketat. Mereka dikangeni karena berjiwa -- personal, memiliki sudut pandang yang unik dan cerdas, serta penuh vitalitas. Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak, tangkas dengan kejutan, simple dan elok. Tulisan yang baik adalah hasil ramuan ketrampilan (reporter) menggali bahan penting di lapangan dan kemampuan (redaktur) menuliskannya secara hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUH ELEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun subyeknya, setiap karya jurnalistik yang bagus memiliki setidaknya tujuh unsur.&lt;br /&gt;                        &lt;br /&gt;Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah informasi, bukan bahasa, yang merupakan batu bata penyusun sebuah tulisan yang efektif. ''Prosa adalah arsitektur, bukan dekorasi interior,'' kata Ernest Hemingway. Untuk bisa menulis prosa yang efektif, penulis pertama-tama harus mengumpulkan kepingan informasi serta detil konkret yang spesifik dan akurat -- bukan kecanggihan retorika atau pernik-pernik bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Signifikansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang baik memiliki dampak pada pembaca. Dia mengingatkan pembaca pada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka, kesehatan, kemakmuran maupun kesadaran mereka akan nilai-nilai. Dia memberikan informasi yang ingin dan penting diketahui pembaca. Serta meletakkan informasi itu dalam sebuah perspektif yang berdimensi: mengisahkan apa yang telah, sedang dan akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang sukses biasanya justru pendek, terbatasi secara tegas dan sangat fokus. ''Less is more,'' lagi-lagi kata Hemingway. Umumnya tulisan yang baik hanya mengatakan satu hal. Mereka mengisahkan seorang serdadu atau seorang korban, bukan pertempuran. Memperbincangkan sebuah person, sebuah kehidupan, bukan sebuah kelompok sosio-ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Don't write about Man, write about a man,'' kata Elwyn Brooks White, seorang humoris Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan kemana mengalir, seberapa jauh dampaknya dan seberapa tipikal. Penulis yang tak terlalu piawai menyajikan konteks dalam sebuah kapsul besar secara sekaligus, sehingga sulit dicerna. Penulis yang lebih lihai menggelombangkan konteks ke seluruh cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia suka membaca tulisan tentang manusia lainnya. Jurnalisme menyajikan gagasan dan peristiwa -- trend sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan -- dengan memperkenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Atau dengan menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan akan efektif jika penulisnya mampu mengambil jarak dan membiarkan pembacanya bertemu, berkenalan serta mendengar sendiri gagasan/informasi/perasaan dari manusia-manusia di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Don't say the old lady screamed -- bring her on and let her scream,'' kata Mark Twain, jurnalis dan novelis pengarang The Adventure of Tom Sawyer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang efektif memiliki sebuah bentuk yang mengandung dan --sekaligus -- mengungkapkan cerita. Umumnya berbentuk narasi. Dan sebuah narasi bakal sukses jika memiliki semua informasi yang dibutuhkan pembacanya dan jika ceritanya bisa diungkapkan dalam pola kronologis aksi-reaksi. Penulis harus kreatif untuk menyusun sebuah bentuk yang memungkinkan pembacanya memiliki kesan komplet yang memuaskan, perasaan bahwa segala yang ada dalam tulisan mengalir ke arah konklusi yang tak terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak boleh lupa, bahkan dalam abad komunikasi massa seperti sekarang kegiatan membaca tetap saja bersifat pribadi: seorang penulis bertutur kepada seorang pembaca. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada pembacanya. Majalah/koran yang baik tak ubahnya seperti pendongeng yang memukau. Dan penulis yang baik mampu menghadirkan warna suara yang konsisten ke seluruh cerita, tapi menganekaragamkan volume dan ritme untuk memberi tekanan pada makna.&lt;br /&gt;Secara ringkas, tulisan yang baik mengandung informasi menarik dan berjiwa. Menarik karena penting, terfokus dan berdimensi. Serta berjiwa, karena berwajah, berbentuk dan bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TULISAN YANG MEMBLE: TUJUH KEGAGALAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Gagal menekankan segala yang penting -- seringkali karena gagal meyakinkan bahwa kita memahami informasi yang kita tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Gagal menghadirkan fakta-fakta yang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Gagal memerangi kejemuan pembaca. Terlalu banyak klise, hal-hal yang umum. Tak ada informasi spesifik yang dibutuhkan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Gagal mengorganisasikan tulisan secara baik -- organisasi kalimat maupun keseluruhan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Gagal mempraktekkan tata bahasa secara baik; salah membubuhkan tanda baca dan salah menuliskan ejaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Gagal menulis secara balans, sebuah dosa yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca, atau keengganan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi penulis tentang arah cerita yang benar. Dengan kata lain: menggurui pembaca, elitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•           Semua kegagalan itu bermuara pada kegagalan untuk mengkaitkan diri dengan pembaca. Banyak tulisan akan lebih baik -- dan banyak tulisan yang dianggap sulit akan menjadi lebih mudah -- jika kita ingat bahwa kita tidak sedang menulis sebuah novel besar. Kita hanya mencoba menyalurkan sesuatu kepada mereka yang telah membeli koran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ditulis oleh Farid Gaban     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunday, 23 October 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-9187763125227488362?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/9187763125227488362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=9187763125227488362' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/9187763125227488362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/9187763125227488362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/seperti-tarian-burung-camar.html' title='SEPERTI TARIAN BURUNG CAMAR'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-1698444031541735960</id><published>2009-07-11T21:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T21:53:02.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>Pers dan Tantangan Profesionalisme</title><content type='html'>Sebuah goresan pada tahun 2005 untuk majalah fakultas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini tepatnya hari Rabu tanggal 9 Februari 2005, masyarakat pers Indonesia kembali memperingati Hari Pers Nasional yang ke-59. Dalam usianya yang sudah memasuki seperempat abad ini pers telah berperan penting. Sejarah kemerdekaan bangsa ini pun tak lepas dari peran media masa, ketika itu sebuah satelit radio siaran bernama RRI mengudarakan proklamasi kemerdekaan, dan hinggi kini pers tetap eksis dalam membantu mengisi kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, keberadaan pers di Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan, misalnya pada pemerintahan Soeharto pers terkesan hanya dijadikan sebagai corong orang-orang berkuasa. Namun setelah 32 tahun diperlakukan seperti itu, pers akhirnya mulai berani setelah orde baru berganti reformasi. Dalam sejarah pers di Indonesia tepatnya tahun 1945, pers memang diberikan kebebasan bahkan siapapun diperbolehkan mendirikan media masa tanpa surat izin. Hal ini diperjelas dalam sebuah dokumen dari Departemen Penerangan yang mengisyaratkan bahwa pers harus merdeka, sehingga kebebasan manusia tidak akan terampas dari negara yang mengklaim sebagai negara demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers pun akhirnya hadir sebagai sarana ekspresi masyarakat dan bukan sekedar sarana kumpulan manusia tertentu. Lain halnya dengan jurnal yang diterbitkan oleh Asosiasi Perdagangan, lembaga-lembaga komersial atau pers pada rezim orde baru yang hanya menjadi sarana ekspresi bagi kelompok sosial tertentu dan tidak mewakilli sudut pandang opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan pers adalah bagian dari tuntutan para insan pers. Tapi ironisnya itikad baik memberikan kebebasan itu dijadikan sebagai legitimasi tindakan amoral dan kriminalitas. Era ini banyak pers yang telah berkontribusi terhadap kebobrokan moral bangsa Indonesia. Sebut saja berbagai film mistik, tayangan yang menonjolkan aurat, serta tayangan maupun berita kriminalitas yang bebas sensor, sehingga bisa menimbulkan masalah baru yaitu suburnya kriminal dalam bentuklainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, ada sisi positif dari kebebasan pers adalah suburnya jumlah media masa yang juga diikuti oleh rasa keterbukaan memberikan pendapat, termasuk dalam hal ini hak jawab bagi pihak yang merasa dirugikan. Kemajuan dunia pers ini memang perlu diacungi jempol. Dalam catatan PWI Pusat penerbitan pers di Indonesia yang mampu bertahan saat ini sekitar 800 penerbitan. Sementara stasiun radio secara nasional mengalami pertumbuhan luar biasa yakni terdiri dari 1.200 stasiun radio siaran. Dari jumlah itu bukan sesuatu hal yang muluk-muluk jika kebebasan pers diminta melangkah lebih profesional..! Tidak hanya memunculkan password kebebasan yang kebablasan, namun juga harus di lingkari dengan kebebasan yang bertanggung jawab. Setidaknya pers mampu hadir mendukung perbaikan moral, paradigma serta kesalehan sosial di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian kita memang harus berani bilang bahwa dalam dinamikanya pers di Indonesia masih dalam proses pendewasaan. Namun bukan berarti sejumlah kelemahan, distorsi dan penyelewengan dijadikan pemakluman. Sudah ada Undang-Undang Pers sebagai payung hukum yang harus di patuhi dan dilaksanakan agar informasi yang diberikan bukan hanya manfaat, tetapi juga akurat dan dapat dipercaya. Karena itu dibutuhkan sebuah titik temu atau keseimbangan antara kebebasan yang dimiliki media massa dan garis batas yang boleh dilaluinya. Keseimbangan itu harus dibuat dengan tanggung jawab dan profesionalisme kerja. Wallahua'lam bishawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-1698444031541735960?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/1698444031541735960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=1698444031541735960' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1698444031541735960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1698444031541735960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/pers-dan-tantangan-profesionalisme.html' title='Pers dan Tantangan Profesionalisme'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-8515525050530469277</id><published>2009-07-01T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T20:20:05.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Biografi Syeikh Taqiyyudin An Nabhani</title><content type='html'>1. Nasab&lt;br /&gt;Beliau adalah Muhammad Taqiyuddin an-Nabhani Ibrahim bin Mustafa bin Ismail bin Yusuf al-Nabhani, keturunan Kabilah Bani Nabhan dari Arab pedalaman Palestina, mendiami kampung Ijzim, masuk wilayah Haifa, Palestina Utara. Secara turun temurun Bani Nabhan dikenal sebagai keluarga yang spiritualistic dan sufistik.&lt;br /&gt;2. Kelahiran dan pertumbuhan&lt;br /&gt;Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani dilahirkan di daerah Ijzim pada tahun 1908. Ia mendapat didikan ilmu dan agama di rumah ayahnya sendiri, seorang syaikh yang faqih fiddin. Ayahnya seorang pengajar ilmu-ilmu syariat di Kementrian Pendidikan Palestina. Ibu beliau juga menguasai beberapa cabang ilmu syariat yang diperoleh dari ayahnya, Syaikh Yusuf bin Ismail bin Yusuf al-Nabhani. Syaikh Yusuf ini adalah seorang qadi (hakim), penyair, sastrawan, dan salah seorang ulama terkemuka dalam Daulah Utsmaniyah. Mengenai Syaikh Yusuf al-Nabhani, beberapa penulis biografi menyebutkan sebagaimana  yang dikutip oleh Ihsan Samarah sebagai berikut:&lt;br /&gt;“(Dia adalah) Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Hasan bin Muhammad al-Nabhani asy-Syafi’i. Julukannya Abul Mahasin. Dia adalah seorang penyair, sufi, dan salah seorang qadhi yang terkemuka. Dia menangani peradilan (qadho’) di Qushbah Janih, termasuk wilayah Nablus. Kemudian beliau berpindah ke Konstantinopel (Istambul) dan diangkat sebagai qadhi untuk menangani peradilan di Sinjiq yang termasuk wilayah Moshul. Dia kemudian menjabat sebagai ketua Mahkamah Jaza’ di al-Ladziqiyah, kemudian di al-Quds. Selanjutnya dia menjabat sebagai ketua Mahkamah Huquq di Beirut. Dia menulis banyak kitab yang jumlahnya mencapai 80 buah.”&lt;br /&gt;Suasana keagamaan yang kental seperti itu mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian dan pandangan hidup Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani selanjutnya. Beliau telah hafal al-Qur'an seluruhnya dalam usia yang amat muda, yaitu di bawah usia 13 tahun.&lt;br /&gt;Beliau banyak mendapat pengaruh dari kakeknya, Syaikh Yusuf al-Nabhani, dan menimba ilmu yang luas. Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani juga sudah mulai mengerti masalah-masalah politik yang penting, mengingat kakeknya mengalami langsung peristiwa-peristiwa penting tersebut karena mempunyai hubungan erat dengan para penguasa Daulah Usmaniyah saat itu.&lt;br /&gt;Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani banyak mendapat pelajaran dari majelis-majelis dan diskusi-diskusi fiqih yang diselenggarakan oleh sang kakek, Syeikh Yusuf al-Nabhani. Kecerdasan dan kecerdikan Taqiyuddin  yang nampak saat mengikuti majelis-majelis ilmu tersebut telah menarik perhatian kakeknya.&lt;br /&gt;Oleh karenanya, Syeikh Yusuf begitu memperhatikan Taqiyuddin dan berusaha meyakinkan ayahnya, Syaikh Ibrahim bin Musthafa, mengenai perlunya mengirim Taqiyuddin ke al-Azhar untuk melanjutkan pendidikannya dalam ilmu Syari’ah.&lt;br /&gt;3. Ilmu dan pendidikan&lt;br /&gt;Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani menerima pendidikan dasar-dasar ilmu syariat dari ayah dan kakeknya, yang telah mengajarkan hafalan al-Qur'an sehingga beliau hafal al-Qur'an seluruhnya sebelum baligh. Di samping itu, beliau juga mendapatkan pendidikannya di sekolah-sekolah negeri ketika bersekolah di sekolah dasar di daerah Ijzim.&lt;br /&gt;Kemudian Syeikh Taqiyuddin berpindah ke sebuah sekolah di Akka untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah. Sebelum menamatkan sekolahnya di Akka, beliau telah bertolak ke Kairo untuk meneruskan pendidikannya di al-Azhar, guna mewujudkan dorongan kakeknya, Syeikh Yusuf al-Nabhani.&lt;br /&gt;Taqiyuddin kemudian meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah al-Azhar pada tahun 1928 dan pada tahun yang sama. Beliau meraih Ijazah dengan predikat sangat memuaskan (mumtaz atau cum laude). Lalu beliau melanjutkan studinya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang al-Azhar. Di samping itu, belaiu juga banyak menghadiri halaqah-halaqah ilmiah di al-Azhar yang diikuti oleh syaikh-syaikh al-Azhar, semisal Syaikh Muhammad al-Hidhir Husain—rahmatulah—seperti yang pernah disarankan oleh kakeknya. Hal itu dimungkinkan karena sistem pengajaran lama di al-Azhar membolehkannya.&lt;br /&gt;Meskipun Syeikh Taqiyuddin menghimpun sistem al-Azhar lama dengan Darul Ulum, akan tetapi beliau tetap menampakkan keunggulan dan keistimewaan dalam kesungguhan dan ketekunan belajar. Syeikh Taqiyuddin an Nabhani telah menarik perhatian kawan-kawan dan dosen-dosennya karena kecermatannya dalam berpikir dan kuatnya pendapat serta hujjah yang beliau lontarkan dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi pemikiran yang diselenggarakan oleh lembaga ilmu yang ada saat itu di Kairo dan di negeri-negeri Islam lainnya. Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani menamatkan kuliahnya di Darul Ulum pada tahun 1932. Pada tahun yang sama beliau juga menamatkan pula kuliahnya di al-Azhar ash-Sharif menurut sistem lama, di mana mahasiswanya dapat memilih beberapa Syaikh al-Azhar dan menghadiri halaqah-halaqah mereka mengenai bahasa Arab dan ilmu-ilmu syariat seperti fiqih, ushul fiqih, hadith, tafsir, tawhid (ilmu kalam), dan yang sejenisnya.&lt;br /&gt;Dalam forum-forum halaqah ilmiah tersebut, Taqiyuddin an-Nabhani dikenal oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabat terdekatnya dari kalangan al-Azhar sebagai sosok yang mempunyai pemikiran yang cermat, dengan pendapat yang kokoh. Pemahaman dan pemikiran yang mendalam, serta berkemampuan tinggi untuk meyakinkan orang dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi pemikiran. Demikian juga beliau sangatlah bersungguh-sungguh (tekun, dan bersemangat dalam memanfaatkan waktu guna menimba ilmu dan belajar).&lt;br /&gt;Ijazah yang beliau raih, di antaranya adalah ijazah Tsanawiyah al-Azhariyah, Ijazah al-Ghuraba’ dari al-Azhar, Diploma Bahasa dan Sastra Arab dari Dar al-Ulum, Ijazah dalam Peradilan dari Ma’had al-‘Ali li al-Qada’ (sekolah tinggi peradilan), salah satu cabang al-Azhar. Pada tahun 1932 ia meraih Shahadah al-‘Alamiyyah (Ijazah internasional) Syariah dari Universitas al-Azhar as-Syarif dengan predikat excellent.&lt;br /&gt;4. Bidang-Bidang Aktivitas&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan pendidikannya, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani kembali ke Palestina untuk kemudian bekerja di Kementrian Pendidikan Palestina sebagai seorang guru di sebuah sekolah menengah atas negeri di Haika. Di samping juga mengajar di sebuah Madrasah Islamiyah di Haika. Beliau sering berpindah-pindah lebih dari satu kota dan sekolah semenjak tahun 1932 sampai tahun 1938, ketika beliau mengajukan permohonan untuk bekerja di Mahkamah Syariah. Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani lebih mengutamakan bekerja di bidang peradilan (qadha’) karena belaiu menyaksikan pengaruh imperialis Barat dalam bidang pendidikan yang lebih besar daripada bidang peradilan, terutama peradilan shar’iy. Dalam kaitan ini ia menyatakan:&lt;br /&gt;“Adapun golongan terpelajar, maka para pengajar di sekolah-sekolah misionaris sebelum adanya pendudukan, dan di seluruh sekolah setelah pendudukan, telah menetapkan sendiri kurikulum-kurikulum pendidikan dan tsaqafah (kebudayaan) berdasar filsafat, hadharah (peradaban) dan pemahaman kehidupan mereka yang khas. Kemudian tokoh-tokoh Barat dijadikan sumber asal bagi apa yang mengisi pemikiran kita.&lt;br /&gt;Oleh karenanya, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani menjauhi bidang pengajaran dalam Kementrian Pendidikan, dan mulai mencari pekerjaan lain dengan pengaruh peradaban Barat yang relatif lebih sedikit. Ia tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih utama selain pekerjaan di Mahkamah Syari’ah. Dalam hal ini ia berkata:&lt;br /&gt;أَمَا النِظَامُ الإِجْتِمَاعِى الذَى يُعيّن علاقة المرأة بالرجال وما يترتب على هذه العلاقة أي الأحوال الشخصية، فإنها لا تزال تطبق حتّى الآن رغم وجود الاستعمار ووجود حكم الكفر، ولم يطبّق غيرها مطلقا حتّى الآن.&lt;br /&gt;“Adapun al-Nizamul Ijtima’iy (hukum-hukum syariat yang mengatur hubungan pria dan wanita) dan segala hal yang merupakan konsekuensinya (yakni al-Ahwal al-Shakhshiyyah), tetap menerapkan syariat Islam sampai sekarang, meskipun telah berlangsung penjajahan dan penerapan hukum-hukum kufur. Tidak diterapkan sama sekali selain syariat Islam di bidang itu sampai saat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani sangat berkeinginan untuk bekerja di Mahkamah Syari’ah. Ternyata banyak kawannya yang pernah sama-sama belajar di al-Azhar bekerja di sana. Dengan bantuan mereka, Taqiyuddin an-Nabhani akhirnya dapat diangkat sebagai sekretaris di Mahkamah Shar’iyah Beisan, lalu dipindah ke Thabriya.&lt;br /&gt;Namun demikian, karena mempunyai cita-cita dan pengetahuan di bidang peradilan, beliau terdorong untuk mengajukan permohonan kepada al-Majelis al-Islamy al-A’la, untuk mendapatkan hak menangani peradilan. Beliau menganggap bahwa dirinya mempunyai kecakapan untuk menangani masalah peradilan.&lt;br /&gt;Setelah para pejabat peradilan menerima permohonannya, mereka lalu memindahkan Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani ke Haifa dengan tugas sebagai kepala Sekretaris di Mahkamah Syar’iyah Haifa. Kemudian pada tahun 1940, beliau diangkat sebagai Mushawir (Asisten Qadi) dan terus memegang kedudukan ini hingga tahun 1945, yakni saat beliau dipindah ke Ramallah untuk menjadi qadhi di Mahkamah Ramallah sampai tahun 1948. Setelah itu, beliau keluar dari Ramallah menuju Syalu sebagai akibat jatuhnya Palestina ke tangan Yahudi.&lt;br /&gt;Pada tahun 1948 itu pula, sahabatnya al-Ustadh Anwar al-Khatib mengirim surat kepadanya, yang berisi tentang permohonan agar Taqiyuddin an-Nabhani kembali ke Palestina untuk diangkat sebagai qadhi di Mahkamah Syar’iyah al-Quds. Taqiyuddin an-Nabhani mengabulkan permintaan itu dan kemudian ia diangkat sebagai qadhi di Mahkamah Syar’iyah al-Quds pada tahun 1948.&lt;br /&gt;Kemudian, oleh kepala Mahkamah Syar’iyah dan kepala Mahkamah Isti’naf saat itu—yakni al-Ustadh Abdul Hamid as-Sa’ih—kemudian beliau diangkat sebagai anggota Mahkamah Isti’naf (banding), dan beliau tetap memegang kedudukan itu sampai tahun 1950. Pada tahun 1950 inilah, ia mengajukan permohonan mengundurkan diri, karena mencalonkan diri untuk menjadi anggota Majelis Niyabi (Majelis Perwakilan).&lt;br /&gt;Pada tahun 1951 Taqiyuddin an-Nabhani pindah ke Amman dan mengajar di Fakultas Ilmu-ilmu Islam (al-Kulliyah al-‘Ilmiyyah al-Islamiyyah) sampai tahun 1953. Beliau mengajar mata ajaran Thaqafah al-Islamiyyah sesuai dengan izin Dekan waktu itu, Ustadz Basyir Shiba’.  Bukunya As-Shakhshiyyah al-Islamiyyah, Cetakan tahun 1952, menjadi buku ajar.&lt;br /&gt;5. Aktivitas Politik&lt;br /&gt;Sejak remaja, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani sudah memulai aktivitas politiknya karena pengaruh kakeknya, Syeikh Yusuf Taqiyuddin an-Nabhani, yang pernah terlibat dalam diskusi-diskusi dengan orang-orang yang terpengaruh peradaban Barat, seperti Muhammad Abduh, para pengikut ide pembaharuan (modernisme), tokoh-tokoh free masonry,  dan pihak-pihak lain yang membangkang terhadap Daulah Utsmaniyah.&lt;br /&gt;Perdebatan-perdebatan politik dan aktivitas geraknya di antara para mahasiswa di al-Azhar dan di Kulliyah Darul Ulum, telah menyingkapkan pula kepeduliannya akan masalah-masalah politik.&lt;br /&gt;Setelah kembali dari studi di al-Azhar, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani sangat memperhatikan upaya pembaharuan umat Islam yang dilakukan oleh para penjajah semisal Inggris dan Prancis. Beliau juga banyak menjalin kontak dan diskusi dengan para ulama tokoh pergerakan dan tokoh masyarakat seperti upaya membangkitkan kembali umat Islam. Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani pernah beberapa saat menghabiskan waktu bersama mujahid syaikh Izzuddin al-Qasam. Beliau membantu merancang rencana untuk sebuah pergolakan revolusioner menentang Inggris dan Yahudi.&lt;br /&gt;Jatuhnya Palestina ke tangan Yahudi tahun 1948 memberikan keyakinan kepada Syeikh Taqiyuddin an Nabhani, bahwa hanya aktivitas yang terorganisasi dan memiliki akar pemikiran Islam yang kuat sajalah yang akan dapat mengembalikan kekuatan dan keagungan umat Islam.&lt;br /&gt;Karena itu,  Syeikh Taqiyuddin an Nabhani mulai melakukan persiapan yang sesuai untuk struktur partai, rujukan pemikiran dan sebagainya, setidaknya sejak 1949 ketika beliau masih menjabat qadi di al-Quds. Pada tahun 1950, beliau merilis buku pertamanya, yaitu Inqadh Filistin (Membebaskan Palestina). Beliau menunjukkan akar yang sangat dalam, bahwa Islam telah hadir di Palestina sejak abad VII, dan bahwa sebab utama kemunduran yang mendera Arab adalah karena umat ini telah menarik diri dan menyerahkan diri pada kekuasaan penjajah, dan ini adalah fakta.&lt;br /&gt;Beberapa sahabatnya telah menceritakan sikap-sikapnya yang menggaungkan seruan-seruan yang bersifat menantang, yang mampu memimpin situasi al-Azhar saat ini. Di samping itu, beliau juga melakukan berbagai perdebatan dengan para ulama al-Azhar mengenai apa yang harus dilakukan dengan serius untuk membangkitkan umat Islam.&lt;br /&gt;Sebenarnya ketika Syeikh Taqiyyuddin an-Nabhani kembali dari Kairo ke Palestina  dan ketika beliau menjalankan tugasnya di Kementrian Pendidikan Palestina, beliau sudah melakukan kegiatan yang cukup menarik perhatian, yakni memberikan kesadaran kepada para murid yang diajarnya dan orang-orang yang ditemaninya mengenai situasi yang ada saat itu. Beliau juga membangkitkan geram dan benci terhadap penjajah Barat dalam jiwa mereka. Di samping memperbaharui semangat mereka untuk berpegang teguh terhadap Islam. Syeikh Taqiyuddin an Nabhani menyampaikan semua ini melalui khutbah-khutbah, dialog-dialog, dan perdebatan-perdebatan. Pada setiap topik yang beliau sodorkan, hujjahnya senantiasa kuat. Syeikh Taqiyuddin an Nabhani memang mempunyai kemampuan yang tinggi untuk meyakinkan orang lain.&lt;br /&gt;Ketika Syeikh Taqiyuddin an Nabhani pindah pekerjaan ke bidang peradilan, beliau senantiasa mengadakan kontak dengan para ulama yang pernah beliau kenal dan temui di Mesir. Kepada mereka Syeikh Taqiyuddin an Nabhani  mengajukan ide untuk membentuk sebuah partai politik yang berasaskan Islam untuk membangkitkan kaum Muslimin dan mengembalikan kemuliaandan kejayaan mereka.&lt;br /&gt;Untuk tujuan ini pula, beliau berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain di Palestina dan mengajukan ide yang sudah mendarah daging dalam jiwa itu kepada tokoh-tokoh terkemuka, baik dari kalangan ulama maupun para pemikir. Kedudukan Taqiyuddin di Mahkamah Isti’naf di al-Quds sangat membantu aktivitasnya tersebut.&lt;br /&gt;Dengan demikian, Syeikh Taqiyuddin an Nabhani dapat menyelenggarakan berbagai seminar dan mengumpulkan para ulama dari berbagai kota di Palestina. Dalam kesempatan ini, beliau mengadakan dialog dengan mereka mengenai metode kebangkitan yang benar. Syeikh Taqiyuddin an Nabhani banyak berdebat dengan para pendiri organisasi-organisasi sosial Islam dan partai-partai yang bercorak nasionalis dan patriotis. Beliau menjelaskan kekeliruan langkah mereka, kesalahan pemikiran mereka, dan rusaknya kegiatan mereka selain itu, beliau juga sering menyampaikan berbagai masalah politik dalam khutbah-khutbahnya pada acara-acara keagamaan di masjid-masjid, seperti di al-Masjidil Aqsha, Masjid al-Ibrahim al-Khalil (Hebron), dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan seperti itu, beliau selalu menyerang sistem-sistem pemerintahan bahwa semua itu merupakan rekayasa penjajah Barat dan merupakan salah satu sarana penjajah Barat agar dapat terus mencengkeram negeri-negeri Islam. Beliau juga sering membongkar strategi-strategi politik negara-negara Barat dan membeberkan niat mereka untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Selain itu, beliau berpandangan bahwa kaum Muslimin berkewajiban untuk mendirikan partai politik yang berasaskan Islam. Semua ini ternyata membuat murka Raja Abdullah bin Al-Hussain, lalu dipanggillah Syeikh Taqiyuddin an Nabhani untuk menghadapnya, terutama karena khutbah yang pernah beliau sampaikan di Masjid Raya Nablus.&lt;br /&gt;Taqiyuddin  disuruh hadir di suatu majelis lalu oleh Raja Abdullah ditanyai mengenai apa yang menyebabkan ia menyerang sistem pemerintahan di negeri-negeri Arab, termasuk juga negeri Yordania. Namun Taqiyuddin an-Nabhani tidak menjawab pertanyaan itu, dan malah pura-pura tidak mendengar. Ini mengharuskan Raja Abdullah mengulangi pertanyaannya tiga kali berturut-turut. Akan tetapi Taqiyuddin tetap tidak menjawab.&lt;br /&gt;Maka Raja Abdullah pun naik pitam dan berkata kepadanya: “Apakah kamu akan menolong dan melindungi orang yang kami tolong dan lindungi, dan apakah kamu juga akan memusuhi orang yang kami musuhi?” Lalu Syeikh Taqiyuddin an Nabhani berkata kepada dirinya sendiri, “Kalau aku lemah untuk mengucapkan kebenaran hari ini, lalu apa yang harus aku ucapkan kepada orang-orang sesudahku nanti?” Kemudian Syeikh Taqiyuddin an Nabhani bangkit dari duduknya seraya berkata, “Aku berjanji kepada Allah, bahwa aku akan menolong dan melindungi (agama) Allah dan akan memusuhi orang yang memusuhi (agama) Allah. Dan aku amat membenci sikap nifaq dan orang-orang munafik.”&lt;br /&gt;Maka marahlah Raja Abdullah mendengarkan jawaban itu, lalu mengeluarkan perintah untuk mengusir beliau dari majelis tersebut dan menangkapnya. Kemudian Taqiyuddin benar-benar ditangkap. Namun kemudian Raja Abdullah menerima permintaan maaf dari beberapa ulama atas sikap Syeikh Taqiyuddin an Nabhani tersebut lalu memerintahkan pembebasannya, sehingga Syeikh Taqiyuddin an Nabhani tidak sempat tertahan lama di penjara.&lt;br /&gt;Setelah kejadian tersebut Taqiyuddin kembali ke al-Quds dan sebagai akibat dari kejadian tadi, beliau mengajukan pengunduran diri dan menyatakan, “Sesungguhnya orang-orang seperti saya sebaiknya tidak bekerja untuk melaksanakan tugas apapun dari sebuah pemerintahan.” Syeikh Taqiyuddin an Nabhani kemudian mengajukan pencalonan dirinya untuk menduduki Majelis Perwakilan. Namun karena sikap-sikapnya yang dinilai menyulitkan, aktivitas politik dan upayanya yang sungguh-sungguh untuk membentuk sebuah partai politik dan keteguhannya berpegang kepada agama, maka akhirnya hasil pemilu menunjukkan bahwa Syeikh Taqiyuddin an Nabhani dianggap tidak layak untuk menduduki Majelis Perwakilan.&lt;br /&gt;Namun demikian, aktivitas politik Syaikh Taqiyuddin tidaklah mandeg dan tekadnya pun tiada pernah luntur. Beliau terus mengadakan kontak-kontak dan diskusi-diskusi, sehingga akhirnya berhasil meyakinkan sejumlah ulama dan qadhi terkemuka serta para tokoh politikus dan pemikir untuk membentuk sebuah partai politik yang berasaskan Islam. Lalu beliau juga menyodorkan kepada mereka kerangka organisasi partai dan pemikiran-pemikiran yang dapat digunakan sebagai bekal tsaqafah bagi partai tersebut. Maka aktivitasnya pun menjadi semakin padat dengan terbentuknya Hizbut Tahrir. Publikasi pembentukan partai ini secara resmi tersiar pada  tahun 1953, pada saat Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengajukan permohonan resmi kepada Departemen Dalam Negeri Yordania sesuai undang-undang organisasi yang diterapkan saat itu. Dalam surat itu terdapat permohonan izin agar Hizbut Tahrir dibolehkan melakukan aktivitas politiknya.&lt;br /&gt;Berdasarkan permohonan yang diajukan tadi, di mana pihak pemerintah diharapkan dapat memaklumi pendirian sebuah partai politik, maka Hizbut Tahrir pun lalu menyewa sebuah rumah di kota al-Quds, dan memasang papan nama yang mencantumkan nama Hizbut Tahrir. Akan tetapi Departemen Dalam Negeri Yordania lantas mengirimkan sepucuk surat kepada Hizbut Tahrir yang melarangnya untuk melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;Atas dasar surat ini, pihak kepolisian segera menyerbu rumah yang disewa Hizbut Tahrir tersebut dan mencabut papan nama yang ada di sana. Hizbut Tahrir lalu dilarang untuk melakukan kegiatan apapun. Sejak saat itu—dan bahkan sampai saat ini—Hizbut Tahrir tidak dibolehkan melakukan aktivitas dan segala aktivitasnya dilarang.&lt;br /&gt;Namun demikian, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani sama sekali tidak peduli atas semua itu, bahkan beliau tetap bersiteguh untuk melanjutkan misinya menyebarkan risalah yang telah beliau tetapkan sebagai asas-asas bagi Hizbut Tahrir. Beliau sangat menaruh harapannya untuk membangkitkan umat Islam pada Hizbut Tahrir, gerakan yang telah beliau dirikan dan tetapkan falsafahnya dengan karakter-karakter tertentu yang digali dari nash-nash syara’ dan sirah Nabi SAW..&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani kemudian menjalankan aktivitasnya secara rahasia dan segera membentuk Dewan Pimpinan (Qiyadah) yang baru bagi Hizbut Tahrir, di mana beliau sendiri menjadi pucuk pimpinannya. Dewan pimpinan ini dikenal dengan sebutan Lajnah Qiyadah. Beliau terus memegang kepemimpinan Dewan Pimpinan Hizbut Tahrir ini sampai wafatnya tahun 1977. Sepanjang masa kepemimpinannya, Syeikh Taqiyuddin an Nabhani telah melakukan berbagai kegiatan politik yang lain. Hasil yang paling gemilang ialah beliau telah mewariskan sebuah partai politik yang bermutu tinggi, kuat, dan tersebar luas di seluruh dunia. Semua upayanya ini telah menjadikan Hizbut Tahrir sebagai partai dengan kekuatan Islam yang luar biasa, sehingga Hizbut Tahrir sangatlah diperhitungkan dan disegani oleh seluruh pemikir dan politikus, baik yang bertaraf regional maupun internasional, kendatipun Hizbut Tahrir tetap tergolong partai yang dilarang keberadaannya di seluruh negara di dunia (karena ketegasan sikap menyerukan penerapan syariat Islam secara total dan ini tentu bertentangan dengan ideologi penguasa-penguasa yang ada).&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir juga telah mengeluarkan banyak selebaran (nasyrah) politik yang penting, yang membeberkan berbagai persekongkolan jahat untuk melawan umat Islam. Hizbut Tahrir juga banyak mengirimkan memorandum politik yang penting kepada para politikus dan penguasa di negeri-negeri Islam dan negeri-negeri Islam lainnya, dengan maksud agar mereka mundur dari pemerintahan dan menyerahkannya kepada Hizbut Tahrir. Atau dengan maksud memberi nasehat dan peringatan atas tindakan-tindakan untuk yang dianggap sebagai tindakan pengkhianatan kepada umat. Atau dengan maksud mengancam mereka bahwa umat suatu saat akan mengoreksi dan memperhitungkan tindakan-tindakan mereka.&lt;br /&gt;Walhasil, aktivitas politik merupakan aspek yang menonjol dalam kehidupan Syaikh Taqiyuddin, karena kemampuannya yang tinggi untuk melakukan analisis politik, sebagaimana yang nampak dalam kecermatan selebaran politik yang dikeluarkan. Beliau juga banyak menelaah peristiwa-peristiwa politik, lalu mendalaminya dengan amat cermat, disertai pemahaman sempurna terhadap situasi-situasi politik dan ide-ide politik yang ada.&lt;br /&gt;Maka, bila mencermati selebaran-selebaran politik yang pernah dikeluarkan, juga kitab-kitab mengenai politik yang ditulis, serta garis-garis besar langkah politik yang beliau susun untuk membina pemikiran politik shabab (pemuda) Hizbut Tahrir, akan dapat disimpulkan bahwa Syaikh Taqiyuddin memang benar-benar mempunyai kemampuan luar biasa dalam masalah politik. Beliau termasuk salah seorang pemikir dan politikus terulung pada abad XX.&lt;br /&gt;6. Karya-karyanya&lt;br /&gt;Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani wafat pada 1 Muharram 1398 H. atau 11 Desember 1977 M.. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Syuhada’ al-Auza’i, Beirut. Syeikh Taqiyuddin an Nabhani telah meninggalkan kitab-kitab penting yang dapat dianggap sebagai kekayaan yang tidak ternilai harganya. Karya-karya ini menunjukkan bahwa Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani mempunyai pemikiran yang brilian dan analisis yang cermat. Beliaulah yang menulis seluruh pemikiran dan pemahaman Hizbut Tahrir, baik yang berkenaan dengan hukum-hukum syara’, maupun yang lainnya seperti masalah ideologi, politik, ekonomi, dan sosial. Inilah yang mendorong sebagian peneliti untuk mengatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin an-Nabhani.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kitab-kitab Syaikh Taqiyuddin terlihat istimewa karena mencakup dan meliputi berbagai aspek kehidupan dan problematika manusia. Kitab-kitab yang membahas aspek-aspek kehidupan individu, politik, kenegaraan, sosial dan ekonomi tersebut, merupakan landasan ideologis dan politis bagi Hizbut Tahrir, di mana Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjadi motornya.&lt;br /&gt;Karena beraneka ragamnya bidang kajian dalam kitab-kitab yang ditulis oleh Syaikh Taqyuddin, maka tak aneh bila karya-karyanya mencapai lebih dari 30 kitab. Ini belum termasuk memorandum-memorandum politik yang beliau tulis untuk memecahkan berbagai masalah politik. Belum lagi selebaran-selebaran dan penjelasan-penjelasan mengenai masalah-masalah pemikiran dan politik yang penting.&lt;br /&gt;Karya-karya Syaikh Taqiyuddin, baik yang berkenaan dengan politik maupun pemikiran, dicirikan dengan adanya kesadaran, kecermatan, dan kejelasan, serta sangat sistematis, sehingga beliau dapat menempatkan Islam sebagai ideologi yang sempurna dan komprehensif yang diistinbat dari dalil-dalil syar’i yang terkandung dalam al-Kitab dan as-Sunnah. Karya-karyanya dapat dikatakan sebagai buah usaha keras pertama yang disajikan oleh sang pemikir muslim pada era modern ini.&lt;br /&gt;Karya-karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani yang paling terkenal, yang memuat pemikiran dan ijtihadnya antara lain:&lt;br /&gt;Nizamul Islam&lt;br /&gt;At-Takatul Al-Hizbi&lt;br /&gt;Mafahiim Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;An Nizamul Iqthisadi fil Islam&lt;br /&gt;An Nizamul Ijtima’i  fil Islam.&lt;br /&gt;Nizamul Hukm fil Islam&lt;br /&gt;Ad-Dustur&lt;br /&gt;Muqaddimah Dustur&lt;br /&gt;Ad-Daulah al-Islamiyah&lt;br /&gt;Ash Shaikh Shiyah al-Islamiyah (3 jilid)&lt;br /&gt;Mafahim Siyasiyah li Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;Nazharat Siyasiyah li Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;Nida’ Haar&lt;br /&gt;Al-Khilafah&lt;br /&gt;At-Tafkir&lt;br /&gt;Ad-Dus’iyah&lt;br /&gt;Sur’atul Badihah&lt;br /&gt;Nuqtatul Intilaq&lt;br /&gt;Dukhul al-Mujtama’&lt;br /&gt;Inqadu Falisthin&lt;br /&gt;Risalah Arab&lt;br /&gt;Tasalluh Mishar.&lt;br /&gt;Al-Ittifaqiyyah Ats Thuna’iyyah al Mishiyyah as Suriyyah wal Yamaniyyah.&lt;br /&gt;Hallu Qadiyah Falistin ‘ala At Tariqah al-Amirikiyyah wal lukkiliziyyah&lt;br /&gt;Nazhariyatul Faragh aas Siyasi Haula Mashru’a Izan Hawar.&lt;br /&gt;Semua ini belum termasuk ribuan selebaran-selebaran mengenai pemikiran, politik dan ekonomi, serta beberapa kitab yang dikeluarkan atas nama anggota Hizbut Tahrir—dengan maksud agar kitab-kitab itu mudah beliau sebarluaskan—setelah adanya undang-undang yang melarang peredaran kitab-kitab karya Syaikh Taqyuddin. Di antara kitab itu adalah:&lt;br /&gt;As-Siyasah al-Iqtisadiyah al-Muthla&lt;br /&gt;Naqd al Ishtirakiyah al Marksiyah&lt;br /&gt;Kaifa Hudimat al-Khilafah&lt;br /&gt;Ahkamul Bayyinat&lt;br /&gt;Nizamul Uqubat&lt;br /&gt;Ahkamus Salat&lt;br /&gt;Al-Fikr al Islami.&lt;br /&gt;Apabila karya-karya Syaikh Taqiyuddin tersebut ditelaah dengan seksama, terutama yang berkenaan dengan aspek hukum dan ilmu usul, akan nampak bahwa beliau sesungguhnya adalah seorang mujtahid yang mengikuti metode para fuqaha dan mujtahidin terdahulu. Hanya saja, beliau tidak mengikuti salah satu aliran dalam ijtihad yang dikenal di kalangan  Ahlus Sunnah. Artinya, Syeikh Taqiyuddin an Nabhani tidak mengikuti suatu madhhab tertentu di antara madhhab-madhhab fiqih yang telah dikenal, akan tetapi beliau memilih dan menetapkan (mentabanni) ushul fiqih tersendiri yang khusus baginya, lalu atas dasar itu beliau menggali hukum-hukum syara’.&lt;br /&gt;Namun perlu diingat di sini bahwa usul fiqih Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani tidaklah keluar dari metode fiqih sunni, yang membatasi dalil-dalil shar’i pada al-Kitab, al-Sunnah, ijtihad sahabat, dan qiyas  shar’i, yakni Qiyas yang illatnya terdapat dalam nash-nash syara’ semata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-8515525050530469277?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/8515525050530469277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=8515525050530469277' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8515525050530469277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8515525050530469277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/biografi-syeikh-taqiyyudin-nabhani.html' title='Biografi Syeikh Taqiyyudin An Nabhani'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-4305079484684674369</id><published>2009-07-01T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T20:16:16.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Sejarah Demokrasi</title><content type='html'>Seperti yang kita sering baca dalam pelajaran sejarah atau PPKN [dulu PMP], negara yang pertama kali melaksanakan sistem demokrasi adalah Athena. Ia tepatnya berupa negara-kota yang terletak di Yunani. Menurut pelajaran yang sering kita baca, di Athena, pemerintahan dijalankan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.&lt;br /&gt; Proses pemerintahan di Athena itu dimulai oleh Kleistenes pada tahun 507 sebelum Masehi dengan perubahan konstitusi dan diselesaikan oleh Efialtes pada tahun 462-461 sebelum Masehi. Efialtes melucuti kekuasaan kaum aristokrat kecuali beberapa fungsi hukum dalam perkara pembunuhan, dan beberapa tugas keagamaan. Karena tindakan ini para bangsawan membunuh Efialtes, tetapi demokrasinya tetap hidup.&lt;br /&gt; Setelah kematian Efialtes, tidak ada badan politik yang lebih berkuasa daripada Dewan Rakyat. Dewan Rakyat di Athena terbuka bagi semua warga negara lelaki yang merdeka dan sudah dewasa, tidak peduli pendapatan atau tingkatannya. Pertemuan diadakan 40 kali setahun, biasanya di suatu tempat yang disebut Pniks, suatu amfiteater alam pada salah satu bukit di sebelah barat Akropolis. Dalam teori, setiap anggota Dewan Rakyat dapat mengatakan apa saja, asalkan ia dapat menguasai pendengar. Tetapi demi alasan praktis, acara resmi juga ada. Acara ini disiapkan oleh sebuah Panitia yang terdiri dari 500 orang, 50 orang dari setiap suku bangsa Attika yang semuanya meliputi 10 suku. Mereka itu dipilih dengan undian dari daftar sukarelawan, yang semuanya warga negara berumur 30 tahun lebih. Panitia ini tidak mengekang Dewan Rakyat, tetapi hanya mempermudah segala langkahnya. Anggota Panitia selalu dibayar dan bertugas selama satu tahun. Sesudah selang waktu, ia dapat dipilih lagi untuk tahun kedua, tetapi tidak pernah bertugas selama lebih dari dua tahun.&lt;br /&gt; Dalam Panitia itu terdapat panitia yang lebih kecil dan terdiri dari 50 orang. Panitia ini disebut Pritanea dan berkumpul setiap hari; praktis merekalah yang menjalankan pemerintahan. Susunan Pritanea diubah 10 kali dalam setahun dan ketuanya, kedudukan eksekutif paling tinggi, berganti setiap hari. Dalam teori tidak ada orang yang cukup lama memegang tampuk kekuasaan sehingga merasa mengakar di dalamnya.  Tetapi dalam kenyataan kemungkinan ini terbuka bagi suatu golongan orang 10 panglima angkatan bersenjata yang langsung dipilih dari Dewan Rakyat dan bertugas selama satu tahun. Seorang panglima dapat dipilih kembali berkali-kali.&lt;br /&gt; Salah seorang tokoh penting pada masa jaya Athena ialah Perikles, seorang prajurit, aristokrat, ahli pidato, dan warga kota pertama. Pada musim dingin tahun 431-430 sebelum Masehi, ketika perang Peloponnesus mulai, Perikles menyampaikan suatu pidato pemakaman. Alih-alih menghormati yang gugur saja, ia memilih memuliakan Athena:&lt;br /&gt; “Konstitusi kita disebut demokrasi, karena kekuasaan tidak ada di tangan segolongan kecil melainkan di tangan seluruh rakyat. Dalam menyelesaikan masalah pribadi, semua orang setara di hadapan hukum; bila soalnya ialah memilih seseorang di atas orang lain untuk jabatan dengan tanggung jawab umum, yang diperhitungkan bukan keanggotaannya dalam salah satu golongan tertentu, tetapi kecakapan orang itu. Di sini setiap orang tidak hanya menaruh perhatian akan urusannya sendiri, melainkan juga urusan negara. … Tetapi yang benar-benar dapat disebut berani ialah orang yang sudah mengerti apa yang enak di dalam hidup ini dan apa yang menggemparkan, lalu maju tanpa gentar untuk menghadapi apa yang datang.”&lt;br /&gt;   Perbudakan &amp; Diskriminasi Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nyatanya, Athena bukanlah sebuah negara yang beradab. Slogan demokrasi yang sering menjulang dengan kata-kata liberte, fraternite, dan egalite, tidak pernah terwujud di Athena. Para ahli sejarah mencatat bahwa Athena adalah daerah pertama yang mempraktikkan perbudakan. Hal itu terjadi sekitar tahun 600 SM. Diperkirakan sekitar 100 ribu penduduk Athena adalah para budak. Itu berarti meliputi hampir sepertiga hingga setengah penduduk Athena adalah budak. Setiap penduduk Athena kecuali yang teramat miskin memiliki minimal satu budak. Pun, ketika proses pemerintahan demokrasi berlangsung, perbudakan itu masih terus berjalan. Bahkan filsuf terkenal Plato memiliki 50 budak. Ia juga memiliki ratusan budak yang disewakan pada orang lain. Ironis, padahal Plato adalah salah satu konseptor negara demokrasi.&lt;br /&gt; Perbudakan juga terus berlanjut meski seorang budak telah dimerdekakan. Caranya, seorang budak yang telah dimerdekakan tidak dapat disebut sebagai “orang merdeka” (free person), melainkan “orang yang dimerdekakan” (freed person) atau dalam istilah Yunani ia disebut sebagai metic. Seorang freed person memiliki hak yang lebih sedikit daripada orang merdeka. Mereka tidak dapat menduduki posisi di pemerintahan dan mereka juga harus membayar pajak spesial.&lt;br /&gt; Bagaimana dengan hak-hak politik di Yunani ???? Para sejarawan menuliskan bahwa demokrasi Yunani tetap bertumpu pada aristokrasi (kaum ningrat/bangsawan), hanya penduduk dari kalangan atas saja yang diperbolehkan mengikuti pemilu. Maka, demokrasi yang dipraktikkan di Yunani tidak lebih dari sekedar rezim aristokrat.&lt;br /&gt; Nasib kaum wanita yang konon bakal lebih berharga dengan demokrasi, juga tak terbukti di Athena. Bila dibandingkan dengan kondisi sosial saat itu, kaum wanita Athena hanya satu tingkat lebih sedikit di atas para budak. Sejak mereka lahir mereka tidak diharapkan untuk belajar membaca dan menulis. Tentang belajar membaca dan menulis bagi wanita, filsuf Yunani Menander menulis, “Mengajarkan seorang wanita membaca dan menulis??? Mengerikan!!!! Itu sama saja seperti memberikan umpan seekor ular berbisa dengan racun yang lebih banyak.” Pengarang dan filsuf lain pun berpendapat sama tentang wanita.&lt;br /&gt; Kaum wanita di Athena terbagi menjadi tiga kelas. Yang paling rendah adalah para budak wanita, mereka melakukan berbagai pekerjaan kasar di sektor domestik (rumah), dan membantu istri majikan mereka mengasuh anak. Kelas kedua adalah para wanita penduduk biasa. Sedangkan kelas ketiga yang paling teratas adalah yang dikenal dengan sebutan Hetaerae. Tidak seperti kelompok pertama dan kedua, kaum Hetaerae mendapatkan pelajaran membaca, menulis, dan musik. Hanya saja, kalangan wanita Hetaerae ini sebenarnya tidak lebih dari kaum pelacur kelas atas.&lt;br /&gt; Itulah demokrasi Athena, melestarikan perbudakan dan menghinakan kaum wantia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Demokrasi Modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bisa saja para aktivis pro-demokrasi beralibi kalau itu semua adalah fase awal demokrasi. Sehingga dapat dimaklumi bila masih terwarnai nuansa primitif. Lagipula demokrasi adalah suatu ide yang berkembang sesuai dengan dinamika jaman dan kehidupan manusia.&lt;br /&gt; Alibi itu terlalu berlebihan. Karena demokrasi modern pun masih menyisakan berbagai praktik anti-kemanusiaan seperti di Athena. Perbudakan misalkan, terjadi di Amerika Serikat, negara kampiun demokrat. Bahkan ia. Hal ini tercantum dalam amandemen XIII butir pertama dari konstitusi AS:&lt;br /&gt; “Neither slavery nor involuntary servitude, except as a punishment for crime whereof the party shall have been duly convicted, shall exist within the United States, or any place subject to their jurisdiction.”&lt;br /&gt; (Baik perbudakan ataupun kerja paksa, kecuali sebagai hukuman atas kejahatan yang sudah pasti, diperbolehkan eksis di AS, atau tempat manapun yang merupakan wilayah hukumnya).&lt;br /&gt; Para founding father (pendiri negeri) Paman Sam itu juga mempraktikkan perbudakan di tengah-tengah seruan kemerdekaan dan demokrasi. George Washington contohnya, pada usia 11 tahun ia sudah memiliki 10 budak. Di usia 22 ia mempekerjakan dengan paksa 36 budak. Saat ia mati di AS ada sekitar 316 budak, dan 123 di antaranya adalah miliknya.&lt;br /&gt; Hebatnya, untuk menutupi aib memalukan tersebut, pemerintah AS membangun Monumen Liberty Bell Center monumen kemerdekaan AS — di Philadelphia bersebelahan dengan area bekas George Washington menempatkan para budaknya.&lt;br /&gt; “Sejarah kita sering direkayasa dan dimanipulasi (tapi) kebenarannya telah dibunuh di Philadelphia,” komentar Nash, seorang profesor sejarah di UCLA dan seorang pakar Revolusi Amerika.&lt;br /&gt; Thomas Jefferson, salah seorang founding father AS sekaligus presiden pertama, malah bertindak lebih parah. Ia berselingkuh dengan salah seorang budaknya, Sally Hemmings, hingga menghasilkan dua orang anak. Ironi, karena Jefferson dipuja rakyat AS sebagai seorang pahlawan anti tiran. Salah satu ucapannya yang terkenal masih diabadikan oleh para pelajar di AS.&lt;br /&gt; “Aku telah bersumpah di depan altar Tuhan untuk melakukan perlawanan terus menerus terhadap setiap bentuk tirani yang berada dalam pikiran manusia.”&lt;br /&gt; Soal diskriminasi terhadap kaum wanita juga masih dipraktikkan oleh demokrasi modern. Menjelang pemilu 5 April 2004 berbagai tuntutan terhadap hak-hak politik perempuan juga masih berkumandang. Sebagian feminis menuntut kuota 30% kursi di legislatif untuk kaum wanita. Bukankah ini tanda kaum wanita masih terdiskriminasi?????&lt;br /&gt;     Khatimah&lt;br /&gt; Jelaslah bahwa DEMOKRASI adalah sebuah ide yang cacat sejak lahir. Ia mempraktikkan dan mengesahkan kegiatan anti-kemanusiaan. Terlebih lagi dasar pijakan dari demokrasi adalah sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan. Untuk membela asasnya itu, demokrasi kerap melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan prinsip demokrasi, namun disahkan olehnya.&lt;br /&gt; Hal ini terbukti di Turki. Tahun 1960 PM Adnan Mandaris, pengganti Mustafa Kemal, dari Partai Demokrasi pernah berusaha mengadopsi kembali Islam dalam masyarakat Turki. Mandaris memperbolehkan azan kembali dikumandangkan dalam bahasa Arab (sebelumnya dalam bahasa Turki, lafadz Allahu Akbar menjadi Allahu Buyuk), merenovasi mesjid yang rusak, membuka kembali fakultas ushuluddin, dan menghidupkan lagi lembaga tahfidzul Qur’an.&lt;br /&gt; Namun tidak lama kemudian, muncul tentangan dari kalangan militer. Mereka menganggap kebijakan Mandaris membahayakan sekulerisme dan demokrasi. Akhirnya pemerintahan Mandaris dikudeta pada tahun yang sama. Mandaris bersama Ketua Parlemen Bulatuqan dan Menteri Luar Negeri Fatin Zaurli dihukum mati.&lt;br /&gt; Maka, berharap adanya perubahan menuju kehidupan yang Islami dengan jalan demokrasi, ibarat menggantang asap, melakukan sesuatu yang sia-sia. Karenanya kaum muslimin harus sadar bahwa demokrasi telah membunuh karakter Islam dan kaum muslimin. Hanya dengan dakwah Islam-lah kejayaan Islam akan kembali bangkit. [Iwan Januar, dari berbagai sumber]&lt;br /&gt;    Catatan Kritis Tentang JIL&lt;br /&gt; Meskipun kelahiran JIL (Jaringan Islam Liberal) Maret 2001 nampaknya membawa hal baru bagi sebagian orang, namun sesungguhnya ia bukanlah sama sekali baru. Agenda-agenda JIL sesungguhnya adalah kepanjangan imperialisme Barat atas Dunia Islam yang sudah berlangsung sekitar 2-3 abad terakhir. Hanya saja, bentuknya memang tidak lagi telanjang, tetapi mengatasnamakan Islam. Jadi istilah “Islam Liberal bukanlah suatu kebetulan, namun sebuah istilah yang dipilih dengan sengaja untuk mengurangi kecurigaan umat Islam dan sekaligus untuk menobatkan diri (sendiri) bahwa “Islam Liberal adalah bagian dari Islam, seperti halnya jenis-jenis pemahaman Islam lainnya (www.islamlib.com). Sesungguhnya “Islam Liberal adalah peradaban Barat yang diartikulasikan dengan bahasa dan idiom-idiom keislaman. Islam hanyalah kulit atau kemasan. Namun saripati atau substansinya adalah peradaban atau ideologi Barat, bukan yang lain.&lt;br /&gt; Untuk membuktikan deklarasi di atas, baiklah kita lihat dua dasar argumentasinya. Yaitu : (1) hakikat imperalisme itu sendiri, dan (2) kerangka ideologi Barat (kapitalisme). Pemahaman hakikat imperialisme akan menjadi landasan untuk memilah apakah suatu agenda termasuk aksi imperalisme atau bukan. Sedang kerangka ideologi kapitalisme, akan menjadi dasar untuk menilai apakah sebuah pemikiran termasuk dalam ideologi kapitalisme atau bukan, atau untuk mengevaluasi sebuah metode berpikir, apakah ia metode berpikir kapitalistik atau bukan.&lt;br /&gt;     Imperalisme&lt;br /&gt; Imperialisme (al-isti’mar) itu sendiri, menurut Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya Mafahim Siyasiyah li Hizb At-Tahrir (1969:13) adalah pemaksaan dominasi politik, militer, budaya dan ekonomi atas negeri-negeri yang dikalahkan untuk kemudian dieksploitasi. Dua kata kunci imperialisme yang patut dicatat : pemaksaan dominasi, dan eksploitasi. Maka jika sebuah negara melakukan aksi imperalisme atas negara lain, artinya, negara penjajah itu akan memaksakan kehendaknya kepada negara lain, sehingga negara yang dijajah itu mau tak mau harus mengikuti negara penjajah dalam hal haluan politik, program ekonomi rancangannya, budaya dan cara berpikirnya, serta pembatasan dan penggunaan sarana militernya. Semua ini adalah demi keuntungan negara penjajah sendiri. Jika negara yang dijajah menolak atau melawan, ia akan mendapat sanksi dan hukuman dari sang penjajah. Inilah hakikat “imperialisme.”&lt;br /&gt; Imperialisme ini, menurut An-Nabhani (1969:13), adalah metode (thariqah) baku –tak berubah-ubah– untuk menyebarluaskan ideologi kapitalisme, yang berpangkal pada sekularisme, atau pemisahan agama dari kehidupan (fashl al-din an al-hayah). Tak mungkin ada penyebarluasan kapitalisme, kecuali melalui jalan imperialisme. Atau dengan kata lain, manakala negara penganut kapitalisme ingin menancapkan cengkeramannya pada negara lain, ia akan melakukan aksi-aksi imperialisme dalam segala bentuknya, baik dalam aspek politik, militer, budaya, dan ekonomi. Berhasil tidaknya aksi imperalisme ini, diukur dari sejauh mana ideologi kapitalisme tertanam dalam jiwa penduduk negeri jajahan dan sejauh mana negara penjajah mendapat manfaat dari aksi penjajahannya itu. Jika penduduk negeri jajahan sudah mengimani kapitalisme yang berpangkal pada paham sekularisme– atau dari negeri itu dapat diambil berbagai keuntungan bagi kepentingan imperialis, berarti aksi imperialisme telah sukses.&lt;br /&gt;    KerangkaIdeologiKapitalisme&lt;br /&gt; Kapitalisme pada dasarnya adalah nama sistem ekonomi yang diterapkan di Barat. Milton H. Spencer (1977) dalam Contemporary Macro Economics mengatakan bahwa kapitalisme adalah sistem organisasi ekonomi yang bercirikan kepemilikan individu atas sarana produksi dan distribusi, serta pemanfaatan sarana produksi dan distribusi itu untuk memperoleh laba dalam mekanisme pasar yang kompetitif (lihat juga A. Rand, Capitalism: The Unknown Ideal, New York : A Signet Book, 1970). Karena fenomena ekonomi ini sangat menonjol dalam peradaban Barat, maka, menurut Taqiyyudin An Nabhani, kapitalisme kemudian digunakan juga untuk menamai ideologi yang ada di negara-negara Barat, sebagai sistem sosial yang menyeluruh (An Nabhani, Nizham Al-Islam, 2001:26; W. Ebenstein, Isme-Isme Dewasa Ini (terjemahan), Jakarta : Erlangga, 1990).&lt;br /&gt; Sebagai sebuah ideologi (Arab : mabda), kapitalisme mempunyai aqidah (ide dasar) dan ide-ide cabang yang dibangun di atas aqidah tersebut. Aqidah di sini dipahami sebagai pemikiran menyeluruh (fikrah kulliyah) tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, serta tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, serta hubungan kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Aqidah kapitalisme adalah pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme), sebuah ide yang muncul di Eropa sebagai jalan tengah antara dua ide ekstrem, yaitu keharusan dominasi agama (Katolik) dalam segala aspek kehidupan, dan penolakan total eksistensi agama (Katolik). Akhirnya, agama tetap diakui eksistensinya, hanya saja perannya dibatasi pada aspek ritual, tidak mengatur urusan kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya (An-Nabhani, 2001:28).&lt;br /&gt; Di atas aqidah (ide dasar) sekularisme ini, dibangunlah berbagai ide cabang dalam ideologi kapitalisme, seperti DEMOKRASI DAN KEBEBASAN. Ketika cabang agama sudah dipisahkan dari kehidupan, berarti agama dianggap tak punya otoritas lagi untuk mengatur kehidupan. Jika demikian, maka manusia itu sendirilah yang mengatur hidupnya, bukan agama. Dari sinilah lahir demokrasi, yang berpangkal pada ide menjadikan rakyat sebagai sumber kekuasaan-kekuasaan (legislatif, eksekutif, yudikatif) sekaligus pemilik kedaulatan (pembuat hukum) (An-Nabhani, 2001:27).&lt;br /&gt; Demokrasi ini, selanjutnya membutuhkan prasyarat kebebasan. Sebab tanpa kebebasan, rakyat tidak dapat mengekspresikan kehendaknya dengan sempurna, baik ketika rakyat berfungsi sebagai sumber kekuasaan, maupun sebagai pemilik kedaulatan. Kebebasan ini dapat terwujud dalam kebebasan beragama (hurriyah al-aqidah), kebebasan kepemilikan (hurriyah at-tamalluk), kebebasan berpendapat (hurriyah al-ar`y), dan kebebasan berperilaku (al-hurriyah asy-syakhshiyyah) (Abdul Qadim Zallum, Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr, 1993).&lt;br /&gt;     MengkritisiJIL&lt;br /&gt; Paparan dua pemikiran di atas, yaitu tentang imperialisme dan kerangka ideologi kapitalisme, dimaksudkan sebagai pisau analisis untuk membedah JIL, untuk menjawab pertanyaan : Benarkah agenda-agenda JIL adalah kepanjangan imperialisme Barat ? Benarkah ide-ide JIL adalah ideologi? kapitalisme berkedok Islam ?&lt;br /&gt; Jawabnya : IYA. Mengapa ? Sebab agenda-agenda dan ide-ide JIL dapat dipahami dalam kerangka kepanjangan imperalisme Barat atas Dunia Islam. Selain itu, ide-ide JIL itu sendiri, dapat dipahami sebagai ide-ide pokok dalam ideologi kapitalisme, yang kemudian dicari-cari pembenarannya dari khazanah Islam.&lt;br /&gt; Mereka yang mencermati dan mengkritisi agenda dan pemikiran JIL, kiranya akan menemukan benang merah antara imperialisme Barat dan agenda JIL. Adian Husaini dan Nuim Hidayat dalam bukunya Islam Liberal : Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabanya (2002:3) mengutip Luthfi Asy-Syaukanie, bahwa setidaknya ada empat agenda utama Islam Liberal, yaitu agenda politik, agenda toleransi agama, agenda emansipasi wanita, dan agenda kebebasan berekpresi. Dalam agenda politik, misalnya, kaum muslimin diarahkan oleh JIL untuk mempercayai sekularisme, dan menolak sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Perdebatan sistem pemerintahan Islam, kata Luthfi Asy-Syaukanie, dianggap sudah selesai, karena sudah ada para intelektual seperti Ali Abdur Raziq (Mesir), Ahmad Khalafallah (Mesir), Mahmud Taleqani (Iran), dan Nurcholish Madjid (Indonesia) yang mengatakan bahwa persoalan tersebut adalah masalah itjihadi dan diserahkan sepenuhnya kepada kaum muslimin (Ibid.).&lt;br /&gt; Pertanyaannya adalah, sejak kapan kaum muslimin menganggap persoalan ini sudah selesai ??? Apakah sejak Ali Abdur Raziq menulis kitabnya Al-Islam wa Ushul Al-Hukm (1925) yang sesungguhnya adalah karya orientalis Inggris Thomas W. Arnold ? Apakah sejak Khilafah di Turki dihancurkan pada tahun 1942 oleh gembong imperalis, Inggris, dengan menggunakan Mustahafa kamal ? Apakah sejak negara-negara imperalis melalui penguasa-penguasa Dunia Islam yang kejam menumpas upaya mewujudkan kembali sistem pemerintahan Islam ? Dan juga, apakah nama-nama intelektual yang disebut Luthfi cukup respresentatif mewakili umat Islam seluruh dunia di sepanjang masa, ataukah mereka justru menyuarakan aspirasi penjajah ?&lt;br /&gt; Yang ingin disampaikan adalah, persoalan hubungan agama dan negara, memang boleh dikatakan sudah selesai, di negara-negara Barat. Namun persoalan ini jelas belum selesai di Dunia Islam (Th. Sumartana, “Kata Pengantar dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal, 2002:xvii-xviii). Dari sini dapat dipahami, bahwa tugas JIL adalah membuat selesai persoalan yang belum selesai ini. Maka ada kesejajaran antara agenda politik JIL ini dengan aksi imperliasme Barat, yang selalu memaksakan sekularisme atas Dunia Islam dengan kekerasan dan darah.&lt;br /&gt; Agenda-agenda lainnya di bidang toleransi (pluralisme agama), misalnya anggapan semua agama benar dan tak boleh ada truth claim, agenda emansipasi wanita, seperti menyamaratakan secara absolut peran atau hak pria dan wanita tanpa kecuali (dan tanpa ampun), dan agenda kebebasan berekspresi, seperti hak untuk tidak beragama (astaghfirullah), tak jauh bedanya dengan agenda politik di atas. Semua ide-ide ini pada ujung-ujungnya, pada muaranya, kembali kepada ideologi dan kepentingan imperialis. Sulit sekali –untuk tak mengatakan Mustahil ‌mencari akar pemikiran-pemikiran tersebut dari Islam itu sendiri secara murni, kecuali setelah melalui pemerkosaan teks-teks Al-Qur’an dan As- Sunnah. Misalnya teologi pluralisme yang menganggap semua agama benar, sebenarnya berasal dari hasil Konsili Vatikan II (1963-1965) yang merevisi prinsip extra ecclesium nulla salus (di luar Kattolik tak ada keselamatan) menjadi teologi inklusif-pluralis, yang menyatakan keselamatan dimungkinkan ada di luar Katolik. (Husaini &amp; Hidayat, op.cit., hal.110-111). Infiltrasi ide tersebut ke tubuh umat Islam dengan justifikasi QS Al-Baqarah : 62 dan QS Al-Maidah : 69 jelas sia-sia, karena kontradiktif dengan ayat-ayat yang menegaskan kebatilan agama selain Islam (QS Ali Imran : 19, QS At-Taubah : 29).&lt;br /&gt; Agenda-agenda JIL tersebut jika dibaca dari perspektif kritis, menurut Adian Husaini dan Nuim Hidayat, bertujuan untuk menghancurkan Aqidah Islamiyah dan Syariah Islamiyah (Ibid., hal.81 &amp; 131). Tentunya mudah dipahami, bahwa setelah Aqidah dan Syariah Islam hancur, maka sebagai penggantinya adalah aqidah penjajah (sekularisme) dan syariah penjajah (hukum positif warisan penjajah yang sekularistik). Di sinilah titik temu agenda JIL dengan proyek imperalisme Barat. Maka, sungguh tak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa agenda JIL adalah kepanjangan imperalisme global atas Dunia Islam yang dijalankan negara-negara Barat kapitalis, khususnya Amerika Serikat.&lt;br /&gt; Ini dari segi kaitan agenda JIL dengan imperialisme. Adapun ide-ide JIL itu sendiri, maka berdasarkan kerangka ideologi kapitalisme yang telah disinggung secara singkat diatas, dapatlah kiranya dinyatakan bahwa ide-ide JIL sesungguhnya adalah ide-ide kapitalisme. Luthfi Asy-Syaukanie (ed.) dalam Wajah Liberal Islam di Indonesia (2002) telah berhasil menyajikan deskripsi dan peta ide-ide JIL. Jika dikritisi, kesimpulannya adalah di sana ada banyak imitasi (baca:taqlid) sempurna terhadap ideologi kapitalisme. Tentu ada kreativitas dan modifikasi. Khususnya pencarian ayat atau hadits atau preseden sejarah yang kemudian ditafsirkan secara paksa agar cocok dengan kapitalisme.&lt;br /&gt; Ide-ide kapitalisme itu misalnya : (1) sekularisme, (2) demokrasi, dan (3) kebebasan. Dukungan kepada sekularisme pengalaman partikular Barat‌ nampak misalnya dari penolakan terhadap bentuk sistem pemerintahan Islam (Ibid., hal. xxv), dan penolakan syariat Islam (Ibid., hal.30). Demokrasi pun begitu saja diterima tanpa nalar kritis dan dianggap kompetibel dengan nilai-nilai Islam seperti adl (keadilan), persamaan (musawah), dan syura (Ibid., hal. 36). Kebebasan yang absolut tanpa mengenal batas yang nampaknya? sangat disakralkan JIL didukung dalam banyak statemen dengan beraneka ungkapan : “tidak boleh ada pemaksaan jilbab (Ibid., hal. 129), “harus ada kebebasan tidak beragam (Ibid., hal. 135), “orang beragama tidak boleh dipaksa. (Ibid., hal. 139 &amp; 142), dan sebagainya.&lt;br /&gt; Kentalnya ide-ide pokok kapitalisme dan berbagai derivatnya ini, masih ditambah dengan suatu metode berpikir yang kapitalistik pula, yaitu menjadikan ideologi kapitalisme sebagai standar pemikiran. Ide-ide? kapitalisme diterima lebih dulu secara taken for granted. Kapitalisme dianggap benar lebih dulu secara absolut, tanpa pemberian peluang untuk didebat (ghair qabli li an-niqasy) dan tanpa ada kesempatan untuk diubah (ghair qabli li at-taghyir). Lalu ide-ide kapitalisme itu dijadikan cara pandang (dan hakim!) untuk menilai dan mengadili Islam. Konsep-konsep Islam yang dianggap sesuai dengan kapitalisme akan diterima. Tapi sebaliknya kalau bertentangan dengan kapitalisme, akan ditolak dengan berbagai dalih. Misalnya penolakan JIL terhadap konsep dawlah islamiyah (negara Islam) (Ibid., hal. 291), yang berarti konsep ini dihakimi dan diadili dengan persepktif sekuler yang merupakan pengalaman sempit dan partikular dari Barat. Padahal sekularisme adalah konsep lokal (Barat), dan tidak bisa dipaksakan secara universal atas Dunia selain-Barat Th, Sumartana mengatakan :&lt;br /&gt; “Apa yang sudah terjadi di Barat sehubungan dengan hubungan antara agama dan negara, sesungguhnya dari awal bercorak lokal dan berlaku terbatas, tidak universal. Dan prinsip-prinsip yang dilahirkannya bukan pula bisa dianggap sebagai resep mujarab untuk mengobati komplikasi yang terjadi antara negara dan agama di bagian dunia yang  lain.(Th. Sumartana, “Kata Pengantar dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal,? 2002:xiv).&lt;br /&gt; Dan patut dicatat, sekularisme tak pernah menjadi konsep yang berlaku di Dunia Islam seperti saat ini, kecuali melalui jalan imperalisme Barat yang kejam, penuh darah, dan tak mengenal perikemanusian.&lt;br /&gt;     Penutup &lt;br /&gt; Kesimpulan paling sederhana dari uraian di atas adalah bahwa agenda-agenda JIL tak bisa dilepaskan dari imperalisme Barat atas Dunia Islam. Ide-ide yang diusung JIL pun sebenarnya palsu, karena yang ditawarkan adalah kapitalisme, bukan Islam. Agar laku, lalu diberi label Islam. Islam hanya sekedar simbol, bukan substansi ide JIL. Jadi JIL telah menghunus dua pisau yang akan segera ditusukkan ke tubuh umat Islam, yaitu pisau politis dan pisau ideologis. Semua itu untuk menikam umat, agar umat Islam kehabisan darah (baca: karakter Islamnya) lalu bertaqlid buta kepada JIL dengan menganut peradaban Barat.&lt;br /&gt; Jika memang dapat dikatakan bahwa JIL adalah bagian dari proyek imperalisme Barat, maka JIL sebenarnya mengarah ke jalan buntu. Tidak ada perubahan apa pun. Tidak ada transformasi apa pun. Sebab yang ada adalah legitimasi terhadap dominasi dan hegemoni kapitalisme (yang, toh, sudah berlangsung). Dan pada saat yang sama, yang ada adalah pementahan dan penjegalan perjuangan umat untuk kembali kepada Islam yang hakiki, yang terlepas dari hegemoni kapitalisme.&lt;br /&gt; Jadi, Anda masih percaya JIL ? Kalau begitu, saya ucapkan selamat jalan menuju jalan buntu. Semoga tidak nabrak. [Muhammad Shiddiq Al Jawi**]&lt;br /&gt;  - - -&lt;br /&gt; Disampaikan dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku أ“Wajah Liberal Islam di Indonesia diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, di Auditorium UNDIP Pleburan, Semarang, pada hari Selasa 8 Oktober 2002.&lt;br /&gt;     Kepemimpinan&lt;br /&gt; Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.&lt;br /&gt; Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan kehidupan Islam. Insya Allah hal itu merupakan amal shaleh, tentu saja jika ikhlas melakukannya. Karena memimpin adalah amanah, maka seorang pemimpin tidak berhak menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai hak milik pribadi, sehingga merasa perlu dan wajib (menurut ukuran diri sendiri) untuk memperlakukan organisasi tersebut sesuai kehendaknya, atau merasa berhak mengorbankan bawahan dengan berlindung atas nama penyelamatan organisasi.&lt;br /&gt; Menjadi pemimpin bukan berarti antikritik. Bukan pula harus merasa benar sendiri. Sehingga anekdot dalam kepemimpinan akhirnya berlaku: 1). Pemimpin tak pernah salah. 2). Jika pemimpin bersalah, kembali kepada pernyataan pertama. Tentu ini sangat menggelikan dan sungguh merupakan kepemimpinan yang kritis (baca: mengkhawatirkan).&lt;br /&gt; Kepemimpinan yang baik memang bukan berarti tanpa cela. Sebagaimana halnya manusia yang bertakwa bukanlah yang selalu benar dalam menjalani kehidupannya, tapi manusia yang bertakwa adalah ketika ia berbuat salah, segera bertaubat. Itu artinya, pemimpin yang baik bukan berarti selalu benar, apalagi merasa benar sendiri. Maka, mendengarkan masukan dari bawahan, adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena apa? Karena pemimpin tidak ma’sum. Masih ada celah untuk lupa, termasuk berbuat maksiat. Jadi, ada baiknya mendengarkan masukan, saran, bahkan mungkin juga keluhan dan harapan dari bawahan. Tak ada salahnya bukan?&lt;br /&gt; Rasulullah saw. bersabda: “Ambillah hikmah yang kamu dengar dari siapa saja, sebab hikmah terkadang diucapkan bukan oleh orang yang bijak. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja.(HR al-Askari)&lt;br /&gt; Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata, “Man ahsanal istima taajjalal intifa –Siapa yang paling baik mendengarkan, dia akan cepat mendapatkan manfaat. Beliau juga pernah mengingatkan kita untuk menyimak “isi pembicaraan dan bukan “siapa yang berbicara. “Perhatikanlah apa yang dikatakan, dan bukan siapa yang berkata”&lt;br /&gt; Jika sebagai pemimpin menginginkan ketaatan yang kritis (cerdas) dari bawahannya, bukan ketaatan yang kritis (mengkhawatirkan), maka tentunya harus memberikan teladan yang baik kepada bawahan. Bagaimana pun juga, pemimpinlah yang seharusnya dan punya kewajiban memberikan teladan, karena seorang pemimpin lebih mungkin untuk didengar dan dipercayai. Lagi pula, bagaimana mungkin diangkat dan dipilih jadi pemimpin jika tidak bisa dijadikan teladan. Seseorang yang memimpin pasti umumnya lebih baik dari orang kebanyakan. Lebih baik semangatnya, lebih baik ilmunya, lebih baik kesabarannya, lebih baik segalanya.&lt;br /&gt; Seorang pemimpin dikatakan telah gagal dan kepemimpinannya dikategorikan kritis alias mengkhawatirkan adalah ketika seorang pemimpin tak mampu memimpin bawahannya. Bahkan lebih memilih bermusuhan dengan bawahannya yang berbeda sikap dan pendapat dengannya, ketimbang berusaha duduk bersama dan melakukan dengar-pendapat dengan bawahannya yang berseberangan itu. Siapa tahu bisa dicari jalan keluar yang terbaik. Sebab, kita bukan hanya ingin bersama, tapi juga bersatu. Kita juga tidak hanya ingin diangap bilangan, tapi juga diperhitungkan[O. Solihin]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-4305079484684674369?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/4305079484684674369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=4305079484684674369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4305079484684674369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4305079484684674369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/sejarah-demokrasi.html' title='Sejarah Demokrasi'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-433024770082450262</id><published>2009-07-01T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T20:14:31.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Sejarah Feminisme</title><content type='html'>Ketika berbicara tentang "feminisme" senantiasa mengundang pro-kontra, tak urung  keberadaannya berimbas pada kehidupan kaum Muslim di Dunia Islam.Sejalan dengan berkembangnya waktu, berkembang pula bentuk2 perjuangan feminisme. Demikian juga polemik yang menanggapinya terus bergulir. Apalagi dominasi sistem kehidupan sekuler yang melahirkan ide2 turunan semisal liberalisme &amp; egalitarisme yang mengukung kehidupan mereka&lt;br /&gt;Feminisme sebenarnya sudah ada sejak abad ke-19. Namun tidak terhimpun dalam satu wadah perjuangan. Salah satu yang paling menonjol adalah Gerakan pembebasan wanita atau Women's Liberation (Women's Lib). Gerakan ini berpusat di Amerika Serikat, dan menunjukkan aksi2nya pada abad ke-20. Orientasinya bersifat sosial-politis. Guna memperoleh persamaan hak, maka dilakukan perjuangan di parlemen sampai turun ke jalan lewat boikot dan demontrasi.&lt;br /&gt;Pada awal abad ke 20,gerakan feminis di amerika difokuskan pada satu isu yaitu mendapatkan hak untuk memilih. Pada saat itu wanita disamakan dengan anak dibawah umur,yang tidak boleh mengikuti pemilu.&lt;br /&gt;Pada tahun 1948,sejumlah wanita berkumpul di Seneca Falls, New York, untuk menuntut hak2 mereka dan sebagai reaksi atas pelarangan terhadap wanita untuk berbicara didepan umum.Setelah hak untuk memilih dipenuhi, gerakan feminisme agak tenggelam hingga tahun 1950 an. Saat itu kedu2kan wanita yang ideal sebagai ibu rumah tangga tidak pernah di gugat, walaupun sudah banyak wanita yang aktif bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;Pada tahun 1960 isu feminisme berkembang lagi di amerika serikat. Tujuannya adalah untuk menyadarkan kaum wanita bahwa pekerjaan yang dilakukan di sektor domestik merupakan hal yang tidak produktif. Dan mereka adalah golongan yang tertindas.&lt;br /&gt;Para tokoh feminis memberikan dorongan kepada wanita untuk membebaskan diri dari kewajiban rumah tangga yang dianggap beban. Oleh sebab itu gerakan feminisme tersebut berkembang menjadi perjuangan untuk membebaskan wanita dan rumah tangga dan membenci laki2. laki2 dianggap figur penindas dan takut disaingi wanita.&lt;br /&gt;Landasan Feminisme&lt;br /&gt;Ditinjau dari segi ideologinya, konsep penindasan wanita berasal dari teori konfliknya Karl Marx dan Frederich Engels. Dalam bukunya The Origin of Family, private, property, and the state (1884). Dalam teori tersebut pria diibaratkan sebagai kaum borjuis dan wanita sebagai kaum proletar. Teori tersebut menjadi landasan gerakan2 feminisme yang ada didunia, baik feminisme liberal, feminisme Marxis atau sosialis dan feminisme radikal. Dalam perkembangannya tidak hanya ketiga versi feminisme ini yang menjadi wadah gerakan kaum feminis. Namun yang tampak mewakili gerakan feminisme yang mendunia adalah seperti yang telah diuraikan diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-433024770082450262?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/433024770082450262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=433024770082450262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/433024770082450262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/433024770082450262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/07/sejarah-feminisme.html' title='Sejarah Feminisme'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7353724618467678546</id><published>2009-06-09T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T20:39:19.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>RESUME BUKU TEORI SOSIAL DAN PRAKTEK POLITIK</title><content type='html'>A. Pencerminan Teori Sosial dan Praktek Politik &lt;br /&gt;Masalah hubungan antara teori social dan praktek social sebenarnya sudah menjadi obyek pembicaraan semenjak 2 abad yang lalu dan selama itu keduanya telah ditandai oleh kenyataan bahwa ia lebih mudah menimbulkan perselisihan daripada menghasilkan kejelasan pemikiran dan pemahaman. Meski demikian, masalah ini merupakan pokok persoalan yang cenderung menimbulkan perdebatan.&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang notabene kutipan dari ceramahnya ini, Ralf Dahrendorf menawarkan empat pemikiran sekaligus beberapa pertanyaan skeptis tentang teori social dan praktek social di dalamnya. Namun perlu kiranya diketahui terlebih dahulu bahwa apa yang ia maksud dengan praktek social sebagai hal-hal yang dilakukan oleh para menteri atau barangkali para anggota parlemen. Sedang teori social yang dimaksud adalah sebagai hal-hal yang dilakukan oleh para professor, paling tidak professor-profesor tertentu – profesor filsafat politik, kadang-kadang juga professor ekonomi, atau mungkin juga professor sejarah atau sosiologi. &lt;br /&gt;Pemikiran pertama berkisar tentang persoalan sebagian orang yang nampaknya ingin menguasai bidang praktek politik dan teori social. Dengan kata lain, ada orang-orang yang ingin menjadi filsafat-politikus seklaigus. Dia mencontohkan, pada pertengahan tahun 1981 ada dua orang anggota parlemen yang pada mulanya sangat kritis dan keras pengecamannya terhadap Negara serta mengatakan bahwa Negara telah menjadi steril dari praktek politik ortodok, tapi setelah menjadi menteri mereka menjadi melempem dengan kebijakan-kebijakannya dan tuntutan-tunttan kritisnya dulu.&lt;br /&gt;Perbedaan antara teori dan praktek semacam ini tidak terbatas pada spectrum poltik saja. Pada jajaran oposisi juga ada yang mengaku dirinya sebagai ahli teori social yang melihat dirinya dalam tradisi lama pemikir-pemikir social serta menyebut dirinya sebagai keturunan keluaraga Leverres. Ia juga sering menyebut agama Kristen sebagai sumber pemikiran politik dan sosialnya. Sayangnya, bila orang tersebut telah menduduki jabatan apalagi sebagai legislator penting, maka sama saja dengan para politisi lain, ada petunjuk bahwa mereka lebih dipengaruhi oleh sesuatu yang juga dikemukannya, yaitu langkah-langkah tekhnologi hebat yang melahirkan “kesaling tergantungan, kompleksitas, dan sentralisasi”. Bagi Dahrendorf, paling tidak dalam kenyataannya ada suatu jurang yang aneh antara teori social dengan praktek poltik. Individu-individu yang percaya pada apa yang mereka katakan dan tuliskan ketika bergelut dengan teori-teori social akan berubah sikapnya manakala sudah menduduki kursi social.&lt;br /&gt;Pemikran yang kedua adalah masalah social dan politik menurut Hegel, yaitu bahwa para teoritisi social tidaklah boleh menulis mendahului waktu ketika ia memikirkan makna kemajuan sejarah. Kalimat Hegel yang terkenal adalah “ apa yang masuk akal adalah yang nyata dan apa yang nyata adalah yang masuk akal” dengan suatu moral (gagasan normatif). Ia mencoba mengatakan bahwa sesuatu yang difikirkan pada suatu waktu mempunyai hubungan yang pasti dengan sesuatu kejadian  terjadi pada saat itu. Teori dan praktek mempunyai hubungan yang erat satu sama lain, sekalipun tidak bisa segera dibuktikan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya republic- nya Plato tidak lebih dari perkiraan mengenai struktur moral dasar masyarakat sekitar Plato berada. Alasan yang sebenarnya tidaklah boleh melebihi realita. Teori social harus mencerminkan praktek social. Inilah yang menjadikan ungkapan Hegel menjadi relevan. Menurutnya, filsafat tidaklah mengajarkan apapun pada dunia. Filsafat hanyalah merupakan alat untuk memahami isi pokok dunia seperti adanya ; dan filsafat akan lengkap, sempurna, dan matang. Tidak mungkin seorang filosof bisa mendahului dunia tempat semasa ia hidup. Dalam beberapa hal, teori social bagi Hegel tidak lain merupakan ideology dalam arti sempit. Teori social merupkan gagasan yang melulu mencerminkan apa yang disebut Marx hubungan produksi dan kepentingan kelas yang mereka pertahankan. Gagasan hanyalah cermin realita yang mempunyai struktur penguasaan yang khas dan kepentingan yang terus membengkak. Teori social tidak saja bisa mengubah sesuatu, lebih dari itu ia juga bisa mendahului realita atau lepas darinya. Tidak ada peranan kritik bagi teori social baik dalam pengertian aliran Frankfrut atau aliran Kant yang sebenarnya. Bagi Hegel, jika teori meninggalkan realita, maka ia akan sia-sia dan tidak relevan.&lt;br /&gt;Pemikiran ketiga yaitu pembicaraan tentang Marx. Titik tolaknya adalah pada tesisnya, Theses on Feuerbach: “ Para filosof hanyalah mengartikan dunia secara berbeda-beda, sedang masalahnya adalah bagaiman mengubahnya”. Perkataan ini rumit tapi juga berguna bagi interpretasi terburuk dan tidak menguntungkan, demikian kata Dahrendorf. Sebenarnya Marx hanya ingin mengatakan bahwa kalau keadaan ekonomi, social, dan politik dalam beberapa hal salah urus, maka filsafat juga akan mengena. Hanya dalam kondisi politik dan sosial yang benarlah filsafat akan benar. Tampak bahwa jalan keluar khas Marx yang menjungkirbalikkan posisi ajaran Hegel merupakan awal dari suatu tradisi khusus Marxis hingga kini yang cenderung menekankan pentingnya teori dan penegasan terhadap suatu pengertian yang menunjukkan bahwa teori dan praktek bukanlah dua kegiatan yang terpisah melainkan saling menjalin dalam suatu hubungan yang dialektis. Teori sebagai pengakuan dari suatu proses sejarah adalah praktek dan praktek tersebut akan ada tanpa teori. &lt;br /&gt;Pemikiran yang keempat adalah mengenai Max Weber. Dalam dua pidato pentingnya pada 1919 yang berbunyi (1) pengetahuan sebagai suatu profesi, yang mengupas bahwa politik tidaklah berada di ruang kuliah dan kita harus membedakannya dengan jelas antara apa yang dikerjakan sarjana dan apa yang dikerjakan politikus. Pertimbangan Weber ini mirip dengan pertimbangan Wilhelmina, yaitu bahwa dalam ruang sekolah murid-murid harus diam, esementara gurulah yang berbicara. Tentu saja seharusnya tidak demikian. Usaha Weber untuk membedakan ilmu pengetahuan (teori social) dengan politik tentu saja merupakan pernyataan tajam yang menegaskan bahwa tidak banyak penelitian ilmiiah yang bisa membuktikan pembenaran nilai. Alasan inilah yang membuatnya ingin memisahkan antara ilmu pengetahuan dan politik.&lt;br /&gt;Dalam ceramah keduanya pada tahun yang sama dan judul yang sama, Weber membedakan antara etika keyakinan yang absolute dan tidak menerima realita apapun dengan etika tanggung jawab, yaitu pendekatan moral yang menilai situasi khusus secara pragmatis tanpa mengabaikan moralitas , tapi pada saat yang sama tidak membiarkan dikuasainya tindakan politik seseorang. Baginya politik harus diatur oleh suatu etika tanggung jawab yang dikendalikan etika keyakinan, yang berarti bersifat praktis. Politik dilakuakn satu orang meski tidak harus hasil pemikiran satu orang. Politik bukanlah hasil penerapan teori social, sebab keduanya adalah bidang yang terpisah. &lt;br /&gt;B. Teori Sosial dan Politik dalam sejarah Teori Sosial&lt;br /&gt;Inti dari tulisan Tom Bottomore ini adalah pembatasan diri yang kuat pada hubungan sejarah antara teori social dan politik dan mengabaikan perluasan pertanyaan filosofis yang muncul tentang hubungan antara teori dan praktek. Jadi sesungguhnya ia ingin menegaskan bahwa pengembangan teori social modern secara keseluruhan ini untuk menyebut tentang pengeahuan-pengetahuan social yang teoritis telah dikaitkan secara tertutup dan tidak dapat dilepaskan dari pengembangan sosio-ekonomis dan ekspresi-ekspresinya dalam perjuangan politik. Akhirnya mengakibatkan pertumbuhan yang cepat dari suatu ekonomi kapitalis dan munculnya berbagai kepentingan baru. Hal telah dipaparkan secara jelas dalam Encyclopedia Diderot dan d’ Alembert , yang ditujukan tidak untuk tidak hanya sekedar penyajian terakhir dari pengetahuan modern, namun pembelaan khusus dari pengetahuan modern, namun suatu pembelaan khusus dari pengetahuan social, dan suatu sumbangan bagi kemajuan gerakan demokratis.&lt;br /&gt;Selama abad kesembilan belas, teori social menjadi lebih berhubungan secara baik sekali dengan doktrin-doktrin politik dan dengan gerakan-gerakan social yang bertujuan untuk menimbulkan perubahan-perubahan besar di dalam organisasi masyarakat. Pada satu sisi para teoritisi social menjadi sangat bersungguh-sungguh memusatkan perhatiannya terhadap apa yang mereka bayangkan sebagai masalah politik yang utama pada zaman mereka dan pada sisi yang lain, teori-teori social itu sendiri sampai dilihat di dalam cara yang terbaru sebagai suatu dasar yang penting dari doktrin-doktrin politik dan yang menyediakan elemen-elemen yang dapat dimasukkan secara langsung pada program-program dari gerakan-gerakan social dan partai-partai.  &lt;br /&gt;Penemuan itu adalah tentang ide bahwa kaum proletar merupakan factor social dan politik yang paling penting di dalam masyarakat modern. Penemuan ini selanjutnya membawa Marx pada suatu analisa akan situasi dari kaum proletar berkenaan dengan milik, produksi, dan pertukaran serta pada penonjolan perjuangna kelas sebagai elemen dinamis yang utama di dalam kehidupan social. &lt;br /&gt;Dalam hal ini,  Tom Bottomore mengungkapkan dengan gayanya yang menolak kemungkinan perluasan pengetahuan social yang obyektif dengan alas an ada perbedaan yang mencolok antara obyek-obyek penelitian ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan social.Masyarakat, katanya, bukanlah struktur luar yang pasti, yang tidak bisa mengubah, tindakan dan kesadaran manusia dalam beberapa cara yang biasa dapat diketahui dan dapat diduga. &lt;br /&gt;Tom Bottomore juga berpendapat bahwa pembangunan social ekonomi dan pencuatannya dalam perjuangan politik telah  menjadi demikian penting. Dengan kata lain, dengan munculnya masalah-masalah praktis dari kepentinan-kepentingan social yang baru telah melahirkan pemikiran yang sistematis tentang sifat masyarakat dan politik pada tempat pertama, dan para teoritisi masyhur dari masa sosiologi klasik akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh, misalnya, semua orang mengembangkan ide-ide mereka di dalam kerangka komitmen poliik atau orietasi nilai. Pada dasawarsa terakhir kita telah mengalami, di dalam penilaian Bottomore, suatu pencarian ide-ide yang lebih tua ketimbang suatu semburan yang kreatif, dan merosotnya kehidupan politik saat itu tampaknya telah pula mendorong keterbatasan dan kegelisahan para teoritisi. Namun, ia juga melihat sinar di kaki langit dalam bentuk gerakan-gerakan protes orang Eropa.&lt;br /&gt;Di penghujung uraiannya, Bottomore memita untuk diperhatikannya filsafat yang telah ikut ambil bagian dalam pengembangan ilmu social pada dasawarsa-dasawarsa yang lalu; dan pada salah seorang pengecam dasar-dasar positivistis yang paling masyhur yang banyak terdapat dalam pengetahuan social yang juga merupakan penjelas alternative hermeneutis yaitu Charles Taylor, yang uraian terakhirnya membicarakan adanya kemungkinan peranan teori di dalam meruntuhkan atau memperkuat dan biasanya menyusun sifat dan tindakan-tindakan kita. Berbagai teori mempunyai efek ini, ia tetap berharap untuk membuktikan bahwa teori-teori ini tak pernah  bisa menjadi factor yyang tidak terlalu menmentukan berbagai tindakan. Peranan teori ini menurutnya adalah untuk membedakan ilmu pengetahuan social dengan ilmu pengetahuan alam, karena ilmu-ilmu itu bukanlah obyek-obyek yyang kurang lebih bebas, melainkan merupakan bagian yang menyusun atau mengubah obyk-obyek mereka. Persoalan selanjutnya adalah pengesahan teori sehubungan dengan tidak adanya test atau aplikasi empiris yang sederhana. Pengesahan katanya, hanya bisa datang dari efek-efek tindakan, kalau tindakan itu bersifat waskita bagi pelaku. Akan tetapi kemungkinan untuk berangan-angan, meski untuk diri sendiri, menjadi sangat besar. Tidak ada cara yang sederhana yang memungkinkan tercapainya pemahaman social yang waskita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. perkiraan, Tindakan, dan Nilai-nilai Obyektivitas Ilmu-Ilmu Sosial&lt;br /&gt;    Apabila Bottomore berpendapat bahwa pengesahan ,hanya bisa datang dari efek-efek tindakan, kalau tindakan itu bersifat waskita bagi pelaku. Akan tetapi kemungkinan untuk berangan-angan, meski untuk diri sendiri, menjadi sangat besar. Tidak ada cara yang sederhana yang memungkinkan tercapainya pemahaman social yang waskita, maka bagi Amartya Sen ada kebutuhan yang sangat besar dari ilmu pengetahuan social yang factual terhadap cara untuk mempertimbangkan pernyataan-pernyataan social dan politik yang penting yang ia sebut sebagai kebutuhan ilmu sosial. Ia berharap bisa mempertahankan gagasan akan “pengetahuan social yang obyektif” dengan mencoba mengupayakan melalui perbuatan perbedaan-perbedaan penting di antara perhitungan dan tindakan , atau antara kebenaran dan kebajikan. Dari sana ia berharap bisa menemui obyektivitas bahkan kejujuran, yang menghimpun peristiwa-peristiwa dan proses-proses politik. &lt;br /&gt;Namun begitu, hal ini tidaklah cukup karena kita juga perlu tahu bahwa perhitungan tersebut adalah baik, dan tergantung pada pernyataan apa yang kita harapkan bisa diperhitungkan. Oleh karena itu, tegasnya, kita mempunyai suatu use-interest di dalam perhitungan. Tindakan, di lain fihak merupakan sesuatu yang sarat nilai-nilai yang mencakup upaya praktek ilmiah dan pembuatan pernyataan. Inilah masalah ilmu pengetahuan alam seperti halnya juga pengetahuan social. Pengetahuan social mungkin bisa menjelaskan kebenaran dan kebajikan dari berbagai pernyataan, tapi sudah tentu ia tidak dapat menceritakan kepada kita kenapa tindakan – tindakan itu dilakukan, selain juga tidak menyediakan pertimbangan-pertimbangan nilai tentang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Teori Sosial, Pengertian Sosial, dan Tindakan Politik&lt;br /&gt;Masalahnya bukannya teori-teori di atas harus mendukung praktek sosialnya seperti yang disepakati oleh Charles Taylor dan Amartya Sen, tapi sebagaiman ditegaskan oleh Jhon Dunn, semua yang dimiliki harus bisa menjembatani jurang pemisah antara pemahaman social kita dengan pengetahauan kita tentang sejarah modern. Karena baginya manusia bukanlah sesuatu yang sederhana tetapi perlu dipelajari bahkan harus dipelajari secara mendalam. Kita semua mungkin harus menjadi para teoritisi amatir, sekalipun hasrat terhadap ilmu pengetahuan social yang sesungguhnya telah pernah menghasilkan dosis-dosis yang lebih berarti ketimbang pembentukan teori sebab-akibat yang professional (yang di dalam konteks kepercayaan yang diyakini bahwa dunia tidaklah mungkin bisa difahami secara fundamental), yang dalam pandangannya menuju ke suatu pernyataan yang mencerminkan kemabukan ideologis. Sebagai teoritisi amatir ini kita nantinya diharapkan menemukan dasar pemikiran bahwa setiap manusia mempunyai sedikit banyaknya teoritisi social resmi yang homogen, atau seperangkat teori social. Seperti Habermas, ia percaya bahwa para teoritisi social sedikit banyak harus mengerti tentang teori dan filsafat secara utuh dan memperhatikan konsepsi diri yang dipegang oleh dirinya asendiri. Jurang pemisah antara pemahaman terhadap diri sendiri dan orang lain harus ditutup. &lt;br /&gt;Hanya dengan cara ini, tegasnya, teori dapat melayani praktek dengan lebih baik. Kesimpulan ini dikaitkan secara langsung oleh Dunn pada politik orang-orang Inggris modern yang sebelumnya pernah dicoba dengan teori-teori resmi yang tidak saja menimbulkan penderitaan besar ( karena tak adanya integritas social dan sintesa ideology yang bermoral , sehingga muncullah kekerasan bagi yang benar), tetapi juga penyurutan atas kemungkinan-kemungkinan kerjasama social. Apa yang dibutuhkan, menurut keyakinannya adalah kesederhanaan dan pandangan terhadap wewenang politik yang lebih demokratis serta penutupan jurang-jurang pemisah antara teori-teori resmi, amatir, dan professional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Marxisme dan Komunisme&lt;br /&gt;Akhirnya, pertautan antara teori Marxis dan praktek komunis merupakan masalah yang abadi bagi para ilmuwan social dan praktisi politik. Dalam uraian yang terakhir, Wlodzimiers Bruss mempersoalkan relevansi pandangan teoritis Marxis yang kritis untuk memahami dari mencari suatu use-value bagi para praktisi politik di Negara-negar tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi yang penting dari hal ini adalah pengakuan bahwa Negara-negara tersebut sarat dengan kecenderungan dan kekuatan yang saling bertentangan dan begitulah Marxisme, suatu teori yang baik asal muasalnyamaupun sifatnya sama mengandung berbagi kontradiksi social, sekalipun kemudian ia mampu menawarkan pengertian-pengertian tertentu pada para pembaharu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7353724618467678546?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7353724618467678546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7353724618467678546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7353724618467678546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7353724618467678546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/resume-buku-teori-sosial-dan-praktek.html' title='RESUME BUKU TEORI SOSIAL DAN PRAKTEK POLITIK'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-4262016502204907378</id><published>2009-06-09T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T20:34:22.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>KRITIK TERHADAP HASAN HANAFI</title><content type='html'>Kritik terhadap Hassan Hanafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendahulan&lt;br /&gt; Hassan Hanafi mencoba membicarakan tenatang keharusan bagi Islam untuk mengembangkan wawasan kehidupan yang progresif, dengan dimensi pembebasan (taharrur) di dalamnya. Watak pembebasan dari wawasan progresif itu bertumpu pada beberapa unsur penompang. Di satu pihak , gagasan akan keadilan sosial yang harus ditegakkan, kalau manusia ingin benar-benar berfungsi menjadi pelaksana fungsi keTuhanan (khalifah Allah) di muka bumi. Seorang kholifa harus memilki otonomi penuh atas dirinya, dan otonomi itu hanya dapat dicapai melalui tegaknya keadilan sosial. &lt;br /&gt; Tiang penopang berupa keadilan sosial ini menembus segala bentuk dan corak pemerintahan. Di pihak lain, keadilan sosial hanya dapat terwujud, bilamana ada para perjuangan pembebasan umat manusia yang tergabung dalam kegaiatan terorganisir yang megarah pada tujuan pembebaan tersebut. Untuk memungkinkan membuat kiprah mereka efektif, diperluhkan ideologi yang jelas-jelas membewa suara bebebasan. Karena Islam sendiri tidak dapat dijadikan ideologi yang semata-semata berfungdi pembebasan. Keseluruhan warisan kesejarahan Islam menunjukkan kepada keharusan pencegahan hubungan langsung antara Islam dan kekuasaan. Watak normatif Islam akan menghalangi tumbuhanya elen Revolusioner yang harus dimiki, jika Islam ingin menjadi ideologi independen .&lt;br /&gt; Dalam perkembangan pemikiran selama bertahun-tahun itu Hassan Hanafi sampai pada kesimpilan, bahwa Islam sebagaiknya berfungsi orientatif bagi ideologi populistik yang ada, yang wktu itu hampir sepenuhnya diwikili oleh berbagai bentuk sosialisme. Demikian kuat keyakinana Hassan Hanafi akan pentingnya orientasi keislaman pada ideologi populistik, sehingga ia mencetuskan gagasan kiri Islam . &lt;br /&gt; Jelas dapat disimpulkan dari penalaran Hassan Hanafi, bahwa ia mengacu pada analisis kelas yang mendominasi sosialisme sebagai faham, termasuk jenis-jenis sosialisme yang tidak Maarxis-Leninnis. Pilihan Hassn Hanafi jatuh pada sosialisme yang bertumpu pada Marxis-Leninisme yang dimodifikasikan, seperti sosialisme Arab. Dikatakan dimodifikasikan, karena hakekat materialistik dari Determinisme-Historik, yang niscayakan kebebasan manusia itu diberi roh non-materialistik, seperti pemunculan unsur-unsur progresif  dalam agama dan pra-nata laian yang bersifat kerohanian atau  kesejarahan. Dengan demikian Determinisme-Historistik versi ini, Hassan Hanafi lalau mengambil posisi ke-kiri-an (Al-Mauqif Al-Yasari). Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa ia membawakan gagasan pembahasan melalui pengahancuran konstruk lama yang serba reaksoner dari Feodalisme Kapitalistik yang menguasai masyarakat-masyarakat dunia yang sedang berkembang. Karena kaum reaksioner dinilai sebagai kaum ”kanan”, dengan sendirinya lawan mereka, termasuk yang tidak komunis, dianggap sebagai “kaum kiri”.&lt;br /&gt; Pemikiran Universalistik Hassan Hanafi itu dapat dilihat atau ditopang dari dua pendekatan. Pendekatan pertama adalah pengintegrasian wawasan keislaman dari kehidupan kaum muslimin ke dalam upayah penegakan kedaulatan hukum; pengahargaan kepada hak-hak asasi manusia; dan penguatan (enpowerment) bagi kekuasaan rakat jelata. Langkahlangkah itu seharusnya didudukkan pada sendi-sendi kultural ekonomis dan politis yang teguh. Karenanya sejumlah prinsip lalu menjadi penting dalam penciptaan paradigma baru pembebasan itu, seperti penolakan terhadap kekerasan (violence).&lt;br /&gt; Di sudut pandang lain, paradigma universalistik yang diinginkan Hassan Hanafi itu harus melalui dari pengembangan epistemologi ilmu pengetahuan baru. Orang Islam tidak hanya butuh hanya sekedar menerima dan mengambil alih paradigma-paradigma ilmu pengetahuan modern yang dibawakan oleh orang Barat, melainkan juga harus mengikis habis penolakan mereka terhadap peradaban pengetahuan orang Arab. Kareana ilmu pengetahuan dan peradaban Barat bertumpu pada Materialisme, maka haruslah dikembangkan pengertian yang tepat bagi kaum muslimin tentang khasanah peradaban Barat itu sendiri.     &lt;br /&gt;           Kita dapat menengarai tiga wajah dalam rangka memantapakan posisi pemikirannya dalam dunia Islam terutama dalam kaitannya dengan kiri Islam. Wajah pertama adalah peranannya sebagai seorang pemikir revolusioner. Segera setelah revolusi Islam iran menang, ia meluncurkan kiri Islam. Salah satu tugasnya adalah untuk mencapi Revolusioner Tauhid (keesaan, pengesaan; konsep inti dlam pandangan dunia Islam). Wajah kedua adalah sebagai seorang reformasi tradisi intelektual Islam klasik. Dalam hal ini, ia mirip posisi Muhammad Abdu. Wajah ketiga adalah penerus gerakan Al-afghani. Ia adalah pendiri gerakan Islam modern .   &lt;br /&gt; Saya telah memberi kesan bahwa pemikiran Hassan Hanfi dapat didefinisikan lebih kurang modern, tetapi sebagai layaknya sebuah definisi ia tidak seluruhnya benar, terutama karena Hanafi menggunakan pisau anlisis fenomenologi yang muncul di Barat untuk melawan modernisme. Kendatipun ia menyerap modernitas dan pra-postmodernitas, tapi ia belum merambah pada gerakan pemikiran paling beru di Barat, yaitu posmodernisme. &lt;br /&gt; Sebagai seorang reformis (pembaru) pemikir Islam, Hanfi mengunggulkan satu bagian dari khazanah Islam yang berbasis rasionalisme, dan ini tidak kompatibel dengan postmodernisme. Ini menjadi problema yang cukup serius dalam pemikiran Hassan Hanafi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gari Besarnya;&lt;br /&gt; Kiri Islam adalah sebuah manifesto berbasis Islam yang dianggap sebagai ajaran sempurna dari Tuhan kepada umat manusia. Semua muslim percaya bahwa ajaran Islam adalah suatu norma yang dapat diadaptasi oleh setiap bangsa apa saja dan kapan pun saja. Ajaran Islam itu bersifat universal, dan tidak bertentangan dengan rasio. Semua Muslim harus selalu membangun peradapan Islam degan keparcayaan itu, dan mereka harus mencoba membangun peradaban mereka bertumpu pada pesan-pesan abdi.&lt;br /&gt; Sebuah pertanyaann mungkin muncul; mengapa peradaban Islam menjadi lemah dibandingkan Barat padahal mereka percaya akan ajaran universal? Apakah Islam benar-benar Universal? Bukankah Barat lebih Universal karena ia telah menjadi peradaban yang paling kuat dalam sejarah kekuasaan? Al-afghani mencoba menjawabnya; “kristen berkembang pesat karena gereja berkembang di dalam tembok Imperium Romawi dan bekerjasam dengan penyembah berhala. Uamat nislam lemah karena kebanaran Islam telah dibusukkan oleh kesalahan yang turun temurun. Kristen kuat karena mereka tidak sungguh-sungguh Kristen, dan Islam lemah karena mereka tidak sungguh-sungguh Islam” .&lt;br /&gt; Persoalannya, bagaimana kita mesti mendekati dan mengakaji aspek-aspek peradaban, kesejarahan, politik, ekonomi dan sosial dunia Islam yang dibangun di atas “universalitas” itu? Bagaimana membangun kritik atas wacana Muslim? Orientalis tradisional selalu gagal meliahat masalah itu .    &lt;br /&gt; Pertama-tama basis pemikiran Hassan Hanafi harus dilacak melalui ajaran paling inti dari Islam, untuk menguji kiri Islam. Ajaran paling inti Islam adalah Tauhid. Tauhid adalah basis Islam. Menurut Hassan Hanafi, untuk membangun kembanli peradaban Islam tak bisa tidak dengan membangun kembali semnagat Tauhid itu.  Tauhid adalah pandangan dunia, asal seluruh pengetahuan. Karena itu kita harus mengkaji konsep Tauhid dan kita akan melihat bagaiman pandangan dunia Tauhid itu berfungsi untuk membangun umat Islam. Kita berupaya menemukan bahwa Tauhid adalah pemikiran yang seluruhnya mempunyai kaitan tali temali yang erat. Hassa Hanfi menegaskan bahwa membangkitkan semangat Tauhid merupakan suatu keniscayaan .           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tinjauan dari Modernita ke Postmodernitas.&lt;br /&gt; DR. Hassan Hanafi adalah seorang filsuf hukum Islam, seorang pemikir Islam dan guru besar di Fakultas Filsafat Universitas Kairo. Ia banyak menyerap pengetahuan dari Barat. Ia mengkosentrasikan diri pad kajian pemikiran Barat pra modern dan modern. Meskipun ia menolak dan mengkritik Barat tetapi tak terelka lagi, ide-ide liberalisme Barat, demokrasi, rasionalisme dan pencerahan telah mempengaruhi pemikirannya. Mka ia tergolong seorang modernis-liberal seperti Luthfi al-Sayyid, Taha Husain dan Al-Aqqad. &lt;br /&gt; Kita kan memulai pembahasan ini dari istilah yang abstrak: modernitas. Saya mengunakan istilah ini sebagai epistemologi yang mengatur bentuk-bentuk pandangan dunia dan sistem pemikiran . Pada saat yang sama bisa di katakan, bahwa sisitem sosial dan kultural membentuk epistemologi. Betuk-bentuk yang mengatur pandangan dunia kita juga nampak dalam pandanagn ilmu pengetahuan; ilmu politik, ekonomi, sosiologi, dan sebagainya. Ia juga bisa tampak dalam bentuk-bentuk intuisi sosial, kebijakan, teknolohi dan norma sosial modernitas, kata laian dari Barat modern, yang menjadi dalang fenomena itu:&lt;br /&gt;1. Pemisahan antara bidang sakral dan bidang dunawi. Dalam kehidupan sehari-sehari, hal terermin dalam pemisahan antara agama dan negara, agama dan politik. Lembaga-lembaga sosiala juga berwatak demikian. Pemisahan ini juga diberlakuakn pada materi dan ruh. &lt;br /&gt;2. Kecenderungan ke arah reduksionaisme. Materi dan benda direduksime. Materi dan benda direduksi pada elemen-elemennya. Ini dnampak dalam fisika Newton, sama halnya dengan homo-ekonomikus dalam ekonomi modern.&lt;br /&gt;3. Pemisahan antara subyektifitas dan obyektifitas. Hal ini tak pelak lagi mengahasilkan suatau kecenderunga dalam ilmu sosial untuk mengkalim bahwa suatu obyektifitas dalam mengambarkan sesauatu sebagai keniscayaan, dan secara alami mengarah kepada pengenalan bahwa “ deskripsi Obyektif” selalau terkait dengan relaitas yang pasti.&lt;br /&gt;4. Antroposentrisme. Ini nampak dalam sejarah Barat semenjak masa pencerahan, dan tampak dalam konsep-konsep demokrasi dan individualisme.&lt;br /&gt;5. Progresivisme. Progresivime sejarah diwakili sangat baik oleh Marx dan Marxisme. Dalam bidang ilmu pengetahuan, hal itu diyakini secara luas seperti pada kemajuan ilmu pengetehuan dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan-kecenderungan epistemologi modernitas di atas dapat saling berkait, bisa pula berkombinasi, atau muncul dan berekspresi dengan wajah lain. Hal itu tidak penting, tetapi yang jelas apa yang dapat kita amati adlah divisionisme, redusionisme, dan Erosentrisme.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Refrensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kazuo Shimogaki. Kiri Islam, LKis,Yogyakarta, 1993.&lt;br /&gt;M. Yusran Asmuni. Pengantar Studi Pemikiran Dan Gerakan Pembahruan Dalam Dunia Islam, PT.RajaGrafindo Persada, Jakarta 1996.&lt;br /&gt;Jurnal Islamika, Pemikiran Kritis Hassan Hanfi. No 1, Juli-Sebtember 1993&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-4262016502204907378?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/4262016502204907378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=4262016502204907378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4262016502204907378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4262016502204907378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/kritik-terhadap-hasan-hanafi.html' title='KRITIK TERHADAP HASAN HANAFI'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7621376245886457427</id><published>2009-06-09T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T20:33:03.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Sekilas tentang al Ghozali</title><content type='html'>KEHIDUPAN AL GAZALI SEBAGAI SEORANG FILOSOF&lt;br /&gt; Al Gazali menjalani hidup seorang sufi selama kurang lebih 10 tahun. Di dalam kesufiannya ia banyak menemukan jawaban terhadap hal-hal yang menjadi problem dalam dirinya, yaitu ingin mencari kebenaran. Ia berhasil menghimpun sebuah karya monumentalnya, yaitu Ihya’ Ulumuddin, suatau kitab yang berisi tentang pedoman hidup bermasyarakat, yang merupakan buku petunjuk bagi sementara kalangan dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat .&lt;br /&gt; Ia adalah seorang yang mempunyai pengaruh besar di dunia yang menjadikan tasawuf sebagai jalan mengenal Allah, sehingga banyak sekali yang ingin mengungkap dan mengkaji pribadinya, baik orang Barat maupun orang Timur. Dalam hal ini, Nur Cholish Madjid menngatakan bahwa Dunia Timur dikuasai oleh Al Gazali dan dunia Barat dikuasai oleh Ibnu Rusyd .Misalnya, A.J. Arbesy yang mengatakan bahwa Al Gazali di dalam kesufiannya selalu belajar dan menyusun serangkaian kitab yang di dalamnya menerangkan tentang aspek tatanan sufistik, meafisis, dan moral yang di dalamnya ia mencoba menunjukkan tasawuf kepada ajaran sunni, sembari membuktikan bahwa kehidupan seorang muslim di dalam pengabdian kepada Allah yang Esa takkan dapat dicapai sempurna, kecuali dengan mengikuti para sufi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEPSI FILSAFAT TASAWUF AL GHAZALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurutnya, jalan menuju tasawwuf dapat dicapai dengan cara mematahkan hambatan-hambatan jiwa serta membersihkan diri dari moral yang tercela, sehingga kalbu lepas dari sesuatu selain Allah dan selalu mengingat Allah. Didalam tasawufnya Al-Ghozali memilih tasawuf sunni yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi dengan doktrin ahlussunnah waljamaah. Dari faham tasawufnya itu ia menilai negative terhadap Sathonat. Menurutnya sathonat mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang memperhatikan amal lahiriyah, hanya  mmengungkapkan kata-kata yang sulit sipahami, mengemukakan kesatuan dengan Tuhan, menyatakan bahwa Allah dapat disaksikan dan sathonat merupakan hasil pemikiran yang kacau dan hasil imaginasi sendiri.&lt;br /&gt;           Al-Ghozali juga menolak fahan Hulul dan Ittihad, sebagai gantinya ia menghadirkan faham baru tentang ma’rifat, yaitu pendekatan diri kepada Allah (Taqorrub Ilaa Allah )tanpa diikuti penyetuan dengannya. Jalan menuju ma’rifat adalah  perpaduan ilmu dan amal sedang buahnya adalah moralitas, ia menjadikan tasawuf sebagai sarana untuk berolah rasa dan berolah jiwa sampai pada ma’rifat yang membantu menciptakan ass’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pandangan Al-Ghozali tentang Ma’rifat.&lt;br /&gt;Ma’rifat adalah jiwa taqorrub yang merupakan sesuatu yang diserap dan pengaruh dalam kalbu dan kemudian pada seluruh anggota badan. Menurut bahasa , Ma’rifat adalah pengetahuan yang tidak menerima keraguan lagi. Sedang menurut istilah sufi, ma’rifat adalah pengetahuan yang tidak menerima keraguan. &lt;br /&gt;Di dalam kitab Al-Munkid Al-Ghozali menyebut Ma’rifat sebagai ilmu yaqini yaitu tersingkapnya sesuatu yang jelas, sehingga tidak ada ruang untuk ragu-ragu, takmungkin salah atau keliru. Disisi lain ia mengatakan bahwa Ma’rifat adalah mengetahui rahasia Allah dan peraturan-peraturannya tentang segala yang ada.  Sedang sarana ma’rifat seorang sufi menurutnya adalah kalbu bukan perasaan dan bukan pula akal budi. Kalbu menurutnya bukanlah bagian tubuh yang terletak pada bagian kiri dada seorang manusia. Jadi kata kalbu dapat berarti dua macam, yaitu dalam arti jasmani dan rohani,. Sedangkan kalbu sebagai sarana ma’rifat menurut Al-Ghozali adalah dalam pengertian kalbu yang kedua yaitu dalam arti rohani. Kalbu menurutnya bagaikan cermin,  sementara ilmu adalah pantulan realitas yang ada didalamnya .Jadi jika kalbu tidak beningadalah hawa nafsu tubuh, sedang ketaatan kepada Allah serta keterpalingan dari tuntunan hawa nafsu itulah yang justru membuat kalbu berlinang dan cemerlang .                                                                           &lt;br /&gt;Ma’ rifat yang hakiki adalah ma’rifat yang diperoleh melalui ilham. Ilham dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang diberikan Tuhan secara langsung kepada manusia-manusia tertentu tanpa proses pengetahuan dan penalaran atau proses belajar. Jika pengetahuan indra dan pengetahuan akal sangat tergantung pada keadaan dan kesadaran seseorang maka mungkin keadaan dan kesadaran yang lebih tinggi telah dicapai oleh kawan, yang dalam keadaan tertenu dapat menyaksikan hal-hal yang berlainan dengan apa yang dicapai oleh akal.&lt;br /&gt;Jadi menurut Al Gazali, pengetahuan yang meyakinkan telah diperoleh kaum sufi. Kaum sufi dapat menyaksikan hal-hal yang tidak dapat dicapai oleh orang awwam. Hal ini dicapai melalui nur yang dipancarkan Tuhan kepada orang yang dikehendakinya. Nur adalah kunci pembuka sebagian besar ilmu ma’rifat. Jadi ma’rifat yang sebenarnya menurut Al Gazali didapat melalui ilham atau iluminasi yaitu Allah memancarkan nur ke dalam kalbu untuk mengenal hakikat Allah dan segala ciptaanNya.Sedangkan nur hanya dapat diterima apabila kalbu dalam keadaan bersih. Syarat pertama yang harus dilakukan untuk bisa menerima nur dari Allah sehingga bisa mengenal sesuatu dalam arti yang hakiki adalah mensucikannya dari dosa-dosa dan tingkah laku yang tercela, kemudian membersihkannya dari yang selain Allah. Kunci kesucian ini adalah dengan melibatkan kalbu secara total untuk berdzikir kepada Allah. Dan akhir semua ini adalah fana’ secara total menuju Allah. Dampaknya adalah Al Mukasyafah dan Al Musyahadah, sehingga mereka melihat (melalui kalbunya) para malaikat dan ruh para nabi dan dari sana mereka suara-suara dan dapat mengambil manfaat daripadanya .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pandangan Al Gazali tentang Metafisika&lt;br /&gt;Al Gazali memberikan reaksi keras terhadap Neo Platonisme Islam, di antaranya adalah al Farabi, Ibnu Sina, dkk. Al Gazli beranggapan bahwa banyak sekali terdapat kesalahan filsuf, karena ketidak telitian seperti halnya dalam lapangan logika dan matematika. Dalam bukunya yang berjudul Tahafut al Falasifah, disebutkan bahwa terdapat 20 persoalan (16 dalama bidang metafisika dan 4 dalam bidang fisika) yang dinyatakan 17 diantarana adalah bid’ah dan 3 yang lain dimasukkan hal pengkafiran. Yang dua puluh itu adalah:&lt;br /&gt;1. Alam qadim (tidak bermula)&lt;br /&gt;2. Keabadian (abadiah) alam, masa, dan gerak&lt;br /&gt;3. Konsep Tuhan sebagai Pencipta alam dan bahwa alam adalah produk ciptaanNya; ungkapan ini bersifat metaforis&lt;br /&gt;4. Demonstrasi/pembuktian eksistensi  Penciptaan alam semesta&lt;br /&gt;5. Argumen rasional bahwa Tuhan itu satu dan tidak mungkinnya pengandaian dua wajib al wujud&lt;br /&gt;6. Penolakan akan sifat-sifat Tuhan&lt;br /&gt;7. kemustahilan konsep genus (jins) keada Tuhan&lt;br /&gt;8. Wujud Tuhan adalah wujud yang sederhana, wujud murni, tanpa kuiditas atau esensi&lt;br /&gt;9. Argumen rasional bahwa Tuhan itu bukan tubuh (jism)&lt;br /&gt;10. Argumen rasional tentang Sebab dan Pencipta alam (hokum alam tak dapat berubah)&lt;br /&gt;11. Pengetahuan Tuhan tentang selain diriNya, dan Tuhan Mengetahui species dan secara universal&lt;br /&gt;12. Pembuktian bahwa Tuhan mengetahui diriNya sendiri&lt;br /&gt;13. Tuhan tidak mengetahui perincian segala sesuatu (juz’iyyat) melainkan secara umum &lt;br /&gt;14. Langit adalah makhluk hidup dan mematuhi Tuhan dengan gerak putarnya&lt;br /&gt;15. Tujuan yang menggerakkan langit&lt;br /&gt;16. Jiwa-jiwa langit mengetahui particular-partikular ang bermula (al juz’iyyat al haditsah)&lt;br /&gt;17. Kemustahilan perpisahan dari sebab alami peristiwa-peristiwa&lt;br /&gt;18. Jiwa manusia adalah substansi spiritual yang ada dengan sendirinya, tidak menempati ruang , tidak terpateri pada ubuh, dan bukan tubuh&lt;br /&gt;19. Jiwa manusia setelah terwujud tidak dapat hancur, dan watak keabadiannya membuatnya mustahil bagi kita membayangkan kehancurannya&lt;br /&gt;20. Penolakan terhadap kebangkitan jasmani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga persoalan fisuf dipandang kafir adalah:&lt;br /&gt;1. Alam kekal (qadim) atau abadi dalam arti tidak berawal&lt;br /&gt;2. Tuhan tidak mengetahui perincian atau hal-hal yang particular (juz’iyyat) yang terjadi di alam&lt;br /&gt;3. Pengingkaran terhadap kebangkitan jasmani (hasyr al ajsad) di akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7621376245886457427?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7621376245886457427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7621376245886457427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7621376245886457427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7621376245886457427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/sekilas-tentang-al-ghozali.html' title='Sekilas tentang al Ghozali'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-8338629977438758492</id><published>2009-06-09T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T23:41:07.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Aborsi dalam Islam</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Mukaddimah&lt;br /&gt;Pertama-tama harus dideklarasikan bahwa aborsi bukanlah semata masalah medis atau kesehatan masyarakat, melainkan juga problem sosial yang terkait dengan paham kebebasan (freedom/liberalism) yang dianut suatu masyarakat. Paham asing ini tak diragukan lagi telah menjadi pintu masuk bagi merajalelanya kasus-kasus aborsi, dalam masyarakat mana pun. Data-data statistik yang ada telah membuktikannya. Di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (FCDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI), telah mengumpulkan data aborsi yang menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika — yaitu hampir 2 juta jiwa — lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang mana pun dalam sejarah negara itu. Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika Serikat dari tiap-tiap perang adalah: Perang Vietnam 58.151 jiwa, Perang Korea 54.246 jiwa, Perang Dunia II 407.316 jiwa, Perang Dunia I 116.708 jiwa, Civil War (Perang Sipil) 498.332 jiwa. Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus .&lt;br /&gt;Data tersebut ternyata sejalan dengan data statistik yang menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika (62 %) berpendirian bahwa hubungan seksual dengan pasangan lain, sah-sah saja dilakukan. Mereka beralasan toh orang lain melakukan hal yang serupa dan semua orang melakukannya .&lt;br /&gt;Bagaimana di Indonesia? Di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini, sayang sekali ada gejala-gejala memprihatinkan yang menunjukkan bahwa pelaku aborsi jumlahnya juga cukup signifikan. Memang frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat, karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di rumah sakit. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu . Pada 9 Mei 2001 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (waktu itu) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Seminar “Upaya Cegah Tangkal terhadap Kekerasan Seksual Pada Anak Perempuan” yang diadakan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim di FISIP Universitas Airlangga Surabaya menyatakan, “Angka aborsi saat ini mencapai 2,3 juta dan setiap tahun ada trend meningkat.” Ginekolog dan Konsultan Seks, dr. Boyke Dian Nugraha, dalam seminar “Pendidikan Seks bagi Mahasiswa” di Universitas Nasional Jakarta, akhir bulan April 2001 lalu menyatakan, setiap tahun terjadi 750.000 sampai 1,5 juta aborsi di Indonesia  .&lt;br /&gt;Dan ternyata pula, data tersebut selaras dengan data-data pergaulan bebas di Indonesia yang mencerminkan dianutnya nilai-nilai kebebasan yang sekularistik. Mengutip hasil survei yang dilakukan Chandi Salmon Conrad di Rumah Gaul binaan Yayasan Pelita Ilmu Jakarta, Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis pada Simposium Menuju Era Baru Gerakan Keluarga Berencana Nasional, di Hotel Sahid Jakarta mengungkapkan ada 42 % remaja yang menyatakan pernah berhubungan seks; 52 % di antaranya masih aktif menjalaninya. Survei ini dilakukan di Rumah Gaul Blok M, melibatkan 117 remaja berusia sekitar 13 hingga 20 tahun. Kebanyakan dari mereka (60 %) adalah wanita. Sebagian besar dari kalangan menengah ke atas yang berdomisili di Jakarta Selatan  .&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa aborsi memang merupakan problem sosial yang terkait dengan paham kebebasan (freedom/liberalism) yang lahir dari paham sekularisme, yaitu pemisahan agama dari kehidupan.&lt;br /&gt;Terlepas dari masalah ini, hukum aborsi itu sendiri memang wajib dipahami dengan baik oleh kaum muslimin, baik kalangan medis maupun masyarakat umumnya. Sebab bagi seorang muslim, hukum-hukum Syariat Islam merupakan standar bagi seluruh perbuatannya. Selain itu keterikatan dengan hukum-hukum Syariat Islam adalah kewajiban seorang muslim sebagai konsekuensi keimanannya terhadap Islam. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai pemutus perkara yang mereka perselisihkan di antara mereka.” (Qs. an-Nisaa` [4]: 65).&lt;br /&gt;“Dan tidak patut bagi seorang mu`min laki-laki dan mu`min perempuan, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Qs. al-Ahzab [33]: 36).&lt;br /&gt;B.  Rumusan Masalah&lt;br /&gt;1. Apa definisi aborsi? &lt;br /&gt;2. Bagaimana pembagian dalam aborsi?&lt;br /&gt;3. Bagaimana pelaksanaan aborsi?&lt;br /&gt;4. Bagaimana aborsi Menurut Hukum Islam&lt;br /&gt;5. Apakah dalil yang digunakan untuk aborsi? Bagaimana pula analisisnya?&lt;br /&gt;C.  Tujuan &lt;br /&gt;1. Melengkapi tugas mata kuliah Masailul Fiqh&lt;br /&gt;2. Mengetahui Aborsi lebih konprehenship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A.  Definisi&lt;br /&gt;Aborsi secara umum adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) sebelum buah kehamilan tersebut mampu untuk hidup di luar kandungan. (JNPK-KR, 1999) . Secara lebih spesifik yaituPengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1.000 gram . Definisi lain menyatakan, aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Aborsi merupakan suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh  .&lt;br /&gt;Aborsi adalah berakhirnya kehamilan-dapat terjadi secara spontan akibat kelainan fisik wanita atau akibat penyakit biomedis internal atau mungkin disengaja melalui campur tangan manusia . Dalam hal ini bisa dilakukan dengan cara meminum obat-obatan tertentu dengan tujuan mengakhiri kehamilan atau mengunjungi dokter dengan tujuan meminta pertolongan untuk mengakhiri kehamilan, baik dengan cara mengosongkan rahim (kuret), meminum cairan amniotik dicampur dengan larutan garam, sehingga menyebabkan keguguran.&lt;br /&gt;B.  Pembagian&lt;br /&gt;Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:&lt;br /&gt;1. Aborsi Spontan/ Alamiah atau Abortus Spontaneus&lt;br /&gt;2. Aborsi Buatan/ Sengaja atau Abortus Provocatus Criminalis&lt;br /&gt;3. Aborsi Terapeutik/ Medis atau Abortus Provocatus Therapeuticum&lt;br /&gt;Aborsi spontan/ alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma. &lt;br /&gt;Aborsi buatan atau sengaja atau Abortus Provocatus Criminalis adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).&lt;br /&gt;Aborsi terapeutik atau Abortus Provocatus therapeuticum adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa  .&lt;br /&gt;C.  Pelaksanaan &lt;br /&gt;Pelaksanaan aborsi adalah sebagai berikut. Kalau kehamilan lebih muda, lebih mudah dilakukan. Makin besar makin lebih sulit dan resikonya makin banyak bagi si ibu, cara-cara yang dilakukan di kilnik-klinik aborsi itu bermacam-macam, biasanya tergantung dari besar kecilnya janinnya.&lt;br /&gt;1. Abortus untuk kehamilan sampai 12 minggu biasanya dilakukan dengan MR/ Menstrual Regulation yaitu dengan penyedotan (semacam alat penghisap debu yang biasa, tetapi 2 kali lebih kuat).&lt;br /&gt;2.  Pada janin yang lebih besar (sampai 16 minggu) dengan cara Dilatasi &amp; Curetage.&lt;br /&gt;3.  Sampai 24 minggu. Di sini bayi sudah besar sekali, sebab itu biasanya harus dibunuh lebih dahulu dengan meracuni dia. Misalnya dengan cairan garam yang pekat seperti saline. Dengan jarum khusus, obat itu langsung disuntikkan ke dalam rahim, ke dalam air ketuban, sehingga anaknya keracunan, kulitnya terbakar, lalu mati.&lt;br /&gt;4. Di atas 28 minggu biasanya dilakukan dengan suntikan prostaglandin sehingga terjadi proses kelahiran buatan dan anak itu dipaksakan untuk keluar dari tempat pemeliharaan dan perlindungannya.&lt;br /&gt;5.  Juga dipakai cara operasi Sesaria seperti pada kehamilan yang biasa  .&lt;br /&gt;Dengan berbagai alasan seseorang melakukan aborsi tetapi alasan yang paling utama adalah alasan-alasan non-medis. Di Amerika Serikat alasan aborsi antara lain:&lt;br /&gt;1.  Tidak ingin memiliki anak karena khawatir menggangu karir, sekolah, atau tanggung jawab yang lain (75%)&lt;br /&gt;2.  Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak (66%)&lt;br /&gt;3.  Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50%)&lt;br /&gt;Alasan lain yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda (terutama mereka yang hamil di luar nikah), aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak. Ada orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Mereka tidak tahu akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang calon ibu, saat merasakan gerakan dan geliatan anak dalam kandungannya. Alasan-alasan seperti ini juga diberikan oleh para wanita di Indonesia yang mencoba meyakinkan dirinya bahwa membunuh janin yang ada di dalam kandungannya adalah boleh dan benar. Semua alasan-alasan ini tidak berdasar. Sebaliknya, alasan-alasan ini hanya menunjukkan ketidak pedulian seorang wanita, yang hanya mementingkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Data ini juga didukung oleh studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998) yang menyatakan bahwa hanya 1% kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3% karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3% karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh yang serius. Sedangkan 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri termasuk takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan, malu, atau gengsi.&lt;br /&gt;D.  Aborsi Menurut Hukum Islam&lt;br /&gt;Dr. Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh, yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan, maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya.&lt;br /&gt;Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh, antara lain Muhammad Ramli (w. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. Ada pula yang memandangnya makruh, dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan.&lt;br /&gt;Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. Bahkan Mahmud Syaltut, mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram, sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. Akan makin jahat dan besar dosanya, jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa, dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh  .&lt;br /&gt;E.  Dalil dan Analisis&lt;br /&gt;Pendapat yang disepakati fuqoha, yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan), didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’, kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula, kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula, kemudian ditiupkan ruh kepadanya.” [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi].&lt;br /&gt;Maka dari itu, aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram, karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar’i berikut. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.” (Qs. al-An’aam [6]: 151).&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.” (Qs. al-Isra` [17]: 31).&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara’).” (Qs. al-Isra` [17]: 33).&lt;br /&gt;“Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh.” (Qs. at-Takwiir [81]: 8-9)&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan, sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan, seperti telah diuraikan di atas, para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. &lt;br /&gt;Dalil syar’i yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi Saw berikut:&lt;br /&gt;“Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam, maka Allah mengutus seorang malaikat padanya, lalu dia membentuk nutfah tersebut; dia membuat pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulang belulangnya. Lalu malaikat itu bertanya (kepada Allah), ‘Ya Tuhanku, apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan?’ Maka Allah kemudian memberi keputusan…” [HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a.].&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;“(jika nutfah telah lewat) empat puluh malam…”&lt;br /&gt;Hadits di atas menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota-anggota tubuhnya, adalah sete¬lah melewati 40 atau 42 malam. Dengan demikian, penganiayaan terhadapnya adalah suatu penganiayaan terhadap janin yang sudah mempunyai tanda-tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma’shumud dam). Tindakan penganiayaan tersebut merupakan pembunuhan terhadapnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, maka pihak ibu si janin, bapaknya, ataupun dokter, diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari. Siapa saja dari mereka yang melakukan pengguguran kandungan, berarti telah berbuat dosa dan telah melakukan tindak kriminal yang mewajibkan pembayaran diyat bagi janin yang gugur, yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan, atau sepersepuluh diyat manusia sempurna (10 ekor onta), sebagaimana telah diterangkan dalam hadits shahih dalam masalah tersebut. Rasulullah Saw bersabda :&lt;br /&gt;“Rasulullah Saw memberi keputusan dalam masalah janin dari seorang perempuan Bani Lihyan yang gugur dalam keadaan mati, dengan satu ghurrah, yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan…” [HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah r.a.] (Abdul Qadim Zallum, 1998).&lt;br /&gt;Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari, maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah), belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia.&lt;br /&gt;Di samping itu, pengguguran nutfah sebelum menjadi janin, dari segi hukum dapat disamakan dengan ‘azl (coitus interruptus) yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kehamilan. ‘Azl dilakukan oleh seorang laki-laki yang tidak menghendaki kehamilan perempuan yang digaulinya, sebab ‘azl merupakan tindakan mengeluarkan sperma di luar vagina perem¬puan. Tindakan ini akan mengakibatkan kematian sel sperma, sebagaimana akan mengakibatkan matinya sel telur, sehingga akan mengakibatkan tiadanya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang tentu tidak akan menimbulkan kehamilan.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw telah membolehkan ‘azl kepada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau mengenai tindakannya menggauli budak perempuannya, sementara dia tidak mengingin¬kan budak perempuannya hamil. Rasulullah Saw bersabda kepa¬danya:&lt;br /&gt;“Lakukanlah ‘azl padanya jika kamu suka!” [HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud].&lt;br /&gt;Namun demikian, dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin, ataupun setelah peniupan ruh padanya, jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. Dalam kondisi seperti ini, dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam, sesuai firman Allah SWT:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Qs. al-Maa’idah [5]: 32) .&lt;br /&gt;Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. Sedangkan Rasulullah Saw telah memerintahkan umatnya untuk berobat. Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit, Dia ciptakan pula obatnya. Maka berobatlah kalian!” [HR. Ahmad].&lt;br /&gt;Kaidah fiqih dalam masalah ini menyebutkan:&lt;br /&gt;“Idza ta’aradha mafsadatani ru’iya a’zhamuha dhararan birtikabi akhaffihima”&lt;br /&gt;“Jika berkumpul dua madharat (bahaya) dalam satu hukum, maka dipilih yang lebih ringan madharatnya.” (Abdul Hamid Hakim, 1927, Mabadi` Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa’id Al Fiqhiyah, halaman 35).&lt;br /&gt;Berdasarkan kaidah ini, seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya, meskipun ini berarti membunuh janinnya. Memang mengggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat. Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya juga suatu mafsadat. Namun tak syak lagi bahwa menggugurkan kandungan janin itu lebih ringan madharatnya daripada menghilangkan nyawa ibunya, atau membiarkan kehidupan ibunya terancam dengan keberadaan janin tersebut (Dr. Abdurrahman Al Baghdadi, 1998).&lt;br /&gt;Pendapat yang menyatakan bahwa aborsi diharamkan sejak pertemuan sel telur dengan sel sperma dengan alasan karena sudah ada kehidupan pada kandungan, adalah pendapat yang tidak kuat. Sebab kehidupan sebenarnya tidak hanya wujud setelah pertemuan sel telur dengan sel sperma, tetapi bahkan dalam sel sperma itu sendiri sudah ada kehidupan, begitu pula dalam sel telur, meski kedua sel itu belum bertemu. Kehidupan (al hayah) menurut Ghanim Abduh dalam kitabnya Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah (1963) halaman 85 adalah “sesuatu yang ada pada organisme hidup.” (asy syai` al qa`im fi al ka`in al hayyi). Ciri-ciri adanya kehidupan adalah adanya pertumbuhan, gerak, iritabilita, membutuhkan nutrisi, perkembangbiakan, dan sebagainya. Dengan pengertian kehidupan ini, maka dalam sel telur dan sel sperma (yang masih baik, belum rusak) sebenarnya sudah terdapat kehidupan, sebab jika dalam sel sperma dan sel telur tidak ada kehidupan, niscaya tidak akan dapat terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma. Jadi, kehidupan (al hayah) sebenarnya terdapat dalam sel telur dan sel sperma sebelum terjadinya pembuahan, bukan hanya ada setelah pembuahan.&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan ini, maka pendapat yang mengharamkan aborsi setelah pertemuan sel telur dan sel sperma dengan alasan sudah adanya kehidupan, adalah pendapat yang lemah, sebab tidak didasarkan pada pemahaman fakta yang tepat akan pengertian kehidupan (al hayah). Pendapat tersebut secara implisit menyatakan bahwa sebelum terjadinya pertemuan sel telur dan sel sperma, berarti tidak ada kehidupan pada sel telur dan sel sperma. Padahal faktanya tidak demikian. Andaikata katakanlah pendapat itu diterima, niscaya segala sesuatu aktivitas yang menghilangkan kehidupan adalah haram, termasuk ‘azl. Sebab dalam aktivitas ‘azl terdapat upaya untuk mencegah terjadinya kehidupan, yaitu maksudnya kehidupan pada sel sperma dan sel telur (sebelum bertemu). Padahal ‘azl telah dibolehkan oleh Rasulullah Saw. Dengan kata lain, pendapat yang menyatakan haramnya aborsi setelah pertemuan sel telur dan sel sperma dengan alasan sudah adanya kehidupan, akan bertentangan dengan hadits-hadits yang membolehkan ‘azl.&lt;br /&gt;Selain Islam, agama-agama yang lain juga melarang aborsi. Salah satu yang penulis ketahui ialah agama Kristen. Dimana dalam al Kitab disebutkan tentang Maryam yang tidak menggugurkan anaknya, Kisah kelahiran Ismael dan Ishak keturunan Ibrahim, jaminan Allah terhadap janin, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Aborsi bukan sekedar masalah medis atau kesehatan masyarakat, namun juga problem sosial yang muncul karena manusia mengekor pada peradaban Barat. Maka pemecahannya haruslah dilakukan secara komprehensif-fundamental-radikal, yang intinya adalah dengan mencabut sikap taqlid kepada peradaban Barat dengan menghancurkan segala nilai dan institusi peradaban Barat yang bertentangan dengan Islam, untuk kemudian digantikan dengan peradaban Islam yang manusiawi dan adil.&lt;br /&gt;Hukum aborsi dalam pandangan Islam menegaskan keharaman aborsi jika umur kehamilannya sudah 4 (empat) bulan, yakni sudah ditiupkan ruh pada janin. Untuk janin yang berumur di bawah 4 bulan, para ulama telah berbeda pendapat. Jadi ini memang masalah khilafiyah. Namun menurut pemahaman kami, pendapat yang rajih (kuat) adalah jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari, atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin, maka hukumnya haram. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari, maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. &lt;br /&gt;disamping itu semua, nampaknya ada sesuatu yang lebih urgent lagi, yaitu sikap preventif yang asasi dan shohih berupa mengurangi hal-hal yang merangsang libido, melegalkan peraturan yang mengatur hubungan laki dan perempuan, dan lain sebagainya , bukannya malah melegalkan ATM kondom yang bukannya memberi solusi malah polusi. Wallahu a’lam &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Abduh, Ghanim, 1963, Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah, t.p., t.tp&lt;br /&gt;Al Baghdadi, Abdurrahman, 1998, Emansipasi Adakah Dalam Islam, Gema Insani Press, Jakarta&lt;br /&gt;Fadl, Abul ME, 1997. Aborsi, Kontrasepsi, dan Mengatasi Kemandulan, Mizan, Bandung&lt;br /&gt;Hakim, Abdul Hamid,1927, Mabadi` Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa’id Al Fiqhiyah, Sa’adiyah Putera, Jakarta&lt;br /&gt;Hasan, M. Ali, 1995, Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam, RajaGrafindo Persada, Jakarta&lt;br /&gt;Mahjuddin, 1990, Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini, Kalam Mulia, Jakarta&lt;br /&gt;Uman, Cholil, 1994, Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern, Ampel Suci, Surabaya&lt;br /&gt;Zallum, Abdul Qadim, 1998, Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam : Kloning, Transplantasi Organ, Abortus, Bayi Tabung, Penggunaan Organ Tubuh Buatan, Definisi Hidup dan Mati, Al-Izzah, Bangil&lt;br /&gt;Zuhdi, Masjfuk, 1993, Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam, Haji Masagung, Jakarta &lt;br /&gt;www.genetik2000.com.&lt;br /&gt;Patterson, James, dan Peter Kim, 1991, The Day America Told The Thruth dalam Dr. Muhammad Bin Saud Al Basyr, Amerika di Ambang Keruntuhan, 1995, hal. 19.&lt;br /&gt;Aborsi.net.&lt;br /&gt;www.jender.or.id&lt;br /&gt;Ensiklopedia Indonesia&lt;br /&gt;Kapita Seleksi Kedokteran, Edisi 3, halaman 260&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-8338629977438758492?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/8338629977438758492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=8338629977438758492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8338629977438758492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/8338629977438758492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/aborsi-dalam-islam.html' title='Aborsi dalam Islam'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-3452063332920661022</id><published>2009-06-09T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T20:17:41.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Ilmu dan Agama dalam Bingkai Fil. Ilmu</title><content type='html'>HUBUNGAN ILMU DAN AGAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Kiranya sudah sejak dua Abad silam perkembangan dunia sains berikut turunannya tekhnologi cenderung berwatak ateistik-materialistik, hasilnya pun kerap kali mengancam eksistensi agama. Dengan berlandaskan pada metafisika yang bertentangan dengan agama, teori-teori ilmiah sains cenderung menyudutkan agama, seperti teori penciptaan alam semesta, asal-usul manusia, hubungan alam dengan Tuhan dan sebagainya. &lt;br /&gt;Fenomena ini mencapai titik puncaknya tatkala Charles Darwin mempopulerkan teori evolusi, lewat karyanya “The Origin of Species”. Sebuah penemuan baru yang banyak mendapatkan cekaman dan penuh kontroversial, namun mampu meruntuhkan doktrin dan keyakinan kuat kaum beragama mengenai misteri kemunculan manusia. Gagasan ini kemudian diikuti oleh pandangan para Darwinisme mengenai fenomena alam, yang keberadaannya dianggap hanya faktor kebetulan belaka, dan tidak ada agen atau kreator yang menciptakannya (termasuk Tuhan).&lt;br /&gt;Keradikalan sains modern dengan coraknya yang ateistik-materialistik itu dianggap oleh kaum agamawan sebagai sesuatu yang membahayakan. Dari kaum agamawan, paling tidak ada tiga corak dalam merespon atau menanggapi keradikalan paradigma sains modern yang ateistik-materialistik ini. Pertama, kelompok agamawan yang berusaha mempertahankan doktrin dan kepercayaannya dengan tidak memperdulikan penemuan sains modern (mereka mengisolasi diri dari dunia sains modern), kedua, meninggalkan tradisi dan mencoba mencari titik temunya dengan sains modern, dan ketiga berusaha merumuskan kembali konsep keagamaan secara ilmiah dan kontemporer (upaya untuk menyatukan ilmu dan agama yang dilakukan oleh integralisme ). &lt;br /&gt;Selanjutnya isu tentang perdebatan atau perjumpaan antara sains dan agama adalah turunan dari permasalahan ini, dan menjadi genre tersendiri di dunia keilmuan. Di tangan para teolog/agamawan dari Barat, perdebatan antara sains dan agama menghasilkan gagasan “sains teistik”, yaitu: sains yang sensitive terhadap keyakinan dan ajaran agama. Sementara dalam konteks Kristen kontemporer, Ian Barbour mendasarkan pendekatan “integrasi” (integrasi teologis) dalam upayanya mempertemukan sains dan agama dengan empat tipologinya yaitu; konflik, independensi, dialog dan integrasi. Juga John F. Haught yang menggunakan pendekatan konflik, kontras, kontak, dan konfirmasi.&lt;br /&gt;Sementara dalam Islam hubungan antara sains dan agama telah menjadi topik menarik selama lima puluh tahun terakhir ini. Gagasan mengenai “sains Islami” atau “Islamisasi sains” merupakan reaksi atas sains modern yang ateistik-materialistik tersebut. “Sains Islami” ini pada mulanya dipopulerkan oleh para pemikir muslim seperti Sayyed Hossein Nasr, Ziauddun Sardar, Ismail al-Faruqi, al-Attas dan akhir-akhir ini Mehdi Golshani. Di mana pemikiran mereka kerap kali dilabeli dengan “islamisasi ilmu”. Meskipun gagasan mereka berebeda, semuanya bergerak pada lapangan dan tingkat yang sama yaitu tingkat epistemologi dan sedikit menyentuh aspek metafisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hubungan Ilmu dan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ide dan kontroversi tentang integrasi ilmu dan agama di berbagai kalangan umat Islam tidak bisa dipungkiri. Kalau kita telaah ulang ternyata gagasan integrasi ilmu dan agama sudah lahir bersamaan dengan munculnya Islam, hal tersebut dibuktikan dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban Islam. Namun lambat laun hal tersebut pudar dan bahkan hilang dari umat Islam, kita lihat bagaimana kemudian Barat merangkak menuju kebangkitannya melalui penerjemahan karya ulama-ulama klasik Islam, namun sayang di saat yang sama justru umat Islam diam bahkan mundur dari kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi tersebut gagasan integrasi tersebut sungguh amat terasa urgensinya sekarang ini, ia tidak hanya sekedar mempertegas bahwa pandangan dikotomis antara ilmu dan agama (Islam) tidak lagi produktif. Namun juga untuk menegaskan bahwasanya Islam sesungguhnya bisa difahami melalui berbagai perspektrif, karena Islam bukan ajaran yang tertutup dan menutup diri. Ia bisa didatangi dan difahami oleh siapapun melalui berbagai jalan variatif sekalipun. Karena itu perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern ini sangatlah bermanfaat sebagai salah satu alat untuk memahami keluasan dan kemahabesaran Tuhan dan ajaranNya; Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan ilmu dan agama bisa seperti yang disebutkan oleh Einstein,  yakni "ilmu tanpa agama lumpuh dan agama tanpa ilmu buta". Karena agama adalah jiwa ilmu adalah empirisnya, agama adalah cahaya ilmu adalah lampunya, agama yang memberi kebahagiaan ilmu yang memberi kemudahan, dan lain sebaginya. Ini menunjukkan relasi yang sangat bertautan, mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa landasan agama, manusia bisa melakukan apa saja, kesadaran eistein setelah teorinya tentang atom telah menciptakan malapetaka di dunia ini dengan di jatuhkannya bom atom di Hiroshima dan nagasaki. Penemuan tekhnologi atom di satu sisi mendatangkan dampak yang baik (Peradaban yang maju), di sisi yang lain dapat menimbulkan bencana (menghancurkan peradaban)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalar atau logika dan hasilnya yang berupa ilmu pengetahuan memang bisa berkembang dan liar tapi  untuk menerapkannya perlu moralitas atau tanggung jawab terhadap kehidupan alam semesta serta isi alam itu sendiri.  Karena  fungsi kemajuan ilmu pengetahuan bukan untuk tujuan destructive tapi constructive  di sinilah peran agama harus benar-benar sejalan dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang sederhana adalah penggunaan kondom itu,  tujuan utama adalah untuk menurunkan angka kelahiran agar pertumbuhan umat manusia dapat terkendali sehingga dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dan priduksi pangan dunia.  tapi bagi orang-orang yang tidak bermoral (tidak bertanggung jawab) di salah gunakan untuk couple yang belum sah dalam perkawinan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ilmu pengetahuan dalam perkembangannya harus di tuntun oleh agama agar tidak terjadi kehancuran,  karena ilmu pengetahuan bagaikan pisau beda yang dapat dipergunakan untuk membunuh atau memperpanjang kehidupan seseorang, tergantung pemakai pisau tersebut, bermoralkah atau tidak? Sehingga dokter yang tidak bermoral (bertanggung jawab) akan menggunakan pisau bedah untuk menggugurkan kandungan dan membunuh janin di dalamnya tanpa belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja yang dimaksud dgn "ilmu dan agama" di sini adalah bagian2 dari agama yang berhubungan dengan ilmu itu sendiri. Agama itu cakupannya memang sangat luas. Seorang ahli Biologi, ahli fisika, ahli kelautan, ahli perbintangan (dgn masing2 kapasitasnya) akan menyatukan ilmunya dengan agama yg haq. Agama yang menyinggung biologi, fisika, laut, bintang, bumi..etc . Perbedaan antara agama dan sains tentu ada dan dalam beberapa hal perbedaan itu memang diperlukan agar tidak terjadi kekacauan epistimologis dalam menguraikan suatu permasalahan .Ukuran sains harus dibuktikan secara empiris, namun kebenaran agama tidak harus. Namun realita bahwa banyak orang yang taat beragama, banyak melakukan dzikir dan ibadah sehingga hidupnya menjadi tenang dan berarti adalah bukti ilmiah juga. Oleh karena itu, pada titik tertentu keduanya akan beseberangan jauh dan pada titik tertentu keduanya saling bertemu.&lt;br /&gt;Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah pertama, ilmu dan agama memiliki empat hubungan, meliputi: konflik, independen, dialog dan integrasi . Integrasi juga memiliki beberapa tipe, yaitu integrasi teologis (Ian Barbour), agama sebagai konfirmasi ilmu (John Haught), integration of knowledge (Oliver L. Reiser), Islamisasi ilmu (Naquib Al Attas dan Ismail Raji Al Faruqi), dan pengilmuan Islam (Kuntowijoyo). &lt;br /&gt;Kedua, konsep integrasi ilmu dan agama dalam perspektif Filsafat Mullâ Sadrâ merupakan integrasi filosofis yang dibangun di atas landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi. Secara ontologis hubungan ilmu dan agama adalah integratif-interdependentif, yaitu ilmu dan agama saling bergantung satu sama lain. Tidak ada ilmu tanpa agama dan tidak ada agama tanpa ilmu. Secara epistemologis, hubungan ilmu dan agama bersifat integratif-komplementer, yaitu seluruh metode yang diterapkan dalam ilmu dan agama (panca indera, rasio, intuisi dan wahyu) secara sinergis diterapkan dalam menemukan kebenaran. Secara aksiologis, hubungan ilmu dan agama bersifat integratif-kualifikatif, artinya seluruh nilai (kebenaran, kebaikan, keindahan dan keilahian) saling mengkualifikasi satu dengan yang lain. Ilmu tidak bebas nilai, ilmu tidak hanya berhubungan dengan nilai kebenaran, tetapi juga dengan nilai kebaikan, keindahan dan keilahian . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Scientiesme Vs Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun agama dan ilmu pengetahuan bisa disimpulkan saling berintegritas, namun jika agama dipandang sebagai tujuan hidup satu-satunya (mutlak untuk semua), maka para pemeluknya bisa saling membakar sarana ibadah agama lain atau hal-hal lain demi tercapainya kebenaran agama yang dianutnya. Demikian juga science, jika dianggap sebagai tujuan hidup maka ada kemungkinan saling membunuh jika melihat teori orang lain hampir berhasil. Tetapi jika dianggap sebagai alat maka bisa saling membantu .&lt;br /&gt;Dengan kata lain, scient oke, scient bisa diterima agama, tapi scientisme tidak bisa kita dan agama terima. Bagaimanapun juga sains dan tekhnologi tidak dapat bebas milai, sebab keinginan manusia bersifat subyektif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-3452063332920661022?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/3452063332920661022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=3452063332920661022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/3452063332920661022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/3452063332920661022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/ilmu-dan-agama-dalam-bingkai-fil-ilmu.html' title='Ilmu dan Agama dalam Bingkai Fil. Ilmu'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-1140703372203070511</id><published>2009-06-09T20:11:00.001-07:00</published><updated>2009-06-09T20:15:24.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>Mengenal Hasan Al Banna Lebih Dekat</title><content type='html'>KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segala puja dan puji syukur senantiasa  terpanjatkan kehadirat Allah swt. yang berkat rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nyalah makalah sederhana ini terselesaikan  dengan baik, insyaallah.&lt;br /&gt; Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan tabiin beliau.&lt;br /&gt; Makalah ini merupakan makalah pembanding dari makalah kami yang pertama dengan judul yang sama. Oleh karena itu, isi yang ada di dalamnyapun takkan jauh berbeda, kecuali beberapa tambahan referensi dan sekedar komentar atas pengamatan penyusun. &lt;br /&gt; Pertama kali mendengar nama sekaligus mengenal sedikit tentang Hassan Al- Banna adalah sewaktu penulis membaca novel Diorama Sepasang Al-Banna buah karya Ari Nur. Dan penulispun langsung jatuh cinta pada Al Banna. Sebuah sosok dengan ciri dakwah profesionalisme, terencana, dan totalisme. Pembaharu yang penuh gebrakan di dunia Islam, baik dalam hal pemikiran maupun masalah politik sosialnya.  Namun sayang sekali, banyak penulis yang kurang tertarik pada sosok kharismatik ini dan lebih suka untuk membahas Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, atau Fazlur Rahman. Terbukti dengan sedikitnya buku-buku referensi tentang al Banna. Kecintaan itu semakin bertambah manakala penulis menyusun makalah pembanding ini Untuk membuktikan dan membagi kecintaan pada lelaki yang terpancar dari wajahnya cahaya kesalehan dan ketakwaan  itulah, maka makalah ini disusun. &lt;br /&gt; Sebenarnya seseorang dianggap besar tidak berdasarkan ukuran khusus. Kadang-kadang orang dianggap besar karena ia adalah orang berilmu, penakluk, penemu suatu karya, pembina ruhani, atau seorang pemimpin politik. Tetapi orang yang paling pantas abadi adalah orang yang berjuang membangun umat dan mampu mengubah perjalanan sejarah. Dan Hasan al Banna adalah salah satu tokoh abadi lagi terkemuka dalam sejarah Islam pada abad 20. Bukan karena dia sebagai seorang ulama atau orator ulung atau politikus piawai, karena pada zamannya banyak juga orang-orang yang lebih pintar atau lebih hebat retorikanya. Tetapi al Banna adalah orang yang membangun sebuah pergerakan organisasi dakwah, membentuk generasi, dan telah mengguncang sejarah Mesir, Timur Tengah, atau bahkan dunia. Ini terlihat dari fakta sejarah yang masih bergulir dari setengah abad yang lalu sampai sekarang.&lt;br /&gt; Dan jika pada zaman sekarang terdapat sebagian orang yang mengecilkan peran sang pembaharu agung ini, hal itu tidaklah aneh. Karena pada masa hidup al Banna telah ada juga kelompok orang yang mengecilkan penannya. Bahkan membunuhnya. Memang demikianlah pada umumnya nasib yang dialami oleh tokoh besar, di setiap waktu dan tempat.&lt;br /&gt;Kepada Drs. Muktafi Fahal M.Ag selaku dosen pembimbing penulis sampaikan terimakasih.&lt;br /&gt; Akhirnya tak ada gading  yang tak retak, demikian pula dengan makalah pembanding ini. Kritik dan saran membangun sangat penulis harapkan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 20 Januari 2007  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hasan al Banna adalah pendiri dan pemimpin umum Ikhwan al Muslimin di Mesir. Latar belakang al Banna mendirikan Ikhwan al Muslim tidak terlepeas dari keadaan atau krisis yang melanda Mesir dalam bidang agama, sosial, pendidikan , ekonomi, dan politik. Krisis itu sendiri terjadi setelah meninggalnya Sa’ad Zaghlul pada tahun 1927 M yang menimbulkan pertarungan politik yang tidak sehat, menurunnya semangat nasionalisme, dan lemahnya bangsa Mesir. &lt;br /&gt;Dalam bidang agama dan moral terjadi krisis, masyarakat mulai melupakan Islam sebagai “The Way of Life”. Di samping itu ulama-ulama Al Azhar dipandang kurang berfungsi dalam pembinaan agama dan moral masyarakat.  Dalam bidang pendidikan terjadi dualisme sistem. Di satu pihak pemerintah lebih mementingkan pelajaran umum dibandingkan pelajaran agama. Di pihak lain sekolah-sekolah agama lebih mementingkan pendidikan agama dibandingkan pendidikan umum. Sehingga terjadi kepincangan pendidikan.&lt;br /&gt;Di segi politik luar negeri, dunia Islam terpecah ke dalam negara-negara kecil. Sementara atheisme subur dan kaum imperialisme merampas negara-negara Arab untuk dieksploitasi sumber bahan mentahnya dan menjadikan negara terjajah sebagai tempat pemasaran barang produksinya.&lt;br /&gt;Bertitik dari keprihatinan dan keinginan untuk memperbaiki tatanan masyarakat dan pemerintahan Mesir dalam segala aspek kehidupannya berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits serta sirath Nabi SAW, Al Banna akhirnya mendirikan Ikhwan al Muslimin. Menurut al Banna Islam memiliki ajaran yang luas dan lengkap. &lt;br /&gt;Adapun gerakan Ikhwanul Muslimin tertuju pada gerakan-gerakan modernisasi yang kebablasan. Usaha dan kegiatan Ikhwan al Muslimin meliputi lima sektor, yaitu: 1) Bidang dakwah 2)Bidang Pendidikan 3)Bidang ekonomi 4)Bidang politik 5)Bidang sosial, yang itu semua akan dibahas lebih lanjut pada bab dua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;    Beberapa rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah:&lt;br /&gt;1. Siapakah Hasan al Banna?&lt;br /&gt;2. Bagaimana Ide dan Gerakannya?&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;     Adapun tujuan penyusunan makalah ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Memenuhi tugas ujian akhir semester mata kuliah Pemikiran Teologi Islam Modern&lt;br /&gt;2. Memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai riwayat hidup, ide, dan gerakan  Hasan  al Banna.&lt;br /&gt;3. Meneladani dan  mengaplikasikan ide dan gerakan Al Banna yang sesuai&lt;br /&gt;dengan situasi saat ini  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Riwayat Hidup&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hassan Al Banna (selanjutnya ditulis Al Banna), lahir  pada tanggal 17 Oktober  1906 bertepatan dengan tahun 1323 H di Distrik Mahmudiyah, Mesir . Ia berasal dari kelurga yang taat beragama dan terpandang . Ayahnya bernama Syeikh Akhmad bin Abdur Rahman As Sa’ati, seorang yang alim di bidang ilmu agama. Disebut as Sa’ati karena ia bekerja sebagai tukang jam di samping mengajar dan berdakwah.&lt;br /&gt; Al Banna kecil telah dididik dan diajari ayahnya dengan sungguh-sungguh berbagai ilmu agama, seperti fiqh, hadits, dan al Qur’an. Ia belajar di sekolah persiapan dan pendidikan guru di Damanhur. Kemudian melanjutkan studinya di Darul Ulum selama 4 tahun. Adapun pendidikan kerohanian ia dapat dari Tarekat Hasyafiyah semenjak ia berusia 12 tahun. Ia juga seorang anak dengan kesungguhan dan kecerdasan yang luar biasa lagi disertai dengan fasilitas perpustakaan pribadi yang memadai. Semua itu memberi pengaruh dalam pembentukan pribadi al Banna. Al Banna kecil senantiasa melakukan shalat malam, puasa Senin–Kamis, serta menghafal Qur’an (hafidz sempurna saat akil baligh). Selain itu al Banna juga aktif dalam aktifitas dakwah sewaktu belajar di Sekolah Menengah Atas dan Dar al-Ulum. Dia merupakan mahasiswa paling berprestasi, dan saat ujian akhir ia telah hafal 17.000 bait syair dan kata-kata hikmah. Tak ayal lagi cumlaude pun diraihnya. &lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan studinya di universitas, al Banna ditunjuk sebagai pengajar di sebuah sekolah di provinsi Ismailiyah. Di Ismailiyah, pengaruh Inggris sangat kuat. Hal ini dikarenakan banyak masyarakatnya yng bekerja di perusahaan terusan Suez milik Inggris. Menurutnya, Inggris telah memandang hina masyarakat Mesir karena ia melihat para pekerja Mesir nampak bagai hamba berwajah merah.. Sementara itu ia memandang kebebasan dan kerusakan moral telah mewabah seantero dunia Islam, khususnya saat keruntuhan Attaturk pada tahun 1924M. Kegelisan dan keprihatinan al Banna menjadikannya terjun diri dalam Ikhwanul muslimin, organisasi baru yang dibentuknya.&lt;br /&gt;Sebab-sebab lahirnya Ikhwanul Muslimin secara garis besar dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kegagalan Barat&lt;br /&gt;Faktor pertama adalah kegagalan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang merupakan landasan peradaban Barat. Pandangan hidup Barat cepat mendatangkan hasil dalam mengembangkan pengetahuan yang bersifat praktis dan tehnis, penemuan-penemuan dan membanjirnya produk-produk mekanis ke pasaran, tetapi tidak mampu memberikan kepada fikiran manusia suatu cahaya kebenaran, harapan, keyakinan, ataupun jalan keluar bagi orang-orang yang mengalami kesulitan untuk memperoleh ketenangan dan ketentraman. Manusia bukan sekedar alat bagi sesamanya. Manusia muak dengan keadaan yang serba materialistik itu. Kehidupan ala Barat hanya mampu memberikan kenikmatan lahiriyah. Makin hari manusia semakin haus akan jiwa yang bebas. Dan agama adalah jawabannya.&lt;br /&gt;2. Kesempurnaan Islam&lt;br /&gt;Faktor kedua ialah penemuan para pemikir Musllim akan adanya prinsip-prinsip dan aturan-auran yang luhur, terhormat, manusiawi, dan agama sempurna, yaitu Islam. Dalam waktu yang lama sekali kaum muslimin telah mengabaikan ini semua, namun setelah Allah memberi petunjuk kepada para pemikir di kalangan mereka dan kemudian mereka membanding-bandingkan,merekapun sadar akan kesenjangan antara nilai-nilai pendahulu dengan nilai-nilai Barat.&lt;br /&gt;3. Corak Perkembangan&lt;br /&gt;Faktor ketiga adalah perkembangan kondisi-kondisi sosial di antara masa-masa dua perang dunia yang merenggut nyawa , yang menelorkan pengamatan dan penelitian untuk kembali lagi kepada al Qur’an hadits.&lt;br /&gt;Dunia telah lama dikuaasai oleh sistem demokrasi, dan di mana-mana orang mengagungkan dan memberi penghormatan kepada kemenangan sistem itu. Hitler, Nazi di Jerman dan Musolini di Italia adalah ikon system ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ide dan Gerakan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ide dan gerakan Al Banna merupakan hasil responnya dari konteks sosial politik Mesir saat itu sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Sebuah fenomena yang menimbulkan rasa keprihatinan yang sangat mendalam pada jiwa al Banna. Sebuah kondisi yang membentuk jiwanya menjadi jiwa yang selalu kritis dan revolusioner . Adapun bidang-bidang yang “disentuh” oleh al Banna yaitu:&lt;br /&gt;1) Bidang dakwah&lt;br /&gt;Kata dakwah merupakan isim masdar dari kata                     yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, menjamu , atau lebih konkritnya adalah mengajak pada kebenaran dan kebaikan . Aktifitas dakwah bagi Al Banna sendiri merupakan suatu kegiatan rutin yang sudah digelarnya sejak masa remaja. Dalam dakwahnya ia menekankan pada aspek amar bil ma’ruf nahhy ‘an munkar, Wujud nyata darinya adalah kedisiplinannya dalam mengumandangkan adzan untuk sholat berjamaah, bahkan ia pernah menyampaikan protes kepada guru lembaga pendididkan Islam yang tidak menghiraukan waktu shalat . Dakwah bagi Al Banna merupakan sarana yang tepat untuk dijadikan sebagai media penyampaian pesan-pesan Islam, dan gagasan-gagasannya. Karena itu, aktifitas dakwah ia gelar pada moment-moment yang tepat, tanpa terikat oleh waktu dan tempat.&lt;br /&gt;Sebagai hasilnya, pada tahun 1928 terbentuklah organisasi Ikhwanul Muslimin yang selanjutnya menjadi wadah bagi misi pembaharuan Al Banna. Jika sebelumnya dakwah Al Banna terbatas pada lisan, setelah terbentuknya organisasi ini kemudian dakwahnya dikembangkan lewat berbagai media, seperti Koran, tabloid, majalah, di samping aktifitas-aktifitas sosislnya .&lt;br /&gt;Ciri dakwah Al Banna adalah profesionalisme, terencana, dan totalisme. Dengan demikian, dakwah yang dijalankan Al Banna tidak bersifat insidentil, tetapi ia terprogram dengan materi-materi dan tahapan-tahapan tertentu (classification), yaitu: pertama,, tahap propaganda, pengenalan, dan penyebaran ide (at-Ta’rif) ; kedua, tahap pembentukan, seksi, pendukung (at-Takwin) ; ketiga, pelaksanaan dan kerja nyata (at-Tanfidz). Tahapan-tahapan ini mengindikasikan profesionalisme dakwah Al Banna .&lt;br /&gt;2) Pendidikan&lt;br /&gt;Kejumudan berfikir merupakan masalah yang bukan lagi isu, melainkan realita dari umat muslim hingga dewasa ini. Hal ini bisa jadi ada hubungannya dengan kemenangan kaum Asy’ari atas Mu’tazillah. Taqlid ada di mana-mana. Sehingga tidak salah bila dikatakan masa-masa ini sebagai masa ditutupnya pintu ijtihad. Aspek lainnya adalah mayoritas masyarakat Mesir memahami agama sebagai aspek ritual saja, tanpa bersentuhan dengan realitas hidup. Kondisi lingkungan semacam inilah yang dihadapi Al Banna.  &lt;br /&gt;Pendidikan dan pembinaan (tarbiyah) adalah kata kunci masalah ini, atau merupakan kalimat rahasia kalau boleh diistilahkan. Pendidikan merupakan instrument terpenting bagi terwujudnya suatu perubahan dan pembinaan umat. Pendidikan Mesir saat itu sedang mengalami dikotomi  , dimana pendidikan umum dikelola pemerintah dan pendidikan agama dikelola oleh swasta.. Untuk mengatasinya, Al Banna menggagaskan adanya sekolah khusus Al Ikhwan Al Muslimun dengan kurikulum yang ekslusif-sebagai follow up gagasan tersebut, didirikan Madrasah Al Tahdzib li Ikhwan al Muslimun dengan materi yang mencakup: al Qur’an, hadits, aqidah, ibadah, akhlaq, sejarah Islam, dan tokoh-tokoh salaf, latihan pidato. Kedua, ia menggagaskan agar di sekolah pemerintah maupun di sekolah swasta diadakan pendidikan agama, yang mencakup: pembangkitan semangat nasional, pembinaan moral yang luhur, dan sejarah. Usulan lainnya ialah dimasukkannya pendididkan agama di semua tingkatan pendidikan, pemisahan tempat peserta didik laki-laki dengan perempuan, serta dimasukkannya ilmu pengetahuan praktis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi agama dan negara . Selanjutnya gagasan ini disebut dengan Pendidikan Khuluqiyyah.&lt;br /&gt;Tujuan akhir dari program pendidikan ala Al Banna ini adalah terbentuknya pribadi muslim dengan dedikasi tinggi, daya pikir tinggi, moral mulia, dan fisik yang kuat, serta punya semangat untuk melakukan perubahan dimanapun ia berada, dan tidak menyerah pada kondisi yang ada.&lt;br /&gt;Kualitas paripurna pelaksaanaan pendidikan yang saling terkait dan terintegral ini, diharapkan dapat melahirkan individu-individu muslim yang konsis dalam mengamalkan ajaran Islam. Kualitas ini kata Al-Banna secara berkesinambungan akan melahirkan mode keluarga Islam, masyarakat Islam dan negara Islam. Dengan demikian , secara makro peembaruan Al-Banna dilakukan dari lapisan masyarakat terbawah sampai pada lapisan teratas secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ekonomi&lt;br /&gt;Seperti negara-negara Islam lainnya, Mesir termasuk negara berkembang dimana mayoritas penduduknya berpenghasilan di bawah rata-rata standar. Kondisi ini tidak terlepas dari faktor geografis, yaitu lahan pertanian yang tandus, sementara mata pencaharian pokok mereka bertumpu pada pertanian. Di pihak lain, adanya monopoli pihak asing , yaitu Inggris di Terusan Suez&lt;br /&gt;Sebagai antitesa (respon) atas permasalahan tersebut, Al Banna mengembangkan sistem ekonomi kemitraan di antara sesama umat Islam, yang sahamnya sama-sama dimiliki oleh rakyat . Sistem ini diharapkan dapat menandingi sistem perekonomian asing maupun para politisi besar Mesir. Wujud follow up dari kemitraan ini yaitu berdirinya syarikat dagang bernama Syarikat Mu’amalat Al Islamiyat. Selain itu Al Banna juga mengembangkan model pertanian baru di seluruh pelosok negeri Mesir.&lt;br /&gt;Bagi Al Banna selam kemiskinan belum bisa diberantas, maka sikap ketergantungn masyarakat tetap tinggi kepada pihak asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Politik&lt;br /&gt;Inggris mulai menduduki Mesir pada tahu 1882. Dalam pada itu terjadi gejolak besar-besaran, dalam bidang ipoleksosbudhankam, sehingga muncul tiga teori yang ditawarkan dalam perumusan dasar negara. Tiga teori itu ialah patriotisme, nasionalisme, dan Pan Islamisme. Ketiga teori tersebut menginspirasikan Al Banna untuk memformulasikan sistem politik Mesir. Ide patriotisme dan nasionalisme menurut al Banna tidak bertentangan dengan Islam, karena bertujuan untuk memperoleh kebenaran, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Adapun nasionalisme, menurut al Banna, harus didasarkan pada jiwa kebangsaan dan ikatan aqidah Islam, pelestarian tradisi lama dan tidak bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;Al Banna sebagai seorang pembaru yang orientasinya salafi, berupaya untuk menghidupkan kembali model pemerintaha salafi, yaitu model khilafat seperti Al Khulafa’ al Rasyidun. Karena pada masa inilah sistem politik Islam benar-benar diterapkan secara utuh. Meskipun demikian ia dan ikhwanul muslimun tidak berlaku arogan guna mencapai cita-citanya. Karena baginya, kepada sesama muslim yang saling mengishlah, pendekatan damai lebih disenangi. Tapi dalam kaitannya dengan penjajah kafir, al Banna tidak memberikan tawaran lain, yaitu berjihad (baik gerilya maupun terang-terangan) untuk mengusir mereka dari wilayah Mesir. Bagi Al Banna,  penjajah yang hanya bisa mengeksploitasi harus dilawan agar hengkang segera dari Mesir. Kesimpulan dari percobaan al Banna di lapangan sosial politik adalah bahwa ia menekankan dua aspek mendasar, yaitu:&lt;br /&gt;1. Sesungguhnya “metode damai” yang digunakan di dalam negeri atau “metode tahapan” (tadarruj) yang dilaksanakan untuk membangun kekuatan dari bawah sangat sesuai dengan sifat aktivitas gerakan social-politik yang mengacu pada perbaikan (ishlah). Adappun metode revolusi yang mengarah pada pengaruh kekuasaan politik-dari atas- biasanya tidak direspon masyarakat yang sesuai dengan harapan. Ini pula yang menuruut pengamatan penyusun, pelaksanaan praktek metode ikhwanul muslimun di tiap Negara berbeda disesuaikan  dengan kebiasaan di negara tersebut di samping tergantung dengan faham aliran ikhwanul muslimunnya (karena lagi-lagi menurut pengamatan peyusun , faham-faham ala ikhwanul muslimun yang berkembang pesat dewasa ini tak semuannya menggunakan metode-metode dan ide-ide Hasan al Banna selaku mursyid am ataupun pendirinya). Sebagai contoh, di luar Indonesia, aliran-aliran ala ikhwanul muslimun terkesan keras dan tegas, salah satunya HT (Hizbut Tahrir), dan lain sebagainya. Sedangkan aliran-aliran ala ikwanul muslimun di Indonesia selain ada yang keras dan tegas (HTI), ada kecenderungan masyarakat lebih percaya bahwa PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang lebih lunak dan fleksibel adalah salah satu aliran sah ikhwanul muslimun. &lt;br /&gt;2. Kombinasi antara dua metode yang berlawanan dalam perubahan(metode damai dan metode revolusi) dalam satu kerangka organisasi adalah keadaan yang diliputi oleh berbagai macam bahaya, sehingga dalam banyak hal dapat menghilangkan aspek manfaat dari metode itu. Perubahan social seharusya mendapatkan prioritas yang paling utama dari perubahan politik, dan ini merupakan prinsip dasar untuk kesuksesan dan jaminan bagi kelangsungan pergerakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sosial&lt;br /&gt;Pendudukan Prancis, Lalu Inggris atas Mesir berakibat pada hancurnya kehidupan sosial masyarakat. Sebagai dampak nyata dari dominasi tersebut adalah terjadinya dekadensi moral, manipulasi,dsan kehancuran dalam berbagai aspek kehidupan. Konsekwensi lain dari penjajahan Inggris adalah kebodohan, rendahnya tingkat kesehatan, dekadensi moral. Gagasannya di bidang sosial antara lain adalah pengadaan sarana kesehatan, rumah penampungan, poliklinik, pemberian makan kepada fakir miskin dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi para penganggur .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt; Dunia telah melahirkan banyak tokoh dengan pemikiran dan perjuangan yang berbeda pula. Dalam gerakan Islam muncul nama-nama terkenal karena pemikiran dan aktivitasnya yang cukup menonjol dalam memperjuangkan Islam, salah satunya adalah Hasan al Banna. Dialah pendiri gerakan Ikhwanul Muslimun yang sampai sekarang terus menggema di berbagai pelosok bumi. Pemikirannya yang cukup luas dan aktivitasnya di berbagai tempat telah melahirkan penafsiran yang beragam tentang metode (manhaj) dan model dari gerakan Ikhwanul Muslimun.&lt;br /&gt; Boleh dikatakan Hasan al Banna mengemas dakwahnya secara apik, sebagaimana obat yang pahit dikapsuli agar enak diminum tapi khasiat tetap sama. Revolusi yang dilakukannya benar-benar jauh dari darah, sebagaimana revolusi-revolusi kebanyakan. Aspek perilaku dan amaliah yang produktif menjadi titik tekan dan lebih mendapatkan prioritas dibandingkan dengan aspek lainnya dalam perjuangan Islam. Aspek lainnya, seperti pollitik, hanya dapat dijadikan pijakan perjungan ketika kondisi yang ada memungkinkannya dan dianggap sangat efektif.&lt;br /&gt; Kesimpulan yang bisa ditarik di sini, antara lain: metode yang digunakan  al Banna adalah kombinasi secar mendalam dan rinci antara dua metode perubahan, yaitu metode Syaikh Jamalludin al Afghani dan metode Syaikh Muhammad Abduh.Kesimpulan kedua, posisi al Banna diantara para pemikir Islam dapat dikategorikan pemikar Tradisional Modern. Dikatakan tradisional karena pemikirannya berorientasi ke masa silam (salaf), masa nabi, dan khulafaur rasyidun sebagai model yang ideal. Dikatakan modern, karena ide-ide pembaharuannya menggunakan perangkat-perangkat modern. Revolusi pemikiran yang ditawarkan al Banna adalah bahwa Islam merupakan agama yang universal, mencakup segala aspek kehidupan. Islam merupakan tatanan hidup, dan atas dasarnya (Islam) semua aktivitas kehidupan harus dijalankan. Maka, solusi yang ditawarkan al Banna dalam merespon krisis yang melanda Mesir dan sekitarnya adalah mengembalikan dan mengorientasikan segala persoalan pada al Qur’an dan al Hadits serta sirath nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahal, Muktafi, dan Achmad Amir Aziz. Teologi Islam Modern.Surabaya: Gitamedia Press.1999. &lt;br /&gt;Qordhowy,Yusuf. 70 Tahun Al Ikhwan Al Muslimun . Jakarta : Pustaka al Kautsar. 1999.&lt;br /&gt;Rais, Amin. Islam dan Pembaharuan . cet 5. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 1995.&lt;br /&gt;Yakan, Fathi. Revolusi Hasan al Banna. Jakarta: Harakah, 2002.&lt;br /&gt;Yunus, Mahmud.  Kamus Arab-Indonesia .Jakarta : PT. Hidakarya Agung. 1989.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-1140703372203070511?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/1140703372203070511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=1140703372203070511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1140703372203070511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/1140703372203070511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/mengenal-hasan-al-banna-lebih-dekat.html' title='Mengenal Hasan Al Banna Lebih Dekat'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7180690387014398705</id><published>2009-06-09T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T23:55:07.538-07:00</updated><title type='text'>Mengenal Hasan Al Banna Lebih Dekat</title><content type='html'>KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puja dan puji syukur senantiasa  terpanjatkan kehadirat Allah swt. yang berkat rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nyalah makalah sederhana ini terselesaikan  dengan baik, insyaallah.&lt;br /&gt; Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan tabiin beliau.&lt;br /&gt; Makalah ini merupakan makalah pembanding dari makalah kami yang pertama dengan judul yang sama. Oleh karena itu, isi yang ada di dalamnyapun takkan jauh berbeda, kecuali beberapa tambahan referensi dan sekedar komentar atas pengamatan penyusun. &lt;br /&gt; Pertama kali mendengar nama sekaligus mengenal sedikit tentang Hassan Al- Banna adalah sewaktu penulis membaca novel Diorama Sepasang Al-Banna buah karya Ari Nur. Dan penulispun langsung jatuh cinta pada Al Banna. Sebuah sosok dengan ciri dakwah profesionalisme, terencana, dan totalisme. Pembaharu yang penuh gebrakan di dunia Islam, baik dalam hal pemikiran maupun masalah politik sosialnya.  Namun sayang sekali, banyak penulis yang kurang tertarik pada sosok kharismatik ini dan lebih suka untuk membahas Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, atau Fazlur Rahman. Terbukti dengan sedikitnya buku-buku referensi tentang al Banna. Kecintaan itu semakin bertambah manakala penulis menyusun makalah pembanding ini Untuk membuktikan dan membagi kecintaan pada lelaki yang terpancar dari wajahnya cahaya kesalehan dan ketakwaan  itulah, maka makalah ini disusun. &lt;br /&gt; Sebenarnya seseorang dianggap besar tidak berdasarkan ukuran khusus. Kadang-kadang orang dianggap besar karena ia adalah orang berilmu, penakluk, penemu suatu karya, pembina ruhani, atau seorang pemimpin politik. Tetapi orang yang paling pantas abadi adalah orang yang berjuang membangun umat dan mampu mengubah perjalanan sejarah. Dan Hasan al Banna adalah salah satu tokoh abadi lagi terkemuka dalam sejarah Islam pada abad 20. Bukan karena dia sebagai seorang ulama atau orator ulung atau politikus piawai, karena pada zamannya banyak juga orang-orang yang lebih pintar atau lebih hebat retorikanya. Tetapi al Banna adalah orang yang membangun sebuah pergerakan organisasi dakwah, membentuk generasi, dan telah mengguncang sejarah Mesir, Timur Tengah, atau bahkan dunia. Ini terlihat dari fakta sejarah yang masih bergulir dari setengah abad yang lalu sampai sekarang.&lt;br /&gt; Dan jika pada zaman sekarang terdapat sebagian orang yang mengecilkan peran sang pembaharu agung ini, hal itu tidaklah aneh. Karena pada masa hidup al Banna telah ada juga kelompok orang yang mengecilkan penannya. Bahkan membunuhnya. Memang demikianlah pada umumnya nasib yang dialami oleh tokoh besar, di setiap waktu dan tempat.&lt;br /&gt;Kepada Drs. Muktafi Fahal M.Ag selaku dosen pembimbing penulis sampaikan terimakasih.&lt;br /&gt; Akhirnya tak ada gading  yang tak retak, demikian pula dengan makalah pembanding ini. Kritik dan saran membangun sangat penulis harapkan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 20 Januari 2007  &lt;br /&gt;Penulis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hasan al Banna adalah pendiri dan pemimpin umum Ikhwan al Muslimin di Mesir. Latar belakang al Banna mendirikan Ikhwan al Muslim tidak terlepeas dari keadaan atau krisis yang melanda Mesir dalam bidang agama, sosial, pendidikan , ekonomi, dan politik. Krisis itu sendiri terjadi setelah meninggalnya Sa’ad Zaghlul pada tahun 1927 M yang menimbulkan pertarungan politik yang tidak sehat, menurunnya semangat nasionalisme, dan lemahnya bangsa Mesir. &lt;br /&gt;Dalam bidang agama dan moral terjadi krisis, masyarakat mulai melupakan Islam sebagai “The Way of Life”. Di samping itu ulama-ulama Al Azhar dipandang kurang berfungsi dalam pembinaan agama dan moral masyarakat.  Dalam bidang pendidikan terjadi dualisme sistem. Di satu pihak pemerintah lebih mementingkan pelajaran umum dibandingkan pelajaran agama. Di pihak lain sekolah-sekolah agama lebih mementingkan pendidikan agama dibandingkan pendidikan umum. Sehingga terjadi kepincangan pendidikan.&lt;br /&gt;Di segi politik luar negeri, dunia Islam terpecah ke dalam negara-negara kecil. Sementara atheisme subur dan kaum imperialisme merampas negara-negara Arab untuk dieksploitasi sumber bahan mentahnya dan menjadikan negara terjajah sebagai tempat pemasaran barang produksinya.&lt;br /&gt;Bertitik dari keprihatinan dan keinginan untuk memperbaiki tatanan masyarakat dan pemerintahan Mesir dalam segala aspek kehidupannya berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits serta sirath Nabi SAW, Al Banna akhirnya mendirikan Ikhwan al Muslimin. Menurut al Banna Islam memiliki ajaran yang luas dan lengkap. &lt;br /&gt;Adapun gerakan Ikhwanul Muslimin tertuju pada gerakan-gerakan modernisasi yang kebablasan. Usaha dan kegiatan Ikhwan al Muslimin meliputi lima sektor, yaitu: 1) Bidang dakwah 2)Bidang Pendidikan 3)Bidang ekonomi 4)Bidang politik 5)Bidang sosial, yang itu semua akan dibahas lebih lanjut pada bab dua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;    Beberapa rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah:&lt;br /&gt;1. Siapakah Hasan al Banna?&lt;br /&gt;2. Bagaimana Ide dan Gerakannya?&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;     Adapun tujuan penyusunan makalah ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Memenuhi tugas ujian akhir semester mata kuliah Pemikiran Teologi Islam Modern&lt;br /&gt;2. Memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai riwayat hidup, ide, dan gerakan  Hasan  al Banna.&lt;br /&gt;3. Meneladani dan  mengaplikasikan ide dan gerakan Al Banna yang sesuai&lt;br /&gt;dengan situasi saat ini  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Riwayat Hidup&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hassan Al Banna (selanjutnya ditulis Al Banna), lahir  pada tanggal 17 Oktober  1906 bertepatan dengan tahun 1323 H di Distrik Mahmudiyah, Mesir . Ia berasal dari kelurga yang taat beragama dan terpandang . Ayahnya bernama Syeikh Akhmad bin Abdur Rahman As Sa’ati, seorang yang alim di bidang ilmu agama. Disebut as Sa’ati karena ia bekerja sebagai tukang jam di samping mengajar dan berdakwah.&lt;br /&gt; Al Banna kecil telah dididik dan diajari ayahnya dengan sungguh-sungguh berbagai ilmu agama, seperti fiqh, hadits, dan al Qur’an. Ia belajar di sekolah persiapan dan pendidikan guru di Damanhur. Kemudian melanjutkan studinya di Darul Ulum selama 4 tahun. Adapun pendidikan kerohanian ia dapat dari Tarekat Hasyafiyah semenjak ia berusia 12 tahun. Ia juga seorang anak dengan kesungguhan dan kecerdasan yang luar biasa lagi disertai dengan fasilitas perpustakaan pribadi yang memadai. Semua itu memberi pengaruh dalam pembentukan pribadi al Banna. Al Banna kecil senantiasa melakukan shalat malam, puasa Senin–Kamis, serta menghafal Qur’an (hafidz sempurna saat akil baligh). Selain itu al Banna juga aktif dalam aktifitas dakwah sewaktu belajar di Sekolah Menengah Atas dan Dar al-Ulum. Dia merupakan mahasiswa paling berprestasi, dan saat ujian akhir ia telah hafal 17.000 bait syair dan kata-kata hikmah. Tak ayal lagi cumlaude pun diraihnya. &lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan studinya di universitas, al Banna ditunjuk sebagai pengajar di sebuah sekolah di provinsi Ismailiyah. Di Ismailiyah, pengaruh Inggris sangat kuat. Hal ini dikarenakan banyak masyarakatnya yng bekerja di perusahaan terusan Suez milik Inggris. Menurutnya, Inggris telah memandang hina masyarakat Mesir karena ia melihat para pekerja Mesir nampak bagai hamba berwajah merah.. Sementara itu ia memandang kebebasan dan kerusakan moral telah mewabah seantero dunia Islam, khususnya saat keruntuhan Attaturk pada tahun 1924M. Kegelisan dan keprihatinan al Banna menjadikannya terjun diri dalam Ikhwanul muslimin, organisasi baru yang dibentuknya.&lt;br /&gt;Sebab-sebab lahirnya Ikhwanul Muslimin secara garis besar dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kegagalan Barat&lt;br /&gt;Faktor pertama adalah kegagalan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang merupakan landasan peradaban Barat. Pandangan hidup Barat cepat mendatangkan hasil dalam mengembangkan pengetahuan yang bersifat praktis dan tehnis, penemuan-penemuan dan membanjirnya produk-produk mekanis ke pasaran, tetapi tidak mampu memberikan kepada fikiran manusia suatu cahaya kebenaran, harapan, keyakinan, ataupun jalan keluar bagi orang-orang yang mengalami kesulitan untuk memperoleh ketenangan dan ketentraman. Manusia bukan sekedar alat bagi sesamanya. Manusia muak dengan keadaan yang serba materialistik itu. Kehidupan ala Barat hanya mampu memberikan kenikmatan lahiriyah. Makin hari manusia semakin haus akan jiwa yang bebas. Dan agama adalah jawabannya.&lt;br /&gt;2. Kesempurnaan Islam&lt;br /&gt;Faktor kedua ialah penemuan para pemikir Musllim akan adanya prinsip-prinsip dan aturan-auran yang luhur, terhormat, manusiawi, dan agama sempurna, yaitu Islam. Dalam waktu yang lama sekali kaum muslimin telah mengabaikan ini semua, namun setelah Allah memberi petunjuk kepada para pemikir di kalangan mereka dan kemudian mereka membanding-bandingkan,merekapun sadar akan kesenjangan antara nilai-nilai pendahulu dengan nilai-nilai Barat.&lt;br /&gt;3. Corak Perkembangan&lt;br /&gt;Faktor ketiga adalah perkembangan kondisi-kondisi sosial di antara masa-masa dua perang dunia yang merenggut nyawa , yang menelorkan pengamatan dan penelitian untuk kembali lagi kepada al Qur’an hadits.&lt;br /&gt;Dunia telah lama dikuaasai oleh sistem demokrasi, dan di mana-mana orang mengagungkan dan memberi penghormatan kepada kemenangan sistem itu. Hitler, Nazi di Jerman dan Musolini di Italia adalah ikon system ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ide dan Gerakan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ide dan gerakan Al Banna merupakan hasil responnya dari konteks sosial politik Mesir saat itu sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Sebuah fenomena yang menimbulkan rasa keprihatinan yang sangat mendalam pada jiwa al Banna. Sebuah kondisi yang membentuk jiwanya menjadi jiwa yang selalu kritis dan revolusioner . Adapun bidang-bidang yang “disentuh” oleh al Banna yaitu:&lt;br /&gt;1) Bidang dakwah&lt;br /&gt;Kata dakwah merupakan isim masdar dari kata                     yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, menjamu , atau lebih konkritnya adalah mengajak pada kebenaran dan kebaikan . Aktifitas dakwah bagi Al Banna sendiri merupakan suatu kegiatan rutin yang sudah digelarnya sejak masa remaja. Dalam dakwahnya ia menekankan pada aspek amar bil ma’ruf nahhy ‘an munkar, Wujud nyata darinya adalah kedisiplinannya dalam mengumandangkan adzan untuk sholat berjamaah, bahkan ia pernah menyampaikan protes kepada guru lembaga pendididkan Islam yang tidak menghiraukan waktu shalat . Dakwah bagi Al Banna merupakan sarana yang tepat untuk dijadikan sebagai media penyampaian pesan-pesan Islam, dan gagasan-gagasannya. Karena itu, aktifitas dakwah ia gelar pada moment-moment yang tepat, tanpa terikat oleh waktu dan tempat.&lt;br /&gt;Sebagai hasilnya, pada tahun 1928 terbentuklah organisasi Ikhwanul Muslimin yang selanjutnya menjadi wadah bagi misi pembaharuan Al Banna. Jika sebelumnya dakwah Al Banna terbatas pada lisan, setelah terbentuknya organisasi ini kemudian dakwahnya dikembangkan lewat berbagai media, seperti Koran, tabloid, majalah, di samping aktifitas-aktifitas sosislnya .&lt;br /&gt;Ciri dakwah Al Banna adalah profesionalisme, terencana, dan totalisme. Dengan demikian, dakwah yang dijalankan Al Banna tidak bersifat insidentil, tetapi ia terprogram dengan materi-materi dan tahapan-tahapan tertentu (classification), yaitu: pertama,, tahap propaganda, pengenalan, dan penyebaran ide (at-Ta’rif) ; kedua, tahap pembentukan, seksi, pendukung (at-Takwin) ; ketiga, pelaksanaan dan kerja nyata (at-Tanfidz). Tahapan-tahapan ini mengindikasikan profesionalisme dakwah Al Banna .&lt;br /&gt;2) Pendidikan&lt;br /&gt;Kejumudan berfikir merupakan masalah yang bukan lagi isu, melainkan realita dari umat muslim hingga dewasa ini. Hal ini bisa jadi ada hubungannya dengan kemenangan kaum Asy’ari atas Mu’tazillah. Taqlid ada di mana-mana. Sehingga tidak salah bila dikatakan masa-masa ini sebagai masa ditutupnya pintu ijtihad. Aspek lainnya adalah mayoritas masyarakat Mesir memahami agama sebagai aspek ritual saja, tanpa bersentuhan dengan realitas hidup. Kondisi lingkungan semacam inilah yang dihadapi Al Banna.  &lt;br /&gt;Pendidikan dan pembinaan (tarbiyah) adalah kata kunci masalah ini, atau merupakan kalimat rahasia kalau boleh diistilahkan. Pendidikan merupakan instrument terpenting bagi terwujudnya suatu perubahan dan pembinaan umat. Pendidikan Mesir saat itu sedang mengalami dikotomi  , dimana pendidikan umum dikelola pemerintah dan pendidikan agama dikelola oleh swasta.. Untuk mengatasinya, Al Banna menggagaskan adanya sekolah khusus Al Ikhwan Al Muslimun dengan kurikulum yang ekslusif-sebagai follow up gagasan tersebut, didirikan Madrasah Al Tahdzib li Ikhwan al Muslimun dengan materi yang mencakup: al Qur’an, hadits, aqidah, ibadah, akhlaq, sejarah Islam, dan tokoh-tokoh salaf, latihan pidato. Kedua, ia menggagaskan agar di sekolah pemerintah maupun di sekolah swasta diadakan pendidikan agama, yang mencakup: pembangkitan semangat nasional, pembinaan moral yang luhur, dan sejarah. Usulan lainnya ialah dimasukkannya pendididkan agama di semua tingkatan pendidikan, pemisahan tempat peserta didik laki-laki dengan perempuan, serta dimasukkannya ilmu pengetahuan praktis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi agama dan negara . Selanjutnya gagasan ini disebut dengan Pendidikan Khuluqiyyah.&lt;br /&gt;Tujuan akhir dari program pendidikan ala Al Banna ini adalah terbentuknya pribadi muslim dengan dedikasi tinggi, daya pikir tinggi, moral mulia, dan fisik yang kuat, serta punya semangat untuk melakukan perubahan dimanapun ia berada, dan tidak menyerah pada kondisi yang ada.&lt;br /&gt;Kualitas paripurna pelaksaanaan pendidikan yang saling terkait dan terintegral ini, diharapkan dapat melahirkan individu-individu muslim yang konsis dalam mengamalkan ajaran Islam. Kualitas ini kata Al-Banna secara berkesinambungan akan melahirkan mode keluarga Islam, masyarakat Islam dan negara Islam. Dengan demikian , secara makro peembaruan Al-Banna dilakukan dari lapisan masyarakat terbawah sampai pada lapisan teratas secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ekonomi&lt;br /&gt;Seperti negara-negara Islam lainnya, Mesir termasuk negara berkembang dimana mayoritas penduduknya berpenghasilan di bawah rata-rata standar. Kondisi ini tidak terlepas dari faktor geografis, yaitu lahan pertanian yang tandus, sementara mata pencaharian pokok mereka bertumpu pada pertanian. Di pihak lain, adanya monopoli pihak asing , yaitu Inggris di Terusan Suez&lt;br /&gt;Sebagai antitesa (respon) atas permasalahan tersebut, Al Banna mengembangkan sistem ekonomi kemitraan di antara sesama umat Islam, yang sahamnya sama-sama dimiliki oleh rakyat . Sistem ini diharapkan dapat menandingi sistem perekonomian asing maupun para politisi besar Mesir. Wujud follow up dari kemitraan ini yaitu berdirinya syarikat dagang bernama Syarikat Mu’amalat Al Islamiyat. Selain itu Al Banna juga mengembangkan model pertanian baru di seluruh pelosok negeri Mesir.&lt;br /&gt;Bagi Al Banna selam kemiskinan belum bisa diberantas, maka sikap ketergantungn masyarakat tetap tinggi kepada pihak asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Politik&lt;br /&gt;Inggris mulai menduduki Mesir pada tahu 1882. Dalam pada itu terjadi gejolak besar-besaran, dalam bidang ipoleksosbudhankam, sehingga muncul tiga teori yang ditawarkan dalam perumusan dasar negara. Tiga teori itu ialah patriotisme, nasionalisme, dan Pan Islamisme. Ketiga teori tersebut menginspirasikan Al Banna untuk memformulasikan sistem politik Mesir. Ide patriotisme dan nasionalisme menurut al Banna tidak bertentangan dengan Islam, karena bertujuan untuk memperoleh kebenaran, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Adapun nasionalisme, menurut al Banna, harus didasarkan pada jiwa kebangsaan dan ikatan aqidah Islam, pelestarian tradisi lama dan tidak bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;Al Banna sebagai seorang pembaru yang orientasinya salafi, berupaya untuk menghidupkan kembali model pemerintaha salafi, yaitu model khilafat seperti Al Khulafa’ al Rasyidun. Karena pada masa inilah sistem politik Islam benar-benar diterapkan secara utuh. Meskipun demikian ia dan ikhwanul muslimun tidak berlaku arogan guna mencapai cita-citanya. Karena baginya, kepada sesama muslim yang saling mengishlah, pendekatan damai lebih disenangi. Tapi dalam kaitannya dengan penjajah kafir, al Banna tidak memberikan tawaran lain, yaitu berjihad (baik gerilya maupun terang-terangan) untuk mengusir mereka dari wilayah Mesir. Bagi Al Banna,  penjajah yang hanya bisa mengeksploitasi harus dilawan agar hengkang segera dari Mesir. Kesimpulan dari percobaan al Banna di lapangan sosial politik adalah bahwa ia menekankan dua aspek mendasar, yaitu:&lt;br /&gt;1. Sesungguhnya “metode damai” yang digunakan di dalam negeri atau “metode tahapan” (tadarruj) yang dilaksanakan untuk membangun kekuatan dari bawah sangat sesuai dengan sifat aktivitas gerakan social-politik yang mengacu pada perbaikan (ishlah). Adappun metode revolusi yang mengarah pada pengaruh kekuasaan politik-dari atas- biasanya tidak direspon masyarakat yang sesuai dengan harapan. Ini pula yang menuruut pengamatan penyusun, pelaksanaan praktek metode ikhwanul muslimun di tiap Negara berbeda disesuaikan  dengan kebiasaan di negara tersebut di samping tergantung dengan faham aliran ikhwanul muslimunnya (karena lagi-lagi menurut pengamatan peyusun , faham-faham ala ikhwanul muslimun yang berkembang pesat dewasa ini tak semuannya menggunakan metode-metode dan ide-ide Hasan al Banna selaku mursyid am ataupun pendirinya). Sebagai contoh, di luar Indonesia, aliran-aliran ala ikhwanul muslimun terkesan keras dan tegas, salah satunya HT (Hizbut Tahrir), dan lain sebagainya. Sedangkan aliran-aliran ala ikwanul muslimun di Indonesia selain ada yang keras dan tegas (HTI), ada kecenderungan masyarakat lebih percaya bahwa PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang lebih lunak dan fleksibel adalah salah satu aliran sah ikhwanul muslimun. &lt;br /&gt;2. Kombinasi antara dua metode yang berlawanan dalam perubahan(metode damai dan metode revolusi) dalam satu kerangka organisasi adalah keadaan yang diliputi oleh berbagai macam bahaya, sehingga dalam banyak hal dapat menghilangkan aspek manfaat dari metode itu. Perubahan social seharusya mendapatkan prioritas yang paling utama dari perubahan politik, dan ini merupakan prinsip dasar untuk kesuksesan dan jaminan bagi kelangsungan pergerakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sosial&lt;br /&gt;Pendudukan Prancis, Lalu Inggris atas Mesir berakibat pada hancurnya kehidupan sosial masyarakat. Sebagai dampak nyata dari dominasi tersebut adalah terjadinya dekadensi moral, manipulasi,dsan kehancuran dalam berbagai aspek kehidupan. Konsekwensi lain dari penjajahan Inggris adalah kebodohan, rendahnya tingkat kesehatan, dekadensi moral. Gagasannya di bidang sosial antara lain adalah pengadaan sarana kesehatan, rumah penampungan, poliklinik, pemberian makan kepada fakir miskin dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi para penganggur .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt; Dunia telah melahirkan banyak tokoh dengan pemikiran dan perjuangan yang berbeda pula. Dalam gerakan Islam muncul nama-nama terkenal karena pemikiran dan aktivitasnya yang cukup menonjol dalam memperjuangkan Islam, salah satunya adalah Hasan al Banna. Dialah pendiri gerakan Ikhwanul Muslimun yang sampai sekarang terus menggema di berbagai pelosok bumi. Pemikirannya yang cukup luas dan aktivitasnya di berbagai tempat telah melahirkan penafsiran yang beragam tentang metode (manhaj) dan model dari gerakan Ikhwanul Muslimun.&lt;br /&gt; Boleh dikatakan Hasan al Banna mengemas dakwahnya secara apik, sebagaimana obat yang pahit dikapsuli agar enak diminum tapi khasiat tetap sama. Revolusi yang dilakukannya benar-benar jauh dari darah, sebagaimana revolusi-revolusi kebanyakan. Aspek perilaku dan amaliah yang produktif menjadi titik tekan dan lebih mendapatkan prioritas dibandingkan dengan aspek lainnya dalam perjuangan Islam. Aspek lainnya, seperti pollitik, hanya dapat dijadikan pijakan perjungan ketika kondisi yang ada memungkinkannya dan dianggap sangat efektif.&lt;br /&gt; Kesimpulan yang bisa ditarik di sini, antara lain: metode yang digunakan  al Banna adalah kombinasi secar mendalam dan rinci antara dua metode perubahan, yaitu metode Syaikh Jamalludin al Afghani dan metode Syaikh Muhammad Abduh.Kesimpulan kedua, posisi al Banna diantara para pemikir Islam dapat dikategorikan pemikar Tradisional Modern. Dikatakan tradisional karena pemikirannya berorientasi ke masa silam (salaf), masa nabi, dan khulafaur rasyidun sebagai model yang ideal. Dikatakan modern, karena ide-ide pembaharuannya menggunakan perangkat-perangkat modern. Revolusi pemikiran yang ditawarkan al Banna adalah bahwa Islam merupakan agama yang universal, mencakup segala aspek kehidupan. Islam merupakan tatanan hidup, dan atas dasarnya (Islam) semua aktivitas kehidupan harus dijalankan. Maka, solusi yang ditawarkan al Banna dalam merespon krisis yang melanda Mesir dan sekitarnya adalah mengembalikan dan mengorientasikan segala persoalan pada al Qur’an dan al Hadits serta sirath nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahal, Muktafi, dan Achmad Amir Aziz. Teologi Islam Modern.Surabaya: Gitamedia Press.1999. &lt;br /&gt;Qordhowy,Yusuf. 70 Tahun Al Ikhwan Al Muslimun . Jakarta : Pustaka al Kautsar. 1999.&lt;br /&gt;Rais, Amin. Islam dan Pembaharuan . cet 5. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 1995.&lt;br /&gt;Yakan, Fathi. Revolusi Hasan al Banna. Jakarta: Harakah, 2002.&lt;br /&gt;Yunus, Mahmud.  Kamus Arab-Indonesia .Jakarta : PT. Hidakarya Agung. 1989.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7180690387014398705?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7180690387014398705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7180690387014398705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7180690387014398705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7180690387014398705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/mengenal-hasan-al-banna-lebih-dekat_09.html' title='Mengenal Hasan Al Banna Lebih Dekat'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-625126659355102681</id><published>2009-06-09T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T20:04:31.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>KEBAHAGIAAN DAN KEBAIKAN</title><content type='html'>Kebahagiaan dan Kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Makna Kebahagiaan dan Kebaikan&lt;br /&gt;Mempertanyakan suatu makna, merupakan suatu upaya yang bebas dari jeratan waktu dan ruang. Makna menjadi suatu yang berorientasi kepada kebebasan, kejujuran dan objektifitas. Makna adalah sesuatu yang mampu hadir dengan kepolosan, tanpa harus dimanipulir. Mempertanyakan makna, berarti berupaya menelanjangi seseuatu apapun saja yang hadir dalam gejala atau fenomena dalam cangkupan ruang dan waktu. Oleh karena itu memprtanyakan makna kebahagiaan, berarti upaya untuk mencari kejujuran dan objektifitas yang terlepas dari cakupan ruang dan waktu sebagai tuntutan otentisitasnya .&lt;br /&gt;Secara etimologis, kebahagiaan berarti keadaan senang tentram, terlepas dari segala yang menyusahkan atau secara negatif dapat dikatakan, kebahagiaan adalah lawan dari penderitaan. Ini artinya, kebahagiaan adalah ssuatau keadaan yang berlangsung (a lasting condotion ) dan bukan perasaan dan emosinal  yang berlalu . &lt;br /&gt;Menurut Socrates, tujuan tertinggi kehidupan manusia adalah membuat jiwanya menjadi sebaik mungkin. Jiwa adalah sebagai intisari kepribadiaan manusia. Atau dengan kata lain, Socrates mengatakan bahwa tujuan kehidupan manuisa adalkah kebahgiaan (eudaimonia), asal istilah ini dari bahasa Yunani. Sedangkan apa yang dimaksud dengan kebahagiaan ini tak pernah dipersoalkan oleh Socrates, sehingga muridnya kemudian memberikan pendapat sendiri-sendiri, yang satu bertentangan dengan yang lain.&lt;br /&gt;Asal mula makna eudemonia (kebahagiaan); bukanlah sesuatu yang bergantung pada keadaan diluarnya atau kabaikan-kebaikan fisik, tetapi tentang perbuatan yang benar yang dilakukan secara sengaja. Kondisi yang sesuai dengan jiwa sangat penting dan tugas dari filsafat adalah memlihara, melatih dan mengobati jiwa .&lt;br /&gt;Kata eudaimonia dalam bahasa Greek secara lateral berarti keadaan wujud dibawah perlindungan sikap jiwa, a good jenius dan happiness sama sekali tidak memadai untuk menterjemhkan kata ini. Happiness sebenarnya adalah biasanya dipakai sebagai suasana pikiran yang berakhir dari atau mengantarkan pada beberapa perbuatan kita. Bahkan Aristoteles memberi jawaban atas pertanyaan “apakah eudaimonia itu?, yaitu aktifitas yang sesuai dengan keutamaan atau bahwa ia adalah kontemplasi, yang menunjukkan bahwa pada eudaimonia bukan suatu keadaan jiwa sebagai akibat atau mengantarkan aktifitas tertentu, tetapi sebuah nama untuk aktifitas itu sendiri. Apakah eudaimonia? Sama dengan bertanya ‘apakah akktifitas yang paling baik dari kemampuan manusia? &lt;br /&gt;Untuk mengatakan bahwa kebaikan tertinggi manusia adalah eudaimonia adalah bentuk tautology dan bukan jawaban atas pertanyaan etika. Kita boleh mengatakan bahwa seorang berada di bawah semangat baiknya, berbeda di sebuah kehidupan yang baik tanpa ada perasaan frustasi di sekeliling materi yang dapat dipikirkan bersama seorang teman atau keluarga. Jadi suatu nama untuk tinggal (berada) adalah sebagai eudaimonia. Aristoteles dalam karya yang lain, secara jelas membedakan kesenangan dari aktifitas-aktifitas yang mengantarkannya.&lt;br /&gt;Bagaimanapun seorang moralitas yang datang kemudian, seperti Jeremy Bentham dan John Stuart Mill, membatasi ‘kebahagiaan’ sebagai kesenangan dan terlepas dari yang menyusahkan; dan masih ada beberapa justifikasi baginya dalam pemakaian kata Inggris ‘heppiness’, juga tentang kebahagiaan sebagai suatu akibat suasana pikiran dari aktifitas tertentu dicoba untuk membedakannya dari kesenangan mengenai dasar-dasr mental bukan secara badani, lamanya bukan sebentar, rasional bukan emosional.               &lt;br /&gt;Dalam kenyataan, kata-kata ‘happiness’ paling banyak dihandiri. Untuk mengatakan bahwa seseorang adalah bagai sama halnya dengan berkata bahwa secara penuh menikmati apa yang ia kerjakan dan perlakukan tanpa ada rasa frustasi dan kesulitan. Sebuah kata kerja menunjukkan cara itu di dalam pekerjaan seseorang dan bukan sebagai akibat atau oleh produk pekerjaannya. Sebagaimana kehadiran moralitas menghadiri kesulitan-kesulitan tentang definisi ini dan devergensi makna antara ‘eudaimonia’ dalam bahasa Greek dan happiness dalam bahasa inggris. `   &lt;br /&gt;Bagi filsof modern, Descartes, menjelaskan bahwa kebaikan tertinggi (kebahagiaan) adalah ketentraman jiwa yang sempurna. Kebahagiaan tidak sama dengan kegembiraan dan kesenangan. Sebab secara umum boleh jadi seseorang merasa bahagia meskipun sementra menderita kesedihan sebagaimana seseorang yang tidak mengalami ketidakbahagiaan yang kronis juga bias mengenal saat-saat gembira. Kebahigiaan bukanlah suatu disposisi atau sikap jiwa yang riang gembira, meskipun tidak disangkal bahwa hal-hal tersebut bias menolong kearah kebahagiaan.&lt;br /&gt;Sedangkan faktor yang dipentingkan dalam mencapai kebahagian adalah usaha untuk mempertahankan ‘kepusan’ yang telah didapat itu selama mungkin atau terus-menerus.  Mungkinkah itu bias terjadi, kepuasan saat kita merasa kemudian kita coba/ usahakan supaya abadi, kita langgengkan hal itu maka tidak mungkin. Dengan demikian kebahagiaan adalah sekedar nama untuk menyatakan keadaan sadar kita bahwa keinginan kita telah atau sedang dipuaskan . &lt;br /&gt;Sedangkan kebahagiaan, Bothius memberikan definisi ialah suatua keadaan yang membuat sempurna dengan terkumpulnya seluruh kebaikan( a state made perfect by the aggregate of all good things). Thomas Aquinas memberi definisi, kebahagiaan ialah suatu kebahagiaan sempurna yang meninakbobokan seluruh kegiatan nafsu (the perfect good with lulls the appetite altogether).&lt;br /&gt;Dengan menyimak pengertian di atas, maka dapat diambil suatu pengertian bahwa kebahagiaan adalah keinginan yang terpuaskan karena disadari memiliki sesuatu yang baik. Seseorang itu bahagia sempurna karena ia secara utuh memiliki yang baik yang sempurna. Kebahagiaan sempurna itu dating dari hal yang sepenuhnya memuaskan segala keinginan kita.  &lt;br /&gt;Adapun kesenangan hidup menurut Plato, bukanlah memuaskan hawa nafsu di dunia ini. Kesenangan hidup diperoleh dengan pengetahuan yang tepat tentang barang-barang yang dituju. Di bawah ide kebaikan orang harus mencapai terlaksananya keadilan dalam pergaulan hidup. Baik tidak mau berbuat celaka dari mereka yang merugikan karenanya.&lt;br /&gt;Kemudian kebaikan, demikian Sokrates adalah pendorong dari segala perbuatan. Perbuatan yang salah itu dilakukan karena yang melakukan tidak mengetahui bagaimana sebenarnya. Saya yakin demikian Sokrates , bahwa tidak ada seorangpun berbuat dosa dengan sukarela. Mereka yang berbuat demikian tentu menentang kehendak mereka sendiri. Sokrates mengutarakan bahwa budi itu adalah tahu, dan inilah intisari daripada segala etikanya.&lt;br /&gt;Alat untuk mencapai kebahagiaan menurut Aristoteles adalah rasio. Menurutnya ‘kebaikan tertinggi’(summum bonum) dapat dicapai dalam kesendirian dan renungan pikiran (konyemplasi). Kebaikan tertinggi itu adalah keutamaan tertinggi, karena ia berhubungan dengan akal. Kalau akal terlatih akan dapatlah akal itu memberi arah kepada kehidupan, sehingga mencapai keunggulan dan oleh sebab itu pula kebahagiaan dapat dicapai. Inilah arti sebanarnya dari perwjudan dari hakikat manusia itu sendiri. Kebajikan intelektual bagi Aristoteles tinghi nilainya, karena dasarnya adalah pengetahuan tetang prinsip-prinsip etis, sedangkan kebajikan etis yang menguasai perasaan yang dalam adalah hasil dari cara hidup yang baik dengan jalan pembentukan kebiasaan berpikir, berkemauan dan berbuat yang baik secara sadar. Tidak ada kebahagiaan dalam kegembiraan yang tidak bernilai baik. Kebahgian itu identik dengan kebikan. Kebaikan terkandung menyatu dalam kebahagiaan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrensi Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Sahal, Muktafi. Kebahagiaan, kajian filsafat akhlak, (Target Press Surabya); Surabaya,2003.&lt;br /&gt;~Shaleh Harun, Abdul Munir Mulkhan. Latar Balakang Umat Islam Menerima Pancasila Sebagai Azas Tungga ,l (Aquarius) ; yogyakarta, 1986.&lt;br /&gt;~W.Poespoprodja. Filsafat Moral, (Remadja Karja); Bandung,1986.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-625126659355102681?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/625126659355102681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=625126659355102681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/625126659355102681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/625126659355102681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/kebahagiaan-dan-kebaikan.html' title='KEBAHAGIAAN DAN KEBAIKAN'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-7889263212756481380</id><published>2009-06-09T19:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T20:01:40.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulQ 4 ur referensi'/><title type='text'>PEREMPUAN MENJADI IMAM DI MATA AMINA WADUD MUHSIH</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;aware&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;“Khaalif, tu’raf!”. Nyelenehlah kamu, kamu akan terkenal, begitu  kata pepatah Arab. Bahkan Ali ra pernah mengatakan, bul maa'a zam-zam (kencingilah air zam-zam). Atau, dalam istilah Latin:  “esto alius, notus es!”. &lt;br /&gt;Laju informasi yang cepat dapat mengetahui kejadian di belahan dunia manapun Pada Hari Jumat, 18 Maret 2005, dunia Islam dikejutkan oleh sebuah peristiwa di sebuah gereja di Amerika Serikat. Ketika itu, seorang tokoh Islam Liberal yang dikenal aktif memperjuangkan kesetaraan gender (gender equality), bernama Prof. Dr. Aminah Wadud, menjadi imam 100 jemaah lelaki dam perempuan serta menjadi khatib untuk salat Jum'atnya di sebuah Gereja di Universiti Commanwealth di New York.&lt;br /&gt;Jama’ahnya berjumlah sekitar 100 orang bercampur laki-laki dan wanita. Dari gambar-gambar yang disiarkan oleh media massa terlihat shaf shalat bercampur aduk antara laki-laki dan wanita. Shaf laki-laki dan wanita sejajar. Disamping itu, muazinnya seorang wanita yang tidak mengenakan jilbab, tetapi ia ikut salat jumat juga. Para ulama di dunia Islam, seperti Syaikhul Azhar dan Yusuf Qaradhawi, telah memberikan kritik keras terhadap peristiwa tersebut. Sementara Abdul Aziz al-Shaikh, Mufti Agung Arab Saudi, menganggap Amina sebagai “musuh Islam yang menentang hukum Tuhan” (Associated Press, 19/3). Beberapa koran di Mesir dan Arab Saudi menempatkan berita itu di halaman utama, dan menganggap Amina sebagai “wanita sakit jiwa” yang berkolaborasi dengan Barat kafir untuk menghancurkan Islam (Associated Press, 19/3) .&lt;br /&gt;Tindakan kontroversial yang diambil Aminah Wadud tiga tahun yang lalu tersebut nampaknya masih cukup menarik diperbincangkan dikarenakan di dalamnya secara langsung maupun tidak langsung sesungguhnya mengandung multi aspek yang perlu diteliti lagi. Katakanlah aspek social, biologi, psikologi, dan tentu saja agama. Dan pada akhirnya semua aspek ini nampak mengerucut pada masalah gender yang sebagaimana kita ketahui adalah suatu issu yang sudah lama diperjuangkan oleh Amina Wadud. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Dengan kapasitas sebagai orang yang masih awam dalam mempelajari Islam, maka segala bentuk tindakan 'ijtihad' bisa diterima selapang-lapangnya, sebatas kekosongan pikiran dan ketumpulan kemampuan analisis dalam mengkritisi tindakan "brave and applausable" tersebut, atau sebaliknya, kita lakukan tindakan cerdas: pelajari sedalam-dalamnya dengan rumusan masalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Siapakah Amina Wadud Muhsin itu?&lt;br /&gt;2. Bagaimanakah pemikirannya?&lt;br /&gt;3. Tokoh siapakah yang mempengaruhi dan dipengaruhi pemikirannya?&lt;br /&gt;4. Bagaimanakah analisis penulis mengenai pendapat Amina Wadud Muhsin tentang bolehnya perempuan menjadi imam sholat dan pemberian khutbah Jum’at?&lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;Adapun tujuan pembuatan makalah berikut diantaranya adalah: &lt;br /&gt;1. Memenuhi tugas ujian akhir semester mata kuliah Pemikiran Modern Dunia Islam &lt;br /&gt;2. Menambah referensi mengenai Aminah Wadud Muhsin bagi civitas akademika Ushuluddin, IAIN Sunan Ampel Surabaya&lt;br /&gt;3. Memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai riwayat hidup dan ide Aminah Wadud Muhsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Biografi Singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amina Wadud dilahirkan di Nigeria. Adapula yang berpendapat bahwa dia dilahirkan pada 25 September 1952 di Bethesda, Maryland . Bapanya merupakan seorang pendeta yang taat sekaligus  paderi Methodist dan ibunya pula berketurunan hamba dari Arab, Berber dan Afrika pada kurun ke-lapan Masehi . &lt;br /&gt;Amina Wadud adalah seorang Mualaf dari Amerika Serikat . Dia mengucapkan shahadat pada waktu kuliah S1 di University of Pennsylvania pada tahun 1972, bertepatan dengan thanksgiving day sebelum mengetahui asal-usul keluarga sebelah ibu beliau. Dia belajar bahasa Arab dan Quran di al-Azhar University di Mesir sehingga mendapat gelar doktor , dan gelar Ph.D  nya diraih di University of Michigan pada tahun 1988. Ia merupakan seorang yang aktif di berbagai organisasi perempuan di Amerika, berbagai diskusi tentang perempuan, serta gigih menyuarakan keadilan Islam terhadap laki-laki dan perempuan di berbagai diskusi ilmiah pada beberapa daerah maupun Negara. Ia mendirikan organisasi Sister Islam di Malaysia . Ketajaman analisisnya menjadi salah satu inspiasi para feminist muslim setelahnya untuk menggeluti issu-issu perempuan .&lt;br /&gt;Amina Wadud kini berkhidmat sebagai Profesor Madya Pengajian Islam (Associate Professor of Islamic Studies) di Universiti Commonwealth Virginia (Virginia Commonwealth University) di Richmond, Virginia, Amerika Syarikat. Sebelum itu beliau menyandang jawatan Profesor Madya di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, untuk tempoh yang lama semenjak 1989  sekaligus mengajarkan mata kuliah Revealed Knowledge and Heritage. Dia berpahaman Wahabi dan tepatnya seorang yang berpahaman Islam Liberal .&lt;br /&gt;Aminah Wadud adalah berlatar belakangkan pendidikan liberal dan sekular. Walaupun bidang pengajian dan kajian berhubung dengan Islam dan menghasilkan buku `Qur`an And Woman`` dia dipengaruhi pandangan sekular dan mempersoalkan tentang hukum hakam yang ditafsirkan oleh ulama terhadap al-Qur`an dan juga Sunnah. Beliau seolah-olah menganjurkan penentengan, bahkan pemberontakan terhadap apa yang disifatkan ketidakadilan terhadap wanita. &lt;br /&gt;Dalam bukunya, Inside The Gender Jihad, ia menulis bahwa ia telah menjadi the single parent lebih dari 30 tahun bagi empat orang anaknya. Hal ini, menurutnya, merupakan awal jihadnya dalam memperjuangkan hak-hak keadilan bagi para wanita Islam.&lt;br /&gt;Sikap Amina yang tidak menyenangkan khalayak berhubung dengan persoalan Islam dapat dinilai dari peristiwa di mana beliau dijemput kepersidangan mengenai HIV/AIDS pada bulan Mei 2003 di Kuala Lumpur membentangkan kertaskerja di samping kertas-kertas kerja perwakilan peringkat antarbangsa termasuk dari Afrika mengenai bagaimana Islam seharusnya menangani masalah HIV/AIDS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ide dan Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, pemikiran yang diusung oleh Aminah Wadud adalah pemikiran mengenai gender dan feminisme. Sebagaimana sebagian orang, Aminah “mencurigai” peran ulama Fikih dengan menganggap bahwa Fiqh yang disusun di dalam masyarakat yang dominan laki-laki, seperti di kawasan Timur Tengah ketika itu, sudah barang tentu akan melahirkan fikih bercorak patriarki dan berbau missoginis yang bias gender. &lt;br /&gt;Dalam situs Muslim Wake Up!, panitia shalat Jum’at dengan imam perempuan tersebut menjelaskan mengenai acara yang terkenal dengan sebuatan ''Historic Jum'a'' bahwa agenda tunggal mereka adalah membantu umat Islam merefleksikan sifat dasar Islam yang egaliter. &lt;br /&gt;Sebagai agama yang membenarkan dan melengkapi ajaran-ajaran sebelumnya, Islam datang sebagai rahmatan lil alamin, rahmat untuk sekalian alam. Salah satu ajarannya yang sangat bernilai adalah keadilan antara sesama umat manusia. &lt;br /&gt;Ajaran Islam mengenai keadilan antara laki-laki dan wanita, menimbulkan kegelisahan di diri Amina Wadud ketika melihat keterpurukan wanita Islam di segala bidang. As a fully human agency, ia mulai mencari penyebab dari keterpurukan tersebut dengan melihat kepada sumber ajaran Islam terkait dengan wanita. Ia dapati, bahwa mayoritas penafsiran dan hasil hukum Islam ditulis oleh ulama pria dan seringkali membawa bias pada pandangan mereka.[1] Menurutnya, budaya patriarki telah memarginalkan kaum wanita, menafikan wanita sebagai khalifah fil ardh, serta menyangkal ajaran keadilan yang diusung oleh al-Qur`an. [2]Ia tertantang dan berjuang (jihad) untuk melakukan reinterpretasi terhadap masalah tersebut dengan menggunakan metode Hermeneutik.[3] Kegelisahan ini akhirnya menginspirasikan ditulisnya buku Qur`an and Woman, kemudian Inside The Jihad Gender, Women’s Reform in Islam, karya yang membuat sebuah reformasi terhadap wanita islam dan merupakan grand proyek intelektualnya sehinggga pemikiran dan perannya mulai diperhitungkan . &lt;br /&gt;Sekaitan dengan dirintisnya fikih yang berkeadilan jender oleh feminis Islam, maka di samping mengutip pemikirannya dalam buku Inside The Gender Jihad, Women’s Reform In Islam, penulis juga banyak mengutip -bahkan mayoritas- pemikiran yang dirangkumnya dalam karyanya Qur`an and Woman di atas. Hal ini dikarenakan fikih yang ia rintis nantinya adalah produk dari reinterpretasinya terhadap interpretasi ulama terdahulu terhadap ayat dan hadis tentang wanita.            &lt;br /&gt;Berikut ini akan diuraikan beberapa hal terkait dengan ayat-ayat tentang keadilan jender dalam al-Qur`an serta sejumlah kontroversi hak dan peran wanita yang kerapkali ditafsirkan sebagai bentuk superioritas pria atas wanita .&lt;br /&gt;1. Penciptaan manusia&lt;br /&gt;Meskipun terdapat perbedaan antara perlakuan terhadap pria dan perlakuan terhadap wanita ketika al-Qur`an membahas penciptaan manusia, Amina berpendapat tidak ada perbedaan nilai esensial yang disandang oleh pria dan wanita. Oleh sebab itu tidak ada indikasi bahwa wanita memiliki lebih sedikit atau lebih banyak keterbatasan dibanding pria.&lt;br /&gt;Semua catatan al-Qur`an mengenai penciptaan manusia dimulai dengan asal-usul ibu-bapak pertama : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu-bapakmu dari surga..”(QS, 7:27). Amina menjelaskan bahwa kita menganggap ibu-bapak kita yang pertama serupa dengan kita. Meskipun anggapan ini benar, tetapi tujuan utama bab ini lebih menekankan pada satu hal: proses penciptaan mereka. Semua manusia setelah penciptaan kedua makhluk ini, diciptakan di dalam rahim ibunya.&lt;br /&gt;Demikian pula pandangannya mengenai penafsiran QS. An Nisa’ (4:1)bahwa istilah nafs dalam ayat tersebut tidak terbatas pada satu gender saja, misalnya laki-laki. Begitu pula tidak disebutkan secara eksplisit bahwa perempuan diciptakan dari nafs Adam saja. Karena itu, kedudukan laki-laki dan perempuan di hadapan Tuhan adalah samadan sederajat. Bahkan, sesuai QS. Al Ahzab (33:35)-baik laki-laki maupun perempuan- sama-sama berhak menerima pahala dari Tuhan . Bisa juga kita kroscek lalu kita renungi hakikat pesan Ilahi dalam QS. An Nisa’(4:32), QS. Al A’raf(7:46), QS. Al Ahzab (33:32), dan beberapa ayat lain.&lt;br /&gt;Qowwamnun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tokoh yang Mempengaruhi dan Terpengaruh Pemikiran Aminah Wadud&lt;br /&gt;D. Analisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Habermas segala sesuatu harus dipahami berdasarkan motif kepentingan sosial (social interest) yang melibatkan kepentingan kekuasaan (power interest). Pemahaman seperti ini sudah sangat jamak dikalangan aktifis liberal dan postmodernis. Mereka sendiri memahami Islam dengan cara yang sama. Islam bagi mereka adalah produk dari sebuah kepentingan dan kekuasaan. Dan karena itu mereka tidak merasa bersalah jika memahami Islam juga untuk kepentingan tertentu. Itulah yang, kalau boleh saya katakan, politik pemikiran. &lt;br /&gt;Dalam hal ibadah, filosofis, yang berlaku adalah: al-ashlu fi al-ibadah al-hurmah illa ma dalla al-dalil 'ala ibahatihi (bahwa hukum asal dalam ruang ibadah adalah ikut pada apa yang diperintahkan Tuhan- tidak boleh menambahi, ataupun mengurangi). Atau dalam bahasa lain: al-ittiba' fi al-dini, wal ibtid'a fi al-dunya (dalam urusan ubudiah-agama-, kita hanya patuh pada apa yang diperintah Tuhan, sedang untuk masalah duniawi, menyangkut hubungan sosial/mu'amalah, kita berlomba-lomba untuk terus berkarya, berkreasi seinovatif dan semodern mungkin).&lt;br /&gt; Filosofis ini amat bijak dan berwatak antroposentris. Tuhan tidak menghendaki hambanya menambah beban berat dalam hal ibadah, cukup melaksanakan apa-apa yang secara eksplisit diperintahkan Tuhan. "Pikirkan saja nasib dirimu, hidupmu!" kira-kira begitu kata Tuhan.&lt;br /&gt;Membaca praktek ritual jum'at yang dilaksanakan Amina Dawud, cs, tempo hari, minimal, ada tiga problem hukum (fiqh) yang perlu disoal. Pertama, apakah boleh seorang perempuan menjadi imam bagi makmum laki-laki? Kedua, bolehkah seorang perempuan menjadi khatib(ah) jum'at? Ketiga, adakah dalil, atau pendapat fuqaha yang memperbolehkan shalat jum'at ala Dr. Amina Wadud, di mana perempuan bercampur satu bari (shaf) dengan laki-laki, apalagi beberapa diantaranya tak berkerudung, termasuk muadzinnya.&lt;br /&gt; Di bawah ini, saya akan coba mengurai secara ringkas jawaban ketiga pertanyaan tersebut:&lt;br /&gt;Untuk soal pertama: Dalam masalah ini ulama berbeda pendapat. Mayoritas ulama, termasuk mazhab 4- Mâlikiyah, Ahnâf, Syâfi'iyyah, hanâbilah- mengatakan tidak boleh seorang perempuan menjadi imam untuk makmum laki-laki. Bahkan mazhab Maliki lebih keras lagi mengatakan, seorang perempuan mutlak tidak boleh menjadi imam shalat, baik makmumnya laki-laki, maupun perempuan.&lt;br /&gt;Sementara minoritas kalangan ulama yang diwakili Imam al-Thabari, Abu Tsaur, al-Muzani, dan Muhyi al-Din al-'Arabi, menyatakan bahwa seorang perempuan boleh menjadi imam shalat (mutlak), baik makmumnya laki-laki, maupun perempuan. Mereka bersandar pada hadits Ummi Waraqah -riwayat Abi Dawud&amp;al-Daraqutni-, di mana Nabi mengizinkan Ummi Waraqah menjadi imam shalat bagi keluarganya. Padahal, diantara keluarganya (ahlu baitiha) ada yang berjenis kelamin laki-laki yaitu laki-laki kecil dan laki-laki tua. Dalil ini dulu dianggap sebagi dalil para minoritas, tetapi seiring waktu banyak peneliti hadits menyatakan bahw hadits ini sohih dan tidak cacat yang menyebabkan kelemahanya sehingga dapat diamalkan , sedangkan hadits yang melarang –HR. Ibnu Majjah dan HR. Ahmad disinyalir lemah karena ada rowi yang lemah dan cacat- Apalagi ditemukan fakta bahwa Ummu Waroqoh termasuk salah satu tenaga al Qur’an. Dalam kasus ini disimpulkan bahwa perempuan yang menguasai al Qur’an dan lebih menguasai al Qur’an daripada laki-laki keluarganya boleh menjadi imam salat pria ahli rumahnya.&lt;br /&gt; Dan bila kita analogikakan kasus Ummi Waroqoh dengan kasus Aminah Wadud, kita akan mempertanyakan ulang, apakah Aminah Wadud benar-benar lebih  menguasai al Qur’an disbanding laki-laki jama’ahnya, padahal sebagimana ditulis majalah Gatra bahwa Aminah Wadud sempat berhenti setelah membaca Al Fatihah sehingga makmum laki-laki di belakangnya yang mengingatkan bacaan surat?  Juga apakah semua jama’ah itu ahlu dzarriha (keluarganya)?. Pada titik ini, apa yang dilakukan Amina Wadud, pada tataran wacana, bukanlah hal baru. Yang baru di sini ranah aplikasinya. (Ibn Rusyd dengan sangat baik mendokumentasikan perdebatan ini di: Bidayah al-Mujtahid Wa Nihayah al al-Maqashid, cet. Dâr al-Manâr, jilid 1, hal. 125) - (lihat juga pendapat Imam Syafi'i dalam al-Umm, cet. Dâr al-Fikr, Beirut,1990, jilid 1, hal 191) &lt;br /&gt;Soal kedua, tentang bolehkah seorang perempuan menjadi khatib jum'at? Sejauh bacaan saya, tidak satu ulama pun yang memperbolehkan. Hal ini ditegaskan juga oleh Mufti Mesir: Syeikh 'Ali Jum'ah (Sawt al-Azhar, terbitan 25/3). Dan karena problem inilah saya kemudian berkesimpulan shalat Jum'atnya Dr. Amina Wadud, cs, bermasalah. Sejauh bacaan saya pula, tak ada dalil yang melarang, sehingga amalan yang terkategori muamalah ini boleh-boleh saja dilakukan apabila benar-benar darurat –seperti tak adanya lelaki yang mampu berkhutbah atau alim, tapi ini terkesan khawadts (mustahil dan dibuat-buat ) saja- serta tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah. &lt;br /&gt;Soal yang terakhir, dari berbagai penelusuran beberapa sumber, tampaknya praktek shalat yang dilakukan oleh Amina Wadud, di mana shof (barisan) shalat antara laki-laki dan perempuan dicampur, selain menyisakan kesan provokatif, juga sangat problematis. Pertanyaan yang timbul kemudian: haruskah ideologi&lt;br /&gt;kesetaraam gender diseret ke ruang ibadah? Apa manfa'atnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut penyusun sebenarnya akan menjadi lebih bermanfaaat jika tenaga kita lebih difokuskan pada masalah-masalah social, seperti masalah kemiskinan, kelaparan, kebodohan, bahkan penjajahan yang sudah lama berkecamuk di Negara palestina, Iran, Irak, atau Negara –negara Islam lainnya dibandingkan dengan memikirkan masalah ibadah yang harusnya kita patuhi dalil-dalil yang kita yakini qoth’i. Bahkan penyusun curiga ini hanyalah scenario agar konsentrasi umat Islam terpecah dari suatu permasalahan pokok (grand problem) yang tengah berkecamuk saat itu. Dalam bahasa lain yaitu manajemen konflik atau …….. &lt;br /&gt;            Ada yang beranggapan bahwa feminisme lahir guna mendobrak tradisi yang islami yang cenderung oleh penuduh dianggap sebagai belenggu kebebasan kaum wanita.  Hal itu rasanya tidak cukup adil dipersalahkan demikian.  Kalau mau jujur melihat ke masa lampau, justru Islamlah yang telah mengangkat harkat derajat wanita sejajar dengan pria.  Tapi, kenapa sekarang setiap ‘pendobrakan’ yang berkaitan dengan wanita hampir selalau tertuju kepada masyarakat Islam? &lt;br /&gt;Sebagai bukti, tak ada paus, cardinal, pendeta, maupun rabi orang Yahudi yang berasal dari perempuan. Memang pernah pemeluk Katolik Roma mengusulkan ada pendeta yang berasal dari kaum hawa, tapi itu masih sebatas tulisan dan belum ada tindak lanjutnya hingga sekarang. Lalu mengapa para feminist jarang yang menengok ke sana? Mengapa para feminist lebih suka melirik Islam sebagai lading percobaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kesimpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kemajuan teknologi di dunia Barat telah membuat banyak bangsa di dunia ketiga menjadi silau dan cenderung untuk meniru segala hal yang berasal dari Barat.&lt;br /&gt;- Kecenderungan tersebut membuat sebagian pemikir Islam berusaha untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan tradisi Barat.&lt;br /&gt;- Ulama sebagai penyangga moral umat harus berperan kuat menjaga umat untuk tidak terputus dari khazanah keilmuan Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis&lt;br /&gt;Perempuan dan laki-laki hanyalah kategori spesies manusia. Keduanya dikaruniai potensi yang sama atau sederajat, dari ihwal penciptaan, keberpasangan, hingga balasan yang kelak mereka terima di akhirat. Satu-satunya nilai pembeda di antara keduanya adalah takwa, yang paling tepat dipahami dalam kerangka sikap dan perbuatan. Itulah yang ditegaskan Alquran, rujukan dari segala rujukan keislaman.&lt;br /&gt;Namun, seiring dengan tergantikannya peran sentral Alquran oleh tafsir-tafsir yang nyaris semuanya ditulis laki-laki, perempuan terus terkekang dalam pandangan dan kehendak masyarakat yang berpusat pada laki-laki. Akibatnya, tingkat partisipasi dalam masyarakat dan tingkat pengakuan akan pentingnya sumberdaya perempuan tak kunjung meningkat.&lt;br /&gt;Buku ini berupaya menghidupkan Alquran dalam laju perkembangan peradaban dan mengembalikannya sebagai kekuatan pengubah dunia. Lewat analisis rincinya atas teks dan kata-kata kunci Alquran, Amina Wadud menentang penggunaan teks dan kata-kata itu untuk membatasi peran publik dan privat perempuan, terlebih untuk membenarkan kekerasan terhadap mereka. Pembacaan Wadud memberikan landasan sah untuk menentang perlakuan tak adil yang secara historis telah dialami perempuan dan secara hukum terus menggejala dalam komunitas-komunitas muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-7889263212756481380?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/7889263212756481380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=7889263212756481380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7889263212756481380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/7889263212756481380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/perempuan-menjadi-imam-di-mata-amina.html' title='PEREMPUAN MENJADI IMAM DI MATA AMINA WADUD MUHSIH'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-9166606439211557460</id><published>2009-06-03T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T21:37:58.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim semi'/><title type='text'>mustanir (?!)</title><content type='html'>Suatu hari seorang teman mengatakan bahwa jubah dan jilbab hakikatnya hanyalah distorsi kebudayaan Arab. Saat itu aku hanya bisa diam. Ingin berontak membantah, namun aku juga tak punya jawaban jitu untuk menengkisnya. Maklumlah aku baru sekian bulan menjadi mahasiswa AF, sedangkan beberapa temanku ternyata sudah cukup umur di atasku, jadi pantaslah kalau merekayang sudah banyak pengalaman  punya banyak “pikiran nakal”.&lt;br /&gt; Hari ini, Jum’at tanggal 5 Oktober 2007  yang juga bertepatan dengan tanggal 23 Ramadhan 1428 H, aku menemukan sebuah ayat di QS. At Taubah yang memaksa otakku menemukan jawaban sementara ini. Yaitu: Kalau memang ayat maupun syariat itu dibuat berdasar keadaan masyarakat saat itu saja maka alangkah sempitnya Islam. Bukankah Islam ada untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk orang Arab saja?. Memang banyak budaya Arab yang diambil atau dihapus oleh Islam, tetapi bukankah meskipun itu budaya bila sudah diadopsi atau dibuang ketetapannya, maka sama hukumnya dengan syariat? Contohya poligami, khamr, dan tentu saja jilbab (jubah)&lt;br /&gt; Hal ini senada dengan pernyataan beberapa teman bahwa kalimat ‘di dalamnya (surga) mengalir sungai-sungai’ hanyalah symbol kenikmatan yang tak terkira bagi masyarakat Arab yang memiliki territorial dan geografis sulit air. Bila sudah ada stereotype demikian, maka dimanakah keuniversalan al Qur’an? Layakkah kita meragukan jaminan Allah bahwa Dia Yang Pasti Terbebas dari Aib dan Salah akan menjaga keaslian al Qur’an selamanya, dengan kata lain bahwa ajaran al Qur’an akan sesuai di semua masa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********  ``````````````````````````````````````````````````````*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang lain seorang sahabati bertanya, “Mengapa dalam agama ada banyak ketimpangan gender?”&lt;br /&gt;“Maksudny”&lt;br /&gt;“Iya, lihat saja, mengapa imam harus laki2, mengapa warisan laki2 harus lebih banyak, dan yang paling ingin kutanyakan padamu yaitu mengapa Tuhan selalu memakai kata ganti laki2, huwa dalam bahasa Arab dan he dalam bahasa Inggris?”&lt;br /&gt;“Baiklah kucoba jawab dengan kemampuanku yg minim ini ya. Sekarang bayangkan kalau kamu sholat di belakang lelaki dan orang laki-laki sholat di depanmu. Dengan sholat di belakang laki2 kita sbg perempuan gak akan merasa syahwat kita terangsang, kecuzli kalau laki2 itu orang yg kita sukai lhoya. Tapi bila perempuan yang mengimami laki2, menurut ilmu psikologi yg say abaca dan omongan teman laki2, itu sangat rawan membuyarkan konsentrasi. Itu pertama. Kedua, seorang p[ermpuan tidak bisa selamanya sholat, adakalanya ia diharamkan shalat. Perempuan juga cenderung direpoti hal2 kecil seperti harus segera masak, resah bila anak nangis, dsb.&lt;br /&gt;Warisan laki2 lebih banyak? Siapa bilang? Sebetulnya kitalah yg lebih banyak. Bukankah setelah mendapat warisan satu bagian kita juga mendapat warisan milik suami yg dua bagian itu? Sedangkan laki2 setelah dapat dua bagian harus dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga (istri), karena laki2 wajib hukumnya menafkahi keluarga.&lt;br /&gt;Dalam bhasa Arab, dhomir mudzakkar berarti suatu keumuman, ia mencakup makna laki2 dan permpuan. Sehingga tepatlah pemakaiannya karena memang Tuhan itu tidak laki2 dan tidak pula perempuan. Bahkan menurut informasi yg baru saja saya peroleh dari seorang teman, He dalam bahasa inggris juga berstubtansi plural, ia tidak berarti laki2 saja tapi juga perempuan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********``````````````````````````````````````````````````````````************&lt;br /&gt;Mengapa suhu pada saat musim semi begitu dingin?&lt;br /&gt;Apa unsure yg menstruktur kuku?salah 1 nya ternyata adalah keratin yg berfungsi melenturkan kuku. Yg lain masih kucari infonya.&lt;br /&gt;Mengapa bulu kuduk kita berdiri saat takut?&lt;br /&gt;Mengapa keringat dingin keluar saat kita gugup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’*************&lt;br /&gt;Ternyata rambut kita berjumlah kurang lebih 100.000 an lho. Dan tiap harinya akan ada kerontokan sekitar 40-100 helainya. Salah satu unsure penyusunnya adalah keratin, sama seperti yg di kuku. Ketombe ada bisa karena gen, hormonal (kelembapan kulit kepala dan banyaknya minyak), stress, kotor, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’*************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian antara Syawal 1427 hingga syawal 1428 akhirnya aku menyadari bahwa hidup adalah scenario Allah yang sangat ajaib.Ia indah dan berantai. Ia bagaikan puzzle. Keberadaan personal yang satu dalam kehidupan orang lain ternyata adalah pelengkap puzzle atau sebagai mata rantai untuk dapat menyambung dengan mata rantai selanjutnya.  Kehadirannya yang hanya setahun dalam kehidupanku bukanlah kesia-siaan atau sekedar kebetulan belaka, melainkan juga untuk mengantarkanku pada Ali Kecil, PKS, HTI, jurnalisme, dan jubah yang semua itu pernah kuangankan, tapi sempat kuragukan di tahun-tahun pertama perkuliahan. Karenanyalah aku sampai di titik nadhir ini, di hari ini (300108), seperti ini, tengah menggengam selaksa cita dan target sebelum usia 22 tahun, sebelum ajal menjemput. Kehadiran keluargaku dalam kehidupannya mungkin sekali juga adalah salah satu puzzle tercecar yang harus ia susun untuk mengutuhkan puzzle hidupnya. Mungkin nasehat ibu, kondisi keluarga kami, kedekatan antara keluargaku dan keluarganya adalah pelajaran yang berharga baginya dan masa depannya. Kehadiran kami dalam kehidupannya mungkin sekali menjadi salah satu obat mujarab untuk mengharmoniskan keluarganya, untuk meyakinkan niatnya untuk memilih istrinya yang notabene adalah pacarnya tapi ia sempat belum yakin akan pilihan terbaiknya itu dulu. Nyatanya, tak ada kebetulan di dunia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-9166606439211557460?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/9166606439211557460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=9166606439211557460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/9166606439211557460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/9166606439211557460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/mustanir.html' title='mustanir (?!)'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-4128131536969294935</id><published>2009-06-03T19:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T20:00:42.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim semi'/><title type='text'>Bengkel Kata</title><content type='html'>Sebuah kisah yang kutulis pada awal tahun 2006 untuk menghormati seorang kakak yang mengajariku bagaimana kita harus memandang kehidupan fana ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari bersinar cukup garang nyaris tak memberi kesempatan sama sekali pada pohon-pohon untuk membantu manusia dengan bayang-bayangnya yang meneduhkan. Aku beringsut sedikit. Mencoba menyembunyikan tubuh mungilku dari sengatan raja siang di bawah sebuah pohon akasia. Kulemparkan pandangan pada anak-anak ‘tetangga’ yang asyik bermain bola. Ah, damainya mereka. Tak perlu memikirkan tugas-tugas kuliah yang menumpuk, besok harus makan apa, apalagi masalah-masalah kenegaraan. Melihat keceriaan mereka, akupun menjadi damai. Bosan dengan pemandangan itu, aku melirik jam dinding besar di depan gedung Pasca Sarjana kampusku. Jam 13.15. Pasti telat lagi, pikirku.&lt;br /&gt;Sosok itupun muncul. Seorang pemuda berkaca mata dengan garis-garis wajah yang keras tapi bisa dibilang lembut memberinya kesan cukup berkarakter, lumayan tinggi tapi juga tidak bisa dibilang gagah, tengah menghampiriku.&lt;br /&gt;“Afwan ya, telat lagi”, Dia memasang wajah semelankolis mungkin. “Lama ya nunggunya?”, imbuhnya.&lt;br /&gt;“Gak kok”, Aku diam sejenak, mencoba menenangkannya. Tapi ya memang watakku, suka menggoda orang. “Gak bentar, maksudnya”.&lt;br /&gt;“Kamu tuh ya…, eh yuk cari tempat yang dingin. Kasihan kan kulit kamu yang hitam itu nanti tambah hitam”&lt;br /&gt;“Huh, enak aja. Mentang-mentang situ putih. Lagian hitam-hitan begini banyak yang mau lho”.&lt;br /&gt;Sesaat, tampak rona kaget di wajah putih itu. Tapi hanya sesaat karena gelegar tawa segera terdengar membahana. Membuatku tersipu-sipu. Abis, sebenarnya aku itu kan orangnya bisa dibilang sangat anti dengan makhluk yang bernama cowok. Tapi gak ada yang tahu dan memang tak perlu tahu. Termasuk dia.&lt;br /&gt;“Iya..iya…percaya kok aku.Ya sudah sekarang kita ke urusan utama. Nih kubawakan semua pesanan kamu”. Namanya Rusdiawan, tapi ia lebih suka memperkenalkan diri sebagi Rusy Adwan. “Biar lebih keren”, katanya tempo dulu.  Kami berdua telah menjalin hubungan bisnis membuat dan mendistributorkan aneka accesoris sejak delapan bulan yang lalu. Dia mengkoordinir teman-temannya untuk membuat accessories lalu mencari sales marketingnya, aku salah satu orang yang menjadi ‘korbannya’. Dan inilah kami sekarang dengan rutinitas dua mingguan kami.&lt;br /&gt; Deretan bros  karet warna-warni berjajar rapi dalam gulugan perkamen. Demikian halnya dengan bros-bros flannel yang dijajar model horizontal rentengan. Seperti biasa akupun segera disibukkan memilih dan memilah yang terbaik diantara itu semua untuk kubawa pulang dan kudistributorkan ulang.&lt;br /&gt;Diantara kesibukanku itu, aku tak menyadari, beberapa pasang mata dan pasang kaki mungil telah mengerubungi kami berdua.&lt;br /&gt;“Mas, minta uangnya dong!”, Salah satu dari anak SD itu merajuk setengah memaksa.&lt;br /&gt;“Buat apa?”&lt;br /&gt;“Buat beli es. Haus banget nih, Mas”&lt;br /&gt;“Kalo mau gak haus ya jangan main sepakbola. Nanti abis minum, main lagi, terus haus lagi deh!”&lt;br /&gt;“Wes ala  Mas! Haus banget nih!”&lt;br /&gt;“Pelit banget sih”, Salah satu yang lain berkomentar.&lt;br /&gt;Pinter, pinter, pujiku dengan gemas dalam hati. Main politik nih mereka. Karena pastinya dalam situasi seperti ini Rusy bakalan sungkan sama aku. &lt;br /&gt;“Lho kok tahu kalo aku pelit?”, Rusy tak mau kalah. Wah, lebih pinter kamu, Mas.&lt;br /&gt;“Cepetan kok, Mas”&lt;br /&gt;“Okelah, Mas akan kasih kalian uang asal kalian bisa jawab pertanyaan Mas, gimana?”, Rusy akhirnya mencoba berdiplomasi.&lt;br /&gt;“Iya deh”. Diplomasi disetujui, dan terjadilah debat kusir yang lucu. Gimana enggak, karena Rusy memberikan soalnya selain mengenai pelajaran mereka juga memberikan soal mengenai pengetahuan umum kontemporer.&lt;br /&gt;“Negara mana yang sedang mencoba merebut Palestina?”&lt;br /&gt;“Israel”, jawab Iqbal, si Tambun, dengan semangat empat lima.&lt;br /&gt;“Hebat! Sering lihat berita ya?”&lt;br /&gt;“Tidak!”&lt;br /&gt;“Lho, terus tahunya dari mana?”&lt;br /&gt;“Lihat mahasiwa demo!”. Mendengar ini aku memegangi perutku yang sudah kaku karena terlalu banyak tertawa. Kulihat wajah Rusy sedikit syok mendengar jawaban barusan, antara percaya dan tidak tentang efek lingkungan terhadap pola fikir anak-anak yang masih polos tersebut.&lt;br /&gt;“Memangnya mahasiswa itu berdemo ke siapa sih Mas?”,Feri, si ikal, bertanya.&lt;br /&gt;“Ya ke pemerintah dan pihak-pihak terkait. Contohnya kalau demo tentang Palestina dan Israel itu, kebanyakan mahasiswa mendemo Israel”&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Karena ia mengambil negara yang bukan haknya”&lt;br /&gt;“Mencuri?”, Ryan yaitu anak yang paling kecil nyeletuk.&lt;br /&gt;“Mungkin”&lt;br /&gt;“Kenapa belum ditangkap?”, tanyanya lagi dengan penuh kepolosan.&lt;br /&gt;“ha… ha… ha…. Kalian ternyata sangat pintar. Untuk yang satu itu kakak juga belum tahu jawabannya. Kita tunggu saja siapa yang akan menagkapnya besok, OK”&lt;br /&gt;Kami semuapun cekikikan berjamaah.&lt;br /&gt;“Mas, uangnya mana? Kami sudah jawab semua soal, sampeyan juga bilang kami pintar kan?”&lt;br /&gt;“Iyaaaa. Mana uangnya?”, yang lain megamini.&lt;br /&gt;“Oke, tapi jawab satu pertanyaan lagi ya?”&lt;br /&gt;“Aduh, capek deh!”, koor kembali terdengar.&lt;br /&gt;“Mau tidak?”. Merekapun berdiskusi dengan cepat.&lt;br /&gt;“Iya wes. Tapi janji lho ya, ini yang terakhir?”&lt;br /&gt;“Deal. Setuju”, si Mas menarik nafas, mengerutkan dahi, dan mata menerawang ke atas, berlagak sedang berfikir keras. ”Siapa nama Presiden pertama Timor Leste?”&lt;br /&gt;Manakala anak-anak polos itu kebingungan, Rusy mensolusikan agar mereka bertanya pada satpam kampus, orang-orang yang sedang duduk-duduk di lapangan itu, atau orang-orang yang sedang ada di dalam mobil parkiran. Wajah yang menggambarkan kebingungan kini berubah kegirangan. Tanpa babibu, mereka melesat saling mendahului.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian langkah-langkah mungil itu mendekat dengan antusias.&lt;br /&gt;“Nana Gusmo, Mas!”, seru mereka.&lt;br /&gt;“Heh, Nana Gusmo? Masa’ sih? Coba tanya lagi!”. Diinstruksi demikian, anak-anak itupun menurut. Tak berapa lama merekapun kembali.&lt;br /&gt;“Xanana Gusmao, Ya Mas?”, seru mereka ramai sambil cekikian.&lt;br /&gt;“Wah betul tuh!”.&lt;br /&gt;“Mas, cepetan, mana uangnya?”&lt;br /&gt;“Iya, iya, bentar dong. Kalian tadi kan berdelapan, sekarang kok cuma berenam. Mana yang dua?”, Rusy mencoba mengulur-ulur waktu. Biar anak-anak itu bosan, begitu barangkali ya.&lt;br /&gt;“Tau’. Mungkin masih tanya sama Bapak yang duduk di pojok itu kali Mas.. Iya..iya… betul!”&lt;br /&gt;“Ya sudah. Kita tunggu mereka dulu”. Rusy melirikku. Minta bantuan barangkali. Aku hanya ngakak melihat ekspresinya itu. Mas, mas, sampeyan itu kok serba bisa sih. Study dipercaya jadi asisten dosen, aktif di Lembaga Pers Mahasiswa, aktif mengirim tulisan ke media-media pers, berbisnis, mengajar di LBB, sekarang bertambah pula predikatmu di mataku, yaitu pintar berkomunikasi dan merayu anak kecil. Hebat! Aku yang cewek saja belum tentu bisa.&lt;br /&gt;“Sebentar. Kalian tadi bermain bola Sendiri atau Bersama?”, Jawab Rusy manakala mereka mulai merajuk kembali. Dijawab, “Bersama”.&lt;br /&gt;“Terus, kalian jawab soalnya tadi Sendiri atau Bersama?”. Lagi-lagi dijawab kompak, “Bersama”.&lt;br /&gt;“Kalau begitu, kalian nanti minum esnya sendiri atau bersama?”&lt;br /&gt;“Ya gak tahu lah, Mas”, sambut mereka dengan bibir yang rata-rata manyun.&lt;br /&gt;“Ya harus Bersama dong!”&lt;br /&gt;Tiba-tiba dua orang anak datang berlari disertai nafas yang ngos-ngosan.&lt;br /&gt;“Xanana Gusmao, Mas!”, Mereka menjawab itu dengan wajah sumringah. Tapi segera saja jawaban disambut dengan koor ‘yeee udah kejawab lagi’. Aku kembali tertawa melihat adegan komedi gratis itu.&lt;br /&gt;“Mas, ini siapa?”, Giant yang berbadan terbesar diantara mereka nyeletuk menanyakan aku yang sedang tertawa geli. Ya Ampyun, jadi dari tadi mereka tak menyadari keberadaan sosok yang cantik jelita ini.&lt;br /&gt;“Ini ta? Adikku. Kenapa?”&lt;br /&gt;“Ndak. Tadi kita kirain mbak ini pacar sampean Mas”, Ryan kembali nyerobot menjawab.&lt;br /&gt;“Pacar? Pacar itu apaan sih?”, kejar si Mas.&lt;br /&gt;“Ya itu seperti yang di TV”, Giant angkat suara lagi, nampaknya ia pemimpin kelompok ini.&lt;br /&gt;“Yang gimana?”. Wah, pasti naluri kewartawanannya lagi bermain, batinku.&lt;br /&gt;“Gak tahu deh”, Giant putus asa menjawab.&lt;br /&gt;“Kenapa? Memangnya cocok ya?”, Rusy tersenyum aneh saat menanyakan ini.  Dan aku tahu, itu senyuman untuk menggodaku saja, ia tidak serius dengan pernyataannya. &lt;br /&gt;“Yah, cocok sih. Tapi memang adiknya sih”, Ryan mencuri kesempatan lagi.&lt;br /&gt;“Oh, adiknya kok, Rek!”, Giant menoleh ke teman-temannya untuk menegaskan. &lt;br /&gt;Setelah mendapatkan ‘gaji kerja’ dan mengucapkan terimakasih, merekapun bubar dengan tertib sesuai dengan instruksi si Giant tentunya. Sedangkan aku yang semula memilah dan memilih bros seraya menahan tawa refleks memandang pada si Mas gara-gara pernyataan dan pertanyaan  barusan. Pada waktu bersamaan Rusy juga sedang menoleh. Mata kami bertemu. Cukup lama. Sampai aku sadar dan menyibukkan diri memilih dan memilah lagi. Suasana tiba-tiba menjadi hening. Yang ada hanya bunyi motor lewat dan kicauan burung gereja serta semilir angin yang menyejukkan. Aku yang dasar sifatnya ramai tidak tahan dengan suasana mencekam begitu.&lt;br /&gt;“Mas, bagaiman kabar mbak Ika?”, Aku mencoba memecah keheningan sambil terus memilah.&lt;br /&gt;“Oh, dia mau nikah tanggal dua Juli besok”, Dia menjawab dengan santai.&lt;br /&gt;“Hah, Bukannya mbak Ika itu calon Mas?”, Aku menghentikan rutinitas sejenak. Mencoba mencari kebenaran di kelam dua bola matanya sebentar kemudian kembali menekuni pekerjaanku yang tertunda. Dia lantas tertawa geli.&lt;br /&gt;“Nggak, lagi Dik. Dia tuh memang adik kelasku yang lumayan akrab sama aku. Tapi ya itu... kami sebatas senior dengan junior, juga sebatas partner kerja dalam bisnis ini”, Ia menjelaskan. Aku mencoba memilah kata-katanya dalam hati. Masa sih?&lt;br /&gt;“Terus, mbak Ika dapat orang mana?”, Aku masih mencoba mengorek.&lt;br /&gt;“Orang Semarang”. Lho kok? Tapi pertanyaanku yang menggantung itu segera terjawab sebelum terlontarkan. “Iya, mbak Ika kan orang Solo. Gimana?”&lt;br /&gt;“Ya, ndak gimana-gimana. Tapi…. bener lho kukirain kalian berdua ada apa-apa. Wajah kalian kan cukup mirip. Aku mencoba membela diri.&lt;br /&gt;“Dasar”, Dia berujar. Kamipun tersenyum.&lt;br /&gt;“Mas,…..”&lt;br /&gt;“Hem?”, Dia agak kaget serta terkesan takut mendengar kata-kataku yang terputus. Dan untuk mengalihkan gambaran hatinya itu, ia mengutak-atik HP serta flash disk-nya. Matanya seakan-akan menekuri dengan teliti setiap detail kedua barang mungil tersebut.&lt;br /&gt;“Apa? Kenapa tidak diteruskan?”, Dia tetap asyik dengan HPnya kali ini. Ah, ngomong tidak ya? Tapi aku tidak mau ada misunderstanding nantinya.&lt;br /&gt;“Emm…., sungguh ya ……omongan sampeyan tadi…, kita tidak hanya partner bisnis”, Aku berhenti sejenak karena kutangkap gerak-geriknya yang semakin kikuk. Tapi, ini harus di-clear-kan. “Tapi juga hubungan kakak adik?!”   &lt;br /&gt;Dia menoleh kaget, lalu tertawa renyah. Seakan ada beban berat yang baru saja dipindahkan dari benaknya. Kalau saja dia tahu bahwa aku juga merasa demikian. Karena aku tak ingin ada kisah cinta diantara kami. Karena aku belum ingin ada kisah cinta lagi di lembaran hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-4128131536969294935?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/4128131536969294935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=4128131536969294935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4128131536969294935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4128131536969294935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/bengkel-kata_03.html' title='Bengkel Kata'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-2978300634724834499</id><published>2009-06-03T19:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T19:57:53.624-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim semi'/><title type='text'>Bengkel Kata</title><content type='html'>Sepenggal cerita yang kutulis pada tahun 2006 sbg bukti keprihatinan pada teman-teman IAINQ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELIHAT DIRIMU LEBIH DEKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membanting pintu kos-kosan. Berjalan dengan gusar dan segera menjatuhkan tubuh penatku ke kasur yang tidak bisa dikatakan empuk lagi itu.&lt;br /&gt;“Kenapa sih datang marah-marah begitu?”, Dina yang sedang membaca buku Filsafat Aliran ikut-ikutan gusar. Marah kali, ya. Kutatap Dina sekilas lalu kembali berpaling. Masa bodo! Aku lagi sebel… gak mau bicara…&lt;br /&gt;“Oi, aku kan tanya, kok dicuekin?”, Dina protes.&lt;br /&gt;“Please dech Din, aku lagi gak mau ngomong. Oke?”&lt;br /&gt;“Terserah kamu dech. Dan ingat jangan sampai kemarahan kamu itu bikin konsentrasiku rusak!”.&lt;br /&gt;Huh… sebel… sebel….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********-------------------------------------------********&lt;br /&gt;“Hi, aku Nadia. Kamu?”, Aku mengulurkan tangan kepada gadis berjilbab yang pakaiannya sama denganku, baju kebesaran MABA gitu lho.&lt;br /&gt;“Saya Annisa”, Tangan Annisa menyambut uluran tanganku. “Kamu anak baru juga ya?”, Dia menambahkan. Aku menngangguk mantap.&lt;br /&gt;“Ambil jurusan apa?”, Aku memulai percakapan yang sebenarnya bagiku hanya basa-basi.&lt;br /&gt;“Aqidah Filsafat”&lt;br /&gt;“Oh ya? Sama dong. Aku juga”, Aku mulai tertarik untuk ngobrol lebih lanjut. “Memang apa motivasi kamu masuk jurusan ini? Kan orang-orang bilang kalau jurusan ini rawan dengan pemikiran-pemikirannya yang aneh itu?”, Heran juga aku melihat anak sekalem dan sealim dia masuk Filsafat.&lt;br /&gt;“Banyak sih. Pertama, karena aku memang suka dengan filsafat itu Sendiri. Kedua, aku suka dengan para pemikir. Ketiga, aku ingin membuktikan bahwa dengan aqidah aku yang kuat, kita tidak akan mudah terjebak dengan pemikiran-pemikiran yang kamu bilang barusan”, Annisa tersenyum saat menyebutkan alasan terakhirnya tadi.&lt;br /&gt;Begitulah kami memulai persahabatan kami di kampus biru. Ada banyak kecocokan diantara kami berdua. Dan akhirnya teman-teman menjuluki kami berdua Si Cat Dog, tokoh kartun yang diputar di salah satu Tv swasta itu lho, masa kalian gak tahu sih?. Alasan mereka memanggil aku dan Annisa begitu ya karena bisa dibilang dimana ada Nadia di situ ada Annisa, dan begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******------------------------------------------*******&lt;br /&gt;Sebulan sudah aku di kampus biru. Banyak sekali hal-hal baru yang kudapat di sini, baik dari sisi ipteknya maupun dari sisi sosialnya. Dan selama itu, sudah seabrek aktivitas yang aku dan Annisa ikuti, antara lain HMJ (Himpunan Mahasiswa jurusan), LPM (lembaga Pers Mahasiswa), IQMA ( Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa) yang meskipun hanya pelatihan MC dan kegiatan-kegiatan sosialnya saja yang kami berdua ambil, organisasi ekstra kampus, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari……..&lt;br /&gt;“Nis, aku kemarin diajak Mas Fandi ikutan teater. Dan kayaknya aku tertarik nyobain dech”, Aku bercerita dengan semangat 45.&lt;br /&gt;“Oh ya? Bagus donk. Kan kamu dari dulu ingin bisa main drama dan baca puisi di Balai Seni, ini merupakan langkah awal yang bagus menuju cita-citamu itu”, Annisa memberiku semangat. Namun binar matanya itu meredupkan binar mataku.&lt;br /&gt;“Maksud kamu.. kamu gak bakal ikut teater?”, Aku mengucapkannya dengan memasang wajah memelas. Sejenak Annisa berfikir, lalu…&lt;br /&gt;“Emm, begini Nadia. Bukannya aku menolak ikut. Tapi teater itu kan latihannya bisa sampai malam-malam. Selain itu aku belum terbiasa dengan cara pandang dan cara bergaul anak-anak teater”.&lt;br /&gt;“Jadi menurutmu anak-anak Teater itu bukan anak-anak baik?”, Aku mulai tersulut.&lt;br /&gt;“Lho aku kan gak bilang begitu. Kamu jangan tersungging donk”, Annisa mencoba mencairkan suasana. Tapi toh gak berhasil.&lt;br /&gt;“Begini saja. Aku akan temani kamu di saat pementasan-pementasan. Jangan sampai karena aku cita-citamu itu terhalangi. Oke? Aku akan selalu mendukungmu kok”. Melihat kesungguhan dan usahanya untuk mencairkan emosiku yang telah membatu, akupun luluh juga.&lt;br /&gt;“Begitukah? Oke, tapi janji ya? Kita kan Cat Dog!”&lt;br /&gt;“Dasar”, Annisa meninju bahuku dan kami lantas tertawa Bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********---------------------------------------********&lt;br /&gt;Setahun sudah persahabatan kami terjalin. Bagaikan bunga-bunga yang tumbuh di musim semi dan akan gugur di nusim gugur, persahabatanku dan Annisa mulai merenggang, meskipun tidak bisa dikatakan putus..tus..tus sih. Kerenggangan itu tercipta tanpa kami sadari seiring dengan semakin banyaknya aktivitas-aktivitas kami berdua yang kian berbeda. Aku yang tomboy cenderung bergabung dengan kelompok PA (Pecinta Alam), teater, dan pencak silat, disamping kegiatan-kegiatan yang pernah kuikuti bersama Annisa di bulan-bulan pertama kami di kampus biru. Sedangkan Annisa lebih cenderung pada kajian-kajian kerohanian, kajian keintelekualan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, Nadia. Maaf ya aku telat. Kamu sudah lama nunggunya?”, Annisa berkata di sela nafasnya yang ngos-ngosan.&lt;br /&gt;“Kum salam, Ustadzah. Gak bentar kok nunggunya”, Aku membuat senyum simpul sambil segera menambahkan. “Kan cuman setengah jam!”.&lt;br /&gt;“Iya, iya, afwan. Tadi kan aku harus ngisi acara di musholla al Muayyad sebelah kampus kita itu lho. Mauku sich kucancel tapi kan gak enak, habis aku sudah terlanjur janji sih. Yuk berangkat. Nanti kamu bisa telat pentas lho”, Annisa menyeretku yang menggerutu dalam diam. Huh, bisa-bisanya nih anak berargumen sepanjang itu di saat seperti ini. Lagian aku kan sudah pasti telat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******----------------------------------------------*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTRIK MALAM&lt;br /&gt;Pagi memaksaku diam&lt;br /&gt;Dengan keangkuhan mataharinya yang merayap&lt;br /&gt;Dengan kicau burungnya yangmengusir&lt;br /&gt;Dengan kesegarannya yang menyelusup&lt;br /&gt;Dan dicinta&lt;br /&gt;Meski begitu, aku tak bisa membenci pagi&lt;br /&gt;Karena dengan pagi, maka aku dirindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plok…plok…plok….&lt;br /&gt;Tepuk tangan penonton bergemuruh. Aku turun dari panggung dengan menggigil. Antara gembira, kaget, malu, dan kepuasan bercampur menjadi satu menciptakan sensasi yang menyelusup dalam tiap-tiap aliran darahku. Samar kulihat Annisa berlari mendekat dan merangkulku.&lt;br /&gt;“Wah, kamu hebat Nadia! Sungguh! Aku sampai menangis gembira”, Annisa berkali-kali memujiku. Namun tak lama kemudian, aku melihat sosok sangar Mas Fandi mendekat. Sebagian wajahnya yang tertutup rambut gondrong itu nampak gusar.&lt;br /&gt;“Selamat ya. Puisimu tadi cocok sekali untuk menutup drama kita”&lt;br /&gt;“Makasih, Cak”, Aku menjawab hati-hati. Karena aku tahu, pasti Mas Fandi belum selesai bicara.&lt;br /&gt;“Tapi ingat, jangan terlambat lagi. Tindakanmu tadi sangat tidak professional, mengerti?”, Akhirnya muncul juga kalimat itu.&lt;br /&gt;“Baik, Cak”, Kutatap nanar sosok Mas Fandi yang menjauh .&lt;br /&gt;“Maaf ya Nad. Gara-gara aku kamu harus terlambat”,Annisa merasa tidak enak.&lt;br /&gt;“Ah, biasa aja kok. Eh iya ada yang mo kenalan nih”, Aku menarik tangan Annisa ke sudut ruang dimana di situ berdiri seorang pemuda yang cakeplah menurutku. &lt;br /&gt;“Nis, Ini Mas Aldy. Dia anak FISIP yang aktif di teater juga”, Aku mengenalkan Annisa. “Cak, katanya mo kenalan? Kok bengong gitu?”&lt;br /&gt;“Eh iya. Aku Aldy. Kamu Annisa kan?”, Aldy mengulurkan tangan.&lt;br /&gt;“Saya Annisa”, Annisa tersenyum sopan, tapi anehnya dia tidak menanggapi uluran tangan Aldy dan hanya melipat tangannya ke dada. Aku yang menangkap kerikuhan sikap Aldy berusaha berinisiatif.&lt;br /&gt;“Iya nih, Aldy. Keenakan dong kamu pegang-pegang tangan Annisa yang lembut ini. Iya gak Nis?”&lt;br /&gt;“Oh maaf kalau gitu.  Iya ya, betul juga kamu, Nad!”, Aku benar-benar jadi sangat tidak enak dengan jawaban Aldy.&lt;br /&gt;“Nadia, udah jam 22.00 nih. Yuk pulang, nanti ibuku cemas”, Annisa memecah keheningan yang tiba-tiba datang.&lt;br /&gt;“Gitu ya? Kalo gitu biar aku anterin deh!”, Aldy menawarkan bantuannya.&lt;br /&gt;“Wah beneran nih? Kebetulan kalo gitu”, Aku sigap menjawab tawaran itu.&lt;br /&gt;“Tapi…”, Annisa hendak menolak tapi aku dan Aldy segera ngeloyor menuju mobilnya yang terpakir manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******--------------------------------------------*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Annisa, kenapa sih kamu semalem? Aldy itu kan baik. Dia itu udah lama lho minta dikenalin sama kamu. Mana pakai acara nolak salaman dan diam-diaman selama di mobil lagi”, Aku mencerocos menumpahkan kekesalanku.&lt;br /&gt;“Maafkan aku, Nad. Tapi aku memang tidak bisa bersalaman dengan anak-anak cowok seperti dulu. Mereka itu bukan  muhrim kita!”, Annisa menjelaskan dari seberang sana.&lt;br /&gt;“Akunya sih fine-fine aja. Tapi Aldy?”&lt;br /&gt;“Nad, harusnya kukatakan ini sedari dulu. Aku merasa tidak nyaman setiap kali aku melihat kamu bergandengan tangan, tertawa-tawa, dan berboncengan bersama anak laki-laki. Rasanya aku miris sekali, Nad”&lt;br /&gt;“Nis, itu urusanku. Mau bergaul sama siapa, mau berpakaian seperti apa, itu semua hakku. Kamu gak usah ikut-ikutan. Aku capek kamu atur begituan! Kamu pikir kamu siapa? Kamu sudah berubah Nis!”, Aku berteriak-teriak. Enak betul dia melarang ini itu. Memangnya dia siapa?&lt;br /&gt;“Astaghfirullah Nad, maaf kalau kamu tersinggung, tapi aku tak bermaksud begitu. Nad, aku sayang kamu. Aku tak mau kamu berubah lebih jauh dari saat ini”, Ada nada sedikit putus asa dalam kata-kata Annisa. Tapi aku yang telah lelah dengan segala nasehat-nasehatnya tetap bersikeras kalau akulah yang benar. Aku mau bebas. Terserah kalau dia tetap berpegang pada prinsipnya yang aneh itu. Terserah! Kututup HP dan kulemparkan ke kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********---------------------------------------------*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak saat itu, aku berusaha menghindari Annisa”, Aku membuka suara kepada Dina pada malam itu.&lt;br /&gt;“Oh begitu. Pantesan kamu tadi datang dengan muka kusut begitu. Pakai acara marahan lagi”, Dina berusaha mengambil hatiku.&lt;br /&gt;“Dan sekarang sudah dua tahun dong kamu gak ketemuan lagi sama dia?”&lt;br /&gt;“Iya awalnya. Tapi ternyata dunia ini memang sempit. Seminggu yang lalu aku berkenalan dengan seorang dokter ganteng”&lt;br /&gt;“Dan kamu fall in love kan?”Dina menyela menggodaku. Digoda begitu, aku malu juga sih.&lt;br /&gt;“Iya. Di pandangan pertama bahkan”, Aku mengambil nafas panjang. Lantas melanjutkan “Dan siang tadi aku baru tahu ternyata dia adalah kakak sepupu Annisa”.&lt;br /&gt;“Hah? Wah kayak sinetron, nih. Terus gimana?”&lt;br /&gt;“Uh, dasar. Emang gue ini apaan?”, Kutimpuk Dina dengan bantal dan dia segera ngacir ke sudut kamar.&lt;br /&gt;“Eits, gak boleh ngamuk ya! Nanti kalau kehilangan teman curhat terbaik, mati tak bernafas kamu!”&lt;br /&gt;“Emang ada mati yang bernafas?”, Aku merengut.&lt;br /&gt;“Duh, sensitifnya. Iya-iya lagi gak bisa dicandain nih?”, Dina meringis tapi segera mendekatiku dengan mimik serius. “Terus gimana? Kamu tahunya dari mana?”&lt;br /&gt;“Meski baru seminggu kenal tapi kami cepat akrab. Dan ia ingin serius denganku. Makanya dia ingin mengenalkanku pada sepupu terbaiknya”, Aku menahan nafas lagi.&lt;br /&gt;“Dan akhirnya kamu dan Annisa ketemuan, gitu?”&lt;br /&gt;“Nggak juga sih. Annisa waktu itu sedang sibuk mengisi acara di salah satu sekolah SMA. Jadi gak bisa ketemu”.&lt;br /&gt;“Lha, kalo begitu gimana tahunya?”&lt;br /&gt;“Ih, kamu itu mau diceriatin apa ndak sih? Nyela terus”&lt;br /&gt;“Iya-iya maaf. Terus-terus ….?”&lt;br /&gt;“Aku bertanya padanya, siapa nama sepupunya itu. Kali aja aku kenal. Dan  dia pun menjawabnya. Duh, kayak kesambar halilintas aja”.&lt;br /&gt;Kami berdua saling diam. Di luar gerimis mulai turun. Dina merangkak menutup jendela lalu kembali lagi duduk di hadapanku. Tangannya dilingkarkan di depan lututnya yang ditekuk. Sementara itu malam semakin larut.&lt;br /&gt;“Din, apa yang harus aku lakukan?”, Meskipun Dina setahun lebih muda dariku, tapi dalam hal beginian dia lebih dewasa dariku, makanya aku percaya dia bisa memberiku jalan terbaik.&lt;br /&gt;“Boleh aku tanya? Bagaimana perasaanmu terhadap si laki-laki itu setelah kamu tahu dia adalah sepupu Annisa?”, Dina sang aktivis kampus sejati sedang menginterogasiku.&lt;br /&gt;“Perasaanku untuk Syahid sudah tak terbendung lagi. Apalagi kami telah sepakat akan menikah tahun depan, setelah aku diwisuda”, Aku menghela nafas. “Sedangkan perasaanku pada Nisa sekarang ……. sebetulnya sudah lama aku menyesali sikapku terhadapnya dulu. Aku ingin minta maaf. Tapi aku terlalu tengsin untuk melakukannya. Lagipula kami tidak pernah bertemu lagi”.&lt;br /&gt;“Kenapa begitu? Jangan tunda-tunda lagi niat baikmu itu, seperti niatmu untuk berjilbab sebulan yang lalu. Aku percaya Annisapun menginginkan hal yang sama. Tapi mungkin ia merasa takut dan segan”.&lt;br /&gt;Mendengar penuturan Dina aku mulai terhisak. Iya, mengapa aku begitu egois? Aku begitu tega terhadap Annisa yang begitu baik. Bukankah dia hanya berusaha menjaga izzahnya sebagai muslimah. Uh, memang aku yang terlalu bodoh saat itu.&lt;br /&gt;“Kamu gak usah ragu. Kamu tidak usah memulai dari awal, cukup meneruskan dan memperbaiki hubungan kalian sebelumnya. Toh kamu sudah tahu kan mengapa Annisa bersikap begitu? Kamu sendiri sekarang ini begitu juga kan?Allah saja Maha Pengampun, masa kita tidak mau meneladani-Nya?”&lt;br /&gt;Mendengar itu aku semakin terisak. Aku berjanji besok aku akan mencari Annisa dan meminta maaf. Aku akan berusaha lebih bijak untuk melihat seseorang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-2978300634724834499?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/2978300634724834499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=2978300634724834499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/2978300634724834499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/2978300634724834499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/06/bengkel-kata.html' title='Bengkel Kata'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-6321229013094747641</id><published>2009-04-16T23:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T23:17:48.802-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku asyik'/><title type='text'>TIPS BAGI ORANG-ORANG YANG “MANDUL”</title><content type='html'>TIPS BAGI ORANG-ORANG YANG “MANDUL”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul   : Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup&lt;br /&gt;Penulis  : Gola Gong.&lt;br /&gt;Penerbit : Maximalis.   &lt;br /&gt;Editor   : Nurchasanah.&lt;br /&gt;Tebal   : 151 halaman&lt;br /&gt;Harga   : Rp. Rp.35.000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak zaman dulu atau bahkan sekarang, cita-cita menjadi seorang penulis tidak sepopuler seperti cita-cita menjadi insinyur, dokter, ahli hokum, atau ekonom. Tapi anehnya, sampai kini masih banyak saja orang yang berminat untuk menulis buku. Padahal menulis (gagasan) itu perlu kaidah ketat dan tidak asal seperti saat seseorang berbicara. Menulis harus logis dan ada misi kebaikan, bukan sekedar mengejar royalty, karena dibalik teks tersirat pengalaman kaya penulis yang tercecer lagi tak semuanya bisa diceritakan teks. Tulisan akan dibaca dan kadang dipercaya lalu diterapkan pembacanya. Karenanya, menulis tidak boleh ambigu dan tak bernalar. Tapi bukan berarti kita jadi takut menulis. Sebaliknya, kita harus termotivasi untuk terus menulis, bukankah “ SAmpaikan walau satu ayat?”. YA, minimal, sekali seumur hiduplah kita melakukan dakwah bil qolam ini.&lt;br /&gt;Setidaknya, demikianlah pesan yang ingin disampaikan oleh Gola Gong dalam bukunya “Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup” ini. Gola Gong sendiri diidentikkan dengan penulis fiksi handal negeri ini. Kebnyakan tema yng diusungnya adalah human interest yang tak lain dan tak bukan adalah hasil pengalamnnya berpetualang menjelajah bumi Indonesia dan beberapa Negara tetangga. Dengan segala keterbatasannya (Gola Gong pernah diamputasi tangannya sehingga sempat dipandang sebelah mata oleh banyak orang) penulis pernah melalung buana di berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah buku yang hebat dan penuh surprise. Sekilas, mungkin banyak dari kita yang mengira, bahwa buku ini hanyalah buku tentang kepenulisan, nyatanya tidak. Buku setebal 151 halaman ini juga banyak bertutur tentang edukasi keluarga, manajemen lembaga, motivasi, biografi, dan lain sebagainya. Membaca buku ini memotivasi kita untuk berani memulai dan terus menulis. Dada sampai terasa sesak, penuh dengan gairah dan semangat untuk bepergian, memanajemen, lalu menuangkannya dalam goresan-goresan kata sebagaimana yang pernah dilakukan Gola Gong. Teori-teori penulisan diselipkan secara berulang-ulang sehingga membuat pembaca tidak mudah lupa. Dengan bahasanya yang lugas, santai serta banyaknya contoh riil membuat buku ini tidak terkesan menggurui. Yang jelas, buku ini dapat menginspirasi para pembacanya untuk berani banyak berbuat, semisal membangun Rumah Dunia.&lt;br /&gt;Tak ada salahnya saya merekomendasikan buku ini sebagai bacaan wajib bagi calon penulis. Karena menulis butuh kitab sakti sebagai pedomannya.Banyak kiat terjun di dunia kepenulisan dan resep menulis yang bisa didapat. Meski bukan resep jitu, karena resep jitu pintar menulis ada 3, yaitu Menulis, Menulis dan Menulis. Lalu, kenapa anda masih baca tulisan ini kalo mau jadi penulis? Ya nulis dong mulai sekarang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-6321229013094747641?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/6321229013094747641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=6321229013094747641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/6321229013094747641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/6321229013094747641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/04/tips-bagi-orang-orang-yang-mandul.html' title='TIPS BAGI ORANG-ORANG YANG “MANDUL”'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-4585757568444245017</id><published>2009-01-14T01:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T01:44:33.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam raya'/><title type='text'>GLOBAL WARMING; MENGKADALI AMERIKA</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;     &lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Climate is an ill-tempered beast, and we are poking it with sticks.”&lt;br /&gt;~ Professor Wally Broecker, Columbia University&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Tak bisa dipungkiri, inilah isu sains paling agung abad ini. Tak cuma berkutat soal ilmiah, ia juga bermain di segi ekonomi, sosiologi, geopolitik, sampai gaya hidup. Sayangnya, walau telah dideteksi sejak awal, isu ini &lt;span class="highlight"&gt;baru mendapat &lt;em&gt;coverage&lt;/em&gt; luas di tahun 1990-an&lt;/span&gt;. Di Inggris, The Times dan Guardian membahas soal ini baru sejak tahun 1989—-tetapi masih berkutat soal perdebatan ilmiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Global warming&lt;/em&gt; disebabkan karena peningkatan gas rumah kaca—-seperti karbon dioksida—-dalam skala masif di atmosfir sebagai akibat dari pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Akibatnya, temperatur global naik 0,6ºC dan permukaan air laut naik 20 cm. Kalau dibiarkan saja, tahun 2100 nanti temperatur global naik antara 1,4ºC hingga 5,8ºC dan permukaan laut bisa bertambah sampai 80 cm.&lt;span id="more-359"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa bisa begitu? Bumi, sepanjang yang saya tahu, merupakan kesetimbangan antara energi (panas) yang dipancarkan matahari dan energi yang dilepaskan kembali ke luar angkasa. Secara alamiah, sekitar sepertiga energi dilepaskan kembali, sementara sisanya diserap atmosfir, daratan, dan lautan. Inilah yang membuat bumi menjadi hangat. Tapi, ketika komposisi atmosfer berubah sebagai akibat penambahan karbon dioksida, maka temperatur bumi pun ikut berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1958 dilakukan pengujian kadar CO2 di pegunungan Manua Loa, Hawaii. Hasilnya kandungan CO2 di atmosfir meningkat jadi 316 &lt;abbr title="parts per million by volume"&gt;ppmv&lt;/abbr&gt;—-dibandingkan 200 ppmv di jaman es dan 280 ppmv di jaman sebelum industrialisasi modern. Belakangan, kadar CO2 sudah meningkat jadi 370 ppmv dan diperkirakan ada penambahan sekitar 160 milyar ton CO2 di atmosfir dalam 100 tahun terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oke, cukup. Ini bukan bidang keahlian saya, jadi pembahasan teknisnya dihentikan. Kita bahas saja soal ekonopolitik &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Well, kalau boleh melempar kesalahan, &lt;span class="highlight"&gt;tersangka &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt; adalah industrialisasi yang dilakukan negara-negara maju&lt;/span&gt;, terutama Amerika Utara dan Eropa. Mereka menyumbang sekitar 22 milyar ton karbon per tahun—-terutama dari konsumsi BBM, industri, dan penebangan hutan. Di antara negara maju, penyumbang emisi terbesar adalah Amerika (36,1%) disusul Rusia (17,4%), Jepang, dan negara Eropa lainnya dalam persentase kurang dari 10%. Bandingkan dengan negara-negara berkembang seperti Asia, Amerika Selatan, dan Afrika yang “cuma” menyumbang sekitar 4 milyar karbon per tahun—-itu pun bukan dari industri, melainkan perubahan penggunaan lahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dus, masalah ekonopolitik muncul karena negara-negara berkembang punya hak dan keinginan untuk meningkatkan standar hidup mereka. Mau tak mau mereka akan mengkonversi hutan, menggalakkan industrialisasi, yang pada akhirnya akan menyumbang emisi lebih banyak ke atmosfir bumi. Sementara di sisi lain, negara-negara maju ngotot menekan agar hal-hal semacam ini ditekan—-seolah-olah seperti melempar tanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lucunya, walau 186 negara sudah sepakat untuk meratifikasi Protokol Kyoto, Amerika malah mangkir. Padahal &lt;span class="highlight"&gt;Amerika punya reputasi penyumbang emisi terbanyak&lt;/span&gt;. Runyamnya lagi, Amerika justru yang paling santer berkoar soal global warming dan menyeru negara-negara berkembang supaya jangan mengeksploitasi hutan mereka. Maklum, hutan di Amerika sudah bablas dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sama saja mematikan perekonomian mereka. Kalau sudah begini, ibaratnya tetangga kita enak-enak memanggang ayam, kita yang kena asapnya. Orang Jawa bilang, “&lt;em&gt;gelem nangkane ora gelem pulute&lt;/em&gt;.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi, sebenarnya situasi ini melahirkan permintaan dan penawaran (baca: peluang bisnis). Andaikata saja kita mau “berbisnis”, pemerintah sebenarnya bisa mengajukan proposal &lt;em&gt;clean development mechanism&lt;/em&gt; (CDM) sesuai ratifikasi Protokol Kyoto. Kita tahu bahwa negeri ini punya hutan yang cukup luas. Pemerintah juga telah bekerja keras menekan penebangan liar dan menggalakkan revitalisasi lahan perhutanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menteri Kehutanan dulu pernah berencana menagih insentif dari negara-negara maju sebesar Rp 6 trilyun karena Indonesia tidak menebang 5,5 juta meter kubik hutan per tahun. Nilai itu terhitung konservatif karena cuma menghitung nilai guna (&lt;em&gt;use value&lt;/em&gt;) kayu semata, belum termasuk nilai lain yang jauh lebih besar. Tapi sejauh mana kelanjutannya, saya belum tahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau mau, pemerintah sebenarnya bisa menegosiasikan pelestarian hutan kita untuk “ditukar” dengan pelunasan hutang luar negeri, atau investasi pembangunan infrastruktur, atau pengiriman pelajar-mahasiswa Indonesia ke luar negeri, atau opsi lainnya yang bisa menguntungkan bangsa ini jangka panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Brazil cukup berhasil menjual “&lt;em&gt;carbon credit&lt;/em&gt;” kepada negara-negara industri sebagai kompensasi karena sudah menjaga kawasan hutan Amazon. Hitung-hitungan Protokol Kyoto, uang yang mengalir ke negara-negara seperti Brazil per tahun minimal $150 milyar. Ongkos ini terhitung “murah” karena kerugian atas efek &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt; disinyalir mencapai $8 trilyun per tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mumpung sekarang Indonesia menjadi tuan rumah &lt;a href="http://unfccc.int/meetings/cop_13/items/4049.php"&gt;Konferensi PBB mengenai perubahan iklim&lt;/a&gt; dengan tamu dari sekitar 180 negara, barangkali ini momen yang tepat. Jangan sampai anggaran perhelatan yang mencapai Rp 29 M itu menguap begitu saja tanpa membawa keuntungan buat bangsa ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilihat dari sudut manapun, negara berkembang seperti kita jelas kalah pintar dengan negara-negara maju seperti Amerika. &lt;em&gt;But plis deh&lt;/em&gt;, &lt;span class="highlight"&gt;jangan bego-bego amat &lt;em&gt;gitu loh&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. :)&lt;/p&gt;taken from: http://nofieiman.com/2007/12/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-4585757568444245017?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/4585757568444245017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=4585757568444245017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4585757568444245017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/4585757568444245017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/2009/01/climate-is-ill-tempered-beast-and-we.html' title='GLOBAL WARMING; MENGKADALI AMERIKA'/><author><name>zahra al habsy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12614250246357904418</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Kpp9yzwdRQs/SmspYfJQC-I/AAAAAAAAABY/hGL7BMlNyG8/S220/DSC01541.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2973340682487656075.post-2771635688054043344</id><published>2008-09-07T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T23:18:22.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>marhaban ya ramadhan</title><content type='html'>&lt;span&gt;ass wrwb, akhwat wal ikhwan fillah. Sebagaimana kita ketahui bersama bulan Ramadhan telah tiba. Rasa haru dan gembira menyeruak senantiasa ke dalam sukma. Banyak harapan dan do'a ditaburkan di dalamnya. Semoga kita semua termasuk gues list Allah swt yang akan mendapatkan amnesti dan remisi total nantinya. amin.&lt;br /&gt;Ramadhan memang memberikan atmosfir yang khas dalam diri dan lingkungan kita. Bayangkan saja, kampung yang biasanya sepi tiap jam 2 dini harinya, kini berubah ramai dengan adanya bunyi kentongan, alat2 dapur, tivi, bahkan darus orang-orang yang masih enggan beranjak dari i'tikafnya. Subhanallah. Fenomena Ramadhan tahun ini yang cukup menarik bagi penulis adalah banyak teman yang mengaku banjir sms sambut Ramadhan. Ini patut disyukuri, karena menurut hemat penulis, ini adalah signal positif religiusitas masyarakat kita. Rasulullah saw. bersabda, bahwa barang siapa yang menyambut gembira datangnya bulan Ramadhan, maka haram neraka baginya. Subhanallah... betapa MAha Welas Asihnya Allah.&lt;br /&gt;Tergerak untuk mengabadikan sekaligus membagikan macam sms yang telah memenuhi kotak masuk hp, maka penulis akan cantumkan beberapa di sini, al:&lt;br /&gt;Welcome to Ramadhan Great Sale! Jangan lewatkan: Obral pahala besar2an , diskon dosa s/d 99,99% + doorprise Lailatul Qodar . Hanya berlaku selama 30 hari masa aktif. Selamat menyambut Bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Ramadhan telah datang. Ganyang kemaksiatan, bulan tepat untuk memperbanyak ibadah, merajut ukhuwah. Semoga Ramadhan kali ini adalah bulan kehancuran ideologi kapitalis dan turunnya kabar gembira yakni tegaknya Negara Rabbaniyah wa Islamiyah. Tambah semangat! Krena tiap kucuran keringat dan darah kita adalah investasi tida terkira untuk mendapatkan pertemuan yang indah denganNya.&lt;br /&gt;Tak terhitung lisanQ telah mengiris hatimu, Tak terhingga ragaQ sakitimu, Hari ini kuungkap salahQ padamu. Q harapkan ikhlas dan maafmu untukQ. agar dapat Q gapai fitrahQ di bulan suci, Benahi diri dan hati.&lt;br /&gt;Ramadhan buln agung, penuh berkah, bulan menempuh kesabaran, keikhlasan &amp;amp; ringan tangan. Jauhkan diri dari syaithan, dekatkan jantung hanay untukNya. Maafkan segala khilafQ, agar Q memasukinya dengan kesucian hati.&lt;br /&gt;Allahumma briklana fi Sya'ban wa ballighna Ramadhan, syahrul mubarrok. Robbanan yazzid lana bil barokah wa sikhahwal maghfiroh wat taubah, wal AFFU MINKUM.....&lt;br /&gt;Marhaban ya Ramadhan..., mari Qt senantiasa setting NIAT, upgrade IMAN, download SABAR, delete DOSA, approve MAAT, hunting PAHALA. Semoga UEST LIST adalah result Qt. Dengan kunci keikhlasan membuka pintu RAmadhan, maafkan lahir bathin..&lt;br /&gt;Assalamualikum,,,Prend... Meskipun diri kira SEREAKTIF phenol, SEBAU asam sulfat,  SEAASIN natrium clorida, SESEGAR oxygen, atw malah SEKOROSIF asam clorida,.. tapi Q tetap ingin ucapkan MARHABAN YA RAMADHAN .... Mudah2an RAmadhan dapat membuat hati kita SEMURNI aurum (besi), SEKUAT ferum (besi), SEMANIS glukosa, dan SEBENING H2O........ Amin.&lt;br /&gt;Dan masih banyak yang lainnya. Apakah Antum juga mendapatkannya? Bila iya dan belum tertera di sini silahkan kirikannya lewat e-mail kalian ke zahrasyawali08@yahoo.com, OK?! Q tunggu lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Love, KEep Fight!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2973340682487656075-2771635688054043344?l=zahraalhabsy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zahraalhabsy.blogspot.com/feeds/2771635688054043344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2973340682487656075&amp;postID=2771635688054043344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2973340682487656075/posts/default/2771635688054043344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/297334
